
Setelah menempuh penerbangan dari New York ke Paris yang memakan waktu terbang selama 6 jam lebih, Akhir nya keluarga Gale sudah sampai di Bandara Internasional Paris Charles De Gaulle yang saat ini pukul 16.15 menit waktu setempat.
Keluarga Gale sudah di sambut oleh Supir yang di utus Dave untuk menjemput Tuan besar nya itu bersama keluarga nya.
" Mommy, Lea lelah syekali. " Lirih Anak bule itu.
" Gendong Mom..." Rengek nya lagi.
Namun saat Viona hendak menggendong Lea, Gale lebih dulu mencegah nya.
" Lea, Ayo gendong Daddy saja. Jangan sama Mommy ya. Mommy juga lelah. " Ajak Gale. Dia tidak ingin istri nya yang sedang mengandung itu merasa lelah karena harus menggendong putri mereka.
" Tapi Lea ingin di gendong Mommy...Bukan Daddy. "
" Lea, Listen to Daddy. Di dalam perut Mommy ada adik Lea. Mommy sedang mengandung. Bukan kah Lea bilang ingin memiliki teman bermain ?" Tanya sang Daddy.
" Benal kah ada adik di dalam pelut Mommy ?" Tanya Lea polos.
" Iya sayang..."
" Oke,Lea mau di gendong Daddy. "
" Lets go Baby..." Gale menggendong Lea dan menggenggam erat tangan Viona.
Kedatangan mereka menjadi pusat perhatian Bandara. Bagaimana tidak ? Viona yang tampak cantik dengan gaya casual nya hanya kaos dan mantel serta Jeans Dennim nya.
Dan Gale ? Juga memakai Jeans Dennim dan mantel dan dengan sengaja dua kancing kemeja nya di biarkan begitu saja.
Hal, Itu membuat para mata nakal menatap ke arah pasangan suami istri itu yang mendadak jadi pusat perhatian.
" Kita kemana Dad ?" Tanya Viona salah sudah memasuki mobil jemputan mereka.
Dia merebahkan tubuh nya di sandaran kursi penumpang nya .
" Kita ke Hotel yang sudah di siapkan oleh Dave sayang..." Gale mengelus pipi mulus itu .
Ada sedikit keringat di kening istri cantik nya itu dan Gale menghapus nya.
" Istirahat lah jika merasa lelah Darl. Aku akan menemani mu di Hotel nanti. " Mobil sudah melaju menuju Hotel yang sudah di siap kan Dave.
Dan rencana nya juga malam ini akan di adakan Pesta lajang untuk Dave dan jangan tanyakan siapa yang paling antusias disini.
Nanti kalian akan tau !
Mobil sudah sampai di Hotel yang akan menjadi tempat istirahat untuk Tuan dan Nyonya Tempat dimana Dave bekerja itu.
Sebisa mungkin dia menyiapkan uang terbaik karena itu lah Dave. Asisten dan sang tangan kanan Gale...
" Dad, Bisa kah aku tidur ? Kepala ku pusing. " Keluh Viona Mengadu pada suami nya .
" Jetlag atau yang lain nya ? Apa kita harus kerumah sakit ?" Gale panik melihat istri nya itu.
" Bukan, Aku hanya Jetlag saja mungkin Dad. " Jawab Viona mencoba menyakinkan suami nya itu .
__ADS_1
" Baik lah. Aku akan memesan Teh hijau saja ? Mau ?"
" Iya...Aku tidur dulu Dad. "
Cup
" Iya sayang..." Gale mencium kening istri nya dan Lea sebelum dia benar benar keluar dari sana.
Teh hijau nya pun sudah selesai di bawakan suami nya itu hanya demi Viona nya
" Ini Darl...Ini sengaja di buat hangat, Agar kamu bisa langsung meminum nya. "
" Oh, Terima kasih suami ku..." Viona tersenyum lalu meminum nya dengan segera .
" Tidur lah. Aku disini menemani kalian. " Gale pun mulai memposisikan diri nya di samping Viona dan memeluk wanita cantik yang sedang mengandung itu.
Gale beruntung, Karena memang Di kehamilan kedua ini Dia atau pun Viona tidak ada yang merasakan mual dan muntah nya.
Hanya saja, Gale merasa diri nya terlalu lemah, Lemah dengan perasaan nya sendiri yang membuat nya tidak percaya diri .
Gale terus memeluk Viona dan mengelus perut rata itu. Dimana ada benih nya lagi yang sedang tumbuh di rahim Viona.
" Terima kasih Tuhan, Kau kembali mempercayakan kami untuk menerima malaikat dari mu lagi. Terima kasih telah sudi memberikan manusia seperti ku banyak kebahagiaan yang dapat ku rasakan saat ini. Terima kasih Tuhan..." Tanpa terasa Gale meneteskan air mata nya saat mengucapkan rasa syukur pada Tuhan nya.
Dia begitu bahagia, Istri nya mengandung lagi. Dia memiliki Brian, dan Lea, Sih Princess dengan sejuta tingkah laku nya.
" Jika bisa aku memohon, Tolong Tuhan, Tolong berikan anak anak ku sifat baik hati seperti Viona yang penuh kelembutan, Jangan sifat arrogant sepeeti nya dulu.," Kadang Gale sempat berpikir, Apa jadi nya nanti hidup nya tanpa Viona ?
Maka dari itu, Dia siap meninggalkan Dunia ini duluan jika memang sudah saat nya nanti. Seperti yang di ucapkan Viona nya. Dia juga akan membawa hati Viona, Agar tidak ada lagi yang bisa mengisi hati itu.
Cukup lama dia terdiam menemani istri dan Putri nya tidur, Hingga tiba tiba ponsel nya berdering dan nama manusia paling menyebalkan bagi nya yang tertera di layar gawai mahal itu.
Dan sial nya itu teman nya sendiri. Teman seperjuangan nya yang menemani masa masa sulit nya. Siapa lagi jika bukan Fedrix Marvion !
Psikopat gila kelahiran Italia.s
" Why ?" Tanya Gale dengan suara dingin nya.
Hoho...Hola bung ? Are u oke ?
" Waktu ku tidak banyak. Katakan !"#
Hey ! manusia menyebalkan ! Aku hanya menyapa mu kenapa mesti marah ? Aku menghubungi mu karena merindukan My little Princess
" Dia sedang tidur bersama Mommy nya. "
Oh oke. Aku sudah tidak sabar mendengar suara nya lagi. Kami di lantai yang sama dengan mu. Di sebelah kamar mu. Julio juga baru sampai. "
" Ya aku kesana. Siap kan penjaga untuk kamar istri ku. "
Tut !
" Sial ! Selalu saja." Gerutu Fed merasa kesal pada perbuatan sahabat nya itu.
Namun tak ayal Fed langsung menyiapkan Orang kepercayaan nya untuk menemani dan menjaga Kamar Istri teman nya itu.
Ceklek...
__ADS_1
Masuk lah pria gagah dengan pakaian sedikit berantakan !
" Hoho...Selamat datang Bung ! " Fed sudah menyambut nya dengan segelas minuman beralkohol di tangan nya.
" Minum kawan ?" Fed hendak menuangkan minuman untuk Gale tapi langsung di tolak pria itu.
" Aku tidak mengonsumsi alkohol lagi. Istri ku kembali mengandung dan aku ingin menghemat serta memperpanjang usia ku agar bisa melihat anak anak ku tumbuh dengan baik !" Semua kaget saat mendengar berita bahagia ini.
Teman mereka kembali di percayakan Tuhan untuk memiliki keturunan yang sedang tumbuh di rahim istri nya.
" Selamat kawan !" Fed memeluk Gale di ikuti oleh Steff dan Dave terakhir ucapan dari Julio.
Namun ada yang aneh disini. Julio ? Kenapa dia ?
" Ada apa ?" Tanya Gale menatap Julio.
Merasa Kakak nya bertanya, Julio langsung menatap bola mata abu abu itu.
" Tidak ada ! Hanya Maslaah hati saja kak !*"
" What the hell Lio ? Oh C'mon Brother katakan apa yang kau rasakan ? Kami kami ini pakar nya soal wanita !" Ucap Steff dengan bangga nya.
Fed mengangguk membenar kan, Sementara Gale masih menatap nya dengan intens.
" Aku menyukai seorang wanita. Tapi wanita itu masih sekolah. !"
" Lalu ?" Tanya Fed mulai serius.
" Aku tidak berani mengungkap kan nya." Lirih Julio lagi.
" Katakan siapa ?" Tanya Gale tegas.
" Aliya Arianto Hermawan. Putri dari Deka Arianto Hermawan dan Kinan Bara Reynaldi Thomas. "
" What the Fvck Julio ? Kau menyukai anak Smp ? Yang benar saja !" Tanya Steff Frustasi.
Karena Steff tinggal di Bali saat ini bersama Angel dan anak anak nya. Dan dia tau siapa yang di maksud oleh Julio sih bungsu nya mereka.
" Aku mencintai nya kak. Dia begitu manis. Kami bertemu saat dia mengikuti Lomba Kimia di Jakarta, Dan waktu itu aku dan kak Dave datang, Dan dia..."
" Sudah lah Julio. Masih ada wanita lain bukan ? Apa kau ingin menunggu anak smp hah ?" Tanya Fed lagi.
" Kau 26 tahun saat ini. Dan dia ? Masih 14 tahun..." Fed mulai menasehati.
" Tidak ada masalah soal usia. Yang jadi masalah apa kau sanggup menunggu nya ? Apa kau yakin ?" Tanya Gale kali ini.
" Entah lah Kak, Aku bingung. " Jawab Julio pasrah.
" Hey, Ayolah...Jangan cengeng. Semangat Dik !" Goda Steff lagi.
Dia tau, Julio paling anti di panggil adik oleh mereka.
...🍓🍓🍓...
Mungkin, Disini akan ada yang merasa berat dengan perpisahan mereka, Tapi tenang, Di cerita Brian mereka tetap hadir tapi lebih Fokus ke Brian Love Story nya ya.
Yuk, Follow ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️❤️
__ADS_1