
Happy Reading 😉
Revan melihat Ara yang baru saja keluar dari dalam mobil Adam, cowok itu berlari menghampiri Ara dan menyapanya.
"Hai, Ra," Ara menoleh ke belakang melihat Revan tersenyum padanya.
Belum sempat Ara menjawab sapaan dari Revan, tiba-tiba ada beberapa siswi yang berteriak menyebut bahwa Ara adalah cewek penggoda.
"Wah, ternyata bener ya, gosip itu, tuh barusan dia keluar dari dalam mobil mewah, dan Revan, kok lo bisa tergoda sama Ara? Emang lo di kasih apa sama dia?"
"Sepertinya Ara make dukun, pantesan banyak cowok yang suka sama dia, tuh bahkan sekarang Revan juga ikutan kegoda!" sahut siswi yang lain.
"Dasar pelakor!! gak tau malu, lo merusak hubungan Angel sama Revan!"
Ara yang mendengar itu hanya bisa mengepalkan tangannya, ingin rasanya membalas hinaan mereka, tapi Ara harus bisa tahan, sepertinya mereka semua memang ada yang menyuruh, Angel. Pasti cewek itu.
Sedangkan Revan langsung menatap tajam ke arah beberapa siswi itu, tatapannya yang menusuk langsung bisa membuat mereka diam seketika.
"KALIAN SEMUA DENGAR!! putusnya gue sama Angel gak ada hubungannya dengan Ara! itu semua murni karena gue udah gak suka sama Angel! jadi jangan libatkan Ara lagi!!" teriak Revan.
"Dan kalau gue masih denger kalian ngatain Ara lagi, kalian semua berurusan sama gue! Ngerti!!"
Beberapa siswi itu langsung mengangguk takut dengan ancaman dari Revan. Siapa yang tidak kenal dengan ketua OSIS yang sangat disiplin dengan aturan-aturannya yang sangat ketat.
Kejam dan tidak ada toleransi. Bahkan beberapa dari mereka sudah ada yang pernah merasakan tangan dingin Revan saat di hukum dulu, dan tidak ada yang berani melawan ketua OSIS tersebut karena ketegasannya dan sikap kejamnya dalam menghukum.
"BUBAR!!!" teriak Revan membuat beberapa siswi yang jumlahnya lebih dari sepuluh orang itu langsung kabur membubarkan diri.
Revan menoleh dan melihat Ara yang sudah berjalan jauh darinya.
"Ra! tunggu!" Revan berlari mengejar gadis tersebut.
__ADS_1
"Ra, please, maafin gue!" Revan mencekal lengan Ara menyuruhnya untuk berhenti berjalan.
"Lepas, Van! gue gak mau di katain sebagai cewek penggoda!" ucap Ara dingin.
"Ra, jangan dengerin mereka, gue tau lo gak seperti itu!" Ara menatap tajam Revan.
"Gue gak dengerin mereka, makanya gue tetep jalan, lagian mungkin yang di katakan mereka benar," Revan menggeleng.
"Please, Ra,, gue sama Angel putus itu karena emang gue udah gak cinta lagi sama dia, gue cintanya sama, elo!" Ara mengangkat sebelah alisnya.
"Segampang itu? dulu lo romantis banget sama si Miss quin, cinta banget gitu, ya. Dan sekarang dengan mudahnya lo bilang cinta sama gue? dasar playboy!" cicit Ara.
Revan tersenyum mendengar ucapan Ara baru saja itu. "Jadi lo cemburu kalau gue romantis sama Angel?"
"Dulu sih iya, tapi kalau sekarang, gue gak peduli, mau lo nyium dia, peluk dia atau bahkan melakukan hal lebih, semuanya udah gak ngaruh!" Ara melengos setelah mengucapkan kalimat yang sangat menusuk itu.
Revan diam tidak mengejar Ara. Semakin dia mengejar, Ara akan semakin menjauh. Revan sadar apa yang selama ini dia lakukan pada Ara sudah mendapat karmanya.
Cih! Rasanya Revan semakin benci dengan nama itu.
"Bego banget gue dulu, bisa ketipu sama wajah polosnya si Miss kin!!"
###
Ara mendatangi Angel di kelasnya. Seperti kali ini dia akan menggunakan senjata ampuhnya untuk membuat cewek itu tidak berurusan lagi dengannya
"Ngapain lo ke sini?" seru Angel.
"Gue tahu lo benci banget sama gue, tapi gue gak paham apa yang bikin lo benci, dan gue tegasin ke elo, Angel! kalau sampai lo nyuruh orang buat menghina gue lagi, gue gak akan diem aja! Hah! tau gak kalau Revan udah nyatain cinta ke gue berkali-kali, tapi gue tolak mentah-mentah!" Angel merasa geram dengan cerita Ara.
Tangannya terangkat akan menampar pipi Ara tapi kalah cepat saat Ara menyadari hal itu.
__ADS_1
Alhasil tangannya hanya menggapi udara karena Ara menghindar.
"Lo bisa main kotor, gue bisa main cantik, lo nyari simpati sama murid lain, gue bakal nyari simpati Revan, gimana? usaha lo bakal sia-sia, karena Revan bukan siapa-siapa lo lagi!!" seru Ara tersenyum sinis.
"Brengsek!! gue bakal merebut hati Revan kembali!!"
"Ambil aja kalau bisa, gak ada pentingnya juga buat gue!" Angel semakin meradang.
"Hahahaha, kalau gitu gue bakal bilang ke Revan kalau lo udah menghina dia!" seru Angel.
Dia akan menghasut Ara di depan Revan kembali, pasti Revan akan kembali membenci Ara.
"Oh, malah bagus itu, yang ada Revan bakal semakin benci sama cewek bermuka dua kaya elo!" Ara tertawa sinis sambil memutar rekaman suara perdebatan mereka barusan.
Angel yang mendengar itu seketika langsung mengamuk dan mendorong tubuh Ara.
Lagi-lagi Angel lah yang tersungkur karena Ara berhasil membaca pergerakan cewek itu.
"Gue masih ada rekaman lain saat lo hina gue! jadi kalau sampai lo macem-macem sama gue lagi, gue sebarin rekaman itu!"
Angel hanya diam menahan nyeri di kakinya karena terbentur lantai.
Beberapa murid yang ada di kelas itu hanya diam. Mereka bisa melihat Aura menyeramkan dari Ara. Gadis yang biasanya terlihat anteng itu kini benar-benar menyeramkan.
"Kalian semua, gue tahu kalau kalian takut sama dia! mau laporin gue ke kepala sekolah!! kalian gak akan punya bukti, bahkan jari gue gak nyentuh dia setitik pun!" seru Ara menyapu beberapa murid yang ada di kelas itu.
Ara langsung keluar dari kelas Angel dengan wajah yang dingin. Hal itu tidak terlepas dari tatapan seseorang yang semakin kagum dengan sikap Ara.
"Gue jadi makin tergila-gila sama elo, Ra!"
Bersambung.
__ADS_1
Tebak, siapa yang mengawasi Ara?😁