Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )

Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )
Stuck With You


__ADS_3

Hari ini Brian benar benar merasa bahagia. Bagaimana Mama Vio nya sangat memperdulikan nya. mulai menggandeng tangan nya, Menemani nya berjalan dan berbelanja.


Sungguh Brian sangat bahagia. terlebih lagi Viona, Dya benar benar merasa menjadi seorang ibu dengan anak yang sangat menggemaskan bahkan bisa di bilang jenius di usia nya.


Berjalan sambil tertawa bersama menuju kamar nya Viona dan Brian masuk bersama.


Ceklek...


" Senang kah ? Sampai melupakan orang yang mencari uang untuk di habis kan oleh anak dan istri ku ?" Mereka kaget karna sang Tuan besar sudah berada di kamar.


Viona melirik jam tangan mahal nya hasil dari ulah Gale, Dan hanya menamlilkan senyum nya saja.


" Maaf "


" Sorry " Ibu dan anak itu kompak meminta maaf pada Tuan besar.


" Bersihkan diri mu Bri, Malam ini kita tidur bersama oke. " Viona kaget bahwa suami nya menhijin kan Brian untuk tidur bersama mereka.


" Yes Pa. " Brian berjalan ke kamar mandi.


Viona meminta Silva untuk mengambil pakaian tidur Brian dan segera mengantar kan nya.


" Istirahat lah Silva. Besok hari masih panjang. " Silva benar benar senang karna Viona sangat baik dengan nya.


" Siap Nyonya. " Silva pun meninggalkan nya.


Kembali ke kamar nya Viona merebut paksa laptop suami nya dan duduk di pangkuan Gale tanpa malu.


" Perjanjian kita setelah dirumah. Di larang keras saat Q time membawa pekerjaan. " Gale melirik sekilas ke istri nya dan mau tak mau harus menurut.


Gale sadar, Bahwa waktu nya sangat kurang untuk keluarga nyam Maka dari itu dya mengurangi jam kerja nya. Karna memang Brian dan Viona lah prioritas nya saat ini.


" Siap Nyonya. Ahhkk...Rasa nya aku sudah kalah tahta disini. "


Cup


" Itu hadiah untuk suami ku yang sudah bekerja keras hari ini. Aku mencintai mu. "


Cup


Viona kembali mencium bibir Gale, namun Galr seorang pemgusaha, Dya tidak ingin rugi. Jadi sebisa mungkin dya memanfaat kan situasi yang ada.


Perlahan di lummat nya bibir merah sang istri yang sudah kembali berwarna dengan sejuta kebahagiaan nya.

__ADS_1


" Aku juga mencintai mu sayang. " Jawab Gale sambil mengelus pipi mulus Viona.


Rasa nya sangat nyaman, Walau hanya dengan cara sederhana seperti ini. Gale tidak pernah merasakan dan melakukan hal hal sederhana seperti ini saat dulu bersama Calista. Yang ada hanya nafsu saja di antara kedua nya. Bahkan Gale sadar, Selama 7 tahun pernikahan mereka itu lebih banyak di isi dengan perdebatan dan membangkang nya Calista. Namun entah lah. Gale merasa bodoh jika mengingat itu semua.


" Kita bisa hidup bahagia di masa depan karna ada nya masa lalu. Tapi, Jangan jadi kan masa lalu sebagai pedoman hidup. Jadi kan lah masa lalu sebagai tolak ukur bagaimana cara kita menghadapi masa depan. Itu yang ku baca dari buku di ruang pribadi Daddy. " Gale sangat kagum dengan Viona.


Bagaimana bisa di usia nya yang masih terbilang belia dya mampu menjalankan tugas nya sebagai istri dengan baik. Bahkan menurut Gale sangat baik.


" Mama, Dimana baju Bri ?" Brian keluar dari kamar mandi dengan handuk papa nya yang membungkus habis bagian dada hingga bawah nya.


" Ini sayang, Mama mau mandi dulu ya. Kasihan papa. Nanti pingsan mencium bau mama. " Viona bangkit dari pangkuan Gale dan menuju kamar mandi.


Sekarang tinggal lah sepasang anak dan ayah itu yang berada di tempat tidur.


" Apa kau senang Son ?"


" Sangat !" Jawab Brian.


" Papa," Panggil Brian.


Gale menatap ke arah sang putra, Gale tau pasti ada yang ingin di bicarakan anak nya itu. Terbukti bahwa Brian menatap nya dengan intens.


" Bri tau, Papa dan mama Calt sedang tidak baik baik saja. Bri cuma berharap, Jangan hancur kan kebahagiaan Bri, Bri bahagia bersama Mama Vio dan Papa. Bagaimana pun Mama Calt tetap mama Bri bukan ? Jadi, Bri tetap menyayangi mama Calt, Walau mungkin mama Calt tidak menyayangi Bri. Papa, Bri bahagia hidup bersama Papa dan Mama Vio, Bri sayang Mama Vio, Mari hidup dengan bahagia Pa. " Gale kaget, bahwa Putra nya ini terlihat sangat dewasa.


" Papa berjanji akan hidup bahagia jika Bri dan Mama Viona juga bahagia. Terima kasih karna telah menerima kehadiran Mama Vio untuk Papa. Terima kasih karna telah hadir di kehidupan Papa, Maaf, Papa tidak bisa memberi kan alassn nya ssat ini mengapa Papa dan Mama Calt tidak baik baik saja. Suatu saat jika Bri sudah dewasa dan siap menerima semua nya. Datang dan tanyakan pada Papa, Kenapa Papa bisa memilih Mama Vio dan meninggalkan Mama Calt, Papa berjanji. "


" Jika hal itu sangat menyakiti untuk Papa, Bri tidak akan pernah bertanya untuk hal itu. " Oh God, Benar kah ini Putra nya ?


Di usia nya yang baru akan menginjak 6 tahun dya sudah sedewasa ini ? Dimana hati Nurani nya Calista sampai tidak bisa melihat Bahwa Putra mereka ini sangat luar biasa. Bahkan Viona yang baru hitungan bulan saja bisa sangat memahami Bagaimana cara mengahadapi putra nya itu.


" Sebegitu sengit kah perdebatan kalian sampai melupakan Mama ?" Viona ikut bergabung berssma Kedua Pria tampan nya di tempat tidur.


Viona sudah selesai dengan Gaun tidur panjang nya serta Jubah sutra yang sangat anggun di kenakan nya. Tau kah kalian berapa harga yang di keluarkan Gale hanya untuk Gaun tidur itu ? 12 juta. Gila bukan ?


Itu Lah Gale dengan segala kemewahan nya.


" Maaf kan kami Papa pulang terlambat dan tidak menemani Papa makan malam. " Ucap Viona manja seolah menyesal dengan itu.


" Aah...kalian melupakan ku." Gale ikut serta dalam drama istri muda nya itu.


" Apa Papa sudah makan ?" Tanya Brian.


" Papa sudah makan. Tadi pihak hotel membawa nya. Papa sudah rindu masakan Mama mu Bri. Besok kita akan pindah ke Villa. Oh ya ingin kemana besok ?" Viona sudah memposisikan diri nya di samping kiri Brian dan Gale di samping kanan Brian.

__ADS_1


Sekilas mereka terlihat sangat bahagia disana.


" Bri ingin naik balon udara Papa. Akan Bri katakan pada teman teman Bri bahwa kali ini Bri liburan bersama Papa dan Mama. Naik balon udara. " Bangga anak itu.


Gale dan Viona saling melempar senyum mereka.


Viona melingkar kan tangan kiri nya di tubuh Brian, Dan Gale menyambut tangan mungil itu. Indah nya kebersamaan mereka.


" Oke. Besok kita akan pergi naik balon udara. Besok papa Free, Lusa kita akan berlayar di kapal pesiar. Bermain air di pantai dan berburu oleh oleh. " Gale sudah mengatur strategi liburan mereka. Menyelipkan waktu luang untuk anak dan istri nya.


Kenapa Tuhan tidak mempertemukan Gale dengan Viona lebih cepat ? Rasa nya Gale ingin melakukan protes nya kepada Tuhan, Namun kembali lagi dya ingat kata kata Viona tadi.


Kita bisa hidup bahagia di masa depan karna ada nya masa lalu. Tapi, Jangan jadi kan masa lalu sebagai pedoman hidup. Jadi kan lah masa lalu sebagai tolak ukur bagaimana cara kita menghadapi masa depan. Itu yang ku baca dari buku di ruang pribadi Daddy.


Malam ini mereka habiskan waktu dengan bercerita di tempat tidur, Viona dengan sabar nya mengelus punggung Brian hingga sang putrq tertidur dengan cepat. Mungkin juga karna kelelahan setelah satu harian berkeliling.


" Terima kasih telah hadir di hidup ku sayang, Terima kasih telah mengisi kekosongan ini. Terima kasih telah menerima Monster jahat ini dengan segala sisi buruk nya. " Gale mengambil jari jari Viona dan mereka saling menautkan jari mereka satu sama lain.


" Dad, Jadi lah manusia yang lebih baik lagi. Jika Daddy ingin hidup lebih baik dan lebih bahagia. Luang kan waktu Daddy untuk diri Daddy sendiri. Aku tidak akan pernah membatasi ruang gerak mu, Karna dari dulu ibu selalu mengatakan jika nanti aku menikah, Jangan pernah mengingat suami mu dengan tali yang bernama kan tali pembatas. Tapi, Beri dya kebebasan serta batasan nya. Aku akan membebas kan Daddy dengan Dunia Daddy, Aku tidak akan membatasi nya, Tapi Daddy juga harus ingat sendiri sampai dimana batasan nya. " Ucap Viona panjang lebar.


" Aku mengerti Darl, Terima kasih telah hadir mengisi Jiwa yang kosong ini. " Apa jadi nya jika Dave dan Fed tau bahwa Sosok Tegas dan di takuti itu bisa bersikap semanis dan se sweet itu pada Viona ?


Terlebih lagi karyawan nya. Mereka akan kejang kejang jika melihat sikap manja dan romantis nya Gale terhadap Viona.


" Good Night Love, Aku mencintai mu. "


Cup


Gale mencium dalam kening Viona, Vuona hanya bisa memejam kan mata nya menikmati dan merasakan ketulusan dari sentuhan Gale itu.


" Aku juga mencintai mu Dad. " Balas Viona dengan tamlilan senyum tulus nya.


Gale akhir nya ikut memposisikan diri nya, Bersiap untuk tidur dan larut dalam mimpi indah.


Malam yang indah untuk Gale, Tidak pernah sekali pun dya merasakan hangat nya sebuah keluarga, Bahlan saat dulu masih ada orang tua nya.


Kehidupan nya di masa lalu tidak jauh berbeda dengan apa yang selama ini di alami Brian ssat bersama nya dan Calista.


Namun, Semua di hancur kan oleh kehangatan dari seorang Viona yang merubah jiwa kosong Gale menjadi penuh oleh mereka.


Betapa Beruntung nya Gale memiliki Viona disisi nya. Jika bisa dya meminta, Gale hanya ingin hidup bahagia dengan keluarga baru nya itu. tidak perlu yang lain nya lagi. Tapi dya sadar, Bhawa banyak Nyawa yang di tanggung nya saat ini. Karyawan semua sangat berharap banyak dengan nya di masa krisis seperti ini.


...❇❇❇...

__ADS_1


Follow ige akuh @amelia_falisha1511 ❤


__ADS_2