
" Sial sial sial !!! " Gale terus mengumpat di dalam mobil saat Gandy bicara bahwa Oliv menelpon bahwa Nyonya Calista juga berencana ke sekolah nya Brian.
Hal itu membuat Gale panik setengah mati. Bagiamana jika Viona nya terluka ? Bagiamana jika Calista menyakiti Viona ?
" Aaahhhkkk...minggir brenggsekkk !" Umpat nya lagi.
Tak perduli entah berapa banyak dya mengumpat bahkan di umpat balik oleh pengendara lain nya.
Bahkan sepanjang jalan Klakson mobil Gale terus berbunyi.
Orang gila mana yang menyetir ugal ugalan seperti itu ?
Bahkan Gale sampai di kejar polisi lalu lintas karna menerobos lampu merah.
" Mengapa saat darurat seperti ini harus ada polisi ? Sial !" Gale kembali lagi dan lagi mengumpat kasar.
Yang di pikirkan nya saat ini adalah keselamatan Viona nya.
...🍃🍃🍃...
Sementara di Kiddy School nya Bria saat ini suasana masih tegang.
Kenapa Brian tidak datang ke pelukan nya Batin kedua wanita itu.
" Brian...Mama Miss You Baby. " Ucap Calista langsung kembali memanggil Brian.
Deg !
Jantung Viona mau copot dari tempat nya sangking kencang nya berdetak.
Bahkan saat ini Dave juga sudah memberi kode untuk Viona pergi, Namun seperti nya Nyonya Muda nya itu masih shock melihat adegan di depan nya itu.
" Mama Calista..." Cicit Brian.
Calista heran, Kenapa Brian memanggil nya dengan mama Calista ? Ada apa ini ?
Apakah ?
" Oh Shit ! Gale sudah mengenalkan wanita itu pada Brian. " Batin Calista lagi.
Oke, Ini saat nya dya mengorek informasi lanjutan dari Brian.
" Kau cerdas Calista !" Calista kembali menyeringai mengetahui Fakta itu.
" Aku akan mendapat apa yang aku ingin kan Dave. " Ucap Calista saat melewati Dave begitu saja.
" Brian...ayo sayang, Peluk Mama. " Ragu ragu Brian datang ke Calista.
Viona masih mematung disana. Viona kasihan melihat wajah tertekan Brian. Viona tidak tega. bahkan selama mereka tinggal Viona tidak pernah melihat wajah Brian murung.
" Ayo mama temani. " Calista membawa Brian pergi.
Tapi Brian masih terus menatap ke belakang. Calista penasaran siapa yang di lihat Brian.
Satu
Dua
__ADS_1
Tiga.
Dan Grep.
Calista melihat ke belakang namaun tidak melihat apa pun disana. Lalu apa yang di lihat Brian ?
" Darl, Pergi dati sini. Pulang lah. Bawa mobil ku. Bawa Darl, Pergi lah. Aku mencintai mu. " Viona menurut saja dan meninggalkan Gale. Viona menuruti semua perintah Gale.
Sejenak Calista termenung, Lalu dya berbalik dan berlari seketika. Dya mencari apa yang harus di cari nya.
Dave panik, Karna dya juga melihat Tuan nya datang tepat waktu dan membawa Nona muda nya.
Calista curiga saat melihat tatapan Aneh dari Brian dan Dave mengapa mereka terus melihat ke belakang.
Saat sampai di parkiran Calista melihat Gale disana, Di lihat nya punggung tegap berbalut jas hitam itu dan jangan lupakan BMW milik Gale baru saja melaju.
Langsung saja Calista berlari menuju mobil nya, Namun Pendengaran tajam Gale langsung menerima sinyal bahaya yang akan mengancam Viona nya.
" Akan ku dapat kan kau !" Batin nya lagi.
Secepat kilat Gale berlari dan mencekal tangan Calista saat hendak memasuki mobil nya dan Gale langsung merebut kunci mobil Ferrari kuning milik Calista dan memasukan nya ke dalam kantong celana nya.
" Kembali kan kunci mobil ku Gale. Akan ku habisi wanita itu. " Teriak nya.
" Sebelum kau menyakiti nya, akan ku pastikan lebih dulu kau merasakan apa itu sebuah rasa sakit. !" Ancam Gale.
" Aku tidak takut. Bahkan jika aku mati sekali pun aku rela asal bisa menghabisi Wanita murahan itu. Tapi akan ku pastikan aku akan baik abaik saja. "
" Diam ! Tutup mulut mu !"Bentak Gale.
" Kenapa ? kau sudah kecanduan dengan wanita jalaang itu iya ? Bahkan kau membawa anak ku tinggal dengan jjalang mu itu Gale. Apa kau gila Hah ?" Bentak Calista murka.
Deg !
Gale kaget saat dya sendiri yang menyebut kan nama Wanita yang di cari Calista.
Seketika Calista menyeringai disana.
" Viona ? Viona Viona ? Wah...wah...wah...nama yang bagus !" Puji Calista sambil bertepuk tangan di hadapan Gale.
Gale mengertakan gigi nya karna emosi nya telah di pancing Calista seketika.
" Setelah ini akan ku ajar kan pada mu bagaimana cara nya menghargai suami. " Gale berlalu dan langsung menghampiri Dave dan Brian disana.
Segera dya melakukan proses penyerahan uang donasi yang di minta Brian. Bahkan Gale memberikan uang sebanyak 500 juta untuk Donasi Peduli Palestine dan 50p juga pula untuk Panti asuhan lain nya.
" Bawa Brian pulang Dave. Aku akan bersama Calista. " Dave mengangguk.
" Jangan berani membawa Brian Dave !" Teriak Calista.
Langsung saja Gale menahan tangan Calista agar Dave bisa membawa pergi Brian dari sekolah nya.
Setelah kepergian Dave membawa Brian, Gale membawa Calista pergi.
Tanpa mereka sadari, Sejak tadi ada yang memantau kejadian itu dengan terperinci tanpa terlewat kan sedikit pun.
Bagaimana Viona ? Dimana dya sekarang ?
__ADS_1
Sekarang Viona sedang duduk termenung di Restoran Cepat Saji dengan lambang Paman Sam, Memegang paha Ayam Crispy.
Kenapa sakit sekali rasa nya ? Sakit tapi tak berdarah ?
Lama Viona mengantri akhir nya pesanan nya 2 Extra Big Lears sudah tersaji di hadapan nya.
Viona memberikan kartu milik Gale dan segera pulang ke rumah nya.
Ya Rumah yang di tempati nya dan Gale.
Sesampai nya dirumah Viona hanya diam dan termenung. Bahkan saat memberikan Dua box besar Ayam Crispy tadi pun dya hanya diam saja.
Menaiki anak tangga satu persatu hingga dya sampai di lantai dua, Viona langsung masuk ke kamar nya dan memberih kan diri nya.
Ini kah yang harus di jalani nya ? Dya menerima sendiri bahwa dya sanggup menjadi iatri kedua dari Gale.
Namun apa harus seperti ini jadi nya ?
Lama dya melamun sampai jam makan malam pun tiba. Lamunan nya tersadar saat Silva memanggil nya.
Berjalan gontai ke meja makan Viona nampak lesu disana.
" Mama Vio, Ayo kita makan. " Suara Brian mengalih kan pandangan kosong nya.
" Ayo. " Akhir nya Viona dan Brian makan malam tanpa hadir nya kepala keluarga yang masih memeberikan Calista istri pertama Pelajaran.
Gale mencabut semua Fasilitas yang di berikan nya untuk Calista. Mobil kartu kartu . Bahkan saat ini Calista hanya memgang 200 juga saja perbulan. Dan itu sudah mutlak bagi Gale.
" Hentikan Gale. Sakit !" Teriak Calista saat tangan nya di cengkram kuat oleh Gale.
" Apa mau mu ?"
" Wanita murahan itu !"
" Cukup ! Dya bukan wanita murahan. Dan ingatbini baik baik. Jika sampai Nyonya kalian ini keluar dari rumah, Nyawa kalian taruhan nya. Sekarang dya tahanan rumah ini. Ingat itu. Kemari kan dompet mu . " Gale menarik paksa tas milik Calista dan mencabut semua fasilitas nya. kartu kredit,debit mau pun atm biasa serta semua kunci mobil. " Calista kalah ksli ini dan membiarkan semua nya. Toh melakwan Gale akan terasa sia sia saja saat ini.
Kembali pulang ke rumah bahagia nya bersama anak dan istri muda nya.
Dirumah bahagia itu, Viona masih menamani Brian mengerjakan Pr sekolah nya. Bahkan anak seusia Brian sangat luar biasa cara pemikiran nya.
Bahkan Viona kagum dengan pola pikir Anak usia 5 menuju 6 tahun itu. " Mama, Bagaimana ? Apa benar ?" Tanya Brian saat Pr nya sedang di periksa oleh Viona.
Bahkan Viona tidak mengajari nya sama sekali tapi, Anak itu sangat luar biasa.
Viona bahkan bisa menabak, Anak itu akan menjadi orang hebat nanti nya.
" Mama Vio, Bri sayang mama Vio. " Ungkapan Tuan Mida keluarga Jade itu terdengar sangat tulus.
" Ya sayang. Mama juga menyayangi Bri. Sekarang ayo, Mama temani tidur. "
" Tidak usah Ma, Bri sendiri aja. Good Night Mama Viona "
" Have A Nica Dream Son. " Akhir nya Brian dan Viona berpisah di depan kamar masing masing.
Menghempas kan tubuh nya di kasur super empuk itu, Tak butuh waktu lama Viona langsung terlelao karna memang samgat lelah hari ini.
sekitar sepuluh menit kemudian Gale sampai di kediaman bahagia mereka, Lantas langsung mencari istri muda nya yang mungkin sudah tidur .
__ADS_1
Dan benar, Viona nya sudah tertidur pulas dengan selimut yang membungkus ssmpai sebatas Dada nya.
Gale benar benar merasa bersalah hati ini. Untung dya dstang tepat Waktu saat siang tadi.