Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Masakan Spesial


__ADS_3

Happy Reading 😊


Ara mendengar suara teriakan suaminya dari arah kamar atas dan langsung bergegas menyusul nya.


"Ara! Kamu di mana!"


"Revan, aku di sini, kenapa kamu teriak-teriak?" Revan yang melihat Ara baik-baik saja langsung berjalan cepat ke arahnya dan memeluk istrinya itu erat.


"Kamu ke mana sih? Aku takut banget gak lihat kamu di mana-mana?" Ara mengelus punggung suaminya.


"Maaf, aku tadi di dapur dan gak sempat nyambut kamu sayang, maaf ya?" Revan melepaskan pelukannya.


"Kenapa kamu di dapur?"


"Lagi buatin kamu coklat panas, ayo mandi dulu, setelah itu siap-siap makan malam, aku udah masakin sup ayam jamur, loh!" Ara menarik Revan menuju kamar mandi.


"Yank, kok kamu masak? Emang sudah enakan? Jangan terlalu capek loh, aku gak mau kamu..!"


"Iya Revan Prayoga, aku sudah enakan dan tubuhku akan kaku-kaku kalau gak gerak dan nglakuin apapun, makanya mulai sekarang aku akan masak buat kamu," jawab Ara.


Revan membuka mulutnya ingin menjawab, tapi tidak jadi karena Ara sudah mulai rusuh dengan membuka kancing kemejanya dengan cepat.


Inilah jurus jitu kalau Revan susah bangun di waktu subuh, membuka bajunya agar Revan kedinginan dan Ara menyembunyikan selimut mereka.


Alhasil Revan akan bangun dan mencari selimut tetapi tidak menemukan di mana selimut itu. Akhirnya mulai dari mencari selimut dan akhirnya rasa kantuknya pun hilang.


"Sayang, dingin banget ini!" seru Revan melihat istrinya sedang mengisi bath up dengan air hangat.


"Iya, ini udah aku siapin air hangat untuk suamiku berendam, biar lebih rileks dan capek-capeknya hilang," jawab Ara menuangkan sabun aroma terapi ke dalam bathub tersebut.


"Makasih, sayang, mandiin!"

__ADS_1


Ara menatap suaminya dan mencubit perut Revan sedikit keras.


"Mandi sendiri, udah gede juga, aku mau siapin makan malamnya, jadi lebih baik kamu segera mandi!" ucap Ara sambil berjalan ke arah pintu dan segera menutupnya.


Revan tersenyum bahagia melihat keadaan istrinya yang semakin hari semakin membaik. Tidak ingin mengecewakan sang istri, Revan segera menanggalkan celananya dan langsung masuk ke dalam bathup yang sudah di beri sabun aroma terapi tadi.


Revan menyandarkan kepalanya, merasakan aroma yang membuat tubuh dan kepalanya terasa lebih rileks. Memiliki sebuah keluarga bersama dengan orang yang sudah lama kita cinta adalah salah satu cita-citanya.


Dia tidak pernah menginginkan hal yang muluk-muluk, bisa hidup bersama Ara sudah sangat cukup baginya.


"Ara, terima kasih," gumamnya.


Sedangkan di sisi lain.


Ara sudah menyiapkan masakannya di atas meja. Ada sup ayam jamur permintaan Revan tadi siang, di samping kanannya ada lobster yang di masak asam pedas dan juga oseng brokoli pedas.


Semua masakan itu yang memasak Ara sendiri, karena itu juga makanan kesukaannya. Dia sudah tidak sabar ingin bisa melayani suaminya dengan sepenuh hati, menjadi istri idaman seperti Ibunya dulu, tetapi nasib pernikahan kedua orang tuanya memang tidak baik, Ara tidak ingin itu terjadi padanya.


Dia ingin menikah sekali dalam seumur hidup dan berharap tidak ada masalah di dalam rumah tangganya kelak.


"Wah, ini semua kamu yang masak, sayang?" Ara mengangguk.


"Ayo makan dulu, aku sudah lama tidak masak, mudah-mudahan kamu suka," Ara mengambil mangkuk untuk Revan dan langsung mengambilkan sup ayam jamur itu.


"Hemm, ternyata memang kamu jago masak, ya? ini lezat sekali," ucap Revan setelah menyendokan satu suapan ke mulutnya.


"Terima kasih, aku sangat gugup takut nanti rasanya di luar ekspektasi mu," jawab Ara.


Revan menggeleng dan terlihat menikmati masakan yang di buat oleh istrinya itu.


"Ini luar biasa, kamu hebat sayang, bangga banget deh punya istri seorang wanita cantik dan luar biasa, Ara Anastasia, love you so much!"

__ADS_1


###


Jakarta, Indonesia.


Seminggu setelah Kaila pulang dari Jerman, dia langsung mengurus skripsi yang harus segera rampung. Kaila sudah menundanya selama setengah tahun karena kondisi badannya yang sempat jatuh sakit.


Saat ini gadis itu baru saja pulang dari kampus langsung mampir ke apartemen Vero, kekasihnya itu mengatakan bahwa dia semalaman tidak bisa bangun karena badannya yang panas dan kepala pusing.


Kaila menghela napas panjang, di sampingnya Vero sejak tadi makan nasi goreng buatannya dengan lahap.


"Makasih, sayang, kamu tahu gak, semenjak kamu tinggal pergi ke Jerman, badanku langsung drop dan suka lemes karena tidak bisa merasakan masakan kamu selama beberapa hari, dan sekarang aku baru bisa makan masakan yang kamu buat," ucap Vero dengan mulut yang penuh.


Kaila hanya tersenyum dan tidak habis pikir dengan kekasihnya yang sangat manja, makan saja harus dimasak oleh Kaila meskipun itu hanya sehari sekali. Kaila memang tidak keberatan untuk membuatkan masakan yang diinginkan oleh Vero.


Terkadang Kaila mengantarkan makan siang kantor Vero, atau Kaila masak untuk makan malam di apartemennya, dan Vero datang saat makan malam.


"Kak, pelan-pelan donk, jangan makan sambil ngomong, nanti tersedak loh," Vero mengangguk mantap mengusap pipi mulus Kaila.


"Iya sayang, aku kangen banget sama kamu, kita nikah aja ya Kai, biar bisa tinggal serumah, kan enak kalau ada temennya?" masih memegang pipi Kaila.


"Nikah mulu yang ada di pikirannya, jangan buru-buru kak, kita harus benar-benar siap untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius, takutnya nanti kaya Sifa dan kak Romi, yang awalnya mereka terlihat saling mencintai, tapi nyatanya mereka bisa berpisah," ucap gadis itu memberi pengertian kepada kekasihnya yang memang tengah sakit saat ini.


Vero menatap wajah cantik di sampingnya itu, pandangannya turun ke bibir, ingin sekali Vero menghisap bibir itu, tapi pasti Kaila akan sangat marah padanya.


Vero sudah cukup bersyukur bisa mencium pipi dan kening Kaila, dan hanya di tempat itu Kaila mengizinkan. Kaila tidak mau memberikan bibirnya sebelum mereka menikah, takut kebablasan katanya.


"Iya, aku juga bingung apa yang membuat Sifa meminta cerai dari Romi, padahal Romi sayang banget sama Sifa," ucap Vero kembali menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.


"Kata Sifa, karena kak Romi ada wanita lain," ucap Kaila membuat Vero tersedak.


Kaila cepat mengambilkan air putih untuk Vero yang berada di nakas.

__ADS_1


"Ini pasti ada kesalahpahaman, Romi gak ada wanita lain."


Bersambung.


__ADS_2