Terjerat Cinta Ketos Arrogan

Terjerat Cinta Ketos Arrogan
Berbesar Hati


__ADS_3

Happy Reading 😊


Ara terkejut saat Revan mengatakan hal itu. "Van, kamu jangan bercanda ya, apaan sih, pakai ngomongin lamar-lamaran segala?" jawab Ara terkekeh.


Revan merasa kesal sekarang, ketika Ara menanggapinya sebagai gurauan. "Aku serius, aku gak mau hubungan kita nge-gantung kaya gini, sayang!" seru Revan membuat Ryu berdehem.


"Ara, apakah kekasihmu ini sedang membentak mu?" tanya Ryu yang memang tidak paham dengan bahasa yang di ucapkan Ara dan Revan.


Pria itu hanya bisa menyimak apa yang sedang di bicarakan kedua orang asli Indonesia tersebut.


"Tidak, kami baik-baik saja, Revan tidak membentak kok, cuma tadi dia memang sedikit meninggalkan suaranya," jawab Ara tersenyum ke arah Ryu. Membuat Revan merasa semakin tidak suka.


"Ra, aku gak akan membuat pria ini deket sama kamu," ucap Revan.


Ara menghela napasnya kasar. "Van, aku dan Ryu ini cuma sahabat, gak lebih, aku juga udah bilang ke dia kalau aku udah punya cowok, dan dia ngerti kok," jawab Ara.


Sepertinya situasi ini tidak baik untuk mereka. Dia harus bisa membuat Revan dan juga Ryuzu akur.


'Revan memang sangat posesif, aku paham dengan kondisi hatinya yang sedang lelah, sepertinya aku harus bisa memberikan pengertian pada Ryu kalau saat ini aku sedang tidak ingin di ganggu,' batin Ara.

__ADS_1


"Ryu, terima kasih karena sudah di belikan tiket keretanya, hari ini aku mau pergi sama Revan, dia ingin tahu kota Tokyo, jadi maaf, ya, aku tidak bermaksud,,"


"Ra, aku hanya ingin kamu baik-baik saja, aku takut kalau pria ini menyakiti mu," sela Ryu.


"Tidak, Ryu. Revan tidak akan menyakiti ku, aku mencintainya dan kami sudah saling mencintai sejak lama, jadi kamu tidak perlu khawatir, aku pasti baik-baik saja, jadi aku mohon berikan kami waktu dan kesempatan untuk berdua, melepaskan rindu kami," ujar Ara memperlihatkan puppy eyes-nya.


Ryu tidak akan pernah tega melihat jurus andalan Ara yang selalu membuatnya merasa lemah.


Terdengar helaan napas dari pria Jepang itu, Ryu ingin sekali tetap berada di dekat Ara, seperti biasanya mereka selalu bersama. Tapi kali ini Ara ingin dia pergi agar bisa berduaan bersama kekasihnya, tentu saja hal itu membuat Ryu merasa patah hati dan cemburu.


Ryu tahu bahwa tidak sepatutnya dia merasa cemburu atau pun sakit hati, karena Ara dan Revan memang pasangan kekasih, tetapi dia juga sangat mencintai Ara. Sudah selama hampir 6 tahun pria itu menemaninya.


Tapi sayangnya Ara saat itu mengatakan bahwa dia tidak ingin memiliki hubungan dengan lawan jenis secara dekat. Hanya sebatas sahabat tidak lebih.


Maka dari itu, Ryu juga menghormati keputusan Ara. Tetapi setelah tiga tahun berlalu, Ryu mengungkapkan perasaannya lagi pada Ara, namun saat itu dia langsung merasa patah hati karena Ara mengatakan sudah memiliki kekasih.


"Ryu, apakah kamu mendengar ku?" tanya Ara untuk yang ketiga kalinya membuyarkan lamunan Ryuzu tentang sakit hatinya.


"Baiklah, Ara. Maaf telah mengganggu kalian, aku harap kamu bisa bahagia, aku juga akan pergi ke rumah Yama, jangan lupa hubungi aku kalau kamu sudah siap menyusul Meiko ke Hokkaido, sepertinya aku akan mulai membuka hatiku untuk Meiko, mungkin kita memang tidak berjodoh," ucap Ryu menampilkan senyum yang di paksakan.

__ADS_1


Ara membungkuk untuk mengucapkan terima kasih. Untung saja Ryu ini memiliki sifat yang mudah terkontrol dan dewasa. Ara tidak pernah memberikan celah kepada pria manapun untuk memasuki hatinya, karena hanya satu hati yang sudah memenuhi di setiap sudutnya, yaitu Revan.


"Tadi kamu ngomong apa sama dia, sayang? kok jadi nurut gitu?" tanya Revan setelah Ryu pergi.


Ara tersenyum dan mengambil tangan Revan untuk di genggamnya. Tentu saja hal itu langsung membuat Revan melayang tinggi.


"Aku mengatakan bahwa Ryu harus memahami ku dan mengerti keadaan ku yang hanya ingin berdua denganmu, jadi aku menyuruhnya pergi dari rumah," jawab Ara.


"Duh, pacarku pinter banget, sih! kamu tahu banget kalau aku masih ingin berduaan dengan mu!" seru Revan. Pria itu langsung menarik Ara ke dalam pangkuannya.


"Aku kangen berat sama kamu, sayang. Waktuku di sini tidak banyak, jadi aku ingin menggunakan waktu singkat ini dengan sebaik-baiknya, biar kangen ini bisa tuntas!" ucap Revan menyentuh pipi Ara.


Memajukan wajahnya dan mencium bibir candunya lagi. "Van, stop! nanti Mas Aldo pulang dan lihat kita yang seperti ini pasti kamu akan di gorok!" ucap Ara.


"Tapi aku masih kangen," ucap Revan di buat sedih.


"Katanya mau lamar aku, nanti kita bisa sepuasnya bermesraan setelah nikah!" ucap Ara.


Revan terkejut mendengar ucapan Ara.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2