
Happy Reading 😊
Ting tong!!
Bel pintu depan berbunyi sekali lagi, Ara langsung bergegas berdiri dan berjalan cepat ke arah pintu untuk membukanya.
Tidak mungkin kalau tamu itu Aldo dan Erika, karena kalau Aldo pastinya sudah langsung membuka pintu tanpa harus memencet bel terlebih dahulu, karena Aldo sudah memiliki kunci cadangan rumah.
Ceklek!!
Ara menatap tamunya dengan senyum yang canggung. "Ryu, ada apa?" tanya Ara.
Ya, tamu itu adalah Ryuzu, yang kini tengah menatap Ara dengan tatapan yang sulit di artikan. Ryu mematung menatap Ara yang nampak berantakan, tidak seperti biasanya yang selalu rapi dan cantik. Terlihat baju yang di pakainya kusut pada bagian bawah, bahkan lipstiknya terlihat memudar seperti bekas habis berciuman.
"Ara, apa kamu baik-baik saja?" tanya Ryu menatap lekat wajah wanita yang di sukanya itu. Meneliti setiap jengkalnya dan diapun bisa melihat bibir Ara yang terlihat membengkak.
Ara mengusap lehernya karena merasa gugup. Jujur, Ara sudah bisa membaca pikiran Ryu tentang dirinya yang terlihat kacau tersebut.
"Aku baik-baik saja, ehmm apa ada sesuatu, Ryu?" tanya Ara.
Revan yang berada di dalam merasa penasaran dengan siapa tamu yang datang, karena sudah beberapa menit Ara tidak kembali lagi ke ruang tamu.
Akhirnya Revan memutuskan untuk mendatangi Ara di pintu yang hanya di tutupi sekat kayu dari ruang tamu.
__ADS_1
Ryuzu masih diam mengatur dadanya yang bergemuruh karena melihat bibir Ara yang terlihat bengkak, entah kenapa dia merasa tidak suka melihat pemandangan itu.
Pria berusia 24 tahun itu nampak terkejut dengan kehadiran seorang pria dari arah belakang Ara yang muncul dengan tatapan datarnya.
"Ara, siapa dia?" tanya Ryu dengan bahasa Jepang.
Ara langsung menoleh ketika Revan merangkul bahunya. Bahkan Revan langsung mencium pipi Ara sebagai tanda bahwa Ara adalah miliknya.
"Oh, dia pacarku, namanya Revan, ehm sayang, dia Ryuzu, temanku!" ucap Ara saling memperkenalkan.
Revan mengulurkan tangannya pada Ryu dan langsung di sambut oleh pria Jepang itu. Revan dapat merasakan tangannya yang di tekan kuat oleh Ryu.
Ara merasa tidak nyaman dengan atmosfer disekitar, diapun mengajak kedua pria itu masuk ke dalam ruang tamu agar lebih rileks.
Revan dan Ryu masih saling menatap dengan tatapan tajam. Seakan saling melemparkan tatapan permusuhannya.
Revan bisa melihat bahwa pria di depannya ini memiliki perasaan untuk kekasihnya, Ara. Terlihat dari binar matanya yang memancarkan kecemburuan saat Revan datang mencium pipi wanitanya itu.
"Apa kamu sudah lama kenal dengan Ara?" tanya Revan dengan versi bahasa Inggris. Memecahkan ketegangan di antara mereka.
Ryu melirik Revan dan tersenyum sinis. "Ya, tentu saja, aku sudah mengenalnya Enam tahun dan selama itu kami sangat dekat, aku tidak pernah tahu siapa kamu, kenapa kamu tiba-tiba muncul di antara kami dan mencium Ara seperti itu?" tanya Ryu.
Revan mengeraskan rahangnya. "Apa kamu tadi tidak mengerti perkataan Ara, bukankah dia sudah mengenalkan ku padamu kalau aku ini adalah kekasihnya? kita memang tidak bertemu selama itu tetapi kami masih saling berkomunikasi sampai sekarang," jawab Revan dingin. Dia tidak ingin tersulut emosi dengan kata-kata Ryu yang memang sedang memprovokasinya.
__ADS_1
Ryu ingin membalas Revan tetapi Ara datang dengan membawa minuman dan beberapa cemilan.
"Ra, sebenarnya pria ini siapa mu? kenapa dia terlihat begitu kesal saat aku mencium mu? apakah kalian pernah ada hubungan?" tanya Revan tiba-tiba, membuat Ara langsung menatap ke arah kedua pria itu.
Ryuzu jelas tidak mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Revan karena pria itu memakai bahasanya.
"Aku dan Ryu adalah sahabat, sejak kuliah kami sudah saling kenal karena satu jurusan, bahkan dia tahu kalau aku sudah punya pacar yang tinggal di Eropa," jawab Ara.
Ryu menatap Ara dan Revan bergantian, dia sepertinya paham kalau mereka berdua sedang membicarakan tentangnya karena Ara menyebut nama Ryu.
"Ara, aku ingin mengatakan kalau tiket kereta ke Hokkaido sudah aku beli, kita akan naik Hokkaido Shinkansen, rutenya memang lama di bandingkan dengan naik pesawat, tapi nanti kita bisa menikmati perjalanan ke Hokkaido dengan kereta cepat ini!" ucap Ryu seakan mencari perhatian dari Ara.
"Kapan kamu akan ke Hokkaido, sayang?" tanya Revan yang memang sedikit mengerti dengan bahasa Jepang, karena Revan memang sengaja belajar bahasa Jepang dan sekarang ada keuntungannya.
"Mungkin lusa setelah kamu pulang ke Indonesia, kita memang ada penelitian di sana," jawab Ara.
Revan merasa tidak suka melihat kekasihnya dekat dengan pria lain, rasanya sudah cukup melepaskan Ara beberapa tahun ini. Dia tidak mau kalau sampai berlama-lama lagi, akan banyak rintangan yang menghadang hubungan mereka.
"Sayang, aku mau lamar kamu ke mas Al," ucap Revan tiba-tiba.
Bersambung.
Nah loh, gimana tanggapan Ara ya?? next episode ya 😁
__ADS_1