
Lelah ? Ya itu lah yang di rasakan Gale saat ini. Dya juga harus menjemput Brian di tempat Les nya. Dan setelah nya dya akan membawa Brian pulang bersama nya kembali ke Mansion nya dan Viona.
Sebenar nya Gale lebih suka Brian Les dirumah, Namun Viona berkata biar kan Brian bersosialisasi di luar sana.
Biar kan anak seusia Brian untuk menemukan Dunia nya. Dunia dimana anak seusia nya mengenal benyak hal dan berteman dengan cara nya.
Dan Gale hanya bisa menuruti perintah sang Nyonya Besar.
25 menit waktu yang di tempuh Gale dari kantor nya ke tempat Les Brian. Lalu segera mereka kembali ke Mansion nya.
" Papa, apa mama Vio sudah sembuh ? Kata Tiva dan Tiliv, Mama sedang sakit."
" Siapa Tiva dan Tiliv ?" Tanya Gale.
" Aunty Silva dan Aunty Oliv. " Jawab Brian.
Gale hanya tersenyum. Semenjak tinggal dengan Viona Brian semakin menunuukan ketertarikan nya pada banyak hal.
Dan Gale bangga akan apa yang di lakukan Viona untuk putra nya.
" Bri, Kita beli bunga untuk Mama ya..." Brian menurut.
Ikut turun bersama Gale untuk membeli bunga mawar untuk Viona nya.
" Seperti nya ini bagus. " Tunjuk Gale pada seikat bunga mawar berbagai warna disana.
" Rainbow Papa ? This is colorfull. " Ungkap Brian lagi.
Mereka melanjut kan perjalanan nya menuju Mansion dan Gale merasa ada yang mengikuti nya.
" Bri, Telpon Uncle Fed, Katakan pada nya papa menunggu nya di Utara pintu masuk Mansion. " Brian mengangguk.
Tak lama Ada mobil yang tiba tiba menabrak mobil yang mengikuti mobil Gale dan Brian. Dan ternyata itu adalah kiriman dari Fed.
" Sekarang kau aman bung, Aaahhkkk...Honey, Faster. "
" Sial ! kau menjijikan !" Gale mengumpat Fed, Bisa bisa nya dya menghubungi Gale saat sedang menunggang Kuda liar. Dengan segera Gale mematikan ponsel nya.
Fed benar benar gila. untung saja bukan Brian yang mengangkat nya.
Saat ini mereka memasuki gerbang utama Mansion dan kembali melewati hutan pinis itu.
Sampai lah mereka di Mansion dan di sambut Para Maid.
" Selamat datang Tuan Besar Dan Tuan Muda. " Sapa mereka semua.
" Dimana Nyonya ?" Gale langsung memberikan Tas kantor nya dan juga bunga tadi.
" Nyonya di ruang baca. Setelah bercerita banyak bersama Dokter Vitri tadi. " Jawab Oliv.
__ADS_1
" Siap kan makan malam. Aku akan turun setengah jam lagi." Gale langsung pamit ke kamar nya dan Viona. Membersih kan diri segera mungkin untuk makan malam.
Sesampai nya di meja makan Gale sudah melihat Viona dan Brian menunggu nya entah iya atau tidak.
Gale menarik sudut bibir nya dengan bahagia. Apa Viona nya sudah sembuh ? Mau bicara lagi dengan nya ?
Entah lah.
" Papaaa..." Seru Brian saat melihat papa nya sudsh turun.
Gale tersenyum menyambut Ucapan Brian. Vioja juga melihat ke arah nya. namun hanya sekilas saja.
Setelah nya dya kembali diam dan menundukan pandangan nya.
Gale ikut duduk di kursi kepala keluarga di sana. Viona mulai mengambil kan makanan untuk Brian, Dan diri nya. Namun saat Gale menadah kan piring nya untuk di isi Viona, Viona masih diam di sana. enggan berinteraksi dengan Gale.
" Mama, Papa juga mau makan. " Ucap Brian dengan polos nya.
Viona tampak bingung, Pandangan mata nya kosong kembali, Sedetik kemudian mata nya mulai berkaca kaca. Dan Gale tidak mau itu terjadi. Dya tidak mau Viona kembali histeris karna nya.
" Makan lah dengan Brian. Aku tidak lapar. Maaf mengganggu makan mu. !" Gale bangkit dari kursi nya dan pergi dari sana.
Hal itu membuat para Maid juga menatap kasihan kepada Tuan mereka.
Sebisa mungkin Gale mengikuti saran dari dokter Savitri yang menangani istri nya tadi. Jika tidak mengingat kondisi Viona dya akan memaksa terus meminta maaf untuk semua kesalahan nya
" Papa kenapa Ma ? Kenapa tidak jadi makan ?" Sebenar nya Brian mulai curiga. Ada apa sebenar nya antara Mama dan Papa nya itu.
Tapi Brian sudah di ajar kan sejak dini untuk tidsk ikut campur dengan urusan orang lain. Terlebih itu Orang tua nya sendiri.
" Mu-mungkin papa Sibuk. " Jawab Viona gugup.
Akhir nya Viona dan Brian makan dengan tenang. Sampai selesai pun Gale tak juga terlihat bahkan waktu sudah menunjukan pukul 21.15 malam dan Brian sudah tidur.
Saat Gale keluar dari ruang kerja nya jam sudah menunjukan pukul 22.10 menit, Namun saat dya membuka pintu nya Viona hendak lewat ke dapur dan mereka saling berhadapan.
Sejenak ada rasa canggung disana. Gale kembali paham dan mengalah.
" Oh, maaf. Aku mengganggu jalan mu. Lanjut kan. " Gale kembali menutup pintu ruang kerja nya.
Di dalam sana dya benar benar merindukan istri nya. Sangat, Terlebih Viona terlihat sangat menggemas kan dengan setelan piyama celana pendek di atas lutut bermotif bunga sakura.
" Aku merindukan mu sayang. Really miss you Darl. " Lirih nya lagi sambil terus menilah foto Viona dan memikir objek nyata nya tadi.
Yang sempat di temui nya di meja makan dan di depan. Sementara Viona memang sengaja ingin bicara. Namun entah mengapa seperti nya Gale menghindari nya.
Hal itu membuat semangat Viona surut kembali. Dya kembali teringat saat dya bicara Kasar bahwa Gale seorang monster dan pembunuh.
Apa Viona sudah keterlaluan ? Ah...rasa nya dya ingin bicara dan tidur di pelukan suami nya lagi. tapi seperti nya Gale sangat sibuk.
__ADS_1
Viona kembali ke kamar tidur nya. Mencoba memejam kan mata nya namun sayang, Sama sekali tidak bisa terpejam. Dya menunggu Gale masuk ke kamar namun tak juga kunjung masuk.
Viona kembali turun dari tempat tidur dan ingin menemui Gale.
Deg !
" Ya Tuhan...!" Viona kaget saat melihat Gale berdiri di depan pintu kamar mereka.
" Maaf mengganggu tidur mu. A-aku akan kembali ke ruang kerja ku. " Di lirik Viona jam di tangan suami nya.
Jam sudah menunjukan pukul 23.17 menit, Sudah sangat larut, Apa kata nya tadi ? Mau kembali ke ruang kerja nya ?
Apa apaan itu ? Ini sudah malam. Namun mau melarang pun rasa nya mulut Viona kelu.
" Ya, terus lah bekerja ! Karna pekerjaan mu lah yang utama !"
Brak...
Viona membanting pintu kamar nya. Dya merasa kesal dengan Gale. Dya tidak bisa tidur, sementara Gale malah memikirkan pekerjaan nya.
Ya memang Gale mengerjakan pekerjaan nya sedikit, Namun tidak banyak karna pikiran nya terus terganggu oleh Viona.
Gale masih mematung di depan pintu. Apa maksud Viona nya ? Apa Viona nya marah ? Gale sibuk ?
Apa Gale terlalu sibuk ? Apa benar Gale mengabaikan nya ?
Gale baru ingat, Salah satu sumber penyumbang terbesar atas keguguran Viona adalah diri nya yang sibuk, Bahkan sangat sibuk.
Dya baru merasakan begitu banyak perubahan serta perbedaan yang sangat besar dalam hidup nya setelah Viona hadir.
Gale banyak belajar bagaimana cara menghargai banyak orang, Terutama tentang perasaan Viona dan Brian.
Gale masih menimang dya mengirim pesan atau tidak untuk Viona nya. Apa dya mau membaca nya ?
Gale memberanikan diri untuk mengirim pesan untuk sang istri.
Ting...
Ponsel Viona berbunyi dan ternyata pesan dari suami nya.
My ❤
*Good Night Darl, My Sweet Love, Sweet Wife and Sweet Life. I Love You So Much 😘
I Miss You ❤*
...😍😍😍...
Follow Mai Ige @amelia_falisha1511 ❤
__ADS_1