Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Masa Lalu


__ADS_3

Happy Reading 😊


Sifa memilih keluar dari hotel untuk berbicara dengan mantan suaminya. Dia juga tidak akan berlama-lama di tempat itu, karena tidak ingin berdekatan dengan Romi terlalu lama.


"Di sini saja, bicaralah, Mas," ucap Sifa yang sudah duduk di sebuah bangku yang ada di taman hotel tersebut.


Romi ikut duduk di samping Sifa, dengan jarak yang tidak terlalu jauh dan dekat.


Romi menghirup udara dalam-dalam untuk membuang rasa gugup di dalam hatinya, dia akan menanyakan tentang sesuatu yang sejak dulu mengganjal di hatinya.


"Sifa, Mas mau tanya, ehmm to the point aja, ya?" ucap Romi menatap Sifa dari samping.


"Mau tanya apa, Mas?"


Romi membasahi bibirnya yang terasa kering, sebelum dia berucap. Sungguh perasaannya sangat tidak karuan saat ini, tapi Romi harus tetap bertanya agar dia bisa tidur dengan nyenyak.


"Dulu, waktu kamu meminta cerai, sebenarnya apa alasanmu meminta cerai dariku? selain karena ingin melihat ku bahagia?" lega sudah akhirnya, Romi bisa bertanya hal yang sejak dulu tidak pernah dia tanyakan.


Waktu itu Romi melihat Sifa yang terlihat tidak bahagia saat akhir-akhir bersamanya, hingga Romi memutuskan mengabulkan permintaan Sifa untuk menceraikannya.

__ADS_1


Wajah Sifa berubah pias, gugup dan takut. Dulu dia begitu takut untuk mengatakan semuanya pada Romi. Tapi sepertinya sekarang tidak ada alasan lagi baginya untuk takut.


Toh Romi juga butuh tahu tentang apa saja yang dia rasakan saat itu. Ataukah sebenarnya memang ada kesalahpahaman di antara mereka.


Sifa menghela napas, dia tidak akan pernah menyesal dengan keputusan nya karena sejujurnya dulu dia masih sangat labil, Sifa yang masih belum paham bagaimana mengurus suami hingga semua kebutuhan rumah tangga Romi yang menyiapkan.


"Sebenarnya keputusan itu memang sudah menjadi keputusan ku, bukannya Sifa gak bahagia sama Mas Romi, bahagia bahkan sangat, tapi waktu itu aku mendengar sesuatu yang membuat ku jadi goyah dengan pernikahan kita," jawab Sifa tanpa menatap ke arah mantan suaminya itu.


Romi mengepalkan tangannya, ingin sekali dia berteriak pada takdir di dalam pernikahan nya dengan Sifa, kalau Sifa bahagia bersama nya, lalu kenapa dia meminta bercerai?


"Hal apa yang membuatmu menjadi goyah, Sifa?" Romi mengeratkan giginya. Ingin sekali dia menarik wanita itu dan menyuruhnya menjelaskan semuanya tentang duduk perkara yang ternyata masih harus di ulik lebih dalam lagi.


Sifa menerawang, mengingat semua masa lalu yang dulu hanya bisa dia pendam sendiri. Dia ingat bahwa dulu mereka berdua adalah pasangan bahagia, hampir dua tahun mereka menjalin biduk rumah tangga. Bahkan tidak pernah ada pertengkaran di antara mereka.


"Tentu saja, aku ingin tahu hal apa yang membuatmu goyah? apa kamu menyukai laki-laki lain?" tanya Romi menahan diri.


Sifa langsung melotot ke arahnya dan menggeleng cepat. "Tidak, aku tidak menyukai pria lain!"


"Lalu?" Romi mengangkat sebelah alisnya, masih penasaran dengan Jawaban mantan istrinya itu.

__ADS_1


Lagi-lagi Sifa menghela napas berat. Sepertinya dia memang harus bercerita. Waktu 10 menit yang di janjikan seperti nya harus kandas.


"Tapi tetap tidak akan merubah apapun meski Mas sudah tahu apa alasan ku!" Romi mengangguk, masih menatap tajam wajah Sifa.


Akhirnya Sifa menceritakan masa lalu itu.


Flashback On.


"Romi sama sekali tidak mencintai Sifa, Yah, dia hanya merasa bertanggung-jawab pada kakeknya Sifa, sebenarnya pernikahan mereka tidak bahagia, karena Romi mencintai wanita lain!" Sifa menutup mulutnya dengan kedua tangan, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.


Sifa yang merasa tidak sanggup untuk mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu langsung pergi berlari menuju kamarnya. Dadanya sangat berasa sangat sesak, rasanya bagai di timpa bebatuan besar yang menghimpit dadanya saat ini.


"Tidak mungkin! itu semua tidak mungkin, kan?" Sifa meyakinkan dirinya sendiri.


Tetapi sesaat kemudian dia berjalan ke arah lemari dan mencari sesuatu di tumpukan baju milik Romi.


'Ketemu!' Sifa mengambil kotak itu dan langsung membukanya, sebuah kalung berlian berwarna biru safir yang sangat indah. Sifa tidak sengaja melihat kotak itu beberapa hari yang lalu, gadis itu melihat sebuah Note di bawah kalung dan kembali membaca tulisan tangan Romi.


'Untuk kekasih ku, wanita yang ku cintai sejak dulu, dan sampai detik ini aku masih sangat mencintaimu meskipun status kita sudah berubah,'

__ADS_1


Sifa meremas kertas itu, sepertinya benar apa yang di katakan ibu mertuanya bahwa Romi memang memiliki seorang wanita yang dicintainya sejak dulu.


Bersambung


__ADS_2