Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Sama-sama punya masalah


__ADS_3

Happy Reading 😊


Revan menatap layar yang menampilkan nama My sweet heart di sana sedang menghubunginya. Sepertinya dia dan Ara sama-sama memiliki perasaan yang kuat, baru saja dia memikirkan kekasih nya itu, tiba-tiba Ara sudah meneleponnya.


"Assalamualaikum, sayang," sapa Revan setelah menggeser layarnya.


"Waalaikumsalam, lagi apa? Sibuk gak?" tanya Ara di sebrang.


Revan merasa senang saat Ara menanyakan hal itu, seakan Ara benar-benar membutuhkannya.


"Gak sibuk, baru saja selesai meeting dengan klien Ayah, ehm,, ada apa, yank?"


"Aku mau tanya, ehmm,, kapan kamu datang untuk melamar ku? Maaf, bukannya aku bermaksud meminta cepet-cepet, tapi ada urgent soalnya," ucap Ara merasa tidak enak.


Gadis itu sebenarnya sangat malu untuk menanyakan hal itu, tapi dia harus tanya kesungguhan Revan demi masa depan mereka.


Sedangkan Revan semakin bahagia mendengar ucapan kekasihnya yang tiba-tiba saja menginginkan lamarannya di di percepat. Tapi apa yang di maksud Ara dengan urgent?


"Iya sayang, aku udah ngomong sama Ayah dan Bunda, secepatnya kita akan ke Jepang, seneng deh kalau lihat kamu kaya gini, berasa di cintai banget," jawab Revan.


Di sebrang Ara hanya bisa menghela napas. Sungguh sebenarnya dia benar-benar merasa malu sekali karena mengungkapkan hal yang sama sekali tidak pernah ada di dalam pikirannya saat-saat ini.


Menikah dengan Revan mungkin akan menjadi agenda terakhirnya setelah dia menyelesaikan S2.


"Kalau cinta gak usah di tanya lagi, gara-gara jerat cinta si ketua OSIS Arogan, aku jadi tidak bisa membuka hati untuk cowok lain!"


"Aku gak akan biarin kamu menyukai cowok lain, karena kamu milikku, Ra! Kamu tahukan kalau aku akan melakukan apapun agar kamu hanya akan mengingatku saja!" ucap Revan berubah menjadi tegas.


Terdengar helaan napas di sebrang telepon, Ara sudah paham watak Revan seperti apa, dia juga yakin bahwa cinta pria itu tidak akan menyakitinya. Nyatanya meskipun bertahun-tahun tidak bertemu dan hanya bisa saling berkomunikasi lewat ponsel, Revan selalu menunjukkan kasih sayang dan cintanya.

__ADS_1


Membuat Ara tidak berpikir yang ketiga kali untuk menolak cowok tersebut.


"Ya, ya,, bahkan sampai saat ini aku hanya bisa mengingat mu, dan aku pegang ucapan mu, cepat lamar aku dan ikat aku di sisimu, kalau kamu gak secepatnya melamar, bisa di pastikan akan di dahului oleh orang lain."


Mata Revan membelalak saat Ara mengatakan hal itu, sebenarnya apa yang terjadi di Jepang? kenapa tiba-tiba Ara mengatakan akan ada orang lain yang melamarnya. Apa yang sebenarnya terjadi.


"Ra, aku akan ke sana hari ini, tunggu aku!" ucap Revan dengan hati yang panas.


Dia tidak ingin mendengar penjelasan dari Ara lewat telepon. Revan harus bicara empat mata langsung dengan Ara, agar semuanya menjadi jelas.


###


Ara menatap cowok yang baru beberapa hari ini meninggalkan nya dan sekarang dia sudah menjemput kembali kekasihnya itu di bandara.


Revan berjalan dengan gaya coolnya dengan kacamata hitam yang bertengger di hidung. Memakai kaos hitam di padu dengan jaket berwarna abu-abu. Kesan pertama untuk Ara ialah kekasihnya itu sangat tampan.


Bukan hanya ketampanannya, tapi Revan juga cerdas dan smart. Seorang ketua OSIS idola di masa putih abu-abu, digilai banyak cewek dan sekarang Revan hanya gila kepadanya.


Sedangkan Revan sendiri melihat Ara yang semakin cantik merasa tidak tenang. Lihatlah bagaimana orang-orang menatap Ara tanpa berkedip. Membuat Revan ingin sekali menyembunyikan kekasih hatinya itu agar kecantikan nya tidak bisa di nikmati oleh pria lain.


"Assalamualaikum, sayang, maaf buat kamu nunggu," ucap Revan mencium pipi kanan Ara di depan banyak orang dan hal itu langsung membuat Ara melotot sempurna.


"Waalaikumsalam, jangan gitu donk, kan malu, ini di tempat umum juga," ucap Ara merasa kesal. Kemudian dia berbalik dan berjalan meninggalkan Revan.


"Eh, sayang, tunggu! Jangan marah donk!" Revan berlari mengejar Ara dan mencekal tangannya.


"Maafin aku, aku gak bermaksud buat kamu marah, aku kesel aja lihat para pria itu menatap kamu kek gitu, dan aku mau buktiin ke mereka kalau kamu tuh udah ada yang punya, maafin aku, ya?" ucap Revan memohon.


Ara menatap tajam wajah Revan, kenapa dia kekanakan sekali, apa hak dia untuk melarang orang lain untuk memandangnya. Lagian ini bukan Eropa yang mungkin sudah biasa akan hal seperti itu, cium pipi di tempat umum, sejujurnya Ara hanya malu.

__ADS_1


"Maaf ya, yank, aku janji gak bakal kaya gitu lagi deh!" Revan mengangkat kedua tangannya dan jemarinya membentuk huruf V.


"Jangan-jangan kamu udah biasa cipika-cipiki di Jerman sana, sama cewek bule-bule itu?" tanya Ara menyelidik.


"Ya Allah, sayang, sumpah aku gak pernah kek gitu, cuma sama kamu aja, yank! aku gak mau lah kalau obral bibir, dari dulu bibir ini hanya untuk kamu seorang," jawab Revan tegas. Dia tidak mau Ara berpikir macam-macam seperti itu.


Akhirnya Ara menyerah dan langsung mengajak pulang Revan ke rumahnya. Hari itu Revan sampai di Bandara internasional Tokyo sudah jam 7 malam. Dia akan segera bertanya perihal masalah yang menimpa kekasihnya itu hingga ia bela-belain langsung terbang ke Jepang hari itu juga.


Sepertinya Revan juga akan menceritakan tentang masalah yang dia alami di Jerman bersama Cecilia. Dia tidak suka Ara menyembunyikan masalahnya maka dari itu Revan juga akan terbuka terhadap Ara.


###


"Mas Aldo di tuduh menggelapkan uang perusahaan dan dia di fitnah oleh sesama rekan kerjanya yang selama ini sudah sangat dia percaya, dan hal itu membuat pemilik perusahaan tempat Mas Aldo bekerja meminta ganti rugi dua kali lipat, parahnya tiba-tiba pemilik perusahaan Mas Aldo meminta aku untuk menjadi istrinya dan akan menganggap hutang-hutangnya lunas bahkan Mas Al tidak jadi di pecat!"


Brak!


Revan reflek menggebrak meja kayu di depannya. "Maaf sayang, aku sangat kesal dengan atasan kakakmu itu, kenapa dia seenaknya sendiri, memangnya dia sudah kenal sama kamu?" Ara mengangguk.


"Atasan Mas Al kenal banget sama aku, sudah beberapa kali aku di ajak menghadiri acara perusahaannya dan di sana aku juga di kenalkan kepada Tuan Takasi, sepertinya dia memang sudah tertarik padaku, namun aku sama sekali tidak meresponnya," jawab Ara.


Revan mengusap wajahnya kasar. Sepertinya dia memang harus menikahi Ara, karena pesona kekasihnya ini bisa membuat lawan jenis klepek-klepek.


"Bagaimana tanggapan Mas Aldo?"


"Mas Al sudah mengatakan pada Tuan Takasi kalau aku sudah memiliki kekasih dan sebentar lagi akan bertunangan, terapi sepertinya pria itu tidak percaya begitu saja, ternyata selama ini Takasi sudah menyelidiki ku dan tahu kalau aku sedang tidak dekat dengan siapapun di sini, hanya Ryuzu saja, padahal Mas Al juga mengatakan bahwa dia memilih di pecat dari pada harus menukar ku dengan uang yang di mana dia tidak mengambilnya barang sepeserpun," jawab Ara.


"Kita langsung nikah aja, gak usah pakai lamar-lamaran dan tunangan, masalah Mas Al, aku nanti akan ikut bantu, kalian mending pulang ke Indonesia dan aku akan menyediakan pekerjaan yang layak untuk Mas Aldo," ucap Revan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2