
Happy Reading 😊
Beberapa bulan kemudian.
Kaila menatap pantulan dirinya di cermin, jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Walau seuntas senyum tercetak di bibirnya, tetapi kegugupan nya tetap tidak bisa hilang begitu saja.
Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Vero, setelah meminta restu pada Revan waktu itu, selang seminggu kemudian Vero datang beserta kedua orangtuanya ke rumah Ayah Sandi untuk melamar Kaila.
Tentu saja Vero tidak akan menyia-nyiakan waktu setelah kedua pihak keluarga setuju dan merestui hubungan mereka.
"Cantik banget kamu Kai," ucap Ara yang baru saja masuk ke dalam kamar Kaila yang telah di sulap menjadi kamar pengantin yang indah.
Berbagai macam bunga juga sudah di tata di sudut-sudut kamar agar tampak lebih asri. Berbagai macam pernak-pernik di gantung indah di atas ranjang, serta bunga tujuh rupa yang di sebar di atas ranjang. Ara dan Bunda Aulia yang mendekorasi kamar Kaila tersebut.
"Kak, apa mempelai prianya sudah datang?" tanya Kaila menatap Ara pada pantulan di cermin.
Ara berjalan mendekat dan memegang bahu Kaila. "Sudah, baru saja, makanya kakak kesini, udah jangan gugup lagi, Vero pasti tanggung jawab, kok!" Kaila melotot mendengar ucapan Ara.
"Bahasannya jadi aneh ya? kalau orang lain dengar, nanti di kira aku lagi mlendung," sungut Kaila.
Ara terkekeh mendengar ucapan Kaila yang menjawab dengan bibir mengerucut. "Iya, maksudnya tanggung jawab dengan ikrar yang telah dia ucapkan pada waktu melamar kamu," jawab Ara kemudian.
Kaila hanya tersenyum menanggapi, jantungnya masih saja berdetak kencang.
"Ayo Kai, cepat turun! itu udah ditunggu Vero di bawah!" seru Aulia masuk ke dalam kamar.
"Iya, Bund, ini juga lagi mau keluar, udah di jemput kak Ara," jawab Kaila tersenyum.
__ADS_1
Aulia dan Ara menggiring Kaila untuk ke tempat berlangsungnya ijab qobul. Vero, Sandi dan seorang penghulu sudah menunggu kedatangan mempelai wanita.
Semua orang nampak menatap ke arah tangga di mana Kaila melangkah turun dan di sampingnya ada Ara. Sedangkan Aulia berjalan di belakang mereka.
Vero nampak terperangah melihat penampilan Kaila yang sangat berbeda, dengan memakai kebaya modern berwarna putih bersih dan juga riasan hijab pengantin masa kini membuatnya terlihat sangat cantik.
'Mangklingi' kalau kata orang jawa, hampir semua yang ada di tempat itu terpesona melihat pengantin wanita yang saat ini sudah duduk di samping mempelai pria.
"Eghem!" Ara berdehem, membuat Vero yang sadar dari rasa kagumnya terhadap Kaila.
"Vero, di sahin dulu baru di pandang sampai kenyang," ucap Ara berbisik, membuat Vero salah tingkah.
Sedangkan Kaila hanya menunduk karena malu dengan ocehan kakak iparnya yang sejak semalam selalu menggodanya.
Ara kembali ke belakang dan duduk di samping suaminya yang juga tidak melepaskan pandangannya dari Ara.
"Gak kok, yank! kamu cantik, apalagi kalau pakai kebaya kaya gini, jadi ingat dulu pernikahan kita benar-benar dadakan dan gak sempat menyiapkan semuanya, tapi waktu itu kamu juga tetap cantik!" ucap Revan tersenyum.
Ara berdehem untuk membuang rasa malunya karena di goda oleh Revan seperti itu. "Iya, lagian dulu situasi nya berbeda, kan, tapi aku bersyukur bisa menikah di depan Ayah," jawab Ara menatap kedua mempelai yang sedang melakukan prosesi ijab qobul.
"Aku mencintaimu, dulu, sekarang, nanti dan selamanya," bisik Revan di telinga istrinya.
"Sah!"
"Sah!"
"Alhamdulillah!"
__ADS_1
Terdengar suara yang akhirnya membuat semua orang merasa lega. Terpancar kebahagiaan di wajah-wajah yang datang ke tempat acara itu.
Rencananya nanti malam acara resepsi langsung di gelar di hotel berbintang milik keluarga Vero.
###
Malam ini acara resepsi pernikahan Kaila dan Vero di gelar di hotel dengan sangat meriah. Para tamu undangan sudah berdatangan dan memberikan selamat pada kedua mempelai yang malam ini tampil dengan penampilan yang glamor.
Kaila menggunakan gaun berwarna coklat muda senada dengan jas yang di gunakan oleh Vero.
Ara melihat seseorang yang baru saja masuk ke dalam sambil tersenyum. "Sifa, akhirnya kamu datang? aku kangen banget sama kamu!" ucap Ara memeluk sepupunya itu.
"Iya, aku juga kangen sama kakak, kan aku udah janji sama Kaila kalau malam ini akan datang, baru tadi sore Sifa terbang dari Jogja, terus langsung ke sini," jawab Sifa tersenyum.
Setelah berbincang sebentar, Sifa memberi selamat kepada Vero dan Kaila. Banyak sahabat-sahabat Vero dan Kaila yang datang.
Salah satunya Romi yang juga baru datang bersama seorang wanita cantik di sampingnya. Ara dan Revan melihat Sifa yang belum menyadari kedatangan mantan suaminya itu.
Tapi berbeda dengan Romi yang langsung membeku di tempat saat melihat wanita yang pernah menjadi bagian dalam hidupnya.
Sudah setahun mereka tidak bertemu, Sifa kembali kuliah dan kembali ke Jogja. Kabar yang dulu pernah berhembus tentang kehamilan mantan istrinya itu ternyata tidak benar. Padahal Romi sangat berharap bahwa saat itu Sifa benar-benar mengandung benihnya.
"Sifa?" sapa Romi dari arah belakang.
Tentu saja hal itu langsung membuat Sifa reflek menoleh dan tersenyum ketika mendengar namanya di panggil. Terapi senyuman cantik itu tidak berlangsung lama, karena setelah melihat siapa yang menyapanya dan melirik wanita di sampingnya membuat senyum Sifa pudar seketika.
Bersambung.
__ADS_1