
Viona terdiam saat melihat suami nya sudah menyebut nama nya. Hal itu langsung di sadari Viona dan enggan membuat suami nya semakin marah.
" Dad, " Panggil Viona.
Gale melihat ke arah istri nya.
" Jika untuk membahas nya lagi aku malas. !"
Viona menggeleng.
" Tidak Dad, Saat aku pingsan tadi, A-ku merasa ada yang mencium bibir ku. ter-us seperti meremmas dada ku. Tapi mata ku sulit sekali untuk terbuka. Sen-tuhan nya bukan seperti Daddy. " Viona takut mengatakan itu semua.
Tapi bagaimana pun dya harus menanyakan nya pada Gale agar tidak salah paham.
Raut wajah Gale langsung berbeda. Rahang nya mengeras, Gigi nya mengetatm Urat urat di leher nya tertarik. Menandakan bahwa dya sangat marah.
Viona takut melihat wajah Gale saat ini yang nampak sangat emosi.
" Dad, Siapa yang melakukan nya ? Aku kotor Dad, A-ku telah menghianati mu. Aku tidak tau siapa dia...maaf kan aku Dad," Lirih Viona semakin menangis
" Kau suci sayang, Kau suci. Kau orang yang paling suxi untuk ku. Jangan menangis Darl, Jangan. " Gale memeluk Viona dan mencoba menenangkan nya walau hati nya murka saat ini.
Walau saat ini bersabar lah yang bisa di lakukan nya untuk Viona, Hanya itu yang bisa di lakukan nya.
Sebisa mungkin dia tidak ingin menambah luka batin Viona.
" Kita pulang. " Ajak Gale pada Viona.
Sepanjang jalan menuju Mansion nya Gale hanya tersenyum dan menunjukan bahwa dia baik baik saja.
Walau hati nya saat ini tidak baik baik saja.
" Ayo. Kamu harus istirahat. " Gale membawa Viona ke dalam Mansion.
" Selamat datang Nyonyaaaa...Tuannn...." Sapa mereka semua menyambut kedatangan pasangan serasi itu.
" Terima kasih. " Jawab Viona sedikit lemas.
" Buat kan susu hangat untuk istri ku. Antar kan ke kamar. " Titah Gale.
" Baik Tuan, Ada lagi ?" Tanya Oliv.
" Tidak itu saja. " Lalu Gale membawa Viona menuju kamar mereka.
Sepanjang jalan menuju kamar sedikit pun Gale tidak membiar kan Viona lepas dari rengkuhan nya.
" Dad, Aku ngantuk. " Lirih Viona.
" Ya sayang, Setelah ini boleh tidur. " Gale membawa Viona duduk di ranjang dan membantu membuka pakaian nya.
Viona akan mandi, Karna dya merasa gerah.
" Dad, Jangan. " Viona mencegah tangan suami nya untuk membuka Batok kelapa gandeng milik nya.
Namun Gale tidak menghiraukan nya. Di lanjutkan nya dan setelah itu terbuka, Gale melohat sedikit ruam di dada kiri Viona.
Gale tau itu bekas remmasan. Karna kulit Viona sangat putih dan terkesan sensitiv. Akan mudah memerah dan meninggalkan bekas.
Lagi lagi hati Gale seperti terbakar melihat itu semua. Sekuat tenaga dya menaham emosi nya agar tidak meledak di hadapan Viona.
Dya sadar ini bukan salah Viona. Viona hanya korban.
" Ayo aku bantu. Kamu masih lemas. " Gale mengangkat Viona yang sudah hampir polos itu. hanya tinggal Segitiga bermuda nya saja yang belum di lepas kan nya.
Setelah Gale membantu membersihkan diri Viona dan menyuapi nya makan Viona langsung tertidur setelah meminum Vitamin nya.
" Aku pergi sebentar Darl. "
__ADS_1
Cup
Gale meninggalkan kecupan manis di kening Viona dan segera berlalu dari Mansion nya.
Menaiki motor Classic nya Gale menembus gelap nya hutan Pribadi nya.
Namun saat di tengah jalan hutan itu dia mendengar suara aneh, Bukan Hewan, Bukan.
Telinga tajam nya menerima sinyap bahaya.
Memberhentikan laju motor kesayangan nya, Gale mencoba menghubungi Dave, Pura pura bertanya soap berkas dengan bahasa rahasia mereka.
" Oke. Jam 10 dari sini. " Kata Gale.
" Siap Tuan. " Tanpa di ketahui sang penguntit Bahwa dya telah salah memilih lawan nya.
Bahkan dengan mudah nya mereka menangkap Orang itu.
" Aku tunggu di Black House. " Ucap nya.
Entah apa itu maksud nya namun orang yang berada di balik earphone nya mengangguk paham.
Melanjut kan perjalanan nya Gale terlihat sangat santai mengendarai motor Classic milik nya.
Setelah melaju dengan tenang akhir nya Gale sampai di Black House.
" Holla Brother...How are you. " Kali ini adala Steffano Jeil yang menyambut.
Sang ahli IT di organisasi nya. " Jangan banyak bicara. Selesaikan semua nya. " Ucap Gale dingin.
Memasuki ruangan nya Gale sudah di sambut dengan pemandangan tidak mengekanan bagaimana Dua wanita setengah Bugil sedang mencumbu Fedrix,.
" Pergi kau dari sini. Bawa mereka ke kamar mu !"
" Oh **** ! C^mon Girls, Lets get the play " Kedua wanita itu masih bergelayut manja di kedua lemgan kekar Fed.
" Tunggu aku di kamar ku Babe, Aku akan menyusul. " Kata Steffano setelah melummat bibir wanita nya.
" Tidak tertarik ?" Tanya Steff.
" Istri ku lebih dari segala nya. "
" Wohooo...Kata Fed istri muda mu sangat cantik. Bisa aku melihat nya ?"
" Jika kau ingin kehilangan setiap jari ketika menatap istri ku !"
" Santai bung. Tenang kawan. "
" Mana ?" Tanya Gale dingin.
" Lihat lah. " Steff menyerah kan laptop canggih milik nya dan memutar semua adegan itu.
Yang di lihat Mata tajam Gale hanya seseroang yang memakai topi,masker dan terakhir menutup kepala nya dengan Hoodie.
Sepanjang Vidio di putar, Gale menangkap sesuatu.
" Ya. Maxim. " Jelas Steffano lagi.
" Kau melihat dia tidak memiliki Kelingking bukan ?"
" Bangsaat ! Berani nya menyentuh milik ku. Akan ku habisi kau kali ini. " Geram Gale.
Emosi nya semakin memuncak saat melihat bagaimana saat manusia biadabb itu melummat bibir istri nya dan meremmas dada Viona nya ssat tidak sadar.
Padahal sebelum nya CCTV itu sudah di bajak Alex, Tapi itu lah keahlian Steffano.
" Akan ku habisi manusia biadaab itu. " Geram nya lagi.
__ADS_1
Saat emosi nya sedang memuncak anak buah nya datang membawa tahanan yang di maksud nya tadi.
" Tuan, Jam 10 sudah di tempat. " Ucap nya memberi tahu.
" Aku akan kesana. " Dengan langkah tegap nya Gale menuju ruangan eksekusi nya.
" Selamat datang Tuan Besar. " Sapa mereka mengangguk.
" Tinggalkan aku !" Titah nya tak terbantah kan.
Disana tinggal Gale dan Steffano.
" Tinggalkan aku !" Kata Gale lagi mengusir Steffano.
" Aku sudah lama tidak melihat Gale bermain. " Jawab nya enteng.
Gale tidak perduli. Dya membuka baju kemeja nya dan mengambil pisau kecil yang terbuat dari emas murni dan gegang pisau nya terdapat berlian asli disana.
Pisau yang di tempah khusus untuk Gale itu bernilai 289 M.
" Siapa kau ?" Tanya Gale sambil mengoles kan pisau nya dengan cairan khusus pembersih nya.
" Bukan urusan mu !" Jawab nya tanpa rasa takut.
Gale berhenti sejenak dengan kegiatan nya. Steffano masih menyungging kan senyum nya melihat keberanian Tawanan Gale itu.
" Ahh...aku ingin bermain. Bisa kita bermain ? "
Ces !
Jari nya di gores kan dulu ke pisau emas milik nya. Setekita darah Gale langsung menempel di pisau mahal itu.
" Satu pertanyaan satu jawaban. Satu pertanyaan satu sayatan. Satu pertanyaan satu siraman. Satu pertanyaan satu gigitan. Satu pertanyaa. Bagaimana ?" Tanya Gale lagi.
" Siapa kau ?" Tanya Gale lagi.
" Bulan urusan mu!"
Srett...
" Aaakkkhhh..."
Cesss...Air cuka di siram kan Gale ke luka sayatan itu.
" aaakkkkhhh "
" Masukan ! " Titah Gale.
Langsung saja ada kala jengking yang di masukan Steffano ke dalam celana nya sang tawanan.
" aaakkkhhh..." Tubuh nya sudah bergetar.
Dalam hati Steffano dia bergumam " Gale Is Back. " Di iringi senyum setan nya.
" Pertanyaan kedua. "
" Kenal Maxim ? Ahhkk...maksud ku Axel Orlando. " Ya Nama Maxim saat ini adalah Axel Oralando.
Dan itu Fed sendiri yang memastikan nya.
Sang tawanan tercengang dan kaget bahwa Manusia kejam di hadapan nya mengetahui Siapa Tuan Besar nya.
" Katakan pada mereka kirim kan hadiah nya ke Mansion Ax, Serta kan juga bonus nya. " Gale meninggalkan Steffano disana.
" Kau salah memilih target kawan ! Ck. " Steffano meludah di depan wajah sang tawanan.
...🔥🔥🔥...
__ADS_1
Follow ige @amelia_falisha1511 ❤