
Gale mulai tenang, Begitu juga dengan Viona. Bahkan saat ini Viona sudah tenang dan tidur.
Perlahan tapi pasti Gale masuk ke kamar mereka dan duduk bersimpuh di lantai dengan sengaja agar mensejajarkan wajah nya dengan wajah terlelap nya Viona.
Di usap nya lembut wajah tirus tanpa polesan apa pun itu. bibir merah yang dulu sering tersenyum kini mendadak kering. Bahkan wajah yang dulu nya sering menampilkan rona bahagia nua kini hilang sudahm Hilang.
" Maaf kan aku Darl, maaf kan aku sayang..." Gale mencium kening Viona.
Perlahan tapi pasti dya naik ke tempat tidur yang dulu nya sering menjadi arena pertarungan mereka.
Tempat mereka bercerita sebelum tidur, Bertukar cerita hingga sama sama terlelap dalam mimpi dan berbagi kehangatan.
Di peluk nya perlahan tubuh ringkih itu dan di berikan nya kehangatan yang sudah sebulan ini tidak di rasakan nya.
" Aku mencintai mu sayang, Aku mencintai mu. "
Gale ikut memejam kan mata nya bersama Viona. Berbagi kehangatan yang sudah sebulan tidak lagi merek rasakan.
Tanpa sadar Viona semakin merapat kan diri nya ke dalam pelukan Gale.
...🌞🌞🌞...
Pagi sudah datang, Bahkan Viona juga sudah bangun dari tidur nya.
Tapi aneh, Seperti nya tadi malam dya kembali merasakan lagi dekapan hangat suami nya. Bahkan aroma tubuh Gale masih tertinggal bersama nya.
Dimana Gale ? Dimana suami nya ? Kenapa tidak nampak ?
Sementara di bawah Gale berusaha menyiapkan sarapan untuk istri nya. Walau hanya segelas susu dan sandwich saja.
" Jangan katakan ini aku yang membuat nya. Aku tidak ingin Nyonya kalian kembali marah. Tolong jaga Nyonya. Aku harus ke kantor. Toong ambil kan jas milik ku. " Gale menunggu di kamar tamu.
Tak lama setelah Oliv mengambil setelan kantor Gale, Viona keluar dari kamat mandi.
Kembali terdengar nya suara mobio suami nya di bawah sana.
Lantas pelan pelan Viona datang ke arah balkon, Jack pot, Gale dapat melihat Viona nya yang masih berbalut handuk kimono pagi ini.
Gale tersenyum senang disana. Di lambai kan nya tangan kanan nya ke arah Viona dan mengucapkan kata cinta.
Namun Viona langsung berbalik arah dan masuk kembali ke kamar nya.
Gale mendesah kecewa di sana dan kembali memasuki mobil nya keluar dari mansion mereka yang kini sudah sangat di perketat.
Setelah mengendara selama 65 menit akhir nya Gale sampai di kantor nya.
Namun lagi lagi dya kembali di kejutkan oleh kehadiran dari orang yang tidak ingin di lihat nya.
Berjalanan angkuh Gale melewati Calista begitu saja. " Gale apa maksud mu ?" Calista melemparkan map coklat dengan Stempel dari pengadilan Negri. Karna status pernikahan mereka.
" Seperti yang kau lihat. Tau mungkin aku sudah membaca nya ?"
__ADS_1
" Gale. Apa maksud mu menceraikan ku ? Apa salah ku ?" Calista tidak terima.
" Apa Dave belum memberi hadiah mu ? Yang selama 7 tahun ini kau sembunyikan ? Entah aku yang terlalu cinta atau bodoh hingga tidak menyadari bahwa aku memelihara seekor ular pemuas nafsu. Bukan hanya nafsu ku , Tapi nafsy banyak orang !"
Deg !
Apa maksud Gale ? apa Gale tau semua nya ?
" Ck, Menjijikan !" Gale berdecak tak suka pada Calista.
" Tanda tangani surat itu dan segera pergi dari sini. !" Sinis nya dingin.
" Kalau aku tidak mau ?" Tantang Calista.
" Kau ingin mengenal aku kembali ? Atau kau merindukan Kebuasan seorang Gale Thominson Jade ?" Tanya nya Lagi.
" Kau tidak bisa menceraikan ku Gale. Tidak akan ku biar kan kau menceraikan kum atau bahkan membawa Brian.
" Kau yakin ingin melawan ku ? Patikan dulu diri mu kuat untuk berdiri di atas kaki mu sendiri tanpa bantuan orang lain. Jika kau sudah mampu melakukan nya. Datang pada ku. Aku akan dengan senang hati melayani kegilaan mu. !"
" Kau gila Gale. Kau Gila. Kau iblis. kau Monster berwujud manusia !"
" Aku bukan Monster !!!" Bentak nya menggelegar.
Entah mengapa mendengar kata kata monster mengingat kan nya kembali pada Viona yang sedang terguncang jiwa nya.
" Keluar !" Tunjuk nya ke arah pintu ruangan nya.
" KELUAR !!!!!" Bentak nya lagi saat melihat Calista masih diam saja.
Gale kembali duduk di kursi kerja nya. melanjut kan pekerjaan yang tiada habis nya. Benar kata Viona. dya harus berusaha memberi waktu untuk diri nya sendiri.
Seketika dya ingat pada Viona nya. Di usap nya layar ponsel milik nya yang menampil kan senyum Tulus Viona saat baru bangun tidur nya.
" Aku merindukan mu Darl. Realli miss you so much " Lirih nya menatap foto Viona lagi.
Gale menekan interkom di meja nya dan meminta Riana masuk ke dalam ruangan nya.
" Selamat pagi Tuan. Ada yang bisa saya bantu ?" Tanya Riana sang sekertaris Dave.
" Balikan aku bunga dan Suruh Dave mengantar kan nya. sebentar aku akan menulis surat nya dulu. " Akhir nya Riana kembali keluar dari ruangan Gale dan memesan bunga yang di ingin kan tuan nya beserta surat nya.
Sementara di Mansion nya, Viona sedang melakukan sesi pengobatan bersama dokter khusus. Untuk mengurangi depresi nya.
Saat tengah melakukan konsultasi dan berbagi cerita Kania datang membawa Bunga yang sangat indah untuk sang Nyonya.
" Nyonya...yuhu...Ada bunga cantik utuk Nyonya yang juga cantikkk..." Sih centik Kania
" Dari siapa ?" Tanya Viona datar.
__ADS_1
" Gak tau. Hehehe " Tawa nya canggung.
Viona mengambil bunga tersebut dan mengambil sebuah surat di dalam nya.
*Dear My Lovely. My Sweet Love and Sweet Wife.
Say sorry to Accident, Maaf kan aku sayang. Maaf.
Darl, Sorry. Aku tau aku bersalah. Bahkan aku memang pantas di hukum. Aku bersalah Darl.
Kau benar Darl, Aku ini Monster, Dan seorang pembunuh. Bahkan seorang pendosa. Maka dari itu mungkin Tuhan menghukum ku dengan cara ini. Tuhan tidak ingin aku memiliki anak dengan malaikan seperti mu.
Darl, My Sweet Love. Im Sorry, So Sorry Darl.
Aku tau kau pasti membenci ku bukan ? Yah, aku paham. Kau kecewa dengan ku. Aku pantas mendapat kan nya bukan ?
Pria jahat ini ? Oh tidak ! Sayang nya aku ini suami mu. Oh God, Beruntung nya monster ini menikah dengan malaikat seindah diri mu.
Pantas kah Monster ini bersanding dengan malaikat seperti mu ? Beri aku kesempatan untuk memantaskan diri Monster ini untuk bersama Malaikat seperti mu Darl.
Izin kan aku menjadi Monster yang bisa bersanding dengan mu. I Really Love You Darl, Oh So Bad.
Tersenyum lah Matahari mu, Pelangi dalam hidup ku. Cahaya dalam gelap ku . Oh God, Monster ini menulis banyak Drama ya ? Sorry Darl, Tapi ini bukan drama.
Ini Tulisan dan isi hati dari seorang monster yang mencintai Sosok malaikat suci seperti mu. Bidadari tanpa sayap.
Sudah lah, kau pasti lelah membaca surat dari monster ini. So, Happy nice Day Darl, My Sweet Love and Sweet heart ❤
Love You Darl ❤
...Me, Monster Gale Thominson Jade ❤*...
...🌷🌷🌷...
Tanpa sadar Viona meremass dada nya yang terasa sesak, Bahkan dya sedikit pucat disana.
" Keluar kan yang ingin anda keluarkan Nyonya. jangan di tahan. " Ujar sang dokter.
" Aku mencintai nya. Aku mencintai nya. Tapi hati ku, Hati ku sakit setiap mengingat dya mengabaikan ratusan pesan ku. Bahkan Panggilan dari ku. Dya mengabaikan ku saat aku, Dan dya di antara kamu tidak ada yang mengetahui kehadiran nya. Aku ibu yang buruk. !" Vioma sudah terisak pilu disana.
" Nyonya, Anda boleh bersedih dan berduka. Itu hal yang wajar di lakukan setiap manusia. Kita mempunyai sebuah rasa, Dan rasa itu bisa berubah menjadi sebuah, amarah, Suka , duka, Tawa dan bahagia.Sekarang tergantung anda yang suami yang menanggapi nya. Bangkit lah Nyonya. Jika anda terpuruk, Bayi anda tidak akan senang melihat ibu nya menangis disini. dya juga akan bersedih. Lanjut kan hidup anda. Dan waktu kita sudsh habis. Mari kita lanjut kan besok lagi. kita berteman ?" Sang doker mengulurkan tangan nya.
Ragu , Akhir nya Viona menyambut tangan itu.
" Savitri, " Ucap nya.
" Viona. "
" Oke, see you Nyonya. Enjoy your Life. Happy " Ujar nya riang dan pamit.
__ADS_1
...❤❤❤...
Follow may ige @amelia_falisha1511 ❤