Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )

Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )
Bungkam Nya Viona


__ADS_3

Gale merasa benar benar hancur saat ini. Hancur. Karna Viona nya benar benar tidak menganggap nya ada.


Bahkan hanya sekedar melirik nya saja enggan. Hanya untuk meminta minum saja Viona memencet Emergency Nurse. Viona sama sekali tidak mau Gale membantu nya.


" Darl, Kamu ingin apa ? Biar aku bantu ya. " Viona juga tidak menjawab nya.


Susah payah dya berusaha turun dari ranjang nya hanya untuk bisa ke kamar mandi.


Brugh...


" Aaauuuhhhh" Ringis Viona saat dya terjatuh.


" Vionaaaa..." Gale langsung menghampiri nya.


Setengah mati dya berusaha untuk membantu Viona bangkit namun lagi lagi Viona menepis tangan nya.


" Aku bisa sendiri. " Tegas nya.


" Darl, Ku mohon jangan begini. Ayo aku bantu. "


" Aku bisa sendiri...Bahkan sebulan ini aku melakukan apa pun sendiri hingga aku kehilangan anak ku. "


Deg !


Lagi lagi hati Gale merasa nyeri di buat nya. Viona nya benar benar tidak menganggap nya ada.


" Iya, aku salah, aku yang bersalah. Hukum aku Darl. Hukum aku semau mu. Tapi izin kan aku membantu kamu. Aku tidak ingin kamu terluka Darl. "


" Tapi kenyataan nya aku sudah terluka ! Bahkan sangat dalam. "


Untuk kesekian kali nya Gale merasa hati nya di hancur kan oleh perkataan Viona.


Gale harus bagaimana lagi ? Bahkan sudah 2 hari ini Viona tidak menganggap nya ada. Gale benar benar sudah salah karna telah menjauhi Viona nya.


" Sayang, Ku mohon ayo aku bantu. "


" Aku bisa sendiri. " Viona terus berjalan dengan tertatih sambil menahan rasa sakit di bawah perut nya hingga perih di punggung tangan nya.


Gale hanya bisa pasrah menunggu Viona di depan pintu kamar mandi.


Sampai saat dya keluar pun Gale masih berusaha untuk membantu nya. Namun Viona masih saja enggan di bantu.


" Darl, Aku tau aku bersalah telah mengabaikan mu. A-aku bersalah. Maaf kan aku Darl, maaf kan aku. Aku mohon jangan begini. Jangan mengabaikan ku. " Viona enggan menanggapi nya dan lebih memilih Berbaring dan memunggungi Gale tentu nya.


Viona kembali menangis saat rasa bersalah itu datang kembali. Mengingat bayi nya sudah tidak bersama nya lagi. Bahkan Viona tidak tau bahwa sebelum nya dya ada. Jika dya tau bahwa ada sebuah nyawa di dalam rahim nya mungkin dya tidak akan terus berharap dan bersedih karna Gale.

__ADS_1


Tubuh nya berguncang hebat, Namun tangis nya tidak terdengar. Hal itu membuat Pertahan Gale runtuh Dya juga menangis disana.


Mendekap tubuh rapuh itu, Hati Gale juga hancur melihat istri nya seperti itu. Tidak ada lagi senyum bahagia itu.


" Menangis lah Darl, Menangis. Keluar kan semua nya. Jangan siksa diri kamu. Aku yang bersalah disini. Balas aku Darl, Balas aku semau mu. Lampias kan semua nya. Pukul aku Darl, Pukul. "


" Hiks...hiks...hiks..." Hanya suara tangis pipu yang terdengar disana.


Viona tidak membalas juga tidak melepaskan pelukan Gale. Dya kembali merasakan kehangatan dada yang di rindu kan nya. Namun rasa sakit hati nya juga masih terasa.


" Menangis lah sayang. Keluarkan semua nya. " Gale terus membelai punggung serta rambut hitam itu.


Sampai terdengar suara dengkuran halus dsri bibir mungil itu. Ternyata Viona nya sudah tertidur.


Di baring kan nya tubuh rapuh itu. Di lihat Gale lagi wajah yang biasa nya tersenyum indah itu kini nampak kurus dan lebih kecil. tidak ada lagi tubuh berisi yang seksi itu. Kini hanya seperti terlihat tulang dan kulit nya saja.


Gale benar benar merasa bersalah kali ini. Dya sangat bersalah.


" Maaf kan aku sayang, maaf kan aku. Maaf kan aku sayang...maaaf..." Entah sudah berapa kali Gale mengucapkan kata maaf untuk kekasih hati nya itu.


Tak lama setelah itu Dave datang bersama Fedrix.


" Maaf mengganggu. " Kata Fedrix kali ini bersikap sopan.


" Bagaimana keadaan nya ?" Tanya Fed lagi sambil meletakan bunga Lily bersama bunga Daisy.


Dave membawa aneka buah dan coklat. entah lah dya tidak tau harus membawa apa.


" Buruk. Bahkan sejak aku sampai hingga saat ini dya sama sekali tak tersentuh oleh ku. Bahkan hanya untuk minum saja lun dya lebih memilih memencet tombol darurat dari pada aku membantu nya. Dya sangat kecewa dengan ku. " Ada beban berat yang di lihat Dave dan Fed dalam setiap kata yang di ucap kan Gale.


" Kami turut berduka cita atas kehilangan nya anak Tuan. " Ucap Dave.


" Ya. Terima kasih. " Dave kaget bahwa Tuan nya berkata terima kasih.


" Kami kesini juga sudah membawa bukti perselingkuhan Calista. Segera kami melayangkan gugatan cerai ke pengadilan untuk kasus anda Tuan. Seperti yang Tuan ingin kan. "


" Ya. Aku berharap banyak pada mu Dave. "


" Max sudah bergerak. Dya sudah mencari tau dimana Mansion mu. Bahkan dya sudah terlihat di gerbang utama Mansion mu dan Calista. Saat ini dya masih mencari Mansion mu dan Viona. Bahkan saat di mall tempo hari dya sudah bertemu dengan Viona. Aku rasa dya tertarik dengan Viona. Karna dya juga beberapa kali terlihat ke kampus Viona dan naik ke lantai 25 untuk mengecek alamat Viona. Karna di kampus juga dya sudah masuk ke dalam jajaran mahasiswa baru juga. Entah apa maksud nya yang pasti dya mengincar Viona. " Jelas Fed.


Gale langsung mengepalkan kedua tangan nya. Tidak akan di biarkan nya siapa pun berani mendekati Viona nya. Bahkan jika sampai Max berani menyentuh sehelai saja rambut Viona, Akan di pastikan nya Max akan menerima ganjaran nya. Bukan hanya satu jari, Mata dan wajah nya saja yang cacat.


Gale akan memberikan kenangan terindah untuk nya. Untuk di kenang Max seumur hidup nya. Bahkan jika Max berhasil kabur ke Neraka sekali pun akan Gale kejar jika memang dya berani menyakiti Viona nya.


Gale akan kembali menjadi manusia tanpa rasa dan belas kasih. Gale akan kembali menjadi manusia jelmaan iblis yang tak kenal ampun jika sampai Viona nya di ganggu dan di usik oleh orang lain.

__ADS_1


" Perketat keamanan Mansion kami. Buat senatural mungkin. Jangan sampai memancing kecurigaan nya. "


" Baik Tuan. Jadi kapan Anda dan Nyonya pulang ?"


" Kata dokter mungkin satu atau dua hari kedepan. Dan setelah nya Viona hanya butuh kontrol saja seminggu sekali. Atau dokter yang akan datang kerumah !" Jelas Gale.


" Baik, Kalau begitu kami permisi. Salam untuk istri mu Bung. " Fed menepuk bahu rekan nya itu.


" Saya pamit Tuan, semoga Nyonya lekas sehat. Salam untuk Nyonya. " Dave juga pamit.


" Ya, Aku percayakan perusahaan pada mu Dave, Dan tolong jaga Brian Fed, Katakan pada nya Mama Vio sedang sakit jika dya merindukan nyam "


" Siap. Istirahat lah kawan ! Kau terlihat kacau. "


" Hati ku lebih kacau ! Sudah jangan perdulikan aku. Aku baik baik saja. "


" Ya kami pamit. " Akhir nya Dave dan Fedrix keluar dari ruangan Viona.


Setelah kepergian Dave dan Fedrix, Gale kembali menumpahkan kesedihan nya di kamar mandi. dya merasa sangat bersalah disini.


Semua salah nya. Salah Gale.


" Maaf kan papa sayang. Naaf kan papa nak. " Air mata nya terus jatuh beecucuran bersama dengan tetesan air dari shower.


Gale menangis dalam kucuran air, Gale hanya bisa melakukan itu saat ini. Dya akan berjuang maaf untuk semua kesalahan nya. Dya tidak ingin Pelangi nya hilang. Dya tidak ingin Senyuman indah itu hilang.


Gale tidak sanggup jika harus terus melihat Awan mendung di wajah cantik istri nya itu. Gale tidak mau itu !


" Aku mencintai mu Darl, Sangat !"


Cup


Di tinggalkan nya kecupan di kening Viona dan dya ikut tertidur di samping Viona. Tidur sambil duduk, Agar tidak menganggu tidur sang istri.


Jika dya mau dya bisa saja naik dan ikut serta tidur di ranjang yang sama. Karna Gale meminta ranjang yang lebih besar dan Nyaman untuk di tempati istri nya.


Namun sekali lagi, Gale tidak ingin istri nya terganggu maka dari itu dya lebih memilih tidur di Sofa tunggal yang sengaja di tarik nya agar mendekat di samping ranjang Viona.


" Aku juga mencintai mu Dad, " Tanpa Gale tau Viona juga sudah terbangun dan terus memejam kan mata nya.


Dya belum sanggup jika harus menatap wajah yang di rindukan nya itu. Viona masih merasakan sakit nya di abaikan ! Hingga bayi nya tidak bisa di selamatkan lagi dsn berakhir dengan keguguran.


...🍃🍃🍃...


Follow My ige @amelia_falisha1511❤

__ADS_1


__ADS_2