TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
MALAM PENGANTIN


__ADS_3

Selesai acara Zayn mengajak Revia ke dalam kamarnya. Kamar hotel yang di jadikan sebagai kamar pengantin yang telah di hias seindah mungkin, membuat suasana menjadi canggung. Revia menatap ranjang pengantinnya, kelopak mawar putih menghiasi ranjang empuknya, tirai yang terbuat dari kerang kerang menggantung dari atas sampai menjuntai ke bawah ranjang.


Nyala lilin nampak menerangi kamar mereka yang gelap. Dua handuk di atas ranjang yang di bentuk dua ekor angsa yang sedang berciuman, malah membuat bulu kuduknya merinding. Pikirannya melayang kemana mana, bagaimana jika Zayn benar benar menginginkannya malam ini? Apa yang harus ia lakukan? Memang Revia pernah mengalami hal ini namun dulu ia melakukannya atas dasar cinta, tapi sekarang? Pikir Revia.


" Sayang sini duduk dulu!" Tiba tiba Zayn menarik tangan Revia menuju ranjang.


Revia yang nampak terkejut semakin berdebar saat Zayn menuntunnya duduk di tepi ranjang. Keduanya duduk di serong sambil saling bertatapan.


Deg... Deg.. Deg...


Jantung keduanya berdetak sangat kencang. Zayn mengelus pipi Revia dengan lembut membuat jantung Revia berdebar debar. Revia memejamkan matanya menikmati sentuhan Zayn.


" Ya Tuhan jantungku.. Kenapa berdebar seperti ini? Bahkan jariku sampai gemetaran begini. Tenangkanlah hatimu Revia! Jangan sampai Mas Zayn merasakan kegugupanmu ini, atau dia akan menggodamu." Batin Revia.


" Subhanallah cantiknya istriku, semoga kecantikkan hatinya melebihi kecantikkan wajahnya. Semoga aku bisa membuatnya selalu bahagia, karena senyumannya adalah hidupku. Tawanya adalah rejekiku, dan air matanya adalah dosaku. Semakin aku membuatnya mengeluarkan air mata, maka semakin banyak lah dosaku kepadanya. Jangan biarkan itu terjadi kepada istriku yaTuhan." Batin Zayn mengembangkan senyuman di bibirnya.


" Mas aku mau mandi dulu." Ucap Revia membuang pandangannya ke segala arah untuk menghilangkan kegugupannya.


" Kenapa terburu buru sayang? Apa kau sudah tidak sabar melakukan itu?" Tanya Zayn menggoda Revia sambil menaik turunkan alisnya.


" Apaan sih Mas, aku gerah aja sedari tadi pakai gaun ini. Lagian aku juga capek mau cepat cepat istirahat." Ujar Revia memijat leher belakangnya.


" Duh kasihan sekali istriku ini, sini Mas pijitin." Ujar Zayn memijat pundak Revia.


Revia mematung merakan sentuhan tangan Zayn pada pundaknya, ia merasa bahagia mendapat perhatian seperti ini dari Zayn. Zayn memijat pelan pundak Revia.


" Mas kalau di rasa rasain pijatanmu enak juga. Waktu itu kamu juga memijat kakiku dengan baik. Kenapa tidak buka panti pijat aja biar tambah kegiatan?" Ujar Revia.


" Kalau Mas buka panti pijat, yang ada pelanggannya cewek cewek semua sayang. Memangnya boleh Mas memijat wanita lain selain kamu?" Tanya Zayn. Revia membenarkan ucapan Zayn.

__ADS_1


" Tidak boleh, walaupun aku belum bisa mencintaimu tapi sekarang kamu suamiku. Aku tidak akan rela melihatmu dekat dengan wanita lain apapun alasannya, dan ya.. Kalau di sekolah kamu tidak boleh kecentilan sama guru guru lain." Ucap Revia.


" Duh udah mulai posesif nih." Ujar Zayn.


" Bukannya posesif Mas, tapi kamu harus menjaga perasaanku. Memangnya istri mana yang akan diam saja saat melihat suaminya dekat wanita lain." Ujar Revia. Entah mengapa ia merasa takut kehilangan Zayn.


" Baiklah Mas akan selalu mengingat ucapanmu ini. Kalau kamu menganggap Mas sebagai suami kamu, berarti boleh donk Mas meminta hakku malam ini." Ujar Zayn.


Revia tidak bergeming, ia bingung harus menjawab apa.


" Bolehkan sayang?" Tanya Zayn.


" Mas a.. Aku.. Aku.. " Revia menjeda ucapannya karena merasa gugup.


" Aku apa hmm?" Tanya Zayn.


" Aku... "


Zayn menangkup wajah Revia dengan kedua tangannya. Keduanya saling melempar tatapan satu sama lain.


" Aku sudah siap melakukannya Mas." Ucap Revia membuat Zayn nampak terkejut.


" Benarkah?" Tanya Zayn memastikan.


" Iya." Sahut Revia.


" Bukankah sudah menjadi kewajibanku untuk melayanimu? Kau suamiku, aku milikmu. Dan dosa bagiku jika aku menolakmu." Ucap Revia.


Zayn tersenyum manis mendengar ucapan Revia. Ternyata Revia sudah banyak berubah sekarang. Ia sudah tidak pernah meninggalkan sholat lima waktunya, ia juga sering mendengarkan tausiyyah saat punya waktu senggang. Yang belum ia lakukan yaitu sholat sunnah karena memang belum ada waktu untuk melakukannya. Tapi Zayn memakluminya karena memang Revia wanita karir yang banyak menghabiskan waktunya untuk pekerjaannya.

__ADS_1


" Mas tidak mau kalau kamu melakukannya hanya karena kewajiban saja, Mas ingin kita melakukannya dengan melibatkan perasaan cinta di dalamnya. Mas akan sabar menunggu sampai waktu itu tiba sayang." Ujar Zayn.


" Lalu kapan cinta akan hadir di dalam hatiku jika kita tidak saling mendekatkan diri Mas? Bukankah kau bilang, cintamu cukup untuk kita bertiga? Lalu kenapa sekarang kamu seolah menuntut cinta dariku?" Ujar Revia.


" Dan satu hal yang harus kamu tahu Mas, wanita tidak akan melakukannya hanya karena nafsu sesaat, jika wanita siap melakukannya itu artinya ada perasaan yang terlibat di dalamnya. Walaupun perasaan itu belum bisa di sebut dengan cinta. Karena cinta membutuhkan banyak perasaan hingga menutup semua ruang di dalam hatinya. Aku tidak tahu apa yang aku rasakan saat ini, yang jelas aku ingin mulai berbakti padamu. Terserah kamu mau menganggap perasaan ini apa, aku hanya ingin menjalankan kewajibanku sebagai istrimu saja." Sambung Revia.


Zayn nampak sedikit berpikir, ia mengangguk anggukkan kepalanya membenarkan ucapan Revia.


" Baiklah maafkan Mas jika Mas terlalu menuntut perasaan kepadamu. Mas kurang memahami sifatmu, Mas tahu kamu tidak pandai mengungkapkan perasaan dengan kata kata. Tidak perlu di ungkapkan cukup buktikan dengan perbuatan saja. Dengan kamu mau membuka dirimu untukku,Mas anggap itu sebagai perasaan cintamu kepada Mas. Walaupun itu masih semu, tapi Mas menerimanya dengan penuh kebahagiaan. Sekali lagi maafkan Mas." Ucap Zayn.


Zayn menyusupkan tangannya ke tengkuk Revia ia memajukan wajahnya lalu mencium bibir Revia dengan lembut. Tidak ada perlawanan dari Revia, Zayn mencecap bibir Revia. Revia membuka sedikit mulutnya, Zayn segera menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Revia. Ia mengekspos setiap inchinya.


Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Keduanya saling menikmati manisnya bertukar saliva. Zayn mendorong tubuh Revia dengan prlan tanpa melepas pagutannya. Tangannya mulai bergerilya ke setiap lekukan tubuh Revia.


Ciuman yang semula lembut kini berubah menjadi menuntut. Ciuman Zayn turun ke leher Revia, ia memainkan lidahnya di sana membuat tubuh Revia menggelinjang seperti cacing kepanasan.


" Shhh Mas.. " Desis Revia saat Zayn membuat stempel kepemilikan pada lehernya.


Revia tidak tahu saja jika suaranya membuat jiwa kelakian Zayn semakin meronta. Zayn melepas satu persatu jepit rambut yang berada di kepala Revia. Entah siapa yang mulai kini gaun pengantin yang di pakai oleh Revia sudah terlepas sempurna.


" Mas mulai ya sayang." Bisik Zayn.


Revia menganggukkan kepalanya.


Mau lanjut????


Berikan dukungan kalian lebih dulu, dengan tekan like, koment vote dan beri mawar yang banyak buat author.


Terima kasih..

__ADS_1


Miss U All...


TBC...


__ADS_2