
" Dad," Panggil Viona saat merasakan sebuah tangan melingkar di pinggang nya.
" Hm, Tidur lagi Darl, Aku lelah." Ucap Gale sambil menyembunyikan wajah nya di belahan dada Istri muda nya.
" Tidur lah, Love You. " Viona mengecup kening suami nya dan mengelus rambut suami nya.
" Me Too" Jawab Gale dan tak lama Viona mendengar suara dengkuran halus dari suami nya.
Sebegitu lelah nya kah suami nya ini ? Ya memang benar benar lelah.
Fedrix juga menghubungi nya tadi saat dalam perjalanan kembali bahwa dya melihat Alex sang orang kepercayaan Maxim keluar dari club.
Dan yang membuat Fedrix curiga adalah jika besar kemungkinan Maxim juga di dalam.
Karna tamu VVIP maka tidak seorang pun bisa masuk. Terlebih jika ini adalah Maxim.
Mantan rekan mereka atau lebih tepat nya Partner mereka dulu.
Saat Alex sibuk menghubunhi bawahan nya Fedrix menempel kan cip GPS di dekat bemper mobil Alex agar tidak curiga.
Dan ternyata Alex tinggal di sabuah apartement mewah.
...🌞🌞🌞...
Viona sudah bangun bahkan sudah menyelesaikan Menata sarapan pagi dan membantu Brian bersiap.
Saat nya dya membantu suami nya untuk bersiap untuk bekerja hari ini.
" Dad, Bangun..." Gale hanya menggeliat saat tangan mungil itu menguncang lengan kokoh nya
" Dad, Sayang...Ayo bangun...ini sudah jam 06.45. "
" 10 menit lagi Darl, Aku benar benar lelah. "
Viona mengecek tubuh Gale dan ternyata kening nya sedikit hangat.
" Dad, Daddy demem. Ayo bangun biar aku buat kan bubur untuk sarapan ya...Ayo Dad. Setelah itu minum obat. "
" Temani aku tidur sebentar lagi. kepala ku pusing."
" Ya, Setelah aku membereskan bekal Bri dulu ya. Sebentar. " Viona membenar kan letak selimut Gale dan langsung turun ke bawah untuk Brian.
" Bri, Mama tidak bisa menemani Bri sarapan. Papa sakit jadi bisa Bri makan dan bersiap sendiri ?" Tanya Viona lembut sambil memasukan makanan ke kotak bekal Brian dan menyiapkan minuman nya.
" Papa sakit ?" Brian kaget.
" Iya...maaf kan mama tidak bisa membantu Bri ya. "
" Iya Ma, Bri mengerti. Salam untuk papa. "
Cup
__ADS_1
Viona mencium pucuk kepala Brian dan meninggalkan bocah pintar itu.
Kembali ke kamar nya Viona melihat lagi keadaan suami nya dan mengecek suhu tubuh suami nya.
" 37 derajat ? Dya demam ?" Viona bingung.
Akhir nya Viona mengompres kening Gale dan ikut merebahkan diri nya di posisi nyaman agar suami nya juga merasa nyaman.
Cukup lama mereka tertidur dan tidur kedua nya di bangun kan oleh Oliv.
" Dad, Oliv memanggil. "
" Hm, Aku masih lelah Darl. Tubuh nya tidak nyaman. " Keluh Gale.
" Aku lihat Oliv dulu. " Viona bangkit dan melihat Oliv.
" Maaf mengganggu Nyonya, Di bawah ada Tuan Dave dan Tuan Fedrix inging bertemu Tuan. "
" Oh iya. Terima kasih Oliv, Sebentar lagi suami ku akan turun. " Oliv pamit dan kembali pada Gale lagi.
" Dad, Ayo bersih kan diri dulu. Di bawah ada Dave dan Fedrix kata Oliv. " Gale langsung membuka mata nya.
Pasti ada hal penting sampai mereka datang ke sini.
" Ayo aku bantu Dad, jangan mandi ya. Di washlap saja. Daddy masih demam. " Gale menurut saja pada perintah istri muda nya.
Gale begitu menikmati perhatian istri nya. Ini kali pertama nya Gale merasa hidup nya benar benar sempurna dan kesempurnaan itu hadir dari Viona nya.
" Aku mencintai mu Darl. " Ucap Gale tiba tiba saat Viona membantu nya memakai kaos Santai dirumah.
" Aku bekerja untuk kalian Darl. "
" Aku tidak butuh uanh banyak. Sebanyak apapun uang yang Daddy miliki tidak bisa membeli kebahagiaan. Arti sebuah keluarga itu adalah jika di dalam keluarga itu sendiri mereka saling menghargai dan menghormati satu sama lain. Tidak perduli itu suami,istri atau anak. Komunikasi itu penting Dad, Sehatan itu utama. Pondasi dalan Devinisi hidup bahagia menurut ku adalah...Saling percaya satu sama lain, Kpercayaan itu yang utama !"
Gale benar benat merasa kagum pada sosok di depan nya ini. Usia nya masih muda, bahkan sangat belia, Tapi sisi dewasa nya membuat Gale merasa orang yang paling beruntung bisa memiliki nya.
Viona nya !
Gale tidak menjawab lagi, Dan mereka turun ke lantai bawah dimana Dave dan Fedrix sudah jmenunggu sejak 25 menit lama nya.
" Wohooo...inikah pengantin baru kita ?" Goda nya lagi
" Tutup mulut mu ! "
" Santai Bung. Aku ada informasi penting ."
" Ayo keruang kerja ku."
" Darl, Bisa buat kan kami makanan ?" Pinta Gale lembut dan Viona menurut.
Fedrix menatap Viona dengan tatapan kagum nya melihat betapa cantik dan menggemaskan nya Viona itu.
__ADS_1
" Apa kau sudah bosan melihat matahari ? Jika iya Dave akan senang hati membuat mata mu tertutup dengan racun terbaru temuan nya !"
Untung saja Viona sudah berjalan ke dapur untuk memyiapkan makanan untuk mereka. Jika tidak pasti Viona akan bertanya apa yang mereka bicarakan.
Mereka sudah pergi ke ruang kerja Gale, ruang baca yang sering di gunakan Viona dan Brian untuk tahu banyak tentang Dunia Gale. Dunia yang membuat semua kenyamanan ini.
" Ada apa ?" Gale to the point.
" Anda sakit Tuan ? Apa mau saja panggilkan Dokter Edward kesini ?" Dave melihat wajah Gale pucat.
" Aku baik baik saja. Hanya lelah. "
" Kau terlalu lelah Bung. Sebegitu menarik nya kah istri Muda mu itu ?"
" Jangan membayang kan istri ku dengan pikiran kotor mu itu. !" Hardik Gale lagi.
" Sory kawan !" Fedrix mengangkat kedua tangan nya tanda bahaya.
" Lanjut kan !"
" Aku akan tinggal satu gedung dengan Alex. Dave sudah mengrus semua surat surat kepemilikan nya atas nama ku. Matheo Orlando. !" Bangga nya.
" Nama siapa yang kau gunakan untuk masuk ke Negara ini ?" Tanya Gale.
" Sebuah Mayat yang ku temukan di Venice. Dya lumayan kaya. " Bangga nya lagi.
" Lalu ?"
" Saya sudah menemukan titik lokasi dari Alex Tuan. Dan dya mengunjungi sebuah Mansion mewah dan saya rasa itu tempat tinggal Max. Tapi, Setau saya itu Rumah dulu nya adalah rumah kosong yang di tinggalkan pemilik nya. Dan anak buah saya melapor tempat itu menjadi mewah dalam waktu 10 hari mudur dari sekarang. !"
" Dya begitu licik. Aku ingin persiap kan kemanan unttuk Viona ku. Aku tidak ingin dya sampai tau tentang Viona. Bicarakan ini bersama Ganda dan Gandy. Besoj kuta akan bertemu di Black House. " Yang di maksud Gale adalah rumah penyekapan untuk para penghianat.
Obrolan mereka terhenti saat Viona masuk ke ruang kerja nya bersama Silva dan Rania yang membawa Nampan berisi cemilan.
" Dad, Makan dulu. Daddy belum amakn sejak tadi. " Viona membawa bubur buah untuk Suami nya.
" Nanti saja Darl, Aku tidak lapar. "
Viona tidak menghiarau kan penolakan dari Gale. Dya langsung duduk di sebelah suami nya dan menyuapi nya.
" Buka mulut nya Dad, Daddy harud makan. Lalu minum obat demam nya. Aku juga sudah membuat kan Teh Hijau untuk Daddy."
" Uhukkk...uhukkk..." Fedrix terbatuk mendengar panggilan Daddy dari Viona untuk Gale.
Fedrix langsung diam saat kedua bola mata biru abu abu itu menatap nya dengan tajam. Seperti siap untuk menguliti nya.
Gale menurut saja saat Viona menyuapi nya makan bubur buah yang terasa lezat itu. Gale benar benar bahagia.
Tidak pernah sekali pun dya merasa di rawat dengan istri nya saat sakit sperti ini.
__ADS_1
Ini tampilan Daddy lagi sakit ya dirumah. 🔥🔥