Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Ara Milik Revan


__ADS_3

Happy Reading 😊


"Apa cinta lo ke gue udah hilang, Ra?" tanya Revan menatap mata Ara dengan tatapan yang terkunci.


Seakan menarik dan menyelami apa yang ada di dalamnya. Tetapi Ara masih waras untuk tidak terpesona dengan mata hitam elang milik Revan yang selalu bisa menghipnotis dan membuat jantungnya berdetak kencang.


Ara langsung mengalihkan pandangannya ketika Revan menatapnya seperti itu.


"Please,, jawab pertanyaan gue, Ra!" Revan menarik rambutnya frustasi.


Gadis di depannya ini benar-benar menguji kesabarannya. Tetapi kenapa hanya karena Ara diam seperti ini membuat Revan merasa gelisah?


Lalu bagaimana dengan sikapnya yang selalu menolak dan menghina Ara di masa lalu. Ara mengambil es jeruk dan meminumnya hingga tinggal separo.


"Perlu banget di jawab, ya?" Revan mengangguk ragu. Masih menatap Ara yang mengambil napas dalam-dalam dan menghembuskan perlahan.


"Gue, sebenarnya...!"


"Stop!" tiba-tiba Revan menghentikan Ara yang akan berucap dengan cara menempelkan telunjuknya di bibir Ara.


Entah kenapa tiba-tiba Revan tidak ingin mendengarkan jawaban yang keluar dari mulut gadis itu.


Revan tidak mau sakit hati karena harus di tolak, dia merasa belum siap. Sedangkan Ara langsung menutup rapat bibirnya, jari telunjuk Revan masih menempel di bibir mungil Ara.


"Sebenarnya gak penting juga sih, lo masih cinta gue atau gak, yang penting saat ini gue bisa deket sama lo, udah seneng banget Ra, gue yakin kalau cinta lo buat gue, Ara buat Revan dan gak boleh di miliki oleh orang lain," ucap Revan sambil membelai bibir pink alami itu dengan ibu jarinya.


Revan menatap bibir itu dengan perasaan campur aduk, entah kenapa tiba-tiba dia ingin sekali merasakan, mencicipi bagaimana manisnya bibir Ara.


Ara yang merasa risih langsung melepaskan tangan Revan dari wajahnya.


"Van, kenapa seenaknya sendiri lo nge-klaim gue, kita kan gak tau di masa depan jodoh kita itu siapa, lagian juga lo pede banget sih kalau gue masih cinta sama elo," ucap Ara membuat Revan sedikit terkejut.


"Kalau lo udah gak cinta lagi sama gue saat ini gak apa-apa, Ra. Gue bakal tetap perjuangin lo, gue bakal bikin lo cinta lagi ke gue, karena gue yakin kalau sebenarnya di dalam hati kecil lo, cinta itu masih ada," ucap Revan.


"Cinta monyet, iya gue emang dulu cinta banget sama elo, tapi kan itu sama aja namanya dengan cinta monyet, cinta anak remaja," ucap Ara terkekeh.


Revan ikut tersenyum melihat Ara, setidaknya dia masih bisa dekat dengan gadis pujaannya itu.

__ADS_1


###


"Ra, ayo masuk, Bunda sama Ayah udah nungguin kamu," Revan menarik tangan Ara lembut untuk masuk ke dalam rumah mewahnya.


Tidak henti-hentinya Ara menatap sekeliling, mengedarkan pandangannya ke berbagai arah. Rumah Revan memang sangat besar dan mewah. Khas rumah orang-orang kaya.



"Duduk dulu, Ra. Gue panggil bunda, sepertinya bunda sedang ada di dapur," ucap Revan.


Kemudian Ara mendudukkan tubuhnya di atas sofa yang ada di ruang tamu. Sebenarnya Ara juga berasal dari keluarga kaya, hanya saja dia tidak mau kalau harus tinggal bersama Ayah dan istri mudanya, sedangkan Ibunya sudah pergi ke luar negeri untuk bekerja, mungkin ibunya hanya sedang mengobati rasa sakit hatinya karena perpisahan dengan sang Ayah, apalagi tidak lama setelah itu, Ayahnya sudah menikah lagi dan di kabarkan bahwa istri mudanya itu sedang hamil.


Sepertinya Ara sudah paham apa yang membuat ibunya memutuskan bercerai dari Ayahnya. Dah hal itu juga membuat Ara mengambil keputusan untuk tinggal bersama tante dan om-nya.


Tidak lama kemudian, Aulia datang bersama Sandi dan langsung memeluk Ara erat. "Kenapa baru sekarang kamu mau datang ke gubuk tante, Ra? padahal sudah sering lo tante mengundang kamu untuk makan malam di sini," ucap Aulia.


"Maaf tante, bukannya tidak mau, tapi Ara harus belajar tiap malam, kan sekarang sudah ujian akhir semester," jawab Ara.


"Oh, iya bener, ya gak apa-apa, yang penting kamu sudah mau datang ke sini, kenalkan, ini Ayahnya Revan," Ara menyambut uluran tangan Sandi dengan mencium punggung tangannya.


"Ara, Om..."


"Yah, udah jangan menggoda Ara, nanti tambah merah tuh pipinya," goda Revan.


Ara langsung menatap Revan yang hanya nyengir kuda.


"Ayo kita langsung ke ruang makan, tante sudah masak khusus buat kamu lo, Ra. Jadi harus di habiskan, ya?"


"Iya, tante," jawab Ara.


Akhirnya Ara dan keluarga Sandi Aulia menyantap makan malam mereka dengan obrolan yang hangat.


Revan bisa melihat bagaimana kedua orang tuanya memperlakukan Ara dengan sangat manis, sepertinya pilihan Revan memang tidak salah.


Ara gadis baik dan ramah, membuat banyak orang yang menyukainya, termasuk Bunda dan Ayahnya, dan juga Raka tentunya.


Hari-hari pun berlanjut, tidak terasa ujian akhir semester sudah selesai. Ara merasa deg-degan dengan hasil nilai ujiannya yang hari ini akan keluar.

__ADS_1


"Ra, selamat ya, akhirnya lo dapat nilai bagus," seru Nita.


"Masa sih?" Ara melongo tidak percaya.


Akhirnya Nita menarik Ara untuk melihat mading dimana biasanya di sana akan ada di tempel pengumuman untuk yang masuk peringkat lima besar dari setiap kelas.


Mata Ara berbinar, benar saja dia masuk peringkat tiga dengan nilai hanya selisih dua angka dari yang peringkat ke dua.


"Ra, selamat, ya?" ucap Vero menepuk bahu Ara.


"Makasih, Ver," jawab Ara tersenyum.


Sejak saat Revan mengatakan pada Vero bahwa dia akan memperjuangkan cinta Ara, akhirnya cowok itu memilih mundur, Vero tahu kalau Ara pasti akan lebih memilih Revan dari pada dirinya. Vero juga tidak ingin kehilangan sahabatnya hanya karena merebut kan perempuan yang sama.


Vero bahagia bisa melihat kebersamaan Ara dan Revan, sikap tulus Revan yang di tunjukkan untuk Ara, bahkan perhatiannya yang sangat besar membuat Vero yakin bahwa Revan memang benar-benar berubah.


Angel sudah di keluarkan dari sekolah setelah kejadian waktu itu yang akhirnya di akui sendiri oleh Angel. Gadis itu juga meminta maaf pada Ara karena telah menguncinya di dalam gudang. Dan sekarang Angel di pindahkan sekolah di luar negeri oleh kakeknya karena merasa malu dengan sikap cucunya itu.


"Besok libur panjang mau liburan kemana, Ra?" tanya Revan yang kini sudah duduk di samping Ara.


"Minggir, Van, gak usah deket-deket!" Ara Mendorong bahu Revan agar cowok itu sedikit menjauh. Maklum, Revan duduknya memang benar-benar rapat.


Semua orang yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya. Mereka semua sudah paham kalau sekarang Revan yang berganti mengejar Ara, bahkan Revan tidak peduli kalau mendapatkan julukan si Bucin.


"Gue mau pulang ke Jogja, udah setahun gue gak balik," jawab Ara.


"Wah gue ikut donk, Ra?" seru Nita.


"Eh, enak juga ya kalau kita liburan ke Jogja?" Romi ikut menyela.


Revan mengalungkan tangannya ke bahu Ara. "Kalau begitu bagaimana kalau kita liburan ke kampung halaman Ara, di Jogja?" ucap Revan.


"Eh, kok jadi kalian mau ikutan gue,"


Bersambung.


Maaf ya akak reader semuanya, othor lagi mabuk, trimester pertama buat tubuh othor jadi lemes, jadi maaf kalau gak bisa up rutin.

__ADS_1


Tapi othor usahakan bisa up setiap hari 🙏🥰


__ADS_2