Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Sebuah Rahasia


__ADS_3

Happy Reading 😊


Jakarta 07.00 WIB


"Ayah, Bunda, abang mau melamar Ara, mudah-mudahan Ayah dan Bunda merestui," ucap Revan di sela sarapannya.


"Benarkah? Ara udah siap di lamar?" tanya Aulia semangat.


"Iya Bund, Ara sendiri kok yang minta di lamar, jawab Revan terkekeh,"


"Emang Abang sudah siap jadi imam?" tanya Sandi.


"Tentu siap banget, Yah! abang udah siap lahir batin, insyaallah, abang udah bisa jadi Imam buat istri dan anak-anak kelak," jawab Revan mantap.


Raka dan Kaila hanya tersenyum menanggapi. Revan terlihat begitu bahagia, binar di wajahnya nampak terpancar ketika baru saja pulang dari Jerman.


"Alhamdulillah, bang, Bunda seneng banget akhirnya kalian bisa bersama," ucap Aulia bersyukur.


Sejak awal memang Aulia sangat menyukai Ara, gadis yang di awal pertemuannya membuat Aulia terkesima.


"Berarti nanti, kak Ara Abang bawa ke Jerman?" tanya Raka.


"Tentu saja, setelah menikah nanti Bang Revan sama Kak Ara harus pindah ke Jerman, dan kamu bang, setelah menikah perusahaan milik Opa resmi jadi milikmu," ucap Sandi tersenyum bangga.


"Gak nyangka ya, Yah, putra pertama kita sudah besar, sudah mau punya istri, pokoknya nanti harus di jaga Aranya loh," ucap Aulia menasihati.


"Iya, bund, insya Allah!" jawab Revan.


Sandi dan Aulia merasa sangat bahagia, akhirnya putra sulung mereka akan melamar gadis yang sejak dulu di idam-idamkan oleh Aulia untuk menjadi menantunya.


"Jadi kapan Ayah sama Bunda ke Jepang untuk melamar Ara?" tanya Revan.

__ADS_1


"Ayah Jumat besok ada kunjungan klien penting, Raka tidak bisa di tinggalkan begitu saja, bagaimana kalau hari Minggu, masih ada waktu empat hari untuk kamu mempersiapkan membeli apa saja untuk lamaran," jawab Sandi membuat Kaila memandang sang Ayah.


"Biar Kai yang milih-milih buat seserahan lamaran ya, Yah?" seru Kaila.


"Gak usah, Kai, memangnya kamu bisa milih barang yang bagus, biar bunda sama tante Fitria yang pergi beli seserahan, abang juga lamaran nya di Jepang, bawa barangnya itu yang simple tapi bermakna," ucap Revan.


Kaila mengerucutkan bibirnya. Selalu saja di anggap tidak berguna dengan kakak-kakaknya.


"Iya sayang, besok Kaila ikut Bunda sama tante Fitria, kita cari barang yang bagus untuk kak Ara," ucap sang Bunda menenangkan Putri satu-satunya itu.


Kaila menjulurkan lidahnya ke arah Revan karena sudah di bela oleh Bunda.


###


"Yank, kangen!"


Ara tertawa kecil ketika melihat ekspresi Revan di ponselnya.


"Jadi pengen nyium lagi deh," ucap Revan.


"Udah sarapan belum?" Ara mengalihkan pembicaraan, tidak ingin mengikuti Revan yang sedang mengeluarkan jurus rayunya.


"Udah tadi, tapi masakannya gak enak,"


"Lah, kenapa? Apa karena kamu udah lama gak makan masakan Indonesia?" tanya Ara.


Revan menggeleng pelan, masih menatap wajah Ara di dalam layar itu.


"Makanannya sih enak, tapi aku mau makanan yang lain," jawab Revan.


"Memangnya mau makan apa? Kan tinggal minta bibi buat masakin," jawab Ara.

__ADS_1


"Gak mau, aku maunya tuh, makan bibir kamu, rasanya lebih enak dan nikmat, aku gak mau makanan yang lain!"


"Revan!! Dasar mesum!!" Ara mematikan panggilan videonya. Revan tergelak, rasanya senang sekali membuat Ara marah seperti ini.


###


Revan menyodorkan beberapa berkas kepada Raka, dan langsung di ambil cowok yang bulan depan berusia 22 tahun itu.


"Apa Abang beneran mau kasih semua ini ke gue?" tanya Raka.


Revan mengedikkan bahunya. "Sebenarnya gak di kasihkan secara gratis, Abang mau besok kalau sudah nikah, lo yang handle perusahaan Opa di Jerman, dan gue sama Ara akan menghandle yang di sini, gimana?" Raka terlihat berpikir sejenak.


"Ogah bang, gue gak mau yang di Jerman, abang aja, lagian kan udah kesepakatan dari Ayah kalau perusahaannya Opa yang di Jerman, abang yang pimpin, sedangkan yang Jakarta, gue dan Kaila, kenapa sih abang tiba-tiba pengen pindah ke sini?" tanya Raka menyipitkan kedua matanya sambil memicing ke arah Revan.


Revan berdehem untuk menetralkan kegugupannya, agar tidak merasa terintimidasi dengan tatapan adiknya itu.


'Gue harus bisa bujuk Raka buat mau tukar posisi, gue gak mau nanti Ara salah paham kalau gue ajak tinggal di Jerman!' batin Revan.


"Ka, please, bantu abang, donk! Ara gak bakal mau di ajak ke Jerman, dia maunya di Indonesia, masa iya, kita hubungan jarak jauh lagi setelah menikah!" Mohon Revan dengan di bumbui dengan sedikit kebohongan dan membawa nama Ara agar Raka mau mempertimbangkan tawaran nya.


"Ntar deh, bang! gue pikir dulu, gue tuh udah cinta sama Indonesia, jadi males kalau di suruh menetap di luar negeri!" jawab Raka.


'Sory Ka, ini demi hubungan gue sama Ara, di Jerman bukan tempat yang baik untuk Ara, apalagi banyak fakta yang gue sembunyikan, gue gak mau Ara ninggalin gue lagi!' batin Revan.


Sebenarnya dia ingin sekali cerita masalah pribadinya itu, tapi menurut Revan, Raka bukan orang yang tepat untuk mengetahui rahasia yang Revan sembunyikan.


Revan menarik rambutnya frustrasi, seharusnya dulu dia tidak pernah memiliki hutang budi pada wanita itu, seharusnya Revan bisa menolak saat itu juga. Dan inilah yang akan ia takutkan.


'Ara gak boleh ke Jerman, atau dia pasti bakal kecewa sama gue!'


Bersambung.

__ADS_1


Apa yang di rahasiakan oleh Revan??


__ADS_2