TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
KAU IBUKU


__ADS_3

Suasana sarapan di rumah Zayn pagi ini nampak berbeda dengan hari hari sebelumnya karena Revia kedatangan ibu mertuanya. Yang biasanya mereka selingi dengan obrolan dan candaan kini hanya ada keheningan. Revia nampak canggung dengan ibu mertuanya lantaran masalah yang baru saja ia selesaikan dengan suaminya semalam. Revia nampak makan dengan khidmat di samping Zayn sedangkan bu Mona duduk di kursi seberang bersebelahan dengan Arvi. Ia menyuapi cucu sambung yang entah ia cintai atau hanya pura pura mencintai saja karena bagi Revia, sejak ibu mertuanya mengatakan hal yang menyakitkan baginya, ia menganggap semua yang di tunjukkan oleh ibu mertuanya hanya palsu belaka. Ia tidak bisa membedakan mana ketulusan dan mana kepura puraan.


" Oma, kenapa opa tidak ikut kemari? Padahal Arvi kangen banget sama opa." Ucap Arvi membuka pembicaraan agar suasana tidak terasa tegang bagi orang dewasa.


" Kalau Arvi kangen opa, kenapa Arvi tidak main ke rumah opa saja? Kalau bukan Oma dan opa yang mengunjungi rumah Arvi, Arvi tidak pernah ke sana." Ujar bu Mona sambil melirik Revia dan Zayn.


" Daddy sekarang sibuk kerja di kantor Oma, mommy juga tidak ada waktu untuk main keluar. Jadi Arvi hanya bisa di rumah saja, sebenarnya Arvi kesepian Oma." Ujar Arvi. Ucapan Arvi menohoo hati kedua orang tuanya yang memang akhir akhir ini di sibukkan dengan pekerjaan masing masing.


" Apa Arvi ingin punya dedek bayi?" Tanya bu Mona membuat Revia berhenti mengunyah makanannya. Ia menatap ibu mertuanya yang saat ini melemparkan senyuman kepadanya.


" Iya Oma, tapi sampai sekarang mommy belum juga hamil. Bagaimana caranya supaya mommy bisa hamil dedek Arvi Oma? Apa mommy harus membuatnya dari tanah liat seperti yang Arvi buat di sekolahan?" Tanya Arvi polos. Zayn dan ibunya terkekeh mendengar ucapan Arvi.


" Kita berdoa saja semoga sebentar lagi mommy kamu bisa hamil tanpa mommy membuatnya dari tanah liat." Ucap bu Mona melirik Revia. Revia tersenyum kecut mendengar ucapan ibu mertuanya.


" Amin ya Allah." Ucap Arvi.


" Sayang segera selesaikan makanmu! Kita harus segera berangkat keburu kamu terlambat nanti." Ucap Zayn menatap Arvi. Arvi nampak mengganggukkan kepala. Sebenarnya ia ingin memberikan waktu berdua untuk istri dan ibunya menyelesaikan masalah. Ia tidak mau masalah ini sampai berlarut larut apalagi sampai merusak hubungan mertua dan menantu.

__ADS_1


" Oke Daddy." Sahut Arvi menghabiskan makanan di piringnya.


Selesai sarapan Zayn segera mengantar Arvi ke sekolah, sedangkan bu Mona dan Revia duduk di sofa ruang keluarga. Mereka saling berhadapan dan saling menatap satu sama lain. Bu Mona beranjak lalu duduk di samping Revia sambil menggenggam tangan Revia.


" Revi, ibu mau minta maaf padamu atas apa yang telah ibu lakukan padamu Nak. Ibu tahu ibu salah, alasan ibu memintamu untuk menunda kehamilan benar benar tidak berdasar. Ibu menyesal karena tidak mempercayaimu Nak. Pikiran ibu benar benar kolot, ibu tidak bisa berpikir rasional. Ibu berpikir kalau kamu hanya memanfaatkan Zayn dan tidak benar benar mencintainya. Apalagi kamu menerima lamaran Zayn setelah mantan suamimu kembali. Maafkan ibu Nak! Ibu telah membuat hidupmu dan Zayn tidak bahagia." Bu Mona menghembuskan kasar nafasnya. Ia menatap majikan mata menantunya.


" Semalam saat Zayn pulang ke rumah, ibu melihat wajah Zayn yang nampak kecewa dan terluka. Ibu bisa menebak jika dia sedang dalam masalah. Saat ibu bertanya padanya ibu benar benar terkejut Revi, ternyata masalah yang kalian hadapi berawal dari ibu. Ibu sadar jika Zayn benar benar mencintaimu, dia tidak bisa kehilanganmu apalagi Arvi. Ibu juga menyadari jika kau juga mencintai Zayn dengan sepenuh hatimu. Sekarang ibu memberikan penuh restu ibu padamu. Ibu merestui pernikahan kalian dan ibu akan selalu mendoakan semoga pernikahan kalian hidup bahagia bersama anak anak kalian untuk selamanya sampai maut memisahkan kalian." Ucap bu Mona mengelus punggung tangan Revia.


" Terima kasih Bu atas restu yang ibu berikan kepada kami. Kau ibuku, panutan hidupku. Apapun yang kau lakukan aku pasti akan selalu memaafkanmu Bu. Aku memahami kekhawatiranmu sebagai seorang ibu karena aku juga seorang ibu, Bu. Mungkin aku juga akan melakukan hal yang sama dengan ibu kalau aku tahu istri dari putraku menikahinya karena memanfaatkannya. Akulah yang memulai semua ini Bu, aku minta maaf. Seandainya dari awal aku menerima mas Zayn dengan sepenuh hatiku pasti semua ini tidak akan terjadi." Ucap Revia begitu menghormati ibu mertua yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri.


Merasa telah merindukan sosok ibu, tiba tiba Revia memeluk ibu mertuanya dengan erat meluapkan kerinduan yang telah menggunung di dalam hatinya. Bu Mona mengelus punggung Revia. Melihat itu, Zayn yang baru saja masuk ke dalam mengulas senyuman di sudut bibirnya.


" Sepertinya ada yang sedang bermanja manja dengan ibunya nih."


Revia melepas pelukannya, ia menoleh ke asal suara. Zayn berjalan mendekatinya, ia duduk di samping Revia hingga Revia berada di tengah tengah antara suami dan ibu mertuanya.


" Mas bahagia sayang melihatmu tidak menyimpan kebencian kepada ibu. Mas lihat kamu begitu menghormati ibu, terima kasih telah mengganggap ibuku sebagai ibumu juga." Ucap Zayn mengelus kepala Revia.

__ADS_1


" Memang ini ibuku Mas, kau telah memberikannya padaku kan? Jadi sekarang ibu adalah milikku." Ucap Revia menggenggam tangan bu Mona.


Bu Mona merasa terharu dengan sifat Revia yang begitu menghormatinya. Rasa bersalah dan penyesalan merambat ke dalam hatinya. Ia semakin menyesali kebodohannya yang tidak masuk akal itu. Hanya karena mengira hubungan Zayn dan Revia tidak akan bertahan lama ia tidak merestui hubungan mereka bahkan sampai meminta Revia untuk menunda kehamilannya.


" Jangan bersedih Bu! Aku akan melahirkan cucu yang banyak untuk ibu setelah ini." Ucap Revia menatap ibu mertuanya yang nampak bersedih.


" Bagaimana bisa ibu merasakan kesedihan jika punya menantu sebaik dirimu Revi? Semua ibu di dunia ini pasti akan bahagia memiliki menantu sepertimu. Kau tidak akan ada duanya, hanya kamu satu satunya di dunia ini. Dan ibu sangat bersyukur karena ibu bisa memilikimu. Ibu tunggu cucu pemberian dari setelah ini. Semoga Tuhan mewujudkan semua keinginan kalian berdua." Ucap bu Mona.


" Amin." Ucap Zayn dan Revia serempak.


" Baiklah karena sekarang masalah sudah clear, bagaimana kalau kita jalan jalan ke mall? Sudah lama aku tidak menemani ibu belanja di mall lagi? Ini untuk yang pertama kalinya aku mengajak ibu setelah aku menjadi CEO di perusahaan Revia. Jadi aku akan membelikan apapun yang ibu minta."


" Bagaimana sayang? Apa kamu setuju?" Tanya Zayn menatap Revia.


" Kenapa tidak? Hitung hitung kita sedang quality time bertiga, antara ibu dan putra putrinya. Ayo Bu kita berangkat!" Revia menarik tangan ibu mertuanya beranjak dari sofa. Ia menggandeng bu Mona keluar rumah menuju mobil Zayn. Mereka berangkat ke mall xx untuk jalan jalan sekalian belanja kebutuhan bulanan.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2