
Viona baru teringat dengan kejadian nya tadi malam saat bertempur bersama suami nya hingga dini hari dan berakhir dengan kalang kabut nya mereka saat pintu kamar di gedor paksa oleh Princess Leana.
" Sayang,..." Panggil Viona saat memakaikan Dasi suami nya.
Viona harus naik di Kursi kecil saat memakaikan Dasi untuk suami nya yang memang berpostur tinggi besar serta tegap pula.
Tinggi badan suami nya adalah 189 cm. Hampir mendekati dua meter bukan ?
Maka dari itu Viona selalu berdiri di kursi kecil, atau paling tidak suami nya selalu mendudukan diri nya di meja rias yang berbaris berbagai macam koleksi make up Viona dari Brand kecantikan Dunia.
Gale benar benar menjadi kan Viona Ratu nya, Sesuai dengan Nama nya bukan ? Queensha dan maka dari itu Dia berpikir memberikan nama Princess pada Leana.
" Heum ?" Jawab Gale yang masih setia melihat wajah cantik istri nya pagi ini.
" Tadi malam Semua tumpah di dalam bukan ? " Tanya Viona memastikan.
" Iya. Tidak masalah bukan ? "
" Syukur lah !" Jawab Viona lega sambil merapikan Dasi dan pakaian suami nya.
Bahkan saat ini sedang memakaikan Jas Gale.
" Maksud nya apa Darl ? Jangan bilang kamu ?" Tebak Gale panik.
Bungkam nya Viona cukup menjadi jawaban untuk nya.
" Shiit !" Umpat Gale merasa frustasi.
" Sayang..." Viona menggenggam erat tangan Gale yang terkepal disana.
Gale melihat ke arah Viona yang menatap nya dengan cemas dan takut sekaligus.
" Apa Daddy tidak ingin memiliki anak lagi ? Daddy bilang ingin rumah kita ramai bukan ? Aku sudah melepas nya 1minggu yang lalu setelah tamu bulanan ku, !"
" Dengar Viona ! Aku juga ingin memiliki banyak anak dengan mu. Karena aku mencintai mu. Tapi rasa cinta ku lebih besar pada mu. Bagi ku Brian dan Leana sudah cukup ! Kau tau betapa cemas dan takut nya aku saat melihat mu kesakitan ? Hati ku hancur Viona. ! Jika bisa aku saja yang merasakan sakit itu. Jangan kau lagi. Rasa takut ku masih membekas Viona, Keguguran mu. Dan Kehamilan mu, Serta bahaya yang tanpa bisa di duga mendatangi mu. Cukup Viona. Cukup bagi ku ada Brian dan Lea !" Gale meninggalkan Viona yang masih diam di samping sofa di dekat Gale tadi.
" Sayang..." Panggil Viona lagi.
" Cukup Darl, Jangan membahas ini lagi. " Gale Segera keluar dari ruang ganti dan alangkah terkejut nya dia saat melihat Lea di depan pintu mereka.
Gale kaget, Apa mungkin Lea mendengar perdebatan mereka ?
" I Hate You Mommy. !" Lea menatap tajam ke arah Viona sebagai tanda permusuhan mereka.
" Why ? " Tanya Viona mendekat.
" Daddy hanya milik Plincess, No Mommy, " Ucap Lea meminta di gendong Gale .
__ADS_1
" Princess, Tidak boleh bicara kasar pada Mommy, Say Sorry Darling. " Ucap Gale lembut.
" Kenapa mesti Plincess say solly yo Mommy ? Mommy jahat. " Jawab Lea lagi.
" Lea ! Apa yang membuat kamu membenci Mommy ? she's you Mom !"
" Mommy ingin melebut Daddy dali Lea, Mommy cantik, Lea tidak ingin Daddy dekat dengan Mommy. "
" Baik lah jika Lea tidak menyukai Mommy, Biar Mommy pergi saja menjemput Kak Brian. Mungkin dia menyayangi Mommy, Biar Mommy tinggal bersama Kakak saja. " Viona bersiap keluar.
Namun teriakan Lea menghentikan nya.Dia tau Lea hanya merasa cemburu saja pada nya.
" No. Lea sayang Mommy, Solli. " Ucap anak bule itu.
" Say Again ?" Pinta Viona yang saat ini sudah berada di hadapan nya.
" Solli Mommy " Ucap Lea lagi.
" Oke, Ayo turun. " Ajak Viona lagi. Gale tersenyum bahagia disana. Dia sangat beruntung memiliki Viona disisi nya.
" Gendong Mommy. " Rengek Lea lagi.
" Sini. " Viona membawa Lea dalam gendongan nya menuju meja makan.
...❤️❤️❤️...
Saat ini Jiwa keras dalam diri nya semakin nampak, Bahkan ilmu bela diri nya sangat luar biasa. Tapi, Dia bisa begitu dengan mudah nya mengontrol Emosi nya.
" Brian Dominique Jade, " Panggil guru bela diri mereka.
Brian Maju dan datang ke arena tarung. Kali ini dia berhadapan langsung dengan Daniel yang memang sama sama berprestasi di Bela diri ini.
Daniel memegang sabuk Taegeuk 8 dan Brian Taegeuk 7.
Sabuk mereka sama sama Merah, Hanya beda di ban 1 dan ban 2 di dalam sabuk itu saja.
Daniel menatap Brian dengan tatapan merendah kan Brian.
" Kau akan kalah Anak Asia. !" Ucap nya sinis.
" Lakukan saja ! Aku pernah bilang bukan ? Aku adalah tipe pendendam ? Maka jangan berharap aku akan menyianyia kan kesempatan ini. !" Balas Brian menatap Daniel.
Sorak sorai sudah bergemuruh di Aula degung olah raga itu, Mereka semua sedang menyaksikan pertandingan yang akan berlangsung antara Brian dan Daniel.
" Kau akan menyesal telah menantang ku ! " Seringai Licik muncul di bibir Daniel melihat Brian.
" Lets Play The Game !" Sahut Brian dengan menaikan sebelah alis nya menatap Daniel.
__ADS_1
Setelah wasit memberikan aba aba dan point ponit penting dalam pertarungan, Mereka Memulai aksi nya dengan saking memberikan salam satu sama lain.
Daniel sudah memasang kuda kuda nya, Namun Brian masih melihat apa yang akan di lakukan Daniel, Daniel pun menatap Brian.
Kenapa Brian sama sekali belum memasang kuda kuda nya ? Dia sedikit heran, Namun Pikiran Daniel pun memanfaatkan kesempatan itu.
Pikir nya Brian sedang melamun, Dan dia akan memanfaat kan situasi ini.
" Hiyaaaakkkk..." Daniel Mulai nyerang Brian,
Brian yang kaget langsung mengelak dari serangan Daniel, Daniel tidak menyerah, Dia terus melancar kan aksi nya untuk menyerang Brian, Namin satu pun dari serangan nya yang mengenai Brian, Malah Brian juga sama sekali tidak membalas serangan nya.
Cukup lama Mereka menyerang, Tepat nya Daniel yang menyerang dan Brian hanya menangkis saja.
Brian Mulai Jengah dan tanpa aba aba, Brian langsung melayang kan Tentangan di kepala Daniel dan Daniel lun terjatuh dan K.O !
" Jangan pernah meremehkan Seseorang hanya dengan kulit dan Ras nya ! Kau memang bertubuh Tinggi dari ku, Tapi Serangan mu sangat lemah dan tidak teratur ! Lain kali perkuat dulu kuda kuda mu baru menyerang ku ! Jika ingin membalas ku, Aku dengan senang hati melayani mu ! Anytime !" Brian langsung melepas alat pelindung mereka dalam bertarung dan meninggal kan arena tarung begitu saja.
Brian sudah di sambut oleh Teman teman nya dan keluar dari sana.
Namun sampai di lorong penghubung asrama Lutra dan Asrama Putri yang di batasi Pagar tinggi, Brian melihat Anak perempuan menatap nya dengan kagum.
" Brian Dominique Jade ? Hay " Sapa nya ramah.
Brian hanya melihat nya saja, dan enggan menanggapi nya.
" Im Florance, Call Me Flow !" Ucap nya riang sambil memberikan air mineral untuk nya.
" Thanks !" Brian mengambil minuman itu dan langsung meninggalkan nya begitu saja.
" So Cool !" Kata nya tersenyum manis dan cantik setelah kepergian Brian .
" Bri, Dia cantik ya ? Lihat Wajah Asia nya, sama seperti kita. " Balas Jaka.
" Aku tidak melihat nya !"
" What ?" Tanya Jaka lagi.
" Gayaan banget anak Pak Bambang, Belagak ingrris. !" Cibir Dimas yang kini mereka sudah mahir berbahasa Asing.
Jangan lupakan Brian ! bahkan dia banyak menguasai beberapa bahasa dari berbagai Negara.
Yang sangat di sukai nya adalah bahasa Jerman ! Entah lah.
Bahkan dia ingin sekolah Teknik disana dan menikmati Hari nya nanti di Jerman.
Negara yang di Idola kan nya sejak dulu, Karena kekokohan tembok Berlin, Yang sangat mendunia.
Brian terinspirasi dari, tembok Berlin untuk memperkuat diri nya Sendiri.
__ADS_1
...🥰🥰🥰...
Jangan Lupa Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️