Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Hampir Kebablasan


__ADS_3

Happy Reading 😁


Revan menelan salivanya ketika mendengar cerita dari Aldo mengenai kisah masa lalu Ara dengan dirinya.


Ya, sepertinya yang di ceritakan Aldo tentang Ara yang patah hati karena cintanya sudah di tolak oleh Revan, tapikan itu sudah sangat lama. Sekarang Revan sudah sangat mencintai Ara.


"Apalagi Ara memberi inisial di akhir kata-katanya yaitu R, siapa lagi kalau bukan Revan, karena setahuku teman Ara yang berinisial R saat di Jakarta hanya kamu dan Romi. Tetapi Romi sudah lama tidak berhubungan dengan Ara setelah dia menikah. Jadi siapa lagi kalau bukan kamu R (Revan)!" Revan ingin menjelaskan tetapi tiba-tiba ada suara bel di pintu depan.


Ara yang baru saja mempersiapkan makan siang untuk mereka berlari dari dapur untuk membukakan pintu.


"Erika? maaf ya, aku jadi nyuruh kamu ke sini buat ambil shoes kamu," Aldo dan Revan langsung menoleh ketika Ara memanggil tamu itu Erika.


"Erika?" gumam Aldo berubah sumringah.


Pria matang berusia 29 tahun itu belum berani menyatakan perasaannya pada Erika meskipun mereka sudah sering bersama.


"Erika, silahkan masuk, aku juga sedang ada tamu, pacarku!" bisik Ara tetapi masih terdengar oleh Aldo dan Revan.


Hal itu membuat Revan lagi-lagi merasa kagum dan senang mengetahui Ara yang sedang terang-terangan mengatakan pada sahabatnya bahwa ia adalah pacarnya.


Sungguh tidak pernah Revan bayangkan kalau ternyata di akui oleh pacar sendiri itu sangatlah bahagia.


"Hai Aldo!" sapa Erika pada pria yang sudah terlihat salah tingkah itu.


Revan bisa melihat bagaimana raut wajah Aldo yang terlihat berubah seketika.


"Hai, Erika, eham padahal tadi aku mau mengembalikan shoes mu yang di pinjam Ara, tapi ternyata kamu sudah datang," jawab Aldo berusaha mengendalikan dirinya.


Ara memutar bola matanya, melihat kakaknya yang selalu seperti itu jika berhadapan dengan Erika.


'Dia itu udah tua tapi pengalaman cintanya nol persen, dasar Aldo!!' batin Ara kesal.


"Hai, aku Revan (versi bahasa Inggris)" Erika melihat pria tampan di hadapannya ini dengan sedikit terkejut.

__ADS_1


"Oh, pacarnya Ara, ya?" Erika menjabat tangan Revan dengan senyum yang mengembang.


"Iya, dia pacarku yang selama ini aku ceritakan, kami sudah 6 tahun tidak bertemu," jawab Ara.


Erika menutup mulutnya dengan kedua tangan karena terkejut. "Apa? 6 tahun kalian tidak bertemu? kenapa lama sekali?" seru Erika masih tidak percaya.


"Ya, karena kami sama-sama sibuk," jawab Ara menatap Revan.


"Eghem, Ra, udah siap belum makan siangnya?" tanya Aldo yang sedari tadi di tinggal mengobrol oleh ketiga orang itu.


"Oh, iya, udah siap, ayo kita makan siang dulu," ajak Ara.


Akhirnya ke empat orang itu berjalan menuju dapur yang bersebelahan dengan meja makan dan mengambil tempat duduk masing-masing yang memang hanya memiliki 4 kursi.


Mereka makan siang dalam diam dan khusuk tidak saling bicara karena memang Ibu Ara mengajarkan hal itu pada saat almarhum masih hidup. Dan hal itu masih di terapkan oleh Ara dan Aldo hingga sekarang.


###


"Besok setelah aku mendapatkan gelar master, aku akan mengambil S2 masih di Jepang, setelah itu aku akan kembali dan menetap di Jogja," jawab Ara.


Revan menghela napas. "Kenapa lama sekali, aku tahun depan akan pindah ke Jakarta setelah Raka mau mengambil alih perusahaan Ayah yang ada di Jerman, aku ingin secepatnya kita bersatu, Ra, udah 6 tahun, loh! apa sih yang kamu tunggu!" ucap Revan dengan nada yang sedikit tinggi membuat Ara sedikit terkejut.


"Van, lo mau sabar nunggu, gak? kalau gak, ya udah, aku juga...!"


"Bukan gitu Ra maksudnya, kamu tahukan kalau aku gak akan pernah menyerah dengan semua ini, aku gak akan menyerah sama kamu, aku sayang kamu, Ra. Aku ingin cinta kita di ikat dalam ijab qobul, aku gak akan pernah memberi batasan untuk kamu kalau memang kamu mau mengambil S2!" ucap Revan menggebu.


Ara merasa gelisah karena tiba-tiba Revan membicarakan masalah yang sangat dalam yaitu pernikahan.


"Van?"


"Iya, sayang! gimana?"


"Aku gak tau, kamu ngomongnya dadakan, sih!" jawab Ara.

__ADS_1


Revan menarik Ara untuk lebih dekat, mereka saat ini duduk di sofa ruang tamu setelah makan siang tadi dan Aldo sedang jalan-jalan bersama Erika, mumpung hari libur Aldo ingin mengajak Erika ke suatu tempat.


Sepertinya rencana Ara dengan mendatangkan Erika memang sangat tepat. Ara memang tahu bagaimana cara mengalihkan perhatian Aldo. Dia ingin bisa leluasa berbincang dengan Revan untuk saling mengobati rindu.


"Sayang, boleh gak aku nyium kamu?" tanya Revan mengunci tatapan manik hitam itu.


Ara hanya diam saja karena gugup, jujur dia tidak pernah sedekat ini dengan seorang pria dan entah kenapa saat merindukan pria di depannya ini, bisa merasakan dekapannya benar-benar membuatnya sangat nyaman.


Revan yang melihat Ara hanya diam, akhirnya memajukan wajahnya dan mencium bibir yang sejak tadi ingin dia cicipi itu.


Revan bisa merasakan bahwa Ara masih terlalu kaku dan tidak bisa berciuman, itu berarti menandakan bahwa Ara memang tidak pernah melakukan hal itu dengan pria lain.


"Rileks, sayang!" bisik Revan di sela ciumannya. "Buka mulutmu," Ara menurut dan membuka mulutnya, dan hal itu langsung di gunakan Revan untuk memasukkan lidahnya kedalam.


Ara sudah terbuai dan hasratnya keduanya pun semakin tidak terkendali. Revan sudah mencium leher jenjang Ara yang harum dan semakin membuatnya napsu.


Entah siapa yang memulai, kini Ara sudah terlentang di sofa dan Revan berada di atasnya masih dengan ciuman yang intens. Tangan Revan sudah membelai perut Ara, mengelus perlahan sambil merasakan nikmatnya ciuman itu.


Tiba-tiba Ara mengeluarkan suara merdunya yang membuat Revan semakin berhasrat. Tangan Revan sudah berhasil berada di atas dada Ara yang semakin kencang dan besar itu.


Tiba-tiba suara bel berbunyi, membuat kedua sejoli yang sedang di mabuk asmara itu langsung tersadar dari kegiatannya. Hampir saja mereka kebablasan.


Ting tong!!


Ara langsung membetulkan bajunya yang sudah berantakan. Rambutnya juga sudah kusut tidak berbentuk.


"Yank, biar aku aja yang buka, kamu pergi ke kamar mandi dulu, benerin bajunya, ya?" ucap Revan memandang kekasihnya ini.


"Tapi,"


Bersambung.


Mana nih suaranya 😀😀😁😁

__ADS_1


__ADS_2