Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )

Terjebak Cinta Pria Beristri( My Sugar Daddy )
Sekolah Asrama


__ADS_3

" Sayang, Darl, Where are U ? " Gale mencari keberadaan istri nya setelah dia selesai mandi dan berbersih diri untuk tidur.


" Viona sayang...Darl ?" Masih tidak ada di dalam kamar mereka.


Apa Sedang turun ke bawah ? Sementara di ruang ganti juga tidak ada.


Gale memutuskan untuk keluar, Mencari keberadaan Istri tercinta nya dimana. Saat hendak memasuki Lift, Dan melewati kamar Brian, Gale mendengar suara tawa sang Putra dan Istri cantik nya.


Memutuskan untuk ikut bergabung, Gale masuk ke kamar sang putra yang sangat terlarang untuk mereka jika tidak ada balasan dari Brian untuk masuk jangan pernah macam macam.


" Boleh Papa Masuk ?" Gale mengintip di dekat pintu.


" Masuk Pa, " Gale langsung masuk dan ikut naik ke ranjang sang Putra.


Karena disana sudah ada Viona dan Brian, yang sedang menikmati Q Time mereka.


" Kenapa tidak menunggu ku Darl ?" Gale langsung ikut merebahkan diri di sisi kanan Viona. Sementara Brian di sisi Kiri nya.


Alhasil jadi lah Viona berada di tengah tengah dua pria tampan nya.


" Ma, " Panggil Brian ke arah sang Mama.


Ini hal yang ingin di sampai kan nya pada sang Mama, Begitu pula pas dengan kehadiran sang Papa.


" Ya Sayang ?" Tanya Viona sambil mengelus kedua rambut kedua pria tampan nya.


Sementara sang suami masih bersembunyi di dekat pinggang istri nya, Sambil mengelus perut yang mulai membulat, Dimana Sang Baby Bear tumbuh.


Yee, Udah officially BABY BEAR !


" Brian sudah memutuskan untuk sekolah di asrama saja. Dimas,Jaka dan Angga juga sudah setuju, Kami akan sekolah di Amerika Saja. " Viona kaget saat mendengar ucapan sang Putra.


Bagimana Anak Berusia 6 tahun memilih sekolah asrama, Dan di Amerika pula ? Apa tidak ada yang lain ?


Kenapa mesti jauh sekali?


" Kenapa memilih pindah sekolah ? Kenapa tidak disini saja ?" Tanya sang Mama.


" Entah lah Ma, Bri ingin lebih mandiri saja. " Viona mulai diam.


Diam nya menandakan bahwa dia kurang terima dengan usul sang putra.


Namun, Apa daya nya ?


" Mama mengantuk Bri, Selamat malam Sayang. "

__ADS_1


Cup


Viona meninggalkan Gale juga Brian, Bahkan dia sudah keluar dari kamar Putra nya setelah meninggalkan kecupan di kening nya.


Setelah Viona benar benar pergi, Gale mendudukan diri nya di Headboard tempat tidur Brian.


Saat ini posisi mereka sama sama menyandar di sana.


" Apa tujuan mu sebenar nya Bri ? Papa ingin kejelasan. Jika penjelasan mu masuk akal papa bisa membantu membujuk Mama mu. !" Brian menatap Papa nya sekilas dan mereka beradu pandang.


Bola mata Berlensa Biru bening itu bersanding dengan dengan Bola mata berlensa Coklat bening milik putra nya.


" Brian ingin sekolah bisnis sejak dini Pa, Lagi pula, Brian lihat, Angga cukup baik dalam pelajaran. "


" Katakan Tujuan mu sebenar nya. "


" Brian ingin Angga menjadi Asisten Bri. Jaka dan Dimas kami semua akan sekolah Bisnis semua. Kami sudah sepakat. Kami juga akan bekerja paruh waktu saat dewasa nanti. " Sungguh luar biasa pemikiran putra nya itu.


Gale benar benar bersyukur akan hal itu, Brian sangat luar biasa menurut nya. Tuhan begitu berbaik hati pada nya, Memberikan anak seluat biasa Brian.


" Oke ! Katakan pasti nya dimana ! Kamu sudah mengambil keputusan bukan ? Mata pertanggung jawab kan semua nya. Papa akan mengurus semua dokument kewarganegaraan milik kalian."


" Papa menyetujui nya ?" Brian kembali menatap ke arah sang Papa.


" Thanks, Pa. , " Brian tersenyum.


" Good Night, Nice Dream !" Gale mengelus kepala putra nya.


Memang semenjak kehadiran Viona, Mereka sering berkomunikasi. Walau hanya sekedar bercerita, dan bertukar pikiran.


Gale bisa menjadi Partner untuk sang Putra. Menjadi rekan dan teman untuk mendiskusikan sesuatu.


" Me Too Pa. " Balas Brian sebelum Papa nya mencapai pintu kamar nya.


" Tidur lah, Ini sudah malam. " Gale melihat ke belakang sebentar dan menghilang di balik pintu berwarna putih gading itu.


Gale kembali ke kamar nya, Dan melihat istri nya masih berdiri di dekat jendela kaca kamar mereka.



" Kenapa disini ? Disini dingin Darl.," Gale memberikan selimut kecil ke bahu sang istri.


Bahkan memberikan kecupan manis di bahu itu setelah di tutupi selimut mahal Brand Herm*s.


" Apa yang kau pikir kan Darl ?" Tanya Gale lagi sambil memeluk istri nya dari belakang.

__ADS_1


" Kenapa Brian ingin sekolah sangat Jauh ? Apa dia tidak menyukai ku ?" Viona melihat ke arah kanan dan Gale memberikan ciuman di pipi nya yang mulai membulat itu.


" Dia bilang kau Mama terbaik untuk nya, Walau dia juga ikut menyertakan Calista di dalam hidup nya. Percayalah, Calista memang Mama yang melahirkan nya, Tapi kau adalah Mama yang mengisi hati nya dengan Cinta dan kasih sayang, Dia mencintai mu lebih dari dia mencintai Calista. " Gale merasakan Pipi istri nya mulai basah.


Karena saat ini pipi mereka memang saling menempel.


" Kau tau Darl ? Brian anak yang luar biasa. Dia ingin sekolah Bisnis bersama teman teman nya, Aku lupa nama mereka, Tapi satu yang ku ingat. Brian bilang Angga akan menjadi asisten nya kelak. Mereka sudah memutuskan untuk sekolah Bisnis. Brian akan menjadi pemimpin yang lebih hebat dari aku Darl. Percaya lah pada nya. "


" Bukan dia tidak menyayangi mu atau tidak mencintai mu, Dia hanya ingin belajar mandiri kata nya. " Jelas Gale dengan mengeratkan pelukan nya.


" Masih banyak waktu untuk dia belajar mandiri Dad, Tidak harus sekarang. Usia Brian masih 6 tahun, Bagaimana bisa dia memilih sekolah asrama, Sementara di luar sana banyak anak anak yang menolak untuk sekolah Asrama, Dan ini apa ? Amerika ? Jika masih di Kota ini aku bisa memaklumi nya, Tapi ini Amerika Dad, Bukan hanya sekedar luar Kota, Ini Luar Negeri, Bahkan untuk sampai kesana harus menempuh perjalanan lebih dari 20 jam mengudara ? Apa Brian bisa hidup di Asrama ? A-aku Tidak bisa membayang kan nya jika dia sakit, Siapa yang menjaga nya ? Mengurus nya ? Menyiapkan bekal nya ?" Viona sudah berurai air mata disana.


" Lihat aku Darl. " Gale membalik kan tubuh Viona agar menghadap ke arah nya.


" Dengar, Jika Brian memilih keputusan ini, Berarti dia sudah siap dengan segala konsekuensi nya. Percayalah, Brian bukan anak yang lemah. Dia putra yang hebat, Dia mencintai mu dan itu sudah jelas. Jangan pernah meragukan keputusan nya. Dia bukan anak biasa seperti kebanyakan nya. " Bagaimana Cara nya Gale bilang ke Viona, Bahwa Brian adalah Anak yang berbeda.


Cara pola pikir dan insting nya sangat kuat, Gale tidak ingin istri nya tambah berpikir buruk nanti nya dengan semua keistimewaan yang di miliki Brian.


" Apa kita harus membiarkan nya hidup sendiri di Negeri orang ? Jauh dari kita ?"


" Kau percaya padaku ?" Tanya Gale menatap intens Mata berair milik istri nya.


" Aku Percaya. " Viona mengangguk.


" Maka percaya lah pada Putra mu. Percaya pada nya. Cinta yang tulus dari mu adalah tempat nya pulang. Kau Adalah rumah yang di tuju Brian. Biar kan dia memilih jalan nya. Kau bilang kita tidak boleh memaksa kan kehendak kita bukan ?" Viona mengangguk lagi.


" Maka penuhi Ucapan mu. Restui Brian dengan segala Cita cita nya. Percaya pada nya. Mengerti ?" Viona mengangguk lagi.


" Aku mencintai mu. !" Ucap Gale sambil mencium Bibir Viona.


Cukup lama mereka saling mellumat dan membelit lidah satu sama lain, Saling bertukar Saliva dan mengungkap kan rasa Cinta yang begitu menggebu dalam dada.


" Bisa aku berkunjung malam ini ? Lihat, Dia sudah siap bertempur. " Viona melihat ke arah bawah pinggang milik suami nya dan benar.


Cacing tanah itu sudah berubah menjadi Cacing besar Alaska, Bahkan sudah siap memporak porandakan Goa kehangatan milik Viona, Habitat asli nya yang sudah lama tidak di kunjungi itu.


" Pelan pelan. " Jawab Viona.


" As You Wish " Jawab Gale dengan semangat dan langsung membawa Viona ke tempat pertempuran malam ini.


...🔥🔥🔥...


Papa Hoy banget ya Pa ya 🤣🤣🤣


__ADS_1


__ADS_2