
Mereka sudah kembali dari bali. Dan hari ini juga Brian akan mulai sekolah di sekolah biasa.
Biasa menurut Gale cukup luar biasa untuk Viona. Bahkan Sekolah itu bertingkat. Tidak seperti sekolah biasa yang ada di dalam pikiran nya.
" Bri, Semangat sayang..." Viona menyemangati putra nya yang akan masuk sekolah hari ini.
Dan kali ini Viona yang akan mengurus semua keperluan putra nya itu. Karna dia tidak ingin suami kaya nya itu mengatur struktur sekolah yang sudah ada sejak lama.
Jika suami nya ikut pasti akan ada saja tambahan nya.
" Mama, Apa mereka tidak akan seperti teman teman Bri di sekolah yang lama ?" Tanya Anak itu polos.
" Bri tenang saja ya. Kita akan pastikan dulu. " Sang mama bidadari itu tersenyum tulus untuk putra nya.
Sementara sang putra yang menatap senyum indah sang mama pun mulai tenang dan paham akan kenyamanan semenjak hadir nya Viona.
Saat mereka hendak masuk ke dalam lingkungan sekolah Bri menghentikan langkah nya.
Insting nya mengatakan ada orang yang ingin berbuat jahat pada mereka. Brian memang benar benar turunan yang sangat di nantikan Gale.
" Mama, Mama masuk duluan ya. Bri ingin melihat lihat sekeliling dulu. Seperti nya taman bermain nya bagus. " Kilah anak itu.
" Akan mama temani kamu sayang. " Viona berusaha untuk menjadi ibu yang baik untuk putra sambung nya itu.
Namun Viona sama sekali tidak pernah menganggap nya putra sambung. Kasih sayang yang di berikan Viona adalah kasih sayang tulus seorang ibu untuk anak nya.
" Mama, Bri mohon..." Jurus andalan nya pun akhir nya keluar juga.
Viona mengalah dan membiarkan putra nya itu pergi bermain sebentar dan dia menyelesaikan administrasi sekolah untuk Brian putra nya.
Sepeninggalan Mama nya, Brian langsung berdiri tegap dan mengamati sekeliling nya yang dirasa nya aneh.
" Keluar ! Aku tau ada yang mengintai ku. Entah itu mama ku atau diri ku sendiri ?" Ini lah sisi lain dari jati diri nya seorang Brian.
Jika selama ini yang mereka tau Brian adalah anak yang biasa. Kali ini dia menunjukan kemampuan nya membaca situasi yang ada.
Masih di amati nya sekeliling nya sampai pandangan nya jatuh pada sosok bayangan di balik pohon besar yang tepat berada di hadapan nya saat ini.
" Siapa kau ? Jika tidak ingin keluar aku sendiri yang akan kesana. " Suara lantang Brian menggema disana.
Sementara yang di balik pohon merasa terdesak dia harus mundur. Ya mundur untuk mengatur strategi lain nya nanti.
Lalu Brian membiar kan orang tersebut peegi begitu saja dan langsung menghubungi papa nya.
" Hallo Pa. Apa papa mengirim kan oramg untuk menjaga Bri dan mama ?" Tanya Brian.
Gale hanya menaikan sebelah alis nya dan berhenti dari kegiatan kantor nya. Karna pagi pagi sekali Gale sudah sampai di kantor untuk menyelesaikan pekerjaan nya dan absen dati meja makan pagi ini.
Tapi dia membawa bekal dari sang istri tercinta yang cantik jelita tiada dua nya.
" Ya papa memberikan nya --"
__ADS_1
" Berapa orang ?" Tanya Brian memotong pembicaraan dengan Papa nya.
" Ada dua mobil. Di belakang kalian. Dan penjaga sekolah serta tukang sapu nya adalah orang kiriman papa. " Jawab Gale heran mengapa putra nya mengatakan hal itu.
Gale merasa curiga dengan putra nya.
" Kenapa Son ? Kalian baik baik saja bukan ?" Tanya Gale mulai panik.
" Dimana mana mu Bri ? Apa mama baik baik saja ?" Gale semakin panik saat Brian tidak menjawab nya.
" Mama di kantor kepala sekolah. Bri sedang di taman bermain. Yasudah. Bri tutup Pa. See you Daddy. " Brian ikut memanggil papa nya Daddy seperti mama nya.
" See you Son. " Jawab Gale mengakhiri telepon nya dengan Brian.
" Akan ku tangkap siapa kau paman. Mama Vio hanya milik ku dan Papa. Tidak akan ku biarkan siapa pun merebut mama ku. !" Anak itu kembali melanjut kan langkah nya menuju ruang kepala sekolah nya.
Tempat dimana mama nya sedang mengurus berkas berkas sekolah nya itu.
Sementara di dalam mobil sport berwarna hitam nya dengan pikiran yang berkecamuk di kepala nya.
" Luna ? Kenapa kamu memilih menjadi Viona ? Luna ku yang manis. Yang cantik. My Queen. " Dia terus mengelus layar ponsel nya yang berisikan Poto terbaru dari Viona yang baru di dapatkan nya secara diam diam.
" Kamu cantik sekali My Queen..." Hari ini Viona memakai kemeja putih lengan panjang dengan rok jeans di bawah lutut nya.
Bagaimana rambut hitam bergelombang itu tergerai sangat indah di pandang mata.
" Tapi, Bocah itu sangat pintar. Insting nya sangat kuat. Dia bisa menjadi ancaman banyak orang saat dewasa nanti. Aura pembunuh nya sangat kuat. Apa Orang tua nya tau ? " Troy !
Laki laki penguntit itu adalah Troy Sebastian Wingston.
Psikopat yang tergila gila dengan obsesi nya terhadap Viona. Mengatas nama kan Cinta atas tindakan yang di lakukan nya.
Saat Di lihat nya mobil Viona sudah melaju keluar dari sekolah, Saat itu juga dia melihat dua mobil pengawal untuk Luna nya
Troy juga melihat kaca mobil yang di tumpangi itu anti peluru serta semua full body nya juga.
Sebegitu ketat nya kah Mereka menjaga Luna nya ?
Di depan ada satu mobil dan di belakang juga ada satu lagi yang mengawal perjalanan Viona.
Tapi saat tiba di jalanan sepi yang menuju Mansion nya. Mobil Bodyguard nya Viona di tembaki oleh mobil Jeep berwarna hitam.
Jika melindungi Troy langsung keluar begitu saja saat Luna nya berada dalam bahaya.
Dor...
Suara tembakan mulai terdengar di telinga Viona.
__ADS_1
" Aaahhkkk..." Viona menutup kedua mata serta telinga nya.
Jeritan Viona membuat Pak Kirman dan Juga Gandy yang berada di dalam mobil itu langaung panik untuk melihat keadaan Nyonya mereka.
" Anda baik baik saja Nyonya ???" Tanya Gandy panik.
" A-aku baik baik saja. Hanya sedikit kaget saja. " Bagaimana pun Viona harus mulai terbiasa dengan kondisi dan situasi seperti ini.
Jika dia memutuskan untuk mencintai Gale dan menerima semua sisi buruk nya Viona juga harus siap dengan keadaan seperti saat ini.
Bagaimana Nyawa nya terancam.
" Lajukan mobil nya lebih cepat pak. Mobil ini anti peluru. Jadi sebisa mungkin lajukan dengan pasti. Saat sudah masuk hutan perintah kan mereka menutup akses masuk secara berlapis. Aku turun disini saja. Aku akan melihat kondisi nya dulu. " Pak Kirman mengangguk patuh.
Walau pun usia nya sudah tidak muda lagi Tapi jangan ragukan kemahiran nya soal membawa mobil. Bahkan Pak Kirman mahir mengendarai mobil Sport mahal milik Tuan nya itu.
" Hati hati pak. Aku akan menghubungi penjaga gerbang. Pastikan nyonya selamat. "
" Baik. Hati hati lah Nak. " Gandy mengangguk dan segera keluar dari dalam mobil.
" Pakai sabuk pengaman anda Nyonya. Tutup mata nada apa pun yang terjadi jangan pernah membuka nya. " Perintah Pak Kirman.
" Apa kita akan mati pak ?" Tiba tiba saja Viona bertanya seperti itu. Rasa berani nya yang tadi muncul kini hilang sudah bersama dengan air mata nya yang jatuh.
" Saya akan pastikan anda baik baik saja Nyonya. Jika terjadi sesuatu dengan saya. Lajukan mobil ini dengan baik. " Mobil mereka masih di ikuti satu mobil lagi yang entah muncul dari mana lagi.
Sampai tiba tiba Cit....
Mobil mereka di hadang oleh satu mobil berwarna hitam juga.
Viona semakin panik saat mobil berhenti. Pak Kirman mencoba menjelas kan ke Nyonya nya.
" Nyonya. Dengar kan saya. Disini target nya adalah anda. Jadi, Saat saya keluar dari mobil anda langsung pindah dan lajukan mobil nya ke Mansion. Disana gerbang sudah dibuka. Tidak jauh Nyonya. Anda hanya harus berkendara selama 5 menit dengan kecepatan maksimal yang anda bisa. Laju kan Nyonya. Saya mohon demi Tuan Brian. Tetap lah Hidup. " Ucap Pak Kirman Tulus.
Viona semakin terisak didalam mobil .
" Nyonya. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk menangis. Anda harus kuat. " Pak Kirman menyemangati Sang Nyonya.
Namun tiba tiba mobil mereka di hadang pistol di depan nya.
Brak...
Suara hantaman di depan mobil membuat Pak Kirman mau tidak mau keluar dengan di susul teriakan orang bertopeng itu.
" Keluar !!! " Pak Kirman keluar.
" Lakukan Nyonya. Anda pasti bisa. " Ucap Pak Kirman sebelum keluar dari mobil meninggalkan Viona.
...😭😭😭...
Viona bisa gak ya genk ??? Pinisirin iki 🤣🤣🤣
__ADS_1
Yuk Follow ige aku @amelia_falisha1511 ❤️❤️❤️