
Happy Reading 😊
Revan berdecak kesal saat melihat benda yang di berikan oleh Romi dan Vero itu padanya.
Sebuah bola kecil dan juga benda sedikit lonjong dengan bentuk yang 'Aneh' seperti sesuatu yang tidak patut Kaila lihat.
Biasanya benda itu di sebut dengan alat v!brator dan tentu saja hal itu membuat Revan menahan kesal setengah mati dengan kejahilan para sahabatnya itu.
"Kak Romi sama Kak Vero jorok!!" seru Kaila yang tentu saja paham benda apa itu.
"Dua anak tuh sepertinya udah rindu tampolan tangan dari Abang, Kai!" ucap Revan.
Aulia hanya tertawa kecil menanggapi kehebohan yang di buat oleh sahabat-sahabat putranya.
Revan sendiri langsung memasukan kotak itu ke dalam paper bag-nya lagi. Merasa konyol dengan hadiah yang di berikan oleh Romi dan Vero.
"Di kira gue gak bisa muasin istri, apa? istri gue udah puas tanpa di kasih gitu-gituan!" sungut Revan.
Aulia dan Kaila hanya diam duduk di sofa sambil mengupas apel.
Ponsel Kaila berdering, gadis itu melihat layar dan sedikit melotot ketika melihat siapa yang menelepon.
"Eh, bentar ya Bund, Kai mau angkat telepon dulu, ya?" ucap Kaila pamit keluar dari dalam kamar rawat Revan untuk mengangkat teleponnya.
Setelah mencari tempat yang sepi, Kaila menggeser tanda hijau itu.
"Assalamualaikum, kak Vero, ada apa?"
"Waalaikumsalam, aku kangen sama kamu Kai, kapan kamu kembali?" jawab pria yang tidak lain adalah Vero di sebrang telepon.
"Ck, baru aja di tinggal sehari, udah bilang kangen! Gombal mulu ni, ya!"
"Beneran sayang, aku gak gombal, emang beneran kangen, loh! Gimana hadiahnya dari aku sama Romi? Udah di buka belom sama Revan?"
"Udah kak, kak Vero ini mesum banget, ya! Ya Allah!" seru Kaila mengingat benda apa yang di berikan oleh Vero dan Romi itu.
__ADS_1
Terdengar kekehan Vero di sebrang sana.
"Bukan aku yang beli alat itu, Kaila, itu mah kerjaan Romi. Aku cuma ngasih dalaman buat Revan, tenang aja, sayang, aku gak aneh-aneh, kok!"
Kaila hanya mendesah pelan mendengar ucapan dari Vero yang memang sebenarnya sedikit mesum dan protektif padanya.
"Udah dulu ya, kak? nanti Kai telepon lagi."
"Tunggu, aku kan masih kangen, Kai! masa pacar sendiri kangen gak boleh," sela Vero.
"Tapi ini masih di rumah sakit, nanti kalau Bang Revan sama Bang Raka nyari, gimana?"
"Ya, udah, nanti kalau udah di apartemen kita teleponan lagi, ya? aku masih kangen soalnya," Kaila hanya menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah pria di sebrang telepon itu.
"Iya, nanti telepon lagi, ya udah, Kai tutup dulu, Assalamualaikum,"
"Wa'alaikumsalan,"
Kaila mendesah panjang dan memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas kecilnya. Hubungannya dengan Vero memang belum lama di resmikan, dan tentu saja kedua keluarga sudah mengetahuinya kecuali Revan.
Vero langsung jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis berhijab ini. Yah, Kaila memutuskan untuk berhijab setelah masuk SMA, mengikuti jejak Bundanya.
Wajah cantiknya mampu memikat lawan jenis hanya dengan senyuman manisnya. Tapi yang bisa menggerakkan hati Kaila hanyalah Vero.
Meskipun itu juga tidak mudah, karena Vero baru bisa jadian sama Kaila setelah setahun lebih berjuang.
Adik bungsu Revan ini memang sulit untuk di taklukkan, sama seperti Abang-abangnya yang kalau sudah suka dengan satu wanita, dia akan sulit untuk berpindah ke lain hati.
"Kai, kamu lagi apa?" Kaila tersentak saat bahunya di tepuk oleh Raka.
"Bang Raka, kaget tau!" Raka terkekeh melihat raut kesal adik cantiknya itu.
"Adik abang cantik banget, sih! kalau kita gak sedarah, pasti udah Abang pacarin!" Kaila langsung mencubit lengan Raka.
"Kebiasaan, ngomongnya suka ngelantur! makanya cari pacar sana, atau nyari di sini, banyak tuh bule-bule yang cantik," ucap Kaila.
__ADS_1
"Gak ah, Kai, Abang belum mau buka hati, dua cewek yang abang suka udah nikah semuanya, yah, itu sangat menyakitkan!" jawab Raka dengan wajah yang di buat sedih.
"Ck, apaan, salah abang gak nembak kak Ara atau kak Sifa, ya mereka kan gak tau kalau abang suka, lagian kak Sifa juga udah cerai dari kak Romi, sayang banget, padahal mereka pasangan yang serasi, loh!" Raka merangkul bahu adiknya.
Jangan lupa, meskipun Kaila terlihat seperti gadis kalem, tapi kalau sudah kenal pasti anaknya tidak bisa berdiam diri. Suka bicara nyeplos dan asal. Entah siapa yang di tiru.
"Abang gak mau bertepuk sebelah tangan, Sifa tuh cintanya sama Romi, Ara sama bang Revan takdirnya, besok Abang mau nyari cewek yang kek kamu, cantik, manis, dan cerewet!"
"Bang Raka!!!"
###
Seminggu kemudian.
Revan mengelus pipi Ara yang terihat pucat itu, rasa syukur berkali-kali Revan ucapkan ketika mengetahui sang istri yang sudah sadarkan diri.
"Sayang, setelah ini kita kembali ke Jakarta, aku mau kita di sana, menghabiskan waktu bersama sampai tua, merawat anak cucu kita di Indonesia, memang lebih aman kalau di Negara sendiri," ucap Revan lembut.
Ara hanya mengangguk, untung saja kondisinya tidak terlalu parah, bahkan sekarang sudah sangat stabil.
"Aku akan menjagamu, selalu! maaf karena sudah lalai dan tidak waspada, padahal aku tahu kalau Cecilia orang yang nekat," Ara mengerutkan keningnya.
"Apakah Cecilia yang menabrak kita?" tanya Ara.
Revan menggeleng. "Yang menabrak kita orang suruhannya Cecilia, ternyata dia wanita yang licik, aku juga baru tahu kalau selama ini dia telah menjebak ku dan berpura-pura menjadi penolongku, dia juga banyak menarik investor dan menyuruh mereka semua membatalkan kerjasama dengan ku, dan sekarang dia nekat menyuruh orang untuk mencelakai kita!" jawab Revan merasa tenggorokannya tercekat.
Dia benar-benar merasa menjadi manusia paling bodoh yang gampang di bodohi oleh wanita.
"Sabar, yang penting sekarang kita baik-baik saja, aku akan ikut kemanapun kamu pergi, aku yakin kamu pasti bisa menjagaku!" ucap Ara tersenyum.
"Terima kasih, sayang," Revan mengecup kening sang istri lama. Menyalurkan rasa cinta yang luar biasa ada di hatinya.
Bersambung.
Nanti di part akhir akan ada kisah Kaila dan Vero, untuk Kisah Romi dan Sifa on the way ya 😁😁 jadi di tunggu aja.
__ADS_1
Terima kasih