
Semua orang terdekat Gale dan Viona langsung terbang saat itu juga saat mendapat kabar tentang kondisi Viona kemarin.
Dan saat ini, Mereka semua sudah hadir melihat Bagaimana Kondisi Mesin pembunuh itu.
Gale, Yang dulu nya di juluki sebagai mesin pembunuh kini terlihat hancur dan tak bernyawa lagi.
Di tambah kabar bahwa Viona benar benar di nyatakan Koma setelah banyak kehilangan darah sewaktu Terjatuh di Kamar mandi.
Ada Luka juga di ujung pelipis Viona, Mungkin terbentur di kamar Mandi.
" Daddy, Mommy, Bagaimana Keadaan Mommy ? Kenapa Mommy telus teltidul ? Apa Mommy malah kalena Lea ikut pelgi belsama Papi ? Jika iya Lea beljanji tidak akan Pelgi lagi ikut dengan Papi. Lea akan telus belsama Mommy saja. " Gale melihat sekilas ke arah Putri nya.
Sungguh, Hati Gale merasa miris dan teriris semakin perih saat mendengar Putri nya bicara seperti itu. Seakan Semua itu terjadi karena nya...
" Lea, Mommy lelah sayang. Ayo ikut dengan Mami dan Papi saja ya. Biarkan Mommy istirahat dulu. " Jenica berusaha untuk membuat Lea mengerti dan tidak terlalu membebani mental Teman calon suami nya itu.
Yah, Gale kehilangan semangat hidup nya. Cinta nya ? Jiwa nya ? Gale hidup tapi tak bernyawa !
Kasihan bukan ? Sungguh Gale merasa tidak sanggup untuk semua ini. Dia sudah terbiasa dengan kehadiran nya Viona. Viona nya. Jiwa nya, Dunia nya dan Cinta nya !
" Tidak merindukan ku Darl ?" Tanya Gale sambil menciumi Tangan istri nya yang masih asyik memejam kan mata indah nya.
" Darl, Sudah 3 hari Darl, Kapan kau akan membuka mata mu ? Kau tau ? Prince, Putra kita, Dia sangat tampan, Dia Bule Juga seperti Lea, Tapi mata nya indah seperti kamu. Kau bilang ingin melihat dan tidur bersama Bintang bukan ? "
" Ayo buka mata mu. Kita akan tidur bersama Bulan dan Bintang. Kau mau apa Darl ? Aku akan memberikan nya. Tapi tolong, Tolong buka mata itu. Tolong buka cahaya itu Darl, Aku rapuh Darl. Jiwa ku kosong tanpa mu ! Jiwa ku hilang Darl. Tolong bangun dan buka mata mu. !"
" Oh iya. " Gale menghapus air mata nya dan merogoh saku celana nya dan membuka kotak kecil disana.
Disana Asa sebuah liontin bertulis kan Gale, Itu Liontin untuk Viona yang memang khusus di pesan nya untuk hadiah Kelahiran Prince dan Liontin itu Untuk Viona nya.
Mengapa Nama Gale ? Karena Gale ingin dia lah pria satu satu nya yang ada di dalam hati Viona nya.
" Lihat, Cantik bukan ?" Tanya Gale lagi...
" Hehehehe...Maaf aku terlalu mencintai mu Darl. Maka aku memesan nya dengan nama ku. Agar kamu tau bahwa aku benar benar mencintai mu. " Bibir nya Tertawa, Tapi hati dan mata seorang Gale menangis. Gale benar benar menangis melihat keadaan Viona nya.
Sedih ? Hancur berantakan sudah diri Gale. Mengapa Tuhan menghukum nya sebegitu berat ? Jika memang Tuhan ingin menghukum nya, Jangan dengan Viona nya. Sakiti diri nya. Tapi jangan hati nya. Hati nya penuh dengan nama Viona disana.
" Bangun Darl...Ku mohon bangun...Aku tidak kuat Darl...Aku lemah ! Aku lemah tanpa mu Darl. Ayo bangun..." Luruh sudah tangisan dari seorang Gale Thominshon Jade.
Bahkan waktu pembantaian keluarga nya dia tidak sehisteris ini. Hanya bisa menangis dalam diam di setiap langkah pelarian nya hingga dia berhasil kabur dan tertangkap lagi.
__ADS_1
Teman teman nya juga seakan merasakan kehancuran Pria tangguh itu. Sebegitu Cinta nya kah Pria itu ?
Penikmat Sekss bebas dulu ! Di Juluki The King Off One Night Stand oleh Steff dan Fed !
" Apa kau tidak mencintai ku lagi hingga memilih tidur dan tidak ingin melihat ku ? Apa kau ingin membalas semua rasa sakit mu dulu ? Yang selama sebulan ku tinggalkan tanpa kabar hingga akhir nya kehilangan anak kita ? Iya Darl ? Kau ingin membalas ku ?"
" Jika memang iya kau menang Darl. Kau berhasil membalas ku ! Aku tidak tau bagaimana rasa sakit nya, Tapi saat ini yang ku rasakan sangat sakit Darl. Sakit ! Sakit Viona..."
" Buka mata mu Darl. Ayo Viona, Sayang...Ayo buka mata mu sayang...Kita akan keliling Dunia. Kau ingin kemana ? Swiss ? Iya ? Kau bilang Desa Guarda sangat bersih bukan ? Ayo, Kita tinggal disana.! Kau ingin kemana ? Oh atau kau ingin ke Maldive ? Hawai ? Belanda ? Atau Ice Land ? Aurora ? Atau apa Darl ? Kata kan pada ku Viona...Hiks...Kata kan...Hiks..."
" Katakan aku harus apa Viona ??? Aku harus apa ???" Tangisan Gale semakin Pilu disana.
" Pa ," Suara dingin itu membuat Gale mengalihkan pandangan nya dari Viona.
Gale melihat Putra nya disana. Brian !
Brian Dominique Jade telah berdiri dengan tegak di belakang nya.
" Pa, " Panggil Brian lagi.
Brian mendekat ke arah Papa nya dan langsung memeluk Pria rapuh itu.
Ini pertama kali nya Brian melihat Papa nya serapuh ini, Papa nya hancur !.
" Stop it Pa ! Jangan begini ! Mama tidak akan senang melihat Papa seperti ini..."
" Papa tidak sanggup melihat Mama mu seperti ini Brian..." Gale masih memeluk Putra nya.
Brian melepaskan Pelukan nya dari sang Papa dan menatap ke arah bola mata abu abu biru itu yang kini di penuhi kabut yang tebal !.
" Bersihkan diri Papa. Mama Tidak akan menyukai penampilan Papa yang seperti ini. " Gale menggeleng . Dia tidak ingin pergi meninggalkan Viona nya sendiri.
" Makan dan Bersihkan diri Pa. " Ucap Brian sekali lagi.
" Tidak Brian. Papa tetap ingin disini. Menemani Mama mu. Bagaimana jika mama mu mencari Papa ? Apa yang akan di lakukan nya ? Mama mu pasti merasakan sakit setelah kelahiran nya. Papa ingin menemani Mama mu. " Brian kaget melihat Papa nya seperti orang kehilangan akal.
Dimana Papa nya yang tangguh ? Pria kejam itu kemana ? Dimana Jiwa nya ? Ini hanya raga nya saja tanpa Jiwa.
" Pa, Mandi dan makan. Biarkan Brian menemani Mama dulu disini. " Lagi lagi Gale menggeleng.
__ADS_1
" PAPA !!!!" Bentak Brian.
" Cukup ! Jangan lakukan itu lagi. Mama Pasti kembali. Maka dari itu bersihkan diri Papa. Makan yang benar !"
" Mama tidak butuh Pria lemah seperti Papa. Mama Vio butuh Pria tangguh dan kuat. Bukan Pria lemah seperti ini ! Ingat !"
" Uncle Fed ! " Panggil Brian lagi.
" Bawa Pria lemah itu makan dan membersih kan diri. Mama ku tidak buruh Pria lemah ! Mama ku butuh Pria hebat. " Akhir nya Gale sadar !
Putra nya kini sudah dewasa ! Putra nya sudah bisa meneriaki nya dengan lantang !
Putra nya sangat luar biasa bukan ?
Akhir nya Gale memilih pergi dari ruangan Viona mengikuti apa kata putra nya.
Setelah kepergian Gale, Brian duduk di kursi Papa nya tadi.
Cup
Di cium nya kening Viona dan tertinggal setetes air mata disana !
" Ma..." Suara Brian bergetar
" Ya sayang ??? Ini Mama nak, Mama rindu Brian. Mama Rindu nak...Brian ku, Brian..."
" Ma, Apa Mama tidak ingin bangun ? Apa Mama suka melihat Papa seperti itu ? Dia bukan Pria hebat kita lagi Ma..."
" Sakit Brian, Tubuh Mama sakit Nak, Sakit sekali...Tolong Mama nak...Ini sakit Nak, Jarum jarum itu sakit Nak, Jarum jarum ini menyakiti Mama..."
" Brian tunggu sampai besok ! Jika Mama tidak bangun juga Brian akan pergi dari Mama. Brian akan ikut tinggal bersama Mama Cal, Brian tidak ingin menemui Mama Vio lagi jika Mama masih ingin tidur. !*
" Mama sayang Brian nak, Mama sayang Brian..." Air mata Viona menetes disana, Mama nya begerak gerak, Namun tidak bisa di buka. Berat sekali rasa nya, Sekuat tenaga dia mencoba agar bangun tapi sulit. Rasa nya sulit sekali !
...😭😭😭...
5 bab menuju Ending !
Baca Brian juga yakkk
__ADS_1
Jangan Lupa Follow ige ibuk @amelia_falisha1511🍓🍓