Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Ancaman Cecilia


__ADS_3

Happy Reading


Revan menatap ponselnya yang sejak tadi berdering. Sekretarisnya sudah menelepon sampai tiga kali, tetapi Revan masih malas mengangkat telepon itu karena terakhir kalinya dia mengangkat telepon dari Jovinka, masih membahas permasalahan yang sama.


'Revan, kenapa sekarang kamu jadi pengecut seperti ini!!' batin Revan.


'Hadapin, jangan menghindar!'


'Tapi aku udah gak mau berurusan dengan wanita itu lagi, akan sangat bahaya kalau sampai Cecilia tahu aku dan Ara akan segera menikah, aku gak mau Ara kenapa-napa, sepertinya memang aku harus menghadapi untuk meluruskan semuanya, agar dia juga tahu kalau cinta tidak bisa di paksakan!'


Revan perang batin dengan dirinya sendiri. Bukan bermaksud menghindari masalah, tetapi Revan sudah lelah harus bagaimana lagi memberikan peringatan dan pengertian terhadap Cecilia.


Wanita yang pernah membantunya beberapa kali, bahkan yang terakhir kalinya hampir saja nyawa Revan terenggut kalau saja Cecilia tidak datang tepat waktu.


Entah kenapa di setiap ada masalah, di situ ada Cecilia. Seakan menjadi bayang-bayang yang tidak terlihat dan akan hadir di saat yang tepat.


Revan mengambil ponselnya kembali, dia harus bisa bersikap profesional dalam urusan pekerjaan.


"Halo, apa ada masalah dengan perusahaan? Aku sudah menyuruh Martin untuk menghandle semuanya, kan?"


"Iya, Van, tapi ini masalah lain, bukan pekerjaan," jawab Jovinka di sebrang telepon.

__ADS_1


"Lalu masalah apa? jangan bilang kalau wanita itu memberimu banyak uang hanya untuk bertanya aku dimana?"


"Bukan, kali ini lebih parah lagi, Nona Cecilia melakukan percobaan bunuh diri dan dia ingin anda datang sekarang juga."


"Sial!! kenapa wanita itu selalu merepotkan!! bilang padanya aku tidak akan kembali ke Jerman, dan suruh Martin yang menjaganya!"


"Dia akan melukai dirinya kembali, Tuan Revan, pikirkan baik-baik, nama anda akan tercemar kalau wanita itu sampai membuat masalah."


"Jovinka, apa kamu tidak tahu bagaimana menghasilkan wanita gila itu, aku akan segera menikah dengan Ara, kalau sampai dia tahu hal ini, wanita itu pasti akan menyakiti Ara dan aku tidak mau semua ini terjadi! aku sudah lelah menghadapi sifatnya yang terlalu nekat itu, pokoknya aku serahkan padamu dan Martin, aku sedang sibuk dan tidak bisa di ganggu!" Revan mematikan panggilannya.


Cowok itu menyugar rambutnya kasar, menghadapi wanita gila itu benar-benar membuat hidupnya susah bernapas. Lihatlah bagaimana sekarang dia melakukan percobaan bunuh diri dan meminta Revan untuk datang. Cecilia selalu membuat Revan mati langkah dengan cara mengungkit budi baiknya yang telah menolong Revan berkali-kali.


'Aku akan membuat siapapun wanita yang dekat dengan mu atau yang kamu cintai akan hidup tidak tenang, karena kamu hanya boleh bersamaku! kamu tahu, ucapan ku tidak pernah main-main, sekarang kamu harus memilih, ingin tetap bersamaku atau bersama wanita yang kamu cintai tapi hidup kalian akan seperti di neraka??'


Drrttt!


Lamunan Revan buyar kala ada sebuah panggilan masuk dari sebuah nomer tidak di kenal, terapi Revan yakin itu pasti dari Cecilia. Revan memang telah memblokir nomer wanita itu. Dia tidak ingin lagi di kejar rasa hutang jasa dan nyawa lagi.


Mungkin Revan memang pengecut, tapi dia juga tidak bisa begitu saja memutuskan persahabatannya dengan Cecilia. Wanita yang dia kenal sejak beberapa tahun lalu memang sangat berjasa padanya.


Hingga akhirnya Cecilia mengatakan bahwa dia mencintai Revan dan ingin menjadikannya miliknya. Sejak saat itu, Cecilia berubah menjadi sangat posesif meskipun tidak terlalu kentara apabila di depan banyak orang.

__ADS_1


"Bang, kok melamun!" Revan menoleh dan melihat Bundanya sudah berpakaian rapi bersama Kaila.


"Eh, gak kok, Bund," jawab Revan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Kalau gak melamun kenapa dari tadi di panggil Bunda cuma diem aja, bang?" kali ini Kaila yamg bertanya.


"Enggak, kalian mau kemana? udah rapi banget?" tanya Revan mengalihkan pertanyaan.


"Yee,, Abang ini gimana sih, kan hari ini kita mau cari seserahan untuk ngelamar kak Ara! abang lupa, ya?" ucap Kaila bersedekap dada.


"Eh, iya. Ya gak lupa lah, Abang ganti baju dulu, bunda sama Kaila tunggu bentar di ruang tamu, gak nyampe 10 menit!" Revan segera bergegas naik ke lantai atas untuk ke kamarnya.


Sepertinya dia tidak boleh terlalu memikirkan Cecilia, yang penting adalah Ara dan rencana lamaran mereka.


Apapun yang terjadi, Revan akan menjaga Ara dari Cecilia maupun yang lain. Dia akan siape menjadi tameng untuk istrinya kelak.


Bersambung.


Tuh jawabannya yang penasaran dengan rahasia apa yg di sembunyikan Revan dari Ara. Yaitu Cecilia. Revan tidak pernah bisa menyembunyikan apapun dari Ara kecuali Cecilia, karena wanita itu dengan terang-terangan akan menyakiti Ara dan Revan tidak mau Ara tahu masalah ini. 😊😊😁


Udah akak reder jangan marah-marah Ya 😁

__ADS_1


__ADS_2