
Sepanjang jalan Gale masih bungkam hingga mereka sampai di Mansion lama.
Gale langsung keluar dan di susul Calista. Pikir nya Gale akan kembali pada nya dan dia sudah bersorak kemenangan nya.
Brakkk...
Pintu di buka paksa oleh Gale. Para pelayan bersiap untuk mendengar kan peranh Dunia antara Gale dan Calista.
" Apa yang kau ingin kan ?" Tanya Gale geram.
" Kau !"
Lantas Gale tersenyum miring melihat nya.
" Atas dasar apa aku harus kembali pada mu ? Wanita yang tidak pernah memghargai suami nya sendiri ?"
" Ayo lah Gale. Kau bukan lagi remaja yang masih membutuh kan perhatian "
" Namun sayang nya aku membutuh kan itu. Dan kau tau ? Istri ku sangat pandai melayani ku semua nya ! Semua nya Calista ! Semua !" Lama kelamaan Emosi Gale memuncak.
" Sudah ku katakan berulang kali bahwa cukup kau diam dirumah dan mengurus Brian. Kau ingin apa ? Aku bisa memenuhi semua nya ! Apa kurang kekayaan ku hingga kau memilih menjual tubuh mu itu kebanyak pria di luar sana ?"
" Aku selama ini tutup mata dengan kesalahan mu. Aku kira kau bisa menjadi ibu yang baik untuk Brian. Kau tau ? Anak ku menerima rundungan dari teman teman sekolah nya. Dya malu memiliki papa seperti ku. Dya mau setiap kali liburan sekolah hanya bersama Para pelayan nya. dimana kau sebagai ibu nya hah ? Pakai otak mu. Aku memilih diam selama ini karna aku kira kau bisa berubah. ternyata apa ? Kau tetap sama. Sekali dari lumpur akan tersisa juga bekas dan bau nya. Kau tau itu. !"
" Dan lumpur ini yang selalu memuasakan mu !"
" Ya dulu. Sebelum aku tau kau lebih hina dari wanita murahan di luar sana. Kau tau ? Seujung kuku nya Viona pun kau tidak pantas bersanding dengan nya.
" Dia wanita yang telah merebut suami ku. "
" Aku yang memilih nya !!! Kau tidak pantas merendah kan nya !" Emosi Gale semakin memuncak.
" Ga-le le-passs" Calista sudah hamlir kehabisan nafas saat Gale mencekik nya.
Sorot mata Gale berubah menjadi sadis. Gale sang Mantan mafia kembali. Emosi nya di pancing Calista. Gale marah saat Calista merendah kan Viona.
Bukan Gale lemah, Tapi dia tidak ingin mengecewakan Viona nya. Gale masih ingat kata kata istri muda nya itu saat mereka di Turki.
Bahwa Mereka tidak boleh menjadi pendendam. Karna Tuhan akan marah dan Murka Jika kita menjadi pendendam dan mengikuti sifat setan.
Oh God, Viona nya sangat tulus.
Brugh...
Calista di hempas kan Gale setelah hampir kehabisan nafas, Gale kembali mendekati nya dan mencengkram kuat rahang Calista hingga berbunyi.
" Kau tau ? Aku sudah lama tidak menyakiti orang. Karna orang orang takut dengan ku. Dan kau ? Dengan berani nya kau bermain di belakang ku ? Apa yang pantas diterima seorang penghianat seperti mu ? " Tanya Gale dengan seringai jahat nya.
" Saat kau keluar dari sini nanti, Kau akan kehilangan istri muda mu itu. "
Plakkk...
Gale menampar dengan keras wajah Calista. Dia langsung teringat Viona nya.
__ADS_1
Brak...
Ceklek...
Di kunci nya Calista dari luar dan di biarkan nya di dalam sana terus menjerit meminta di buka. Namun Gale menulikan pendengaran nya.
" Dave, Perketat keamanan Viona. Jangan biar kan siapa pun masuk sebelum aku datang. dan jangam biarkan dokter keluar dari ruangan Viona. aku akan kesana. !" Dave bingung mendengar nya.
Lantas Dave yang sedang di toilet merasa heran. " Sial !" umpat Dave langsung berlari keluar dari kamar mandi dan menyusul Viona ke ruangan nya.
Sementara yang di dalam ruangan bersama Viona mendapat kan pesan bahwa Dave akan segera tiba.
" Oh **** ! See you My Angel. " Di kecup nya bibir Viona dan sedikit melummat nya.
Oh tidak, Ini benar benar luar biasa. Bahkan dia sedikit meremmas dada Viona. Sangat kurang ajar Bukan ?
" Sampai jumpa lagi My Angel. " Dya langsung meninggalkan ruangan Viona setelah melakukan aksi bejat nya.
Dave terengah engah saat memasuki ruangan Viona. Dya kaget karna baju Viona sedikit berantakan.
Tak lama dokter datang untuk memeriks keadaan Viona.
" Selamat siang Tuan, Hasil pemeriksaan nya sudah keluar. Anda suami nya ?" Tanya dokter.
Dave langsung meneliti nya dengan mata tajam nya. Benar. Ini dokter yang tadi yang telah memeriksa Viona.
" Bukan ! Suami nya sedang dalam perjalanan. "
" Tunggu disini. Suami nya akan sampai. " Cegah Dave.
Sementara di luar sana Pria bejat tadi sudah berada di dalam mobil nya bersama Asisten keasayangan nya.
" Rasa nya sangat luar biasa Lex, Bibir nya manis, Dada nya sangat kenyal. Oh, Dya sangat seksihhh..." Kurang ajar !
Max lah tersangka nya.
" Jangan melewati batasan mu Tuan, Kita tidak bisa meremeh kan Tuan Gale. Selama ini dia tidak pernah terlibat dalam Dunia bawah lagi bukan berarti dia lemah. Kau salah jika berpikiran seperti itu. " Tegur Alex
" Kenapa kau cerewet sekali ? bawa aku ke tempat biasa. Aku ingin wanita luar bias yang bisa memuaskan ku saat ini juga. " Alex hanya bisa menurut saja.
Saat Mobip mereka hendak keluar mobil Gale sampai dan mereka hampir bertabrakan.
" Pakai mata mu saat berkendara bodoh !" Umpat Gale kesal.
Max langsung diam , di lihat nya sorot mata Gake yang siap menerkam siapa saja disana.
Mereka bingung harus apa. Gale tau wajah Alex, dan Max tidak ingin Gale tau wajah nya yang sekarang.
" Kau yang salah kau pula yang marah ! dasar monster !" Jawab Max santai.
" Jalan !" Titah nya ke Alex.
Setelah pergi Nya mobil itu Gale kembali melajukan mobil nya hingga parkir sembarangan di lobi rumah sakit dan langsung menuju ruangan Viona.
__ADS_1
Brakkk...
Nafas nya terengah engah saat memasuki ruangan Viona.
Disana sudah ada dokter dan Dave, bahkan di lihat Gale baju Viona sedikit berantakan.
" Apa yang terjadi ?" Tanya Gale dingin.
" Nyonya hanya kecapekan saja Tuan. Terlebih disini saya membaca bahwa Nyonya masih dalam masa nifas setelah riwayat keguguran nya. Jadi jangan sampai setres. Selebih nya semua aman. !"
" Siapa nama mu ?" Tanya Gale lagi.
" Saya dokter Kamal Tuan. "
" Dave," Panggil Gale.
Dave langsung mengerti dan keluar dari kamar itu.
Gale langsung menghampiri istri nya itu.
" Hey Darl, Bangun sayang...Hey..." Gale mengusap pipi Viona dengan lembut nya.
" Damn it ! " Gale melihat bibir Viona basah, Baju nya sedikit berantakan.
Bahkan sebelah Batok kelapa gandeng nya ahh...Gale tidak bisa berpikir jernih.
Mata tajam Gale memindai setiap inci tubuh Viona.
" Brengsekkk...siapa yang berani menyentuh Viona ku ?" Geram Gale marah.
" Fed, Lihat Seluruh Cctv rumah sakit Internasional ! Seluruh nya dan aku ingin hasil nya sore ini. " Tanpa pandang bulu Gale langsung memutus kan sambungan telepon nya.
Tak lama Viona sadar, Dya meleguh dan susra lembut itu menyadarkan Gale.
" Sayang, kau sudsh sadar. " Tanya Gale lembut.
Viona melihat ke arah suami nya. Apa benar dya menunggu nya disini ?
" Dad, "
" Sssttthhhh...Jangan banyak bergerak dulu. Kamu harus istirahat. "
" Calista ?"
" Jangan menyebut nama nya lagi. "
" Tapi Dad,"
" Viona sudsh cukup ! Jangan membahas nya lagi. Sidang putusan besok kan merubah segala nya. Istirahat lah !"
...❤❤❤...
Follow my ige @amelia_falisha ❤
__ADS_1