
Selamat Membaca.
Ara menatap benda yang dibawanya itu dengan perasaan berbinar, dua garis merah dengan warna terang membuat wanita itu berkaca-kaca.
"Sayang, apa kamu masih lama? aku kebelet, nih!" seru Revan dari luar.
Ara gelagapan mendengar teriakan suaminya. "Iya, sebentar! ini udah selesai, kok!" iapun segera membereskan benda-benda yang tergeletak di lantai dan segera menyimpan benda yang tidak lain adalah tes pack ke dalam sakunya.
Ceklek!
Ara keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Revan yang menahan diri karena sepertinya sudah tidak tahan untuk buang air.
"Yank, kok belum mandi?" tanya Revan yang melihat Ara masih memakai baju berbahan satin tipis itu.
"Nanti deh, aku mau bikin susu dulu," jawab Ara kemudian berlalu dari tempat itu.
Revan mengerutkan keningnya, merasa aneh dengan sang istri yang katanya mau membuat susu itu.
'Sejak kapan Ara suka sama susu?' batin Revan.
Sedangkan Ara langsung keluar dari dalam kamar dan menuju ke dapur untuk membuat susu strawberry, yang sekarang menjadi kesukaannya.
Ara memang tidak menyukai susu, tapi akhir-akhir ini dia ingin sekali minum susu tapi yang rasanya strawberry.
Senyumnya mengembang kala mengingat bahwa dirinya positif hamil, penantian yang di tunggu-tunggu oleh dia dan sang suami.
Tetapi Ara tidak ingin mengatakan dulu pada Revan saat ini, biarlah ini akan menjadi kejutan untuk Revan nanti malam.
Katanya kalau memberitahu berita kehamilan saat di atas ranjang akan membuat suasana semakin berbeda.
Setelah kebahagiaan yang membuncah, biasanya nanti akan di lanjutkan dengan adegan-adegan yang membuat setiap pasangan melayang menikmati surga dunia.
###
Malam ini Ara berdandan sangat cantik, memoles sedikit make up natural di wajahnya, tidak lupa dengan parfum kesukaan Revan yang ia semprotkan ke beberapa titik di tubuhnya.
Dengan memakai lingerie seksi di tutup oleh blazer selutut, penampilan Ara kali ini benar-benar berbeda. Sedikit nakal dan menggoda.
Malam ini, Ara akan memberikan kejutan untuk sang suami bahwa usaha mereka selama ini akhirnya berhasil. Setelah merasa kalau bulan ini terlambat, Ara langsung membeli test pack itu dan akhirnya garis merah dua yang selama ini mereka tunggu-tunggu terjadi juga.
"Sayang, Assalamualaikum,,!" terdengar suara Revan dari arah ruang tamu.
__ADS_1
Ara merasa jantungnya berdegup kencang, malam ini Revan memang pulang malam karena harus lembur. Biasa akhir bulan memang selalu banyak pekerjaan yang harus segera diselesaikan. Bahkan ada beberapa divisi yang harus pulang sampai pagi.
"Ara!! sayang!"
"Iya, Wa'alaikumsalam, udah pulang?" sahut Ara menyambut kedatangan suaminya.
Revan melihat penampilan Ara yang malam ini memakai blazer selutut, pria itu mengangkat kedua alisnya, heran.
"Kamu mau kemana, sayang? kok pake blazer?" tanya Revan.
"Eh, gak kemana-mana kok, aku punya kejutan untuk mu, tapi kamu harus mandi dulu, ayo aku udah siapin air hangat, tadi udah makan malam, kan?" Revan mengangguk.
"Tadi udah makan pesan online, kamu juga udah makan? maaf akhir-akhir ini harus lembur terus," ucap Revan sendu.
"Iya, gak apa-apa, mandi dulu biar badan seger!" Ara mendorong bahu suaminya untuk masuk ke dalam kamar mandi
Sedangkan Ara langsung berjalan ke arah laci meja rias dan mengambil test pack itu. Sambil menunggu Revan selesai mandi, Ara melepaskan blazernya, tinggal lingerie transparan yang melekat di tubuhnya.
Setelah beberapa saat Revan keluar dari dalam kamar mandi dan sedikit terkejut ketika melihat istrinya duduk di pinggir ranjang dengan pakaian yang sangat menggoda.
Dengan susah payah Revan menelan salivanya ketika melihat istrinya yang terlihat begitu transparan dengan lingeri itu.
Kali ini sepertinya Ara akan menggoda sang suami terlebih dahulu, kalau biasanya Revan yang selalu menggodanya, kini giliran Ara yang bertindak.
"Sayang, kenapa malam ini kamu begitu cantik dan seksi?" ucap Revan melangkah ke arah sang istri yang juga sedang berjalan ke arahnya.
"Berarti selama ini aku gak cantik dan seksi?" Ara mengerucutkan bibirnya.
Revan benar-benar tidak bisa tahan hanya dengan melihat tubuh Ara yanh seperti ini, senjatanya langsung mengeras tanpa permisi.
"Kamu selalu cantik dan seksi setiap saat, tapi malam ini aura kecantikan mu luar biasa, aku makin cinta sama kamu!" Revan langsung merengkuh tubuh Ara dan mencium bibirnya lembut.
Setelah berciuman sedikit lama dan sudah sangat panas, Ara melepaskan ciuman mereka. "Aku punya kejutan untuk mu, sayang," ucap Ara melepaskan diri dan berjalan ke arah ranjang.
Revan mengekor di belakang, dia bingung melihat sang istri yang mengambil sesuatu di atas nakas.
"Lihatlah, aku baru tes tadi pagi dan hasilnya positif," ucap Ara menyerah kan test pack itu.
Revan menatap benda kecil dan panjang itu, matanya berbinar dan langsung melebar seketika.
"Sayang, kamu hamil?" tanya Revan masih tidak percaya.
__ADS_1
Ara mengangguk cepat. "Iya, aku udah telat!"
"Aaakkk!" Ara memekik hebat ketika tiba-tiba Revan menggendongnya.
"Makasih, sayang! aku bahagia sekali!" seru Revan masih menggendong Ara ala bridal style.
Kemudian dia meletakkan tubuh istrinya di atas ranjang. "Besok kita ke rumah sakit, tapi malam ini kita syukuran dengan sambutan untuk calon baby kita," ucap Revan langsung mencium bibir istrinya.
Memagut lembut dan semakin dalam, tidak lupa tangan Revan juga sudah membelai ke bagian sensitif sang istri.
Malam itu akhirnya kebahagiaan menghampiri Revan dan Ara dengan kehadiran calon buah hati di antara mereka.
###
Hari ini Ara berencana pergi ke rumah Sifa untuk persiapan acara pernikahan yang akan di gelar dua hari lagi. Persiapan demi persiapan sudah dilakukan oleh kedua keluarga untuk menyambut pernikahan kedua putra dan putri mereka tersebut.
Setelah Romi meminta restu pada ibunya sebulan yang lalu, dan sang ibu yang merasa bersalah karena telah memisahkan kedua sejoli yang saling jatuh cinta.
Akhirnya kedua keluarga sepakat untuk mempersatukan mereka kembali. Meskipun saat itu sedikit mendapatkan kendala dari Adam, sepertinya Adam masih merasa bahwa Romi telah menyakiti putrinya.
Tetapi karena bujukan dari Fitria dan juga Ara, Akhirnya sang dokter luluh juga. Dan Romi mengadakan lamaran dadakan lagi dua hari setelah menerima restu.
"Bisa kasih ini ke orang-orang di depan, suruh mereka istirahat dulu," ucap Fitria kepada Ara.
"Oke, Tan!" Ara menerima dua toples plastik berisi kue kering dari Fitria.
"Maaf, ya, ngerepotin kamu, Tante mau kembali ke dapur untuk mengangkat kue yang udah matengg dari oven," ucap Fitria merasa tidak enak.
"Gak apa-apa, Tan, aku juga lagi gak sibuk, kok," jawab Ara tersenyum.
Memang belum banyak orang-orang yang datang membantu, apalagi nanti untuk makanan, Sifa sudah menyewakan jasa catering. Kalau pernikahan mereka dulu berkonsep internasional, sekarang lebih ke konsep adat.
Selama dua tahun ini Sifa lebih banyak tinggal di Jogja bersama budhenya di sana. Tapi kedua orang tuanya masih di Jakarta karena dinas mereka di ibukota.
Ara berjalan ke depan rumah, ada beberapa orang yang sedang mendirikan tenda dan juga dekorasi untuk pernikahan Sifa dan Romi.
Mereka dari Wedding Organizer yang dulu juga di pesan oleh Sifa pada waktu pernikahan yang pertama.
Sepertinya Romi dan Sifa juga sedang menjemput kebahagiaan mereka yang sempat tertunda.
❤️❤️❤️❤️
__ADS_1