
Happy Reading 😊
Sifa hanya menampilkan senyum tipis saat mantan suaminya itu menyapa, hatinya masih begitu sakit saat melihat Romi bersama wanita yang dulu sempat di kira Sifa wanita yang di cintai mantan suaminya itu.
Mencintai? apa benar Romi mencintai wanita yang saat ini berdiri di sampingnya itu?
"Aku bareng sama Indah, dia juga dapat undangan dari Vero," Romi menjelaskan pada Sifa meskipun mantan istrinya itu tidak meminta.
Sifa sedikit terkejut setelah mendengar penjelasan dari Romi, hanya beberapa detik, tapi setelah itu dia merubah raut wajahnya kembali menjadi datar.
Sifa merasa Romi masih seperti yang dulu, selalu terbuka dan jujur. Gadis itu juga tahu kalau Indah, Vero dan Romi pernah satu sekolah atau bahkan satu kelas. Mungkin mereka berangkat bersama karena secara tidak langsung Indah adalah sekretaris Romi.
Huh, kenapa Sifa memikirkan hal ini, bukankah dia tidak perlu menduga-duga lagi.
"Apa kabar, Fa?" tanya Romi kemudian. Berusaha bersikap biasa saja di hadapan Sifa, padahal sedari tadi dia sangat ingin memeluk tubuh mungil itu. Tubuh yang selalu membuatnya candu. Semua yang ada pada diri Sifa, Romi menyukainya.
"Fa?" Romi memanggil Sifa yang hanya diam saja. Membuat wanita yang masih dicintainya itu mengerjabkan matanya.
__ADS_1
"Oh, iya, baik!" jawab Sifa gugup. Dia menelan salivanya kala menatap tatapan mata Romi yang masih sama seperti dulu. Banyak pancaran cinta di dalamnya.
"Aku ingin bicara dengan mu, Fa, ada yang ingin aku tanyakan?" ucap Romi masih menatap lekat wajah cantik Sifa.
Sifa merasa dadanya semakin berdebar, dia selalu seperti ini saat di hadapan Romi, Sifa harus segera pergi dari hadapan mantan suaminya itu karena dia tidak akan sanggup berlama-lama bersama pria yang masih ada di hatinya tersebut.
"Maaf Mas, Sifa buru-buru, gak bisa lama-lama di sini," ucap Sifa menundukkan kepalanya kemudian dia pergi begitu saja dari hadapan Romi dan wanita yang bernama Indah yang sedari tadi hanya diam saja.
Tapi belum sempat melangkah, Romi sudah mencekal tangan Sifa, inilah kesempatan untuk nya bisa bertemu dengan mantan istri. Banyak sekali hal-hal yang ingin di tanyakan Romi kepada Sifa.
Dulu dia merasa sangat bodoh dan tidak pernah bertanya secara terbuka kepada Sifa, sehingga penyesalan yang mendalam menderanya saat ini.
Romi yang melihat arah pandang Sifa langsung sadar dan melepaskan tangannya dari lengan wanita itu.
Lagi, Sifa melirik Indah yang berlalu pergi meninggalkan mereka berdua. Seakan ingin memberikan kesempatan pada kedua orang itu untuk menyelesaikan masalahnya.
"Baiklah, 10 menit!" jawab Sifa kemudian pergi keluar dari dalam ballroom tersebut di susul dengan Romi di belakangnya.
__ADS_1
Ara dan Revan yang sejak tadi hanya diam saja melihat interaksi mereka akhirnya ikut merasa lega.
"Barusan senam jantung," ucap Revan mengelus dadanya, berekspresi lega seperti baru saja keluar dari sebuah musibah.
"Iya, mereka bikin tegang aja, apalagi pas Sifa nolak buat bicara sama Romi, sampai nahan nafas aku," jawab Ara terkekeh geli dengan ekspresi nya sendiri.
"Kira-kira mereka ngomong apa, yank?" tanya Revan.
Ara hanya mengangkat kedua bahunya menjawab pertanyaan dari sang suami.
"Apa kamu gak penasaran, mereka ngomong apa?"
"Eh, awas ya kalau yang ada di dalam pikiran mu itu mau mengintip mereka?" Ara memicingkan matanya menatap Revan dengan tatapan curiga.
"Enggak kok, aku hanya ingin tahu, apakah Romi berhasil mencari tahu apa alasan Sifa meminta cerai darinya," jawab Revan.
Bersambung.
__ADS_1
Mulai di selingi kisah Sifa dan Romi ya..