TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
KEHILANGAN ZAYN


__ADS_3

Setelah Arvi tertidur, Zayn keluar ruangan. Ia mendekati Revia dan Arnold yang masih duduk di kursinya. Keduanya nampak membisu tanpa berbicara apa apa.


" Revia." Panggil Zayn.


Revia beranjak mendekati Zayn.


" Iya Mas ada apa? Apa Arvi sudah tidur?" Tanya Revia menatap Zayn.


" Iya Arvi sudah tidur, aku mau pamit pulang." Ucap Zayn.


" Pulang?" Revia mengerutkan keningnya.


" Bagaimana kalau Arvi bangun terus menanyakan kamu?" Tanya Revia.


" InsyaAllah aku akan kembali sebelum Arvi bangun." Sahut Zayn.


" Biarkan Zayn pulang Revi, ada aku di sini." Ucap Arnold.


" Dan kau Zayn, aku berharap kamu tidak datang lagi ke sini. Revia dan Arvi kembali menjadi milikku, dan aku harap kau tidak akan menjadi penghalang di antara kami." Sambung Arnold.


" Arnold kamu bilang mulai besok, itu berarti Mas Zayn masih bisa menemui Arvi hari ini." Ucap Revia.


" Lebih cepat lebih baik Revia." Sahut Arnold membuat Revia kesal.


Revia menatap Zayn begitupun sebaliknya. Ada sesuatu yang aneh di dalam hati Revia saat menatap mata Zayn, entah mengapa ia merasa berat untuk kehilangan Zayn. Zayn menangkup wajah Revia dengan kedua tangannya.


" Maafkan aku jika selama ini aku banyak salah kepadamu. Sampaikan maafku kepada Arvi karena aku tidak bisa terus menemaninya. Terima kasih telah bersedia mengukir kenangan indah bersamaku. Aku minta maaf Revia, jika seandainya aku bisa menjaga Arvi dengan baik, pasti semua ini tidak akan pernah terjadi. Aku yang membuat Arnold kembali padamu, maka aku harus ikhlas melepasmu. Semua ini sudah suratan takdir untuk kita berdua, kita tidak berjodoh Revia. Itu sebabnya kita tidak bisa bersama. Berbahagialah bersama keluargamu yang sesungguhnya. Aku akan selalu berdua untuk kebahagiaanmu dan Arvi. Jangan pernah lelah untuk berdoa kepada Tuhan, jangan tinggalkan sholatmu dalam keadaan apapun selain kau sedang dalam keadaan tidak suci. Karena dengan sholat hati kita bisa tenang Revia. Dan satu hal yang harus selalu kau ingat, aku mencintaimu dari dulu, sekarang bahkan nanti di saat kita tidak bersama lagi. Aku akan selalu mencintaimu untuk selamanya." Ucap Zayn mencium kening Revia.


Brugh...


Revia memeluk Zayn dengan erat.

__ADS_1


" Hiks.. Hiks... " Isak Revia.


" Sejak kedatanganmu aku merasa hidupku telah lengkap, aku menjadi semakin kuat karena dukungan darimu. Tapi sekarang, kau pergi harus meninggalkan aku di saat aku terpuruk seperti ini. Kau sama dengan Arnold, dulu dia meninggalkan aku di saat saat seperti ini Mas. Hiks.. Tapi bedanya kau terpaksa melakukan ini karena janjiku kembali pada Arnold. Aku minta maaf... Aku yang telah membuatmu pergi. Aku tidak tahu bagaimana aku bisa menghadapi Arvi setelah ini. Aku tidak tahu hiks... " Ucap Revia di sela sela tangisannya.


Zayn mendorong tubuh Revia dengan pelan. Ia mengusap air mata yang menetes di pipi Revia dengan lembut.


" Tetaplah kuat! Jangan melemah seperti ini! Aku pergi dulu." Ucap Zayn segera berlalu dari sana.


Revia menatap kepergian Zayn dengan perasaan sedih. Ia terduduk lesu di kursi tunggu sambil terus terisak. Arnold duduk di sebelahnya, ia mengelus kepala Revia, namun Revia menepis tangannya. Ia menatap tajam ke arah Arnold.


" Jangan sentuh aku! Aku mengharamkan kamu untuk menyentuhku. Sekali pria brengsek maka selamanya akan tetap menjadi seperti itu. Apa tidak puas kau membuat hidupku menderita selama ini? Kenapa kau harus kembali? Kenapa kau harus menemui Arvi? Kenapa semua kemalangan ini harus terjadi padaku? Dan sialnya semua ini karena kamu Arnold. Tiadalah selamanya! Jangan muncul di hadapanku lagi. Aku tidak mengharapkan kehadiranmu dalam hidupku hiks.... " Revia kembali terisak mengeluarkan sesak di dadanya.


" Maafkan aku Revia, aku... "


" Tidak usah berbicara! Aku membencimu." Ucap Revia masuk ke dalam ruangan Arvi.


Revia duduk di bangku samping ranjang. Ia menatap wajah putranya yang terlihat sedikit pucat.


" Maafkan Mommy sayang, Mommy harus memisahkanmu dari daddy Zayn. Semoga kau bisa mengerti masalah yang sedang Mommy hadapi saat ini." Ucap Revia.


Arnold masuk ke dalam, ia menggelengkan kepalanya melihat Revia tidur sambil duduk. Ia mendekati Revia lalu hendak membopongnya, tiba tiba Revia terbangun lalu menepis tangan Arnold.


" Aku sudah bilang jangan pernah kau menyentuhku. Apa kau tuli hah." Ketus Revia.


Arnold menghela nafasnya pelan, ia harus sabar dalam menghadapi sikap Revia. Arnold berjalan menuju sofa lalu duduk di sana.


Arvi membuka matanya, Revia menatapnya sambil tersenyum.


" Mom, daddy dimana?" Tanya Arvi sambil mengucek matanya.


" Daddy di sini sayang." Sahut Arnold mendekati Arvi.

__ADS_1


" Arvi maunya daddy Zayn, bukan om Arnold." Ucap Arvi.


" Sayang, daddy Zayn bukan siapa siapa. Ayahmu yang sebenarnya adalah aku. Daddy Arnold." Ujar Arnold.


" Arvi tidak mau, Arvi maunya daddy Zayn." Ucap Arvi hampir menangis.


" Mommy, dimana daddy Zayn? Arvi mau sama daddy. Panggilkan daddy sekarang juga Mom." Rengek Arvi menarik narik baju Revia.


" Sayang dengarkan Mommy!" Ucap Revia.


" Daddy Zayn tidak bisa bersama kita lagi, Mommy batal menikah dengan daddy Zayn. Om Arnold telah menyelamatkan kamu sayang, dia mendonorkan darahnya untukmu. Jadi Mommy harus berterima kasih padanya, Mommy akan menikah tapi bukan dengan daddy Zayn melainkan dengan om Arnold. Jadi om Arnold yang akan menjadi daddymu." Jelas Revia.


" Kenapa Mommy jahat sama Arvi?" Tanya Arvi menatap Revia.


" Arvi hanya mau hidup bersama daddy Zayn Mom, Arvi tidak mau daddy yang lain. Kalau Arvi di pisahkan dari daddy Zayn, lalu kenapa Arvi di selamatkan? Arvi tidak mau hidup tanpa daddy Zayn. Arvi membenci Mommy. Mommy jahat, Mommy tidak mau menuruti apa keinginan Arvi. Kalau Mommy mau menikah sama om Arnold, Arvi tidak mau ikut bersama Mommy. Arvi mau sama daddy Zayn aja." Ucap Arvi dengan suara khas ngambeknya.


" Arvi tapi om adalah ayah kamu. Ayah kandung kamu sayang bukan Zayn." Ucap Arnold mencoba membujuk Arvi.


" Jika Om ayah kandung Arvi, itu berarti Om yang telah meninggalkan kami selama ini. Lalu untuk apa Om kembali di saat kami hidup bahagia bersama daddy Zayn?"


Deg...


Jantung Arnold terasa di hujan bebatuan besar. Sesak.. Sakit bagaikan teriris sembilu yang tajam. Ia tidak menyangka jika sang putra juga membencinya.


" Arvi benci kalian semua, Arvi tidak mau sama kalian berdua. Arvi mau daddy Zayn titik. Kembalikan daddy Zayn pada Arvi hiks... Daddy Zayn.. Arvi mau sama daddy. Jangan tinggalkan Arvi dad.. Hiks... " Ucap Arvi di sela sela tangisannya.


Revia yang melihat semua itu tidak kuat menahan air matanya. Ia terduduk lesu di kursinya.


" Jangan menangis sayang! Dan. jangan merengek tentang daddy Zayn, kau semakin membuat Momny tidak berdaya Nak. Hiks.. Maafkan Mommy." Ucap Revia terisak.


Arnold yang melihat kesedihan keduanya malah membuat hatinya memanas.

__ADS_1


" Begitu berartikah Zayn bagi keduanya? Kenapa mereka sama sama tidak mau kehilangan Zayn? Memang benar diriku tidak ada artinya di mata mereka. Tapi setidaknya mereka bisa menjaga perasaanku kan? Ya Tuhan... Aku ingin hidup bersama mereka, tapi hatiku sakit melihat kesedihan mereka. Apa yang harus aku lakukan? Tolong berikan petunjujmu ya Rob." Batin Arnold.


TBC...


__ADS_2