Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Malam Pertama


__ADS_3

Happy Reading 😊


Terdengar suara deru nafas yang saling bersahutan. Revan dan Ara masih saling berciuman dengan hasrat yang semakin menggebu.


Revan menurunkan wajahnya, menelusuri leher jenjang istrinya yang beraroma vanila. Revan langsung mencium dan memberi tanda merah di sana.


Ara hanya bisa menggeliat dan mendes*h lirih kala Revan memainkan lidahnya di sana sambil menggigit kecil telinganya.


Permainan Revan benar-benar membuat Ara semakin terbuai, meskipun Revan belum pernah melakukan ini sebelumnya dengan wanita lain, tapi naluri kelakiannya langsung bisa dengan mudah mengikuti insting, di tempat mana saja letak sensitif tubuh sang istri.


Ara meremas sprei dengan kuat ketika Revan sudah mulai bermain di area dadanya. Tangan Revan meremas lembut kedua benda kenyal yang sejak dulu sudah menjadi benda favoritnya meskipun Revan hanya bisa memandang. Tapi sekarang dia bisa menyentuhnya dengan mudah karena Ara kuga sudah merelakan dirinya untuk sang suami.


Meskipun tidak di pungkiri ada rasa takut dan gugup yang menyelimuti nya, tetapi rasa nikmat dan nyaman dirasakan oleh Ara pada setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya.


Perlahan namun pasti, tangan Revan menelusup ke dalam baju istrinya. Membuka pengait di bagian punggung Ara dengan mudah.


Bahkan secepat kilat Revan sudah membuka baju Ara dan bagian tubuh atasnya sudah tidak tertutupi oleh sehelai benangpun. Revan memandang penuh damba dengan benda kenyal itu. Pria itu mendekat kan wajahnya tangannya langsung menangkup kedua benda itu dan memberi remas*n lembut.


Suara merdu Ara mengalun indah, membuat Revan semakin gencar memainkan lidahnya pada pucuk pink yang sudah mengeras minta di hisap.


Ara ikut menekan kepala Revan dengan tangan nya ketika suaminya sedang menikmati dua buah yang membuat Ara semakin melayang.


"I love you, my wife," bisik Revan di sela aktivitas nya, mengatakan bahwa ia sangat mencintai Ara dengan sepenuh hati.


Ara hanya bisa tersenyum sambil menutup matanya karena saat ini Revan sudah membuka pakaian bagian bawahnya, tanpa menyisakan CD sekalipun, karena Revan sudah tidak tahan, sang adik sudah meronta sejak tadi.


Revan melepas semua kain yang menempel di tubuhnya. Ara yang baru pertama kali melihat bentuk tubuh pria secara nyata di hadapannya langsung refleks menutup mata.


"Kenapa di tutup matanya?" tanya Revan terkekekeh.

__ADS_1


"Aku, malu," jawab Ara.


Revan mencium kedua mata Ara yang tertutup, beralih ke pipi kanan dan kiri, kemudian berakhir di bibir. Revan mencium bibir Ara dengan lembut menuntut.


Ara semakin terbuai dengan permainan suaminya, tangan Revan juga tidak lepas dari pucuk pink di atas dada Ara.


Meremas, memilin dengan gemas, kemudian Revan menurunkan wajahnya kearah gundukan kenyal milik Ara. Bermain di sana dengan menyusu seperti bayi yang sedang kelaparan.


Tentu saja hal itu membuat Ara semakin merasa kenikmatan dan menginginkan hal lebih.


Revan mengangkat wajahnya. "Aku mulai, ya?"


Ara hanya mengangguk pasrah, karena dia juga sudah tidak tahan dengan segala kenikmatan yang lebih.


Revan menegakkan tubuhnya, di arahkan pusakanya yang sudah mengeras sejak tadi ke arah gua berimbun di bawah sana.


Ara menutup matanya kembali saat merasakan gesekan benda asing di miliknya. Sesuatu yang keras tapi lembut itu mendorongnya sedikit demi sedikit.


Sulit dan sempit saat Revan berusaha menerobos dinding yang ada di dalam sana.


Satu kali, dua kali dan dalam hentakan yang ketiga akhirnya pusaka itu bisa masuk meskipun belum seluruhnya.


"Aaakkk, sakit!" rintih Ara kala miliknya benar-benar penuh dengan milik Revan. Setetes cairan merah hangat keluar dari dalam sana. Revan bisa melihat darah kesucian sang istri yang mengalir dan hal itu membuat Revan sangat bangga. Revan diam sebentar agar milik Ara merasa terbiasa dengan miliknya yang lumayan besar.


"Rileks, sayang," bisik Revan sembari menggerakkan tubuhnya perlahan sambil mencium bibir Ara yang sudah terlihat membengkak.


Akhirnya setelah beberapa saat, Ara merasa sedikit rileks. Rasa sakit yang tadi di rasakan berubah menjadi nikmat.


Akhirnya malam itu, Revan dan Ara melakukan malam pertama setelah lebih seminggu mereka menikah.

__ADS_1


Bahkan malam itu mereka tidak hanya melakukan nya sekali.


"Terima kasih, sayang," ucap Revan setelah melakukan pelepasannya yang terakhir. Kedua sejoli itu sama-sama merasakan lelah dan akhirnya terlelap.


###


Revan membuka matanya perlahan, menatap wanita yang tengah terlelap dalam pelukannya yang tidak lain adalah istri tercintanya.


Sungguh tidak pernah dia bayangkan bahwa malam tadi benar-benar membuatnya melayang merasakan nikmat yang selama ini dia tahan.


Banyak macam godaan yang datang silih berganti setelah Revan tinggal di Jerman. Bahkan tidak sedikit wanita yang dengan terang-terangan mengajaknya tidur dengan cuma-cuma. Bahkan mereka sudah melepaskan seluruh pakaiannya di depan Revan, tetapi tentu saja hal itu sama sekali tidak akan bisa menggoyahkan hatinya.


Hanya Ara yang mampu membuat hasrat Revan bangkit, dan itu tidak akan pernah dia rasakan pada wanita lain. Revan sangat menjaga dirinya. Tubuh dan hatinya hanya untuk Ara seorang.


"Eumm,," terdengar suara lenguhan Ara yang masih berada di pelukannya.


Pergerakan Ara membuat Revan refleks menutup matanya kembali. Berpura-pura masih tertidur padahal dia sudah bangun sejak tadi, bahkan Revan puas memandangi wajah sang istri dalam tidurnya.


Ara membuka matanya dan merasakan sesuatu yang berat menimpa perutnya. "Sayang, bangun! Jam berapa ini?" Ara menggoyangkan tubuh Revan agat cepat bangun.


"Eumm!" Revan semakin mengeratkan pelukannya.


"Revan, bangun! Subuhan dulu, ini jam berapa? Ayo cepat bangun!" Revan membuka kedua matanya.


"Ini masih jam 3 pagi, nanti subuhnya masih satu jam lagi, ayo tidur, aku masih mengantuk," ucap Revan kembali menarik selimut dan memeluk istrinya.


Ara hanya bisa menggelengkan kepalanya, ternyata Revan sangat susah untuk bangun subuh. Ara tahu setelah mereka menikah dan ternyata membangunkan Revan benar-benar harus ektra sabar.


Bersambung.

__ADS_1


Maaf baru bisa update 🙏🙏🤧


__ADS_2