
Gale hanya bisa terus meratapi keadaan istri nya. Sudah 6 bulan Viona nya tidak membuka mata nya, Dan itu membuat hati Gale semakin terpuruk dan hancur.
" Morning Darl, Bagaimana tidur mu ? Nyenyak kah ? Ayo bangun, Kita sarapan dulu..." Yah, Viona sudah di bawa kerumah mereka dengan peralatan canggih lain nya.
Gale mengucurkan tidak sedikit uang untuk memesan alat alat media itu khusus dari Rusia untuk menunjang kehidupan istri nya.
" Masih tidak ingin bangun ? Lihat, Brian marah dengan mu ! Dia bilang dia tidak ingin bicara lagi dengan mu Darl, Bagaimana ini ?"
" Oh iya, Lea untuk sementara ini tinggal bersama Papi dan Mami nya di Itali dan Kita harus Fokus mengurus Prince, Atau kau ingin kita membuat adik lagi untuk Prince ?" Tersenyum getir disana.
" Ayo mandi, Aku sudah menyiapkan gaun terbaru untuk mu. Khusus untuk Wanita tercantik ku. Aku sengaja memesan ini dari Dior yang baru baru ini mendunia Karena Jisoo Yang kata Lea Milip dengan mu..."
" Ahhh...Lasa nya aku melindukan Lea kita sayang..." Bibir terus bicara tapi hati nya selalu menangis.
Setiap hari nya dia harus bicara seperti orang gila.
Ya, Dokter menyaran kan untuk terus bicara dan mengobrol dengan pasien. Mengingatkan semua cerita indah yang membuat kenangan indah dalam memori pasien.
Usahakan juga terus mengajak interaksi dengan sentuhan sentuhan dengan sang putra agar merangsang tubuh sang ibu.
" Oh iya Darl, Kau tau ? Rasa nya aku ingin melahap mu saat ini juga, Lihat, Aku memegang ini Darl, Lihat, Kau merasakan nya bukan ?"
" Ayo bangun Sayang...Kau ingin menjadi Sleeping Beauty ya ? Seperti Princess yang sering di tonton Lea ? Apa dengan aku mencium bibir mu kau akan bangun ?"
" Apa ? Oh baik lah, Kau ingin aku mencium mu bukan ? Aku akan mencium mu. Tapi berjanji lah, Setelah nya kau harus bangun. Aku merindukan mu Viona..."
Cup
Gale mencium bibir Viona, Awal nya Hanya kecupan, Lalu Gale melummat nya dengan sangat lembut, Bukan ciuman seperti yang biasa mereka lakukan.
Kali ini, Ciuman ini adalah ciuman penuh rasa kecewa, Kecewa yang sangat mendalam. Gale benar benar merasa hancur saat ini.
Gale terus melummat bibir indah itu, Tapi sayang nya tidak ada balasan sama sekali, Viona nya juga tidak bangun...
Tes
Pipi Viona basah, Air ? Air mata Gale berjatuhan di wajah Viona.
Dia masih melummat bibir Viona nya, Tapi mata nya, Mata nya terus mengeluarkan cairan bening itu.
" Daddy, Aku mencintai mu...Aku mencintai mu suami ku. Aku mencintai mu " Rasa nya Viona ingin bangun dan membalas setiap sentuhan penuh rindu dan kecewa dari suami nya.
Viona ingin menghapus kesedihan suami nya, Brian sudah meninggalkan nya. Lea juga ikut dengan Mami dan Papi nya.
Lalu putra nya, Prince, Prince membutuhkan nya.
Gale sudah melepaskan Ciuman nya dari bibir Viona dan menghapus air mata nya.
__ADS_1
" Ahh...Maaf kan aku Darl, Mata ku kelilipan. Hey, Jangan Sombong kamu ya...Aku tidak menangis. Aku Pria tangguh. Mana mungkin aku menangis. !" Gale menghapus air mata nya dan menghapus air mata Di pipi Viona.
Ya, Di kira Gale itu hanya air mata nya saja. Nyata nya itu juga air mata istri nya.
Sepasang suami istri ku menangis dalam diam mereka.
Sekuat tenaga Viona ingin bangun, Tapi rasa nya sulit sekali, Dia hanya bisa menangis mengeluarkan air mata nya setiap kali mendengar suara tangisan Prince, Dia selalu menangis setiap kali Gale melakukan kontak fisik untuk nya. Dan Gale selalu menangis untuk nya.
" Maaf kan aku Dad, Aku ingin bangun, Tapi tubuh ku sakit semua, Maaf kan aku..."
Tes..
Air mata itu kembali keluar, Viona nya Gale menangis dalam tidur panjang nya.
" Hey, Jangan menangis...Jangan lagi Darl...Kau mendengar ku bukan ?"
" Jika mendengar ku ayo bangun, Kita akan keliling Dunia. Aku janji, Kau ingin apapun aku akan mengabulkan nya. Aku akan menjadi Jin nya Aladin yang siap mengabulkan setiap keinginan dari Putri Jasmine. "
" Oh No ! Jasmine Kulit nya Coklat Darl, Bahkan dia cukup hitam..." Berbisik pelan di telinga Istri nya.
" Kau seperti siapa ya ? Aurora Sleeping Beauty ? Atau Snow White ? Putri Salju Darl ?" Jika orang yang tidak mengenal Gale selain orang orang terdekat nya Mereka tidak akan tau bagaimana Gale terus bercerita layak nya orang gila di depan tubuh kaku Viona.
Bahkan dia hafal betul dengan Tokoh tokoh Princess koleksi nya Lea.
" Oekkk...Oek...Oekk..." Terdengar suara tangisan Prince putra mereka.
" Kau dengar ? Pangeran kita menangis, Apa kau tidak ingin melihat nya ? Aku akan terkejut jika melihat wajah nya. Kau kalah Darl, Semua bibir unggul ku tertanam dengan sempurna di Lea dan Pangeran. Kau hanya kebagian Mengandung nya saja. "
" Oke, Aku ambil Prince dulu ya. Dia akan selalu tenang jika sudah berada di dekat mu. " Gale bangkit dan langsung menuju kamar Tempat dimana Putra nya berada.
" Oh, Pangeran Gana, Kau merindukan Mommy mu ya ? Kau sudah tampan Son. " Gale langsung mengambil putra nya dari gendongan sang suster yang menjaga Prince.
" Kau harus bicara pada Mommy mu. Kalau dia harus bangun. Oke. " Gale terus bicara pada putra nya itu dan membawa Prince ke tempat tidur yang sama dengan Viona nya.
" Hay Mommy, Apa tidak melindukan Plince ? Hay Mommy Ayo buka mata na. Plince cudah tampan. " Gale menirukan suara khas anak anak agar Viona nya mendengar.
Ya walau Gale yakin Viona nya mendengar kan nya.
" Ahh...Ayo kita bangun kan Mommy mu sayang..." Gale ikut berada di dalam arena yang sama dengan Viona nya.
" Ata...tata...atata..." Celotehan Prince terdengar Viona.
Betapa sakit nya hati Viona mengetahui ini semua. Tubuh nya kaku sekali !
Dia ingin bangun.
Dia ingin bermain bersama putra nya. Suami nya dan anak anak nya. Viona harus kuat dan bisa. Ini mudah bukan ?
__ADS_1
Hanya membuka mata saja siapa pasti bisa bukan ?
Begitu lah dia menyemangati diri nya sendiri.
" Mommy sayang kamu Prince. " Ucap Viona dalam hati merasakan tangan mungil itu berada di wajah nya.
Pluk...Pluk...Pluk...
Prince memukuli Wajah Viona, Entah apa maksud bayi 6 bulan itu.
" Prince ! No Son. Jangan seperti itu ? Jangan pernah menyakiti Mommy mu sayang..." Gale bangkit dan duduk.
Namun lagi lagi Prince memukuli Viona dan kali ini juga menjambak rambut Viona. bahkan juga mencakar pipi Viona.
" Prince ! Jangan menyakiti Mommy mu ! Kau tidak boleh nakal !" Bentak Gale menggelegar.
Entah kenapa emosi nya tersulut saat melihat Prince memukuli Viona nya.
" Daddy tidak suka anak nakal !!!" Bentak Gale lagi.
" Haua...Huaaa....." Tangis Pecah saat mendengar suara Gale semakin menggelegar.
" Nanny...Nanny ! Suster !!!" Suara Gale sudah menggema di ruangan itu.
" Iya Tuan...." Mereka panik karena ini pertama kali nya mereka mendengar suara Gale begitu keras membentak Prince
" Bawa Prince ke kamar nya. Jangan bawa dia dekat dengan Istri ku. !" Titah nya Dingin...
" Baik Tuan..." Mereka bersiap mengambil Prince yang masih menangis dan kali ini semakin kencang.
" Jangan membawa anak ku, jangan , Ku mohon jangan..." Sekuat tenaga nya Viona ingin bangun, Tapi tetap tidak bisa.
Alhasil dengan sekuat tenaga dia bisa menggerakan tangan nya untuk menggenggam tangan mungil itu.
Walau dia harus merasakan sakit yang teramat sangat saat berusaha menggenggam tangan mungil itu.
...😭😭...
Nangis lagi kan 😭😭
4 Bab menuju Ending 😭😭
Jangan lupa Brian, Dan Dua wanita cantik nya.
Eh 3 deng, Kan ada Flow juga 😂😂😂
__ADS_1
Follow ige @amelia_falisha1511 🍓