
Hari ini adalah hari dimana Viona sudah di perboleh kan keluar dari rumah sakit dan hanya akan menjalani kontrol saja seminggu sekali selama kurang lebih sebulan.
Jika rahim nya sehat dan baik baik saja Viona boleh segera hamil kembali, Namun, Jika tidak maka akan di tunda dulu selama 3 sampai 6 bulan.
Begitu kata dokter sebelum Viona benar benar keluar dari rumah sakit tadi. Gale mendorong kursi roda Viona menuju mobil nyq yang sudah terparkir di parkiran rumah sakit.
Di gendong nya Viona untuk masuk ke dalam mobil dan memasang kan sabuk pengaman nya. Padahal Viona bisa berjalan sendiri namun Gale memaksa nya untuk menggunakan kursi roda.
" Sudah nyaman Darl ? Ingin kemana dulu ? Jalan jalan ? atau mau makan di luar Darl ? Kita makan siang di luar ya mau ?" Gale menawar kan semua penawaran nya namun Viona mengalih kan pandangan nya ke luar jendela enggan menanggapi Gale.
" Sayang, Darl, Ayo bicara. Aku ingin istri ku yang cantik kembali. Istri ku yang ceria kembali lagi."
" Kembali kan istri ku. Kembali kan istri ku yang selalu tersenyum bahagia." Gale terus bicara dan Viona hanya bisa terus menetes kan air mata nya sambil memandangi jalan menuju mansion mereka.
Bahkan sampai saat memasuki hutan pribadi menuju mansion Viona baru melihat betapa indah nya pohon pohon pinus itu. Sangat indah bukan ?
Tapi keindahan itu tak berarti lagi untuk saat ini. Hati nya benar benar hancur dan belum siap. Dya juga merasa bersalah karna telah menelantar kan anak nya. Begitu pikir nya.
Mobil Gale sudah berhenti di depan pintu utama Mansion mereka, Sebelum Gale keluar Viona sudah lebih dulu keluar dan meninggalkan nya.
" Darl, hati hati. Kamu masih sakit. !"
" Selamat datang Nyonyaaaaa " Teriak para Maid menyambut kedatangan Nyonya mereka.
Treettt...
Treeettt...
Duaaarrr...
Terdengar suara terompet dan ledakan balon yang sengaja di buat mereka untuk menyambut sang Nyonya agar tidak merasa sedih.
Namun mereka semua salah. Viona hanya melihat ke sekeliling nya dan kembali menangis. Lantas dya langsung masuk ke dalam lift untuk menuju Kamar nya.
" Viona, Sayang...Tunggu. " Ucap Gale sedikit berteriak.
" Maaf kan kami Tuan, Kami hanya ingin menghibur Nyonya saja." Sesal mereka.
" Bereskan itu semua. Aku akan mengejar Viona. " Gale langsung menyusul istri nya menaiki tangga menuju kamar mereka.
Gale kalah cepat, Saat dya hendak mencapai pintu kamar nya Viona lebih dulu menutup pintu kamar dan mengunci nya.
Brakkk...
Ceklek...
" Darl, Buka pintu nya sayang. Aku ingin bicara. Viona..."
" Viona, Sayang...Ayo kita bicara. Aku minta maaf sayang. Maaf kan aku Darl. Aku bersalah. Hukum aku Darl. Hukum aku. Tapi kembali lah. Kembali menjadi istri ku yang seperti dulu lagi. Aku merindukan senyuman indah itu. Aku merindukan mata berlian itu. Ayo Darl, Buka pintu nya. "
Tokkk...tok...tok...
" Viona, Sayang, Vi, Viona...sayang...aku mohon ayo kita bicara. "
Gale benar benar Frustasi menghadapi Viona nya. Dya pantas mendapat kan ini semua nya. Tapi jangan siksa dya dengan kebungkaman Viona.
Dya merindukan istri nya.
Viona nya, Wanita cantik nya dengan sejuta ketulusan nya.
__ADS_1
Gale mengalah, Dya kembali turun ke ruang kerja nya untuk merenungi nasib nya.
Gale menyibukan diri nya di ruang kerja hingga waktu sudah masuk makan malam. Karna makan siang pun tadi Gale makan di ruang kerja nya. Pasti Viona enggan makan satu meja dengan nya.
Namun sayang, Saat dya keluar pun dan menuju meja makan Viona tidak ada disana.
" Dimana Nyonya kalian ?" Tanya Gale dingin seperti biasa nya.
" Hm, Nyo-nya belum turun sejak siang tadi Tu-an " Jawab Oliv sedikit gugup
Trang...
Sendok dan garpu nya langsung di hempas kan Gale begitu saja di piring nya. Lantas dya langsung berlari ke kamar nya untuk memanggil Viona.
" Viona, sayang, Buka pintu nya...Ayo sayang...buka. "
Tok...tok..tok...
Gale terus mengetok pintu bahakn saat ini sudah terdengar seperti menggedor nya.
" Viona...Buka pintu nya sayang...Ayo makan dulu. Sejak siang kamu belum makan. Ayo keluar sayang. " Gale terus berteriak sampai Akhir nya Oliv datang membawa kunci cadanagan namun tidak bisa di buka karna kunci di dalam nya di gantung Viona.
Alhasil Gale merusak hendel pintu itu dengan menembak nya.
" Minngir semua " Kata Gale bersiap menghancur kan hendel pintu dan...
Dor...
Hancur sudah hendel pintu tersebut. Lantas Gale langsung mencari Viona di kamar nya namun tak menemukan nya di ranjang.
Dan ternyata Viona duduk di lantai dekat balkon sambil menyandar kan kepala nya di tralis pembatas balkon itu.
" Viona sayang..." Gale langsung berlari ke arah Viona yang nampak sangat menyedih kan.
Di raih nya tubuh ringkih itu ke dalan pelukan nya dan tak ada respon sedikit pun. Bahkan Viona enggan menatap ke arah nya. Pandangan nya kosong. Jauh entah kemana pikiran Viona.
" Sayang, Kamu ba-baik baik saja kan ? Bicara lah sayang...Viona...hey..." Gale terus mengguncang tubuh Viona hingga menepuk nepuk wajah nya.
Namun sama sekali tidak menunjukan respon sama sekali. Viona merasa sangat bersalah dengan apa yang telah menimpa diri nya.
Dwtik selanjut nya mata indah itu menjatuh kan hujan badai nya, Namun tak ada suara sama sekali.
Demi Tuhan, Baru kali ini Gale merasakan kesakitan yang amat sangat. bahkan seakan Dunia nya hancur karna melihat Viona nya seperti ini.
" Sayang, Lihat aku sayang. Ini aku suami kamu. Ini aku sayang...aku disinim aku disini untuk kamu. Ayo bicara sayang...bicara dengan ku Viona. Ayo jangan membuat ku takut, Viona..." Namun tetap tak ada respon yang di tunjukan nya.
Viona bagai raga tak bernyawa. Hidup tapi mati.
Mati tapi hidup. Hal ini meruntuhkan pertahanan Gale. Gale benar benat merasa takut kali ini.
" Maaf Tuan, Apa sebaik nya kita panggil saja dokter Tuan, Saya rasa Psikis Nyonya sedang kacau, Bukan maksud saja lancang, Tapi jika begini terus Nyonya bisa kehilangan jiwa nya. " Oliv memberani kan diri bicara.
Gale laangsung menatap nya nyalang. " Kau mau bilang istri ku gila ? Kau mau mati ya ?" Gale sudah menodong kan pistol nya ke arah kepala Oliv.
Oliv laangsung memejam kan mata nya dan para pelayan itu menunduk ketakukan.
" Aaaahhhkkkk....pergi...pergii...pergi dari sini...pergiii...." Viona berteriak histeris.
Silva langsung sigap memeluk Nyonya nya dan berusaha untuk menenang kan sang Nyonya yang sedang terguncang itu.
" Tenang Nyonya, tenang, Aku disini... tenang Nyonya..."
__ADS_1
Brugh...
Gale langsung mendorong tubuh Silva dan memeluk Viona.
" Sayang, Ini aku sayang...ini aku suami kamu...Viona...Hey...lihat aku. "
" Aaakkkhhh...Pergi...kau monster...Kau monster...kau pembunuh...kau pembunuh...kau pembunuh..."
Bugh...
Bugh...
Bugh...
Viona memukuli Dada Gale, dya tidak ingin di sentuh Gale. Dya tidak ingin dekat dengan Gale.
" Kau monster...Pergii...pergi..."
Deg !
Jeritan dan teriakan histeris dari Viona membuat Gale diam memaku. Apa tadi kata nya ?
Pembunuh ? Monster ? Kenapa sesakit ini saat Viona menyebut nya sebagai monster.
Hati Gale benar benat hancur mendengar semua ucapan Viona. hancur semua nya.
" Sa-yang..."
" Silva, aku tidak ingin disini..aku ingin pulang Silva, Dya monster, Dya pembunuh...Ayah, Ibu...aku takut Bu, Vio mau ikut ayah dan ibu...Aku takut Oliv, aku takut, Silva..." Viona terus menyerukan nama ayah ibu nya. bahkan nama Silva dan Oliv selalu di sebut nya.
" Sayang...Ini a-ku suami kamu...Viona..."
Deg !
Viona menggeleng, Gale melihat mata kehancuran disana. Tidak ada lagi mata yang menatap nya penuh cinta seperti biasa nya. Bahkan hanya untuk menatap nya saja pun sangat sulit untuk Viona.
" Tuan, maaf. " Kali ini Gale mengerti dengan semua nya.
Dya lah penyebab semua ini. Gale lah tersangka utama nya disini.
Gale langsung keluar dari kamar mereka dan membiar kan para Maid yang menamani Viona nya.
Prang...
Trang...
Cetar...
Bunyi pecahan guci, Kaca bahkan barang barang di ruangan kerja nya hancur seketika oleh emosi Gale.
" Bajinngan kau Gale. Brenggsek...kau. Karna kau Viona seperti ini. Bodoh kau Gale...Dasar pembunuh, pendosa, monster..." Gale terus mengumpat untuk diri nya sendiri.
...😭😭😭...
Daddy Frustasi genk 😭
Mama Vio Depresi 😭😭😭
__ADS_1
...😭😭😭...
......Follow Ige Eike @amelia_falisha1511 ❤......