TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
PERASAAN YANG TERPENDAM


__ADS_3

Tiga minggu sudah kedekatan Mia dan Sera berlalu, Sera nampak menyayangi Mia seperti anaknya sendiri. Setiap pulang sekolah, Mia bermain di rumah nenek Sumi, ia asyik bermain dengan Sera hingga ia tidak pernah menyusul ke cafe tempat Arnold bekerja lagi. Hal itu membuat Sera dan Arnold semakin dekat namun membuat hubungan Sera dan Lena menjauh, Lena merasa iri dengan Sera karena kedekatannya dengan Arnold dan Mia. Lena merasa Sera telah merebut Arnold darinya namun Sera menanggapinya dengan santai. Toh jodoh, maut dan rejeki sudah di atur oleh Tuhan, pikirnya.


Keadaan nenek Sumi kini sudah membaik, dan Sera berencana untuk kembali ke kota J besok pagi. Sesuai janjinya dengan Mia, hari ini ia mengajak Mia jalan jalan ke sebuah wahana permainan anak anak yang ada di kota itu bersama dengan Arnold sebagai bentuk salam perpisahan.


Mia berjalan di tengah sambil menggandeng tangan Sera dan Arnold masuk ke dalam wahana. Bagi orang yang tidak mengenal mereka pasti akan mengira jika mereka satu keluarga bahagia. Mia nampak sangat senang, wajahnya nampak berseri, ia merasa seperti menemukan keluarga baru.


" Aunti, nanti Mia mau naik itu, itu, itu dan juga renang." Ucap Mia menunjuk wahana yang ada di sana seperti ayunan, kuda kudaan, kereta mini, dan kereta yang bisa membawa mereka mengelilingi tempat itu.


" Iya sayang, tinggal nanti lihat waktunya aja ya. Kalau tidak sempat naik semua wahana, lain kali kita bisa ke sini lagi." Ujar Sera.


" Memangnya Aunti mau ke sini lagi?" Tanya Mia menatap Sera.


Sera menatap Arnold sekilas lalu kembali menatap Mia.


" Tentu saja, apalagi kalau ada yang mau menikah sama Aunti. Pasti Aunti akan tinggal di sini." Ucap Sera penuh arti.


" Kalau begitu Aunti menikah dengan ayah saja, dengan begitu Aunti bisa tinggal bersama kami. Iya kan Ayah?" Tanya Mia menatap Arnold.


Arnold nampak diam saja, ia tidak tahu harus ngomong apa. Melihat itu, Sera merasa Arnold tidak tertarik dengannya. Ia langsung menyahut ucapan Mia.


" Tidak sayang, bukan ayah kamu. Tapi Aunti menginginkan orang lain." Ucapan Sera menohok hati Arnold.


Entah apa yang Arnold rasakan saat ini, yang jelas ia tidak percaya diri untuk memulai hubungan dengan wanita lagi.


Mereka melanjutkan perjalanan menuju kolam renang, Mia nampak antusias untuk berenang setelah melihat air yang berwarna biru itu.


" Aunti ayo kita renang!" Ajak Mia menarik tangan Sera.


" Sebentar sayang." Ujar Sera.


Sera melepas sling bag yang ia pakai lalu memberikannya kepada Arnold.

__ADS_1


" Titip ya Mas, aku mau renang dulu sama Mia. Kamu bisa menunggu di sini." Ucap Sera menunjuk sebuah meja yang di lengkapi dengan atap yang terlihat seperti payung dengan tiga kursi di sampingnya.


" Oke." Sahut Arnold.


Tanpa membuang waktu, Sera menggandeng tangan Mia menuju toilet untuk mengganti baju mereka dengan baju renang sedangkan Arnold duduk di kursi yang berhadapan dengan kolam renang.


Sepuluh menit Sera dan Mia keluar dari toilet, mereka berjalan mendekati Arnold lalu meletakkan tas baju ganti mereka di atas meja depan Arnold. Arnold mendongak menatap Sera.


Glek...


Arnold menelan kasar salivanya saat melihat baju yang di pakai oleh Sera. Saat ini Sera hanya menggunakan hotpants dan thanktop saja membuat kulit putih Sera terekspos begitu saja. Arnold membulatkan matanya sempurna, ia menengok ke samping kanan dan kiri seperti orang yang mau menyebrang. Banyak pasang mata laki laki yang melihat ke arah Sera. Ia merasa tidak rela jika tubuh Sera terlihat oleh pria lain.


" Ganti pakaianmu!" Tiba tiba kata kata itu lolos begitu saja dari bibir Arnold.


" Kenapa? Aku kan mau berenang." Ujar Sera membuat Arnold jadi salah tingkah. Ia merutuki kebodohannya sendiri dengan apa yang ia ucapkan tadi.


" Apa kamu tidak melihat para pria itu menatap ke arahmu? A..


" Katakan kalau kau memang tidak rela tubuhku di lihat oleh mereka Mas, setidaknya beri petunjuk kepadaku kalau kau menyukaiku." Batin Sera.


Ya kedekatan mereka selama ini membuat sesuatu merasuk ke dalam hati Sera. Hati Sera selalu berdesir jika berada di dekat Arnold, hatinya terasa nyaman dan ada perasaan ingin selalu berada di dekat Arnold selamanya. Tanpa Sera sadari Arnold telah mencuri hatinya.


" Bukan begitu, aku hanya berniat melindungimu saja dari mata lelaki keranjang seperti mereka. Di samping mereka sudah ada istri mereka tapi matanya masih menatap ke arahmu." Jawaban Arnold membuat hati Sera kecewa.


Tanpa berkata apa apa lagi, Sera meninggalkan Mia, ia berjalan menuju kolam renang yang dalam lalu ia melompat ke bawah air.


Byurrrr....


Sera berenang dengan lihai layaknya seekor ikan duyung. Mia yang melihatnya pun merasa kagum dengan keahlian renang yang Sera miliki. Berbeda dengan Arnold, ia merasa bingung dengan sikap Sera.


" Kenapa sepertinya Sera merasa kesal dengan jawabanku? Sebenarnya ada apa dengan dirinya? Tidak mungkin kan aku salah bicara? Atau ucapanku menyinggung perasaannya? Tapi bagian mana?" Tanya Arnold pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Sera berenang kesana kemari, ia terlihat seperti atlit renang yang terlatih. Pria yang tadi menatapnya, kini pun semakin memaku tatapannya pada Sera. Sera tidak menyadari jika thanktop yang ia pakai menyibak ke atas hingga memperlihatkan perut dan pinggang rampingnya Melihat itu, Arnold langsung berjalan menghampiri Sera.


" Sera cepat naik!" Ucap Arnold dengan nada tinggi.


Sera tidak menghiraukan ucapan Arnold, atau mungkin ia tidak mendengar apa yang Arnold katakan.


" Sera." Panggil Arnold dengan nada tinggi.


" Ayah kenapa Aunti di suruh naik? Aunti pintar berenang lhoh Yah, gaya renang Aunti juga bagus." Ujar Mia.


" Aunti salah pakai baju sayang." Ujar Arnold.


Melihat Sera yang malah asyik berenang, akhirnya Arnold menjeburkan diri ke dalam kolam renang lalu menyeret Sera ke pinggir kolam.


" Apaan sih Mas!!" Ucap Sera menepis tangan Arnold.


" Baju kamu naik ke atas, perut dan pinggang kamu kelihatan semua Sera." Ucap Arnold menatap Sera.


" Memangnya kenapa kalau terlihat? perut perutku ini bukan perutmu, lalu apa masalahnya?" Tanya Sera menatap Arnold.


Arnold kembali merasa bingung harus menjawab apa. Ia memiih bungkam.


" Kamu temani Mia berenang di bagian anak anak saja, aku mau berenang sendiri. Lagian aku sudah lama tidak punya waktu sebebas ini untuk berenang." Ucap Sera.


" Tidak, kami harus naik lalu ganti baju kamu. Aku tidak mau kamu menjadi pusat perhatian mereka semua. Lagian di tempat umum pakai baju seperti itu, seperti renang di kolam sendiri saja." Gerutu Arnold. Ia membuka jaketnya lalu memakaikannya kepada Sera.


" Sudah buruan naik!" Arnold naik atas lalu mengulurkan tangannya kepada Sera. Akhirnya mau tidak mau Sera naik ke atas.


Acara renang yang seharusnya berlangsung lama kini kacau sudah. Mereka tidak jadi berenang, tapi mereka lebih memilih menaiki beberapa wahana saja. Sera merasa bingung dengan sikap Arnold saat ini, ia merasa Arnold menyukainya tapi Arnold tidak mau mengakuinya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2