
Hari ini adalah hari paling menyedihkan untuk Viona, Hari ini adalah hari keberangkatan Brian.
Bahkan Viona sejak pagi tidak keluar dari kamar nya, Dia tidak berniat untuk mengantar kan Brian hari ini.
" Ma, Boleh Bri masuk ?" Di lihat nya Putra nya itu sudah siap untuk keberangkatan nya hari ini.
Melihat itu Viona semakin menitikkan air mata nya .
" Ma, Don't Cry..." Brian mendekat dan menghapus air mata Mama sambung nya itu.
" Kenapa harus pergi Sayang ? Lalu siapa yang akan menemani Mama ? Terus Bekal siapa yang akan Mama siap kan lagi ? Lalu uang 20 ribuan Mama untuk siapa ?" Viona semakin menangis melihat senyum putra nya itu.
" Ma, Bri akan sering menghubungi Mama, Jangan menangis. Bri usahakan pulang setiap Akhir semester. " Brian memeluk sang Mama.
" Janji ? " Viona memberikan jari kelingking nya yang di sambut antusias oleh Brian.
" Janji. " Sambil tersenyum memberikan keyakinan pada Mama nya.
" Mama jangan menangis lagi ya, Bri akan sedih. Jaga Baby Bear ya Ma, " Masih saja mengingat Baby Bear.
Sementara di balik pintu itu Pria Dewasa yang mendengar semua percakapan ibu dan anak itu merasa kesal.
Lagi lagi kenapa mesti menyebut dsn mengikut serta kan Baby Bear lagi ?
" Jangan biasakan mengintip Pa !"
" Huh !" Mendengus sebal saat pengintaian nya di ketahui oleh Putra nya.
Memang sudah tidak bisa di ragukan lagi ketajaman pendengaran Brian memang turunan nya.
" Kenapa hanya Mama yang di peluk ?" Gale langsung ikut bergabung memeluk Anak serta istri nya.
" Sudah waktu nya Bri, " Imbuh sang Papa.
" Tidak ingin mengantarkan Brian Darl ?" Tanya Gale lagi.
Viona menggeleng, Dia benar benar tidak siap melihat kepergian putra nya.
" Love you Mama Vio, My Angel " Ucap Brian sebelum meninggalkan kamar Mama dan Papa nya.
" Bri Pergi Pa, " Pamit anak Mandiri itu.
Sebenar nya Gale juga berat melepas kepergian Brian, Karena merasa belum puas memberikan kasih sayang yang banyak untuk Brian.
Karena selama ini Gale hanya tau bekerja dan bekerja, Hanya semenjak kehadiran Viona lah kehidupan nya dan Brian benar benar berubah.
Di halaman Yang Luas itu, Ke empat anak itu sudah saling berpelukan dengan orang tua mereka masing masing, Melepas rasa rindu dan rasa sayang mereka.
" Jangan nakal !" Peringat Emak nya Jaka.
__ADS_1
" Iya Mak. " Jawab anak slengean itu.
" Dimas pergi ya Buk, " Pamit Anak panakut itu.
" Jangan lupa kencing sebelum tidur. Nanti ngompol. " Seketika Dimas merasa malu.
" Jangan lupa sholat ya Nak, Ngaji nya di rutinin. " Orang tua Angga melepas kepergian anak nya.
" Iya Bunda. " Sahut Angga dengan pasti.
" Oke, Bri berangkat Pa, Uncle Fed, Uncle Steff, Kak Julio. "
" Pastikan tempat tinggal mereka Dave, Aku tidak ingin anak anak itu dalam bahaya, Aku percaya pada mu. "
" Baik Tuan. "
Brian masih melihat ke arah jendela kamar Mama nya, Menantikan kehadiran Mama nya, Namun sampai saat dia menaiki Hellikopter pun Mama nya tak Juga terlihat.
Hati Brian benar benar sedih, Mama nya tidak mengantar nya atau pun memberi selamat jalan untuk nya. sementara teman teman nya di antar oleh ayah dan ibu mereka, Hanya Brian saja yang di antar Papa nya, Walau bersama para Uncle nya juga.
Viona benar benar sedih, Bahkan dia sudah luruh duduk di lantai kamar nya.
Menangis tersedu sedu melihat kepergian Brian putra sambung nya.
Gale begitu terkejut melihat istri nya terduduk di lantai kamat dekat balkon mereka.
" Darl, Kamu kenapa ? Apa ada yang sakit sayang ?" Tanya Gale menggendong istri ke tempat tidur.
Gale membiar kan istri nya memukuli tubuh nya, Agar istri nya merasa lega.
Cukup lama Gale membiarkan istri nya menangis dan melampias kan rasa kesal nya.
" Sudah ? " Tanya Gale saat Viona melepas kan pelukan nya.
Di hapus Gale air mata yang membanjiri wajah cantik wanita itu dengan sayang nya.
" Maafkan aku membiarkan Putra mu pergi, Tapi percaya lah, Brian bukan anak yang lemah. Bahkan dia bilang akan menjaga mu dan adik adik nya nanti. Kamu percaya sama Brian ?" Tanya Gale lagi.
" Apa kita bisa mengunjungi nya ? Atau Kita pindah juga kesana ? Bukan kah Daddy kaya ? Kita bisa kan pindah kesana dan memantau keadaan Brian ?" Gale kaget saat istri nya bicara soal kepindahan mereka Ke Amerika.
Sebenar nya Gale juga pernah memikirkan hal ini, Tentang kepindahan mereka untuk keamanan Viona.
Namun masih banyak hal lain lagi yang harus di pertimbang kan. Mungkin Nanti, Walau sebenar nya juga Gale ingin membawa Keluarga nya pindah kembali ke Negara asal nya.
Mungkin nanti, Setelah kelahiran Viona.
" Dad, Ayo kita pindah dari sini. Kamu bilang disini sudah tidak aman bukan ? Maka ayo kita pindah dari sini. " Ajak Viona lagi.
" Darl, Dengar aku sayang, " Gale memegang kedua pundak istri nya.
__ADS_1
" Kita akan pindah Darl, Kita akan kembali ke Negara ku. Tapi nanti, Setelah semua nya benar benar siap untuk kita pindah. Tapi tidak sekarang Darl. Banyak hal yang harus di persiap kan dan kita Urus juga disini. " Jelas Gale lagi.
Viona mengangguk, Membenar kan ucapan suami nya.
Sementara di luar sana, Ada yang sedang memantau keberangkatan Hellikopter dan melapor kan Ke Bos nya.
" Tuan, Hellikopter baru saja keluar dari Mansion nya Tuan Gale, Tapi saya tidak bisa memastikan nya siapa yang ada di dalam nya. Akhir akhir ini memang Kendaraan yang keluar masuk Mansion itu adalah Hellikopter. Dan Bahkan Mobil yang biasa mengantar kan Anak itu sekolah juga tak terlihat lagi selama dua hari ini. " Jelas anak buah nya.
" Pantau kemana keberangkatan mereka ! Kemana Hellikopter itu pergi. " Titah sang Bos nya.
" Arah Bandara Tuan, "
" Lanjut kan. "
Setelah menerima informasi dari anak buah nya, Sang Tuan masih memikirkan bagaimana cara nya bisa menembus pertahanan Keamanan Gale.
Gale benar benar memastikan, Keamanan dan kenyamanan serta keselamatan keluarga nya.
Kubu Gale benar benar di isi oleh orang orang kuat, Bahkan Kesadisan Fed sudah tidak di ragukan lagi kebenaran nya di Italia. Di dunia Bisnis atau pun di Dunia bawah sekaligus.
Bahkan Steffano Orion, Hacker handal, Dan juga Psikopat yang sama mengerikan nya dengan Fed teman seangkatan nya di Dunia Bawah.
Steffano berasal dari Jerman dan Fed dari Italia.
Sedang kan Dave, Sang asisten, Tangan kanan Gale adalah seorang ahli racun dan ahli bisnis. Jangan ragukan lagi kepintaran dan kejeniusan Pria keturunan China itu.
Lalu Julio ? Pria yang di anggap remeh oleh mereka adalah Ahli nya dalam persenjataan. Sniper handal yang di pungut Gale dari jalanan dan di jadikan mesin pencetak uang bagi nya.
Karena senjata rancangan nya Di perjual belikan oleh nya. Dan jangan lupakan mesin pembunuh asli nya.
Gale Thominshon Jade sendiri. Monster pembunuh yang sesungguh nya. Serta kubu pendukung nya, Jordan Bart Mafia persenjataan dari Jerman dan Mark Anderson dari Nevada. Yang terkenal dengan tangan pembunuh nya.
Orang itu benar benar harus matang untuk bisa menembus dan mendapat kan apa yang di ingin kan nya.
Yaitu Jawa dari Gale Sendiri sebagai target nya.
Tapi bagaiman cara nya ? Bahkan sampai saat ini pun dia belum juga menemukan solusi nya.
" Stop It " Ucap nya pada wanita bayaran yang sedang mengulum pedang panjang nya di bawah sana.
" Pergi " Ucap nya lagi setelah melempar kan lembaran uang 100 $ Kepada Wanita berambut pirang tadi.
...🍃🍃🍃...
Jangan Lupa Follow akun ige ibuk @amelia_falisha1511 ❤️
Baca juga Bang Jery dan Istri muda nya Senja.
__ADS_1
Jan lupa mampir yakkk ❤️