
Setelah selesai mengecek kesehatan Viona dan mendapat kan hasil yang memuaskan Gale benar benar mengajak anak dan istri nya untuk belanja di Mall.
" Papa, Bri ingin tas sekolah baru. Bri juga mau sepatu baru. "
" Oke. Katakan pada Mama mu Son. "
" Mama, Boleh ?" Tanya Brian polos.
" Iya sayang " Viona tersenyum tulus dan mengelus kepala putra nya itu.
Mereka sudah sampai di Mall, Banyak mata yang menatap mereka dengan tatapan kagum.
Ada yang mengenal dan ada pula yang tak mengenal mereka. Lebih tepat nya Gale.
Banyak respon dari yang positiv hingga negativ yang di terima mereka, Khusus nya untuk Viona.
" Kamu tidak nyaman ? Akan ku jelaskan pada mereka. " Gale melihat kegelisahan di wajah cantik istri nya.
Gale tidak suka melihat wajah murung Viona. Rasa nya Gale ingin mencincang habis tubuh mereka yang menatap Viona dengab tatapan merendah kan, Terlebih lagi saat melihat mata Pria menatap Viona dengan tatapan kagum menjurus *****.
Jiwa pembunuh Gale muncul seketika.
" Aku harus terbiasa Dad, Aku tidak perduli dengan omongan mereka. Hanya harus menyesuaikan diri saja. " Ucap Viona jujur.
Ya sejujur nya dia merasa tidak nyaman, Namun harus bisa melewati ini semua. Demi cinta nya bersama Gale dan Brian.
Viona harus siap mendapat kan banyak nya cibiran dari orang orang yang melihat nya.
Sampai tiba tiba bahu nya di tepuk oleh seseorang.
Viona dan Gale menoleh ke belakang seketika.
" Minah. " Viona kaget melihat teman nya di sana.
" Oh, Ini ternyata yang membuat mu berubah. Bahkan sudah berhenti kuliah. Ternyata kau perempuan murahan juga. "
" Hey ! tutup mulut mu. " Gale marah bahwa wanita yang di ketahui nya sebagai teman Viona itu berkata begitu kasar terhadap istri nya.
Gale marah !
" Minah, A-ku tidak begitu, Dia suami ku, Dan ini putra kami. Brian. "
" Ya, Kau pelakor Viona. PELAKOR !" Minah pergi meninggalkan Viona.
Dia kecewa, kenapa Viona memilih jalan itu, Padahal Viona tau sendiri bagaimana Minah sangat membenci yang nama nya Pelakor.
Tapi Viona sendiri menjadikan diri nya sebagai pelakor itu sendiri.
Minah benar benar kecewa pada Viona.
" Dad, sudah. Ini memang salah ku. Minah adalah korban perceraian orang tua nya. Dan dia juga sangat membenci yang nama nya pelakor. " Viona mencegah kesalah pahaman antara Minah sebagai teman nya dan Gale sebagai suami nya.
" Oke, Kita belanja. Dan persiapkan diri kamu malam ini Darl, Tidak akan ku biar kan kau tidur malam ini. Karna besok adalah Hari libur, Maka rasakan pembalasan ku. " Gale tersenyum licik ke arah Viona.
__ADS_1
Viona hanya tersenyum malu malu. Dia malu bahwa Gale berkata seambigu itu yang di ketahui Viona apa maksud nya.
Sebenar nya Viona juga merindukan sentuhan nakal suami nya yang membuat nya terbang melayang hingga ke titik tertinggi nya.
" Ya baik lah, Aku milik mu. " Jawab Viona malu.
" Papa Bri ingin buah manggis itu, Kelihatan nya sangat enak. "
" Iya kita akan berbelanja buah sayang. " Viona terus berjalan di samping Troli dan Gale yang mendorong nya.
Brian duduk dengan tenang, Dia banyak berceloteh dengan gembira.
" Mangga mau sayang ?" Tanya Viona.
" Mau Mam. " Kata Brian.
" Dad ? Kamu ingin buah apa ?" Tanya Viona.
Gale berbisik di telinga Viona, " Buah dada kamu Darl. " Gila.
Gale berbisik dengan suara sensual nya dan sedikit memberikan gigitan kecil di cuping telinga Viona.
Kelakauan Gale sukses membuat Viona malu, Bahkan ada hawa panas yang kembali berkobar dari dalam diri nya.
" Aku menanti malam pertempuran kita sayanghhhh..." Is, Betapa tak tau malu nya suami Viona itu.
Bahkan dia sengaja seperti mendesah bicara pada Viona.
kelakuan Gale membuat mata yang memandang ke arah mereka dengan tatapan memuja.
" Mam, Looked That, This is Dragon Friut bukan ? Bri ingin yang berwarna merah dan putih Mam, Di beri susu dan keju, Pasti enak. "
" Iya kita akan membuat nya nanti dirumah sayang. "
" Dan aku lebih menyukai susu murni dari pabrik mu sayang."
Blush...
Wajah Viona semakin memanas. Suami nya itu benar benar mesum dan suka menggoda nya.
" His, Omes !" Dengus Viona meninggalkan suami dan anak nya di bagian buah itu.
Sekarang dia bergegas ke arah sayuran. Sebenar nya Viona lebih suka berbelanja di pasar, Namun mana mau suami nya kesana. Dengan alasan panas dan becek. Apa suami nya tidak tau bahwa sekarang pasar tradisional banyak yang sudah di lantai dan menggunakan Vaviing Block jadi tidak becek.
Jika panas mengkin memang benar. Dan alasan lain nya adalah tidak bisa menggunakan Kredit Card.
" Mam, Bri mau kacang polong. "
" Aku lebih menyukai kacang kecil milik mu sayangh...Aku akan memakan nya malam ini. " Kembali otak mesum suami nya di utarakan langsung ke Viona.
Begitu lah acara belanja mereka.
Semua kebanyakan di isi dengan celotehan dan keinginan Brian. Bahkan keinginan mesum suami nya.
__ADS_1
Satu Troli sudah penuh dengan buah dan sayur serta perlengkapan bahan makanan mereka.
Kali ini Troli kedua akan di isi dengan Perlengkapan Rumah tangga lain nya.
Seperti sabun menyabun, Dan lain lain. Puas dengan Troli penuh yang kedua, Sekarang beralih ke Troli ke 3 yang akan di isi mereka dengan aneka cemilan dan jajan lain nya.
" Jangan terlalu banyak Snack, Itu banyak mengamdung MSG sayang. " Gale mengingat kan kegiatan ibu dan anak yang sedang kalap memilih makanan ringan itu.
Kedua nya hanya bisa mengerucut kan bibir mereka saat sang Bos tidak mengizin kan nya.
" 2 atau tidak sama sekali. " Mode tegas sudah di aktiv kan maka Viona dan Brian hanya bisa mengangguk.
" Ingin yang rasa apa sayang ?" Tanya Viona saat Brian meminta aneka susu Steril dan UHT itu.
" Semua rasa Mam, Bri mau coklat juga. " Cerita Brian lagi.
" Bri mau Ice Cream. "
" Kita Beli bersama Box nya Nanti. Pabrik nya akan mengirim kan nya kerumah. " Kata sang Papa Sultan.
" Tentu Ganda yang akan mengambil nya. " Kali ini Gale tau aryi tatapan istri nya.
Mana mungkin mereka bisa masuk ke rumah rahasia mereka itu
" Sudah selesai kah ?" Tanya sang Papa Sultan.
" Sudah. " Jawab Viona.
Viona membayar semua belanjaan mereka, Dia sedikit terkejut karna hasil jumlah belanjaan mereka mencapai 18 juta ? Ini Gila Bukan ?
Jika ke pasar Viona bisa melanja satu Truk besar mungkin.
Viona masih melihat Struk belanjaan yang begitu panjang itu, Dia masih kurang percaya. Barang kali ada harga yang tidak normal atau menyelip disana.
Gale melihat itu merasa gemas sendiri. " Suami kamu ini Sultan sayang, Harta ku memang tidak terdeteksi di Negara ini. Bahkan di Negara ini kata nya orang terkaya adalah Deni Arianto Hermawan pengusaha yang menatap di Bali. Tapi jika aku memberi tahu semua nya mungkin Deni itu kalah di bawah ku. " Jiwa sultan nya keluar.
Viona hanya mendengus kesal dengan kelakuan suami nya.
Sampai akhir nya mereka pulang ke Mansion setelah lelah berbelanja dan makan bersama menguabiskan waktu bertiga hari ini.
Mobil yang di kendarai suami nya masuk ke dalam hutan Pribadi yang menuju rumah mereka, Bahkan jika dari atas sana tidak terlihat jalan menuju Mansion mereka karna tertutup pepohonan itu.
" Seperti nya jika kita berkuda disini akan terasa menyenang kan " Tiba tiba Viona berpikir memiliki Kuda.
Memang Viona memiliki Impian bisa menaiki kuda mahal itu.
" Kita akan beli Kuda nya. " Jawab sang Sultan
...❤❤❤...
Nb: Next Capter Malam panas gak nih ?
__ADS_1
Commen yang banyak ya Gaes 🙏
Follow juga aku Ige aku @amelia_falisha1511 ❤