
Seperti apa yang di katakan Brian di meja makan pagi tadi, Hari ini dia akan membawa teman teman nya ke Mansion untuk sekedar bermain dan belajar.
Saat ini Mereka sudah berada di depan gerbang Utama Hutan. Disini lah ke empat anak itu. Di dalam Mobil Brian yang di jemput Ganda.
" Kamu Yakin Bri, Ini rumah kamu ? Kita masuk hutan loh ini. " Jaka mulai resah.
Pasal nya ini hutan, Bukan rumah yang di katakan Brian.
" Iya Bri, Aku kok serem ya...?" Kata Dimas sih penakut. Tapi cukup pintar untuk ukuran rakyat seperti nya. biasa.
" Ya Allah ya Rabbi Brian...Itu ada Harimau Bri. Kamu gak salah kan Bri ?" Angga sih alim mulai menyerukan ketakutan dan keterkejutan nya.
" Tenang Lah. Itu Jenni, Dia Peliharaan papa ku. " Dengan enteng nya Brian menjawab ketertakutan Angga.
Mereka kembali diam sampai di Gerbang terakhir, Ketiga teman Brian melongo melihat pagar yang begitu tinggi dan besar itu.
" Ingat, Setelah ini tepati janji kalian untuk tidak menjauhi ku atau berteman dengan ku secara tidak tulus. Aku akan membenci kalian nanti nya. " Ketiga anak biasa itu mulai mengangguk dan paham.
" Hah ?"
" Ya Allah "
" Aku Mimpi ?" Mereka semua terkejut saat melihat pagar mewah itu terbuka dan nampak lah rumah mewah milik Brian.
Mereka masih kaget beserta kagum dengan mulut yang sedikit terbuka.
" Tutup mulut kalian. Jika tidak ingin Wolli melihat kalian. !"
" Siapa Wolli ?" Tanya mereka bertiga.
" Itu !" Tunjuk Brian pada Singa putih yang sedang duduk bersama Macan Amerika berwarna hitam itu.
" Aaaakkkhhhh....." Mereka langsung masuk kembali ke dalam mobil sambil berkeringat dingin.
Bahkan Dimas sudah terkencing di celana nya sangking takut nya.
Brian hanya menepuk kening nya karna Dimas sangat penakut. Bahkan sampai mengompol di celana.
" Ayo masuk. Mereka baik. Ganti celana mu Dimas. Kau Jorok sekali. "
Mereka mulai masuk ke dalam Mansion Brian. Bahkan mereka tidak tau apa itu Mansion.
" Ingat, Saat berjumpa dengan Papa ku kalian harus memanggil nya Om Beruang yaaa..." Brian ingin kembali melihat wajah Frustasi Papa nya.
Sekarang, Seakan kegiatan mengganggu Papa nya adalah kegiatan mutlak untuk nyam Melihat wajah Gila Papa nya membuat kesenangan tersendiri untuk Papa nya.
Ketiga teman nya mengangguk mengerti. Mereka berdecak kagum melihat keindahan dan kemewahan rumah Brian. Ternyata Brian bukan orang biasa seperti mereka. Ya sudah pasti. Terlihat dari postur tubuh dan bentuk wajah Brian saja orang sudah tau bahwa Brian bukan dari kalangan biasa seperti mereka.
Brian membawa ketiga teman nya menuju meja makan untuk menyantap makan siang nya. Saat mereka sudah duduk di meja makan Papa dan Mama Brian datang untuk bergabung.
Anak anak itu langsung melongo melihat betapa cantik nya Mama Brian, Dan Papa nya Brian sangat tampan. Orang barat pikir mereka.
__ADS_1
" Selamat Siang semua..." Sapa sang bidadari Cantik nya Rumah ini.
" Selamat siang Mama Brian..." Sapa mereka.
" Selamat datang di rumah Brian. " Lanjut Viona.
" Ini mah bukan rumah Tante. Ini istana kerajaan. " Sih Jaka sang bocah bocor dan tengil.
" Mulut mu gak bisa diem ya. Ka. " Dimas Mulai menegur teman nya.
" Maaf ya Tante, Jaka memang gitu orang nya. " Angga sih alim.
" Ayo makan semua. " Ajak Viona lagi
" Iya Tantee..." Mereka mulai menyantap makan siang nya. Bahkan mereka banyak yang menambah karna makanan nya sangat enak.
Gale terus menatap ke arah Teman teman putra nya. Terlihat anak anak itu seperti tidak pernah makan enak. Ya Tuhan, Hati Gale merasa teriris melihat anak anak itu. Semenjak hadir nya Viona, Kehidupan nya berubah sekali. Dia yang dulu nya tidak pernah peka terhadap keadaan sekeliling nya kini jadi faham arti kehidupan bermasyarakat.
Saat Gale terus menatap ketiga teman anak nya, mereka merasa malu di lihat seperti itu langsung menghentikan kegiatan makan siang mereka.
" Maaf ya Om Beruang..."
Uhuk....
Gale tersedak air liur nya sendiri saat ketiga teman anak nya bilang dia Om Beruang ?
Melihat ke arah istri nya wajah Gale menjadi pias. Dia sudah mengatakan tidak ingin di panggil Papa Beruang atau apa pun. Itu menggelikan di dengar nya.
" Darl, " Wajah nya sudah memelas.
" Si-siapa yang menyuruh kalian memanggil Om Beruang ?" Tanya Gale dingin.
Seketika ketiga anak itu menjadi takut dan gemetar.
" Be-Brian Om. " Jawab mereka serempak.
Ya Tuhan, Brian...Salah apa Papa pada mu nak ? Salah apa ???
Rasa nya Gale ingin meledakan kepala orang saat ini juga. Kepala nya mau pecah. Baru saja dia muntah karna melihat Viona makan Alpukat kocok dengan susu kental manis dan keju, Sekarang malah putra nya membuat kepala nya kembali pusing.
Gale semakin histeris saat mendengar suara aneh di susul bau yang menyengat
" Duuutttt....." Semua melirik ke arah Jaka.
Sedang kan Jaka hanya bisa tersenyum. Inilah dia. Jika merasa takut pasti akan Terkentut.
" Maaf, " Semakin pias saja wajah Jaka.
Tak jauh pula wajah Gale yang semakin pucat.
" Hoeeekkk...Hoooeeekkkk...." Gale menutup mulut nya langsung berlari ke kamar mandi.
__ADS_1
Dia kembali memuntah kan semua isi perut nya. Bahkan makan siang nya menjadi sia sia saja. Karena ikut keluar semua juga.
Keringat sudah bercucuran, Wajah nya semakin pucat. Viona tidak tega dengan suami gagah nya itu.
" Sayang...Kamu baik baik saja kan ? Aku masuk ya..." Viona ikut masuk melihat suami nya memuntah kan semua isi di dalam perut nya.
Viona semakin kasihan dengan suami nya. Biasa nya Pria gagah itu dengan sejuta karisma nya dan sekarang harus berjuang keras.
" Maaf aku Pa..." Gale menoleh ke arah istri nya yang masih mengelus punggung nya dengan sayang.
Gale menjatuh kan kepala nya di ceruk leher Viona. Ini lah obat terampuh nya. Mencium aroma tubuh Viona yang menenangkan nya.
" Aku mencintai mu. " Itu Jawaban yang di terima Viona dari suami nya.
Viona semakin menangis dan sedih melihat keadaan suami nya.
" Aku Juga mencintai mu Gale. " Jawab Viona mantab.
Gale semakin semangat dan sudah mendingan dengan mencium aroma tubuh Viona.
Mereka keluar dari Kamar mandi di dapur. Dan para Maid sudah menyambut mereka. Para Maid juga ikut Prihatin dengan Tuan mereka. Yang biasa nya gagah kini ikut merasakan efek kehamilan sang Nyonya.
" Maafin Jaka ya Om. Jaka gak sengaja. Jaka memang gitu kalau takut. Suka kelepasan sendiri. " Anak itu mengaku salah di depan Gale.
Melihat wajah pucat teman anak nya Gale juga tak tega.
" Iya gak masalah. Kalian ingin belajar bukan ?" Ketiga nya mengangguk mantap.
" Maka belajar lah dengan benar. Sekolah dimana pun kalian ingin sekolah. Om akan membiayai nya. Katakan pada orang tua kalian untuk tidak memikir kan biaya nya. Om akan menanggung semua nya. Karena kalian sudah berbaik hati ingin berteman dengan Brian." Anak anak itu masih diam dan melongo.
" Nanti katakan pada Brian atau om Ganda yang akan mengantar kalian. Mereka yang akan menjelas kan nya. " Ketiga anak itu mengangguk tanda mengerti.
Gale dan Brian pergi dari sana dan berjalan jalan di kebun belakang. Menghirup udara segar. Saat melewati pohon manggis, Gale ingin memakan nya. Mungkin akan enak . Pikir nya begitu.
" Ingin manggis Dad ?" Tanya Viona lembut.
" Iya. Tapi aku tidak bisa memanjat nya. " Keluh Gale pelan. Merasa sedikit menyesal.
" Kita bisa manjat om. Jaka mah paling jago manjat. Bahkan manjat pohon kelapa mak Erna aja dia jago. " Mak Erna adalah Mamak nya Dimas yakk...
" Ayo cepat manjat. Nanti om kasih hadiah. " Seru Gale heboh.
" Tenang Om Beruang. Jaka mah Jago atuh..." Sombong bocah itu.
Rasa nya Gale kembali ingin menangis saat di panggil Om Beruang. Gale benar benar akan mengajak Duel Beruang yang sedang di pesan oleh Dave nanti nya.
...😂😂😂😂😂...
Kemaren Papa BerUang. Lah sekarang Jaka bilang Om BerUang wkwkwkwk
__ADS_1
Om BerUang mau nangis Genks 😂😂😂
Follow ige BukBer Ya @amelia_falisha1511 ❤️❤️❤️