
Gale masih memandangi Gundukan tanah yang berisikan Raga tak bernyawa Istri tercinta nya.
Tidak ada lagi semangat dan gairah kehidupan di dalam nya.
Semua nya sudah di bawa pergi oleh Viona nya. Wanita cantik nya.
" Bisa kah aku meminta pada Tuhan untuk mencabut nyawa ku juga Darl ? Seperti janji mu dulu ? Bisa kah aku meminta itu saat ini ?" Gale duduk bersimpuh di samping gundukan tanah itu.
Viona di makan kan di istana mewah mereka itu.
" Bagaimana hari ku tanpa Mu Darl ? Siapa yang membantu ku untuk keramas ? Siapa yang akan mencukur jambang ku ? Siapa yang akan ku peluk setiap malam Viona ?" Mata itu ikut berembun.
Langit seakan mendukung kesedihan hati nya saat ini.
Bagaimana dia bisa hidup untuk hari esok ? Sementara semua nya telah di bawa pergi hingga tak bersisa lagi ?
Bagaimana ini ? Apa yang harus di lakukan nya ?
" Tidak kah kau kasihan pada ku Darl ? Kenapa kau memilih jalan ini ? "
" Jika saya kau bicara pada ku, Aku mungkin bisa menentang takdir mengerikan ini. "
" Katakan pada ku bahwa ini tidak benar bukan ? Ini tidak nyata kan Darl ? Ayo katakan pada ku bahwa ini semua bohong Viona. "
Tes...
Jatuh sudah air mata yang sejak tadi di tahan nya.
Jeder...Jeder ....
Gemuruh dan kilat sambaran petir seakan ikut menangis bersama raga yang rapuh itu.
Pria gagah dengan segala pesona nya hancur terpuruk oleh sebuah takdir yang bertuliskan kematian dan perpisahan.
Apa Gale sanggup melewati semua ini ? Bisa kah dia melewati ini semua ?
" Tidak bisa kah pergi bersama ku Viona ? Bagaimana dengan ku Darl ? Bagaimana dengan hati ku Viona ? Bagaimana cara nya aku melewati hari hari ku selanjut nya ?"
" Aku kalah Viona, Aku hancur. Kau telah menghancurkan segala nya. Segala kekuatan ku, Cinta ku dan kehidupan ku. Kenapa kau melakukan ini pada ku Viona ? Kenapa ??"..
" Aku mohon katakan ini bohong Darl...Aku tidak sanggup hidup tanpa mu bangun Viona...."
Gale sudah menangis senggugukan disana.
Tangis nya pecah seiring hujan deras yang mengguyur seluruh tubuh kekar nya.
Di pegangi nya Cincin pernikahan Viona, Cincin pernikahan yang di tinggalkan istri nya dengan alasan kebesaran sudah.
" Viona,..Bangun sayang..bangun Darl...tolong..." Semakin menangis seorang pria disana.
Bahkan semua pelayan serta penjaga dirumah ini turut berduka atas kepergian sosok malaikat nyata di Dunia itu.
Dan mereka mendapati nya di dalam diri seorang Viona Aluna Queensha. Nyonya besar rumah tempat mereka mengabdi ini.
__ADS_1
Semua ikut merasakan sedih nya. Terutama Silva dan Oliv pelayan setia nya.
Mereka sangat terpukul saat mengetahui semua itu.
Yang mereka tau selama ini Nyonya mereka baik baik saja dan sehat.
Tanpa mereka sadari obat yang mereka berikan setiap hari untuk Viona itu adalah obat penguat dan pengusir rasa sakit yang di derita nya.
" Kau tau Darl ? Apa jadi nya aku bila tanpa mu ? Dunia ku hancur Viona...Hancur...Kau membawa segala nya. Segala yang ku miliki. "
" Jiwaku, Cinta Ku, Segala rasa ku, Bahkan hati ku pun kau membawa nya. Lalu bagaimana cara aku hidup ? Bagaimana cara aku bertahan ?" Semakin deras tangisan nya disana.
Ada yang aneh disini, Gale mengadah kan kepala nya menatap siapa disana.
Ternyata Lea nya, Princess nya.
" Dad, Ayo masuk. Disini dingin..." Gale tidak menjawab.
Dia kembali melihat ke arah pusara yang menjadi pembaringan abadi istri nya itu.
" Dad, Hiks...Hiks...Hiks...Ku mohon jangan begini, Aku juga bersedih. Bukan hanya Daddy saja. Tolong mengerti. Aku, Gav, Kak Brian dan semua nya. Kami menyayangi Daddy. Aku mohon Dad...Hiks...Hiks..." Lea menangis dan bersimpuh di pangkuan Daddy nya.
" Tolong Dad, Jangan begini. Aku menyayangi Daddy. Tolong untuk aku Dad. Mommy juga akan bersedih jika melihat Daddy begini. Tolong Dad...jangan begini. "
" Lea sayang Daddy...Lea mohon Dad..." Gale memeluk Lea nya.
Princess tercinta nya, Satu satu nya yang di tinggal kan Viona pada nya adalah mata indah milik Lea.
Gale menatap mata putri satu satu nya itu dan menciumi kening serta pucuk kepala Princess nya.
Tapi dia ikut bangkit bersama Lea.
Lea memapah Pria tampan di usia senja nya itu. Kehilangan kekasih nya sangat terpukul.
Janji sehidup semati yang mereka ucapkan kini sudah tak berarti lagi, Jarak dan waktu mereka sudah berbeda.
Jiwa dan Raga wanita itu sudah pergi meninggalkan nya.
" Pa..." Lila memberikan handuk untuk Papa mertua nya itu.
Gale tidak merespon siapa pun, Dia berlalu begitu saja dari sana .
Menaiki satu persatu anak tangga hingga sampai di kamar mereka.
Ceklek...
Dia sampai di kamar mereka.
" Dad, Dari mana ? kenapa basah ?" Suara itu dan wanita itu sudah menyambut kedatangan nya.
Gale tersenyum dan mendekat, Namun saat hendak memeluk nya , Bayangan itu hilang tak bersisa lagi.
__ADS_1
Ternyata hanya halusinasi nya saja. Tidak ada wanita itu.
Di pandangi nya seluruh ruangan penuh dengan kenangan mereka disini.
Canda tawa penuh suka cita bahkan berbagi keringat dan ******* terekam jelas di ingatan nya.
Bagaimana Viona selalu menyambut nya saat pulang dari kantor.
Sikap manja dan lembut itu terus terlintas di pikiran nya.
" Kenapa secepat ini Darl ? aku benar benar tidak sanggup Viona..." Lirih nya dengan lemas saat melihat Foto yang terpajang di dinding kamar nya.
" Kenapa kau lakukan ini pada ku Viona ? Tidak kah kau tau bagaimana sakit nya hati ini ? Kau menghancurkan nya Viona ! Kau menghancurkan nya hingga tak bersisa. " Gale masih menatap foto wanita tercantik dalam hidup nya itu.
Bagaimana rambut hitam legam itu yang membuat nya jatuh cinta untuk pertama kali nya.
Aroma tubuh yang membuat nya gila saat itu juga. Hasrat memiliki itu semakin besar di rasakan nya.
" Hati ku sakit Viona...Sakit..." Gale pergi ke kamar mandi dan lagi lagi dia mendengar suara lembut itu.
Bagaimana dia di manjakan setiap hari nya. Gale benar benar menjadi Pria paling beruntung di Dunia ini memiliki Viona.
Dan kali ini dia menjadi Pria paling menyedihkan karena kehilangan sosok itu.
Sosok yang selalu ada untuk nya. Lalu dimana lagi dia akan bercerita ? Tentang semua perasaan nya saat ini ?
Boleh kah Gale berharap jika ini hanya Mimpi ? Tapi sayang nya ini nyata !
Benar benar nyata !
Gale sudah keluar dari ruangan ganti.
Dia duduk menatap foto indah itu dengan perasaan yang berkecamuk di dada nya.
Sesak !.
Seakan batu besar sedang datang menghimpit nya saat ini.
" Kau berhasil menghancurkan seluruh hati ku Viona ! Kau berhasil Darl...Semua nya telah kau bawa bersama mu. " Gale terus memandangi segala nya di ruangan penuh dengan sejuta kenangan manis mereka.
" Bawa aku Viona...Ajak aku bersama mu..." Akhir nya Gale tertidur di sofa sambil memeluk erat foto Viona.
" Tidur lah Dad, Aku mencintai mu..."
" Jangan tinggalkan aku Darl..." Lirih Gale penuh dengan kesedihan nya.
Bahkan saat tidur pun dia seakan merasakan bahwa Viona nya hadir membelai rambut nya seperti biasa nya.
Sebelum Gale tertidur Viona selalu melakukan itu untuk nya.
__ADS_1
...❤️❤️❤️...