Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Meminta Restu


__ADS_3

Happy Reading 😊


Revan, Romi dan Gilang mengejar Ara yang sudah lebih dulu melenggang pergi bersama Kaila dan Raka.


"Aku tidak menyangka, kak Gilang itu ternyata sedikit gila! Ck!" sungut Kaila ketika melihat Gilang yang terkenal kalem tiba-tiba memeluk Ara dan berdebat dengan Revan.


"Kenapa Kai? Apa kamu suka sama kak Gilang?" tanya Ara penasaran.


"Eh, enggak kak, mana ada aku suka sama kak Gilang. Aku kan udah punya seseorang," jawab Kaila tidak terima.


Ara memicingkan matanya, apa benar Kaila sudah punya pacar, siapa pacarnya gadis berusia 20 tahun ini? Ara memandang Kaila dari samping, ternyata adik iparnya ini memang sangat cantik, tentu saja Kaila banyak yang suka. Tapi siapa yang akhirnya di pilih oleh Kaila?


"Wah, Kai udah punya pacar, ta? Siapa sih pacarnya adik Bang Revan dan Bang Raka yang cantik ini?" goda Ara sedikit menolek dagu Kaila.


"Ih, malu kak," Kaila melirik ke arah Raka yang terlihat cuek dan tidak peduli, padahal Kaila tahu bahwa Raka tidak terlalu suka mendengar kabar bahwa Kaila sudah memiliki kekasih.


Biasanya Raka langsung mengoceh tidak henti dengan kata-kata yang sedikit pedas, wajar saja, Kaila berpacaran dengan cowok yang lebih dewasa seperti Vero, bahkan para sahabatnya sudah banyak yang menikah.


Menurut Raka, sebaiknya Kaila tidak perlu berpacaran dulu, fokus kuliah dan skripsi yang sempat tertunda. Tapi dasarnya Kaila dan Vero sudah saling jatuh cinta, tentu saja Raka bisa apa.


'Kai bisa jaga diri, Bang!'


'Abang tenang, ya? Kai tahu batasan-batasan mana yang tidak di perbolehkan, kok'


Seperti itulah jawaban dari adik perempuan satu-satunya di keluarga Prayoga.


"Kenapa harus malu? siapa pria yang beruntung yang mendapatkan hati kamu?" tanya Ara membuat Kaila lagi-lagi menoleh ke arah Raka yang langsung mendahului untuk membuka kunci mobil.


"Kak Ara udah kenal kok!" jawab Kaila kemudian berjalan lebih cepat menyusul Raka dan masuk ke dalam sebuah mobil yang ada di hadapan mereka itu.


Ara hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah malu-malu gadis cantik tersebut.


Kemudian ia juga ikut masuk ke dalam mobil yang terparkir di area parkiran bandara dan tidak lain adalah mobil Raka.


Revan dan yang lain berjalan dengan cepat ketika melihat istrinya sudah masuk ke dalam mobil.


"Yank! tunggu!" seru Revan sedikit terengah karena berjalan tergesa menyusul istrinya.

__ADS_1


"Buruan, bang! kak Ara udah udah capek!" kepala Raka menyembul lewat jendela yang kacanya sudah di turunkan.


"Yaelah, Raka! keluar tuh posesif nya!" sungut Romi.


Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil yang berbeda. Romi dan Gilang masuk ke dalam mobilnya Romi, karena tidak akan muat kalau mereka berenam masuk ke dalam satu mobil.


###


Aulia menyambut kedatangan putra dan menantunya dengan sumringah. Ara mendapatkan sambutan yang antusias dari Mertuanya itu dengan pelukan hangat dan juga berbagai macam makanan khas Jogja yang Ara suka. Tentu saja Aulia yang memasak di bantu oleh para asisten rumah tangga yang memang sudah jago masakan khas kota gudeg itu.


"Kalian duduk sini dulu, biarkan bibi yang membawakan kopernya," ucap Aulia membawa Ara dan yang lain duduk di sofa ruang tamu.


"Bik, tolong bawakan kopernya Revan dan Ara ke kamar mereka di lantai atas, ya?" ucap Aulia.


Seorang wanita paruh baya langsung mendatangi Aulia sambil menunduk. "Siap, Nyah!" asisten rumah tangga itu langsung menarik koper Revan dan Ara naik ke lantai atas.


"Romi dan Gilang makan siang di sini ya? Tante sudah memasak banyak untuk menyambut kepulangan Revan dan Ara, kalian pasti juga rindu sama mereka, kan?"


"Iya, Tante, terima kasih, kami juga masih ingin ngobrol saling tukar kabar, sudah 6 tahun kita tidak bertukar cerita, Revan juga jarang pulang ke Indonesia, kan?" ucap Romi.


"Ya sudah, kalau begitu Tante mau ke dapur dulu untuk menyiapkan makan siang," ucap Aulia yang di angguki oleh semuanya.


"Jadi kenapa lo bisa cerai dengan Sifa?" tanya Revan penasaran.


Romi yang mendengar itu sudah tidak terkejut lagi, hal ini pasti akan di ungkit. Dia hanya bisa menguatkan hatinya agar tidak semakin bersedih untuk menjawab pertanyaan para sahabatnya.


"Sifa yang minta cerai, dia kek gak bahagia gitu hidup sama gue, gue lihat dari matanya menyiratkan kesedihan yang mendalam, awalnya gue nolak buat ceraiin dia, tapi semakin hari sikap dia semakin berubah, gue gak mau kalau Sifa merasa tersiksa hidup sama gue, ya,, akhirnya mau gak mau, terpaksa gue ngabulin keinginan dia," jawab Romi sendu.


"Loh, bukankah Sifa cinta sama lo ya, Rom?" kali ini Ara yang bertanya.


Gilang mengelus bahu Romi memberikan ketenangan kepada sahabatnya itu.


"Gue nggak tahu, Ra. Awal kita menikah ya, kita bahagia gitu tapi enggak tahu makin kesini sikap Sifa makin berubah," jawab Romi


"Ah kisah kalian itu memang rumit, sepertinya saling mencintai tapi ya gitu nggak ada keterbukaan dalam hubungan, jadi yang satu mendam perasaan, yang satu memendam kesedihan dan tidak saling diungkapkan, ya seperti itulah kira-kira," Ucap Gilang menimpali.


"Komunikasi memang penting dalam sebuah hubungan, kalau kita kurang komunikasi tentu akan banyak sekali kesalahpahaman yang terjadi, kenapa kalian nggak saling komunikasi dan terbuka atau bercerita tentang perasaan kalian?" tanya Ara.

__ADS_1


Romi hanya diam sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing. Revan dan Gilang melihat hal itu menjadi tidak tega.


"Sayang, mungkin mereka memang ada sesuatu yang tidak bisa diceritakan dan memilih jalan perceraian adalah yang terbaik. Mereka tidak ingin saling menyakiti, yang penting kita harus saling terbuka dan harus saling percaya satu sama lain," ucap Revan memegang tangan ara sambil tersenyum ke arah istrinya tersebut.


"Ayo sekarang kita makan siang dulu! udah siap nih makanan nya!" seru Aulia yang datang sambil membawa sebuah piring. Sepertinya dia baru saja menata beberapa piring di meja makan.


Sejak dulu Aulia memang suka menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya sendiri, dibantu oleh asisten rumah tangga. Aulia memang suka masak jadi meskipun sudah menggunakan jasa asisten rumah tangga dia tetap membantu atau terkadang dia sendiri yang masak.


Benar-benar ingin berperan sebagai ibu rumah tangga yang baik di mata keluarga. Meskipun dulu pernikahan mereka karena perjodohan yang di lakukan oleh nenek, tapi tidak butuh waktu lama menimbulkan benih-benih cinta di hati Sandi dan Aulia.


Meskipun awalnya banyak masalah yang mereka hadapi tapi dengan keikhlasan hati dan berserah diri, akhirnya Allah memberikan hikmah yang tiada tara.


(Baca kisah Sandi dan Aulia di karya othor yang berjudul : Berbagai Cinta : Pilih Aku Suamiku)


Akhirnya mereka semua makan siang dengan lahap karena memang kebetulan cacing-cacing di perut mereka sudah meronta.


###


Vero langsung menyempatkan datang ke rumah Revan setelah merasa keadaan nya membaik. Dia ingin segera bertemu sahabat lamanya dan juga wanita yang dulu pernah ada di hatinya.


Tapi sekarang yang ada di hati Vero hanya Kaila seorang. Sepertinya dia juga harus meminta restu kepada Revan tentang hubungannya dengan Kaila.


"Loh, kata sifa lo sakit, Ver? kok udah ke sini?" tanya Revan setelah Vero duduk di sofa menunggu Revan dan Ara.


"Gue kangen sama elo, Van," jawab Vero berdiri memeluk Revan.


"Gimana keadaan, lo? udah sehat, kan?" tanya Revan melihat penampilan Vero dari atas hingga ke bawah.


"Alhamdulillah, gue udah sehat, eh Ara sama Kaila mana?" Revan mengerutkan keningnya.


"Kenapa kamu nyari Kaila?" tanya Revan.


Vero menggaruk kepalanya yang tidak gatal, kenapa rasanya jadi deg-degan saat berhadapan langsung dengan Revan yang notabene kakak dari kekasihnya.


"Ehmm, gue mau minta restu sama lo, Van? sebenarnya gue sama Kaila udah jadian," jawab Vero.


Bersambung.

__ADS_1


Maaf kemarin othor gak enak badan 🙏🤧


__ADS_2