
Setelah keluar dari lift di lantai lima, Zayn dan Sonia segera berlari menuju ruangan yang ada di ujung sana yang mereka yakini sebagai kamar pribadi Jean. Sampai di depan pintu, Zayn mencoba membukanya namun tidak berhasil.
" Dobrak saja Kak!" Ucap Sonia di balas anggukkan kepala oleh Zayn.
Zayn mencoba mendobrak pintunya, namun tidak berhasil. Melihat itu Sonia segera membantunya.
Satu kali dobrakan tidak berhasil sampai dobrakan ketiga pintu kamar Jean terbuka sempurna.
Brak....
Zayn mendobrak pintu hingga rusak. Jean yang sedang asyik mencumbu Revia menoleh ke belakang begitupun dengan Revia.
" Mas Zayn." Lirih Revia dengan air mata yang berlinang di pipinya.
Zayn yang melihat Jean menindih tubuh Revia langsung berlari menghampirinya dengan penuh emosi.
" Beraninya kau melakukan ini pada istriku." Teriak Zayn menarik Jean.
Bugh... Bugh...
Zayn memukul wajah Jean membabi buta. Tidak Terima di pukul oleh Zayn, Jean pun membalasnya.
Bugh... Bugh... Bugh....
Keduanya terlibat dalam perkelahian, sedangkan Sonia menghampiri Revia lalu membantu Revia berpakaian.
" Sonia hiks.... " Revia memeluk Sonia sambil terisak.
" Tenanglah Revia!" Ucap Sonia mengelus punggung Revia.
" Aku kotor Sonia hiks... Aku kotor.. Dia telah menjamahku Sonia. Hiks... Di malam pengantin bukannya aku melakukannya dengan suamiku tapi malah aku melakukannya dengan orang lain hiks.. Aku wanita hina Sonia. Aku sudah tidak ada harga lagi hiks..." Isak Revia pilu.
Mendengar ucapan sahabatnya membuat hati Sonia seperti tersayat sembilu. Ia tidak pernah melihat Revia serapuh ini, namun malam ini ia melihatnya dengan jelas. Sonia mengepalkan erat tangannya menahan emosi yang memuncak di dadanya. Sahabat mana yang rela melihat sahabatnya seperti ini.
Sonia menangkup wajah Revia dengan kedua tangannya.
" Tenanglah Revia! Aku tidak percaya jika wanita baik seperti dirimu mengalami hal buruk seperti itu. Aku yakin kalian belum melakukannya. Dia hanya mencoba membodohimu Revia. Tenanglah! Kau wanita yang cerdas, kau bisa merasakan apakah Jean melakukannya atau tidak." Ujar Sonia.
" Tapi Sonia, aku..
" Apa itumu merasa aneh?" Tanya Sonia di balas gelengan kepala oleh Revia.
" Itu tandanya kau masih aman. Tidak masalah dia menyentuh bibirmu atau yang lainnya. Aku yakin kak Zayn tidak akan mempermasalahkan itu. Jadi tenanglah! Jangan menangis lagi!" Ucap Sonia mengusap air mata Revia.
Walaupun Sonia tidak yakin akan sekuat Revia jika berada di dalam posisi Revia saat ini, namun ia tetap harus menguatkan sahabatnya.
Zayn terus memukul Jean hingga Jean tersungkur tak berdaya di lantai.
Brugh....
" Berani kau melakukan ini lagi, aku pasti akan membunuhmu. Sekarang aku masih sadar jika membunuh orang sebuah dosa. Tapi lain kali, aku tidak akan berpikir dua kali untuk melakukannya." Ancam Zayn.
__ADS_1
Zayn segera mendekati Revia, Revia menatap Zayn dengan tatapan sayu. Sonia menjauh dari Revia memberikan ruang untuk Zayn mendekati Revia.
" Sayang maafkan Mas yang tidak becus menjagamu." Ucap Zayn memeluk Revia.
" Mas hiks.. " Ucap Revia.
" Tenanglah sayang." Ucap Zayn mengelus kepala Revia. Sedetik kemudian Revia mengingat kejadian yang ia alami, ia langsung menjauhkan tubuhnya dari Zayn.
" Kenapa sayang?" Zayn menatap Revia sambil mengerutkan keningnya.
" Jangan sentuh aku Mas! Aku sudah kotor. Aku kotor Mas hiks.." Ucap Revia membekap mulutnya.
" Siapa bilang kau kotor Revia? Kau masih sama seperti sebelumnya." Ucap Zayn menyentuh kedua bahu Revia.
" Tidak Mas, b@jing@n itu telah menyentuhku hiks... " Sahut Revia.
" Mas akan membuktikannya jika dia tidak berhasil menyentuhmu, akan Mas pastikan kalau kalian tidak melakukan apapun. Dan akan Mas buktikan kalau kamu masih Revia yang sama. Tidak peduli dia menyentuhmu di bagian mana, kau tetap Revia ku. Ratu dalam hatiku." Ucap Zayn.
Zayn langsung membopong Revia keluar dari kamar Jean. Sonia mendekati Jean yang tersungkur di lantai sambil memegangi dadanya yang terasa sangat sesak. Ia menatap tajam ke arah Jean.
Tiba tiba...
Dugh...
" Awh... " Pekik Jean saat Sonia menendang dadanya.
Uhuk.. Uhuk...
" Tolong aku! Tolong panggilkan petugas! Aku sudah tidak kuat lagi, tolong bawa aku ke rumah sakit!" Lirih Jean.
Sonia tersenyum sinis menatap Jean.
" Aku tidak akan membawamu ke rumah sakit, tapi aku akan membawamu ke rumah masa depan. Di sana kau tidak akan merasakan sakit lagi Jean." Ucap Sonia jongkok di depan Jean.
Tap.. Tap... Tap..
Terdengar langkah kaki berlarian mendekati mereka. Tiba tiba Jean menarik Sonia hingga tubuhnya Sonia terjerembab di atas tubuh Jean.
" Lepaskan!!"
Jean memeluk erat tubuh Sonia sampai beberapa wartawan dan petugas masuk ke dalam kamarnya.
" Tuan Jean apa yang terjadi pada anda?" Tanya salah satu wartawan.
" Kekasihku mengamuk, dia melukaiku." Ucap Jean membuat Sonia melongo.
" Saya dengar anda membawa seorang wanita kemari Tuan, apa wanita ini yang anda maksud?" Tanyanya.
" Iya, dia kekasihku. Tolong minta dia untuk bertanggung jawab atas keadaanku. Jika dia menolaknya, laporkan dia ke polisi." Ucap Jean.
" Sial!!!!" Umpat Sonia meninju dada Jean.
__ADS_1
Setelah itu Jean tidak sadarkan diri membuat para wartawan semakin gencar mengorek informasi. Sonia merasa terjebak di sini, jika dia mengelak tuduhan Jean maka reportasinya akan hancur di sini. Akhirnya Sonia ikut petugas hotel membawa Jean ke rumah sakit.
Di dalam kamar Zayn, ia merebahkan tubuh Revia di atas ranjang. Ia mengambil segayung air lalu mengekap tubuh Revia untuk menghilangkan jejak Jean. Setelah itu ia segera melepas bajunya. Zayn mendukung tubuh Revia lalu mencium bibir Revia dengan lembut. Ia menutup tubuh polos mereka dengan selimut. Tangannya bergerilya kemana mana sampai berhenti pada area favoritenya.
" Mas aku... " Revia menjeda ucapannya.
" Jangan katakan apapun sayang! Mending kita buktikan saja jika kau tidak sekotor yang kau kira." Ucap Zayn.
Zayn kembali memberikan sentuhan lembut kepada Revia.
Revia mencoba melupakan masalah yang sedang melanda. Ia mendes@h pelan saat Zayn memainkan lidahnya di pucuk gunung kembarnya. Revia benar benar menggila mendapat sentuhan dari Zayn, sudah lama ia tidak merasakan hal seperti ini lagi. Setelah di rasa cukup untuk melakukan foreplay, Zayn menuntun senjatanya menuju goa sempit yang sudah lama tidak terbuka. Revia mencengkeram sprei saat merasakan senjata Zayn menerobos masuk hingga terbenam sempurna.
Zayn mulai memacu tubuhnya dengan pelan. Di bawah tubuh Zayn, tubuh Revia menggelinjang merasakan nikmat yang luar biasa.
" Mas.. " Des@h Revia.
" Iya sayang." Sahut Zayn tanpa membuka matanya.
Pengalaman ini terasa sangat indah bagi Zayn, apalagi ini yang pertama baginya. Satu jam lamanya keduanya bergelut dalam permainan, hingga keduanya sama sama telah mencapai puncak nirwana.
" Terima kasih sayang. Sekarang kau sudah tahu kan kalau tidak terjadi apa apa denganmu dan Jean. Kau bisa merasakannya kan?" Ucap Zayn mencium kening Revia.
Revia menganggukkan kepalanya. Zayn berbaring di samping Revia sambil memeluknya. Mereka bergelung di balik selimut yang sama.
" Maafkan aku!" Ucap Revia tiba tiba.
" Kenapa tiba tiba meminta maaf sayang?" Tanya Zayn.
" Walapun Jean tidak menyentuhku tapi aku tetap tidak bisa menjadikanmu yang pertama. Bukankah impian setiap pria ingin menjadi yang pertama untuk istrinya? Dan aku tidak bisa memberikan itu padamu." Ujar Revia memiringkan wajahnya menatap Zayn.
Zayn mengelus pipi Revia.
" Mas tidak peduli jika Mas tidak menjadi yang pertama bagimu, tapi yang Mas pedulikan adalah kau harus menjadikan Mas yang terakhir. Tidak akan ada lagi pria yang bisa memilikimu selain Mas. Apa kamu paham?" Ujar Zayn. Revia menganggukkan kepalanya.
" Kau yang pertama dan terakhir bagi Mas, Mas mencintaimu." Ucap Zayn mencium kening Revia.
" Aku tahu." Sahut Revia memeluk Zayn.
Zayn mengelus rambut Revia dengan penuh kasih sayang.
" Sekarang tidurlah! Kita akan mengulangnya nanti." Ucap Zayn membuat Revia terkejut.
" Lagi?" Tanya Revia.
" Iya donk, biar cepat jadi adek buat Arvi." Sahut Zayn. Revia terkekeh mendengarnya.
Zayn mengelus kepala Revia sampai Revia tertidur. Setelah itu Zayn memakaikan baju kepada Revia lalu ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai ia berbaring di samping Revia lalu memeluknya.
" Maafkan Mas sayang." Ucap Zayn.
" Aku harus membuat perhitungan pada Jean karena telah menyakiti Revia, beruntung Revia tidak trauma atas sikapnya." Gumam Zayn mengepalkan erat tangannya.
__ADS_1
TBC....