
Di tengah gelapnya malam dan cahaya lampu, Revia masih terduduk di lantai dekat ranjangnya. Dinginnya lantai sama sekali tidak ia hiraukan. Ia terus terisak meratapi kesedihan yang tidak bisa ia bagikan kepada orang lain. Ia tidak ingin ada yang tahu tentang sikap ibu mertuanya kepadanya. Ia berusaha menyimpannya sendiri termasuk dari Zayn sekalipun. Ia tidak mau hubungan Zayn dan ibunya retak hanya karena masalah ini. Bagaimanapun Zayn milik ibunya, ia tidak mau menyulitkan Zayn hingga membuat Zayn harus memilih antara dirinya dan ibunya. Biarlah Zayn mau berpikir apa tentangnya yang jelas ia tidak akan memberitahu Zayn yang sebenarnya.
Ceklek....
Pintu terbuka, Revia menoleh ke arah pintu. Ia mengira Zayn yang membukanya namun ternyata salah. Arvilah yang membuka pintu itu.
" Mom.. Mommy dimana? Kenapa kamar mommy gelap? Apa listrik di kamar Mommy padam?" Arvi berdiri di depan pintu sambil mengedarkan pandangan ke penjuru kamar Revia yang gelap. Ia tidak bisa melihat apa apa dari sana.
Revia segera menghapus air matanya, ia berusaha untuk tenang dan diam agar Arvi mengira dia sudah tidur. Dan benar saja, Arvi mengira kalau mommy dan daddynya sudah tidur.
" Baiklah kalau mommy dan daddy sudah tidur, selamat malam Mom, Dad." Arvi menutup pintunya kembali membuat Revia bisa bernafas lega. Setidaknya Arvi tidak tahu apa yang telah di alaminya sekarang ini.
Revia naik ke atas ranjang, ia berniat untuk tidur karena khawatir Arvi akan kembali ke kamarnya. Ia tidak mau Arvi melihatnya dalam keadaan seperti sekarang ini, ia tidak mau Arvi bersedih. Revia berbaring miring menghadap ke ranjang sisi Zayn. Ia mengusap kasur tempat biasa Zayn berbaring di sana. Air mata kembali menetes di pipinya. Ia tahu jika Zayn sangat kecewa dan marah padanya saat ini. Selama ini Zayn sangat berharap Revia bisa segera mengandung adik dari Arvi namun kenyataannya Revia malah mencegahnya.
" Maafkan aku Mas!" Lirih Revia mencoba memejamkan matanya.
Lama lama Revia benar benar memejamkan matanya, entah memang sudah mengantuk atau karena lelah menangis kini Revia memasuki alam mimpinya. Namun tak lama setelah itu, ia merasa ada tangan kekar yang melingkar di atas perutnya. Ia merasakan hembusan nafas hangat menerpa tengkuknya. Ia juga merasakan beberapa ciuman di pipinya, ia membuka matanya mencoba menguasai keadaan saat ini. Ia khawatir jika uang memeluknya saat ini pria yang bukan suaminya, namun sedetik kemudian ia merasa tenang setelah menyadari aroma maskulin dari tubuh Zayn menyeruak ke dalam hidungnya.
__ADS_1
" Mas ini kamu?" Tanya Revia dengan suara serak.
" Iya ini Mas, maafkan Mas!"
Revia terkejut dengan ucapan Zayn. Bukankah yang seharusnya meminta maaf Revia? Kenapa malah sekarang Zayn yang meminta maaf padanya? Ada apa sebenarnya dengan Zayn? Apa Zayn merasa bersalah padanya? Tidak... Ini tidak benar. Revia lah yang bersalah, ia yang seharusnya meminta maaf bukan Zayn. Revia menyalakan lampu tidurnya lalu ia membalikkan posisi menghadap Zayn yang ternyata berbaring di tepi ranjang. Mungkin jika Zayn bergerak sedikit saja, ia akak jatuh ke lantai.
" Seharusnya aku yang meminta maaf padamu Mas, aku yang salah bukan kamu. Kamu tidak pantas meminta maaf padaku. Maafkan aku! Aku melakukannya karena aku belum siap untuk hamil. Aku masih ingin menghabiskan waktuku bersamamu dan Arvi. Aku ingin lebih lama memberikan kasih sayang keluarga yang lengkap kepada Arvi. Selama ini Arvi hanya hidup bersamaku, aku tidak tega jika aku memberikannya adik sebelum ia puas mendapatkan kasih sayang dari kita berdua. Maafkan aku karena telah mengecewakanmu." Ucap Revia berdusta.
Zayn tersenyum sambil merapikan rambut yang menutupi wajah Revia.
" Jika kamu meminta maaf karena telah membuat Mas kecewa, lalu kenapa sekarang kau membuat Mas kecewa lagi?" Pertanyaan Zayn membuat Revia mengerutkan keningnya.
Deg...
Jantung Revia terasa berhenti berdetak mendengar ucapan Zayn. Darimana Zayn tahu alasan yang sebenarnya padahal ia sendiri tidak memberitahunya? Apakah ibu mertuanya yang memberitahunya? Apakah bu Mona memberitahu Zayn akan sikapnya pada Revia? Kenapa ia mengakui perbuatannya di depan Zayn? Berbagai pertanyaan bersarang di kepala Revia.
Zayn mengelus pipi Revia dengan lembut, ia memajukan wajahnya lalu mengecup bibir dan kedua mata Revia dengan penuh penyesalan karena telah menyakiti hati Revia. Apalagi telah membuat Revia menangis hingga matanya sembab seperti sekarang ini.
__ADS_1
" Mas sudah tahu yang sebenarnya, tadi Mas ke rumah ibu, Mas berniat menginap di sana. Tapi ibu tiba tina menghampiri Mas di kamar dan bertanya tentang masalah yang Mas hadapi saat ini. Entah ibu tahu darimana Mas sendiri tidak tahu. Mungkin karena naluri keibuannya hingga ibu tahu kalau Mas sedang menghadapi masalah." Zayn menghembuskan nafasnya kasar.
" Pada akhirnya Mas menceritakan permasalah kita pada ibu. Maaf! Bukannya Mas ingin membuka aib rumah tangga kita di depan ibu, tapi Mas butuh pendapat dari ibu tentang bagaimana Mas harus bersikap ke depannya agar Mas tidak salah langkah. Dan Mas sangat kaget saat ibu mengakui kesalahannya. Mas tidak menyangka jika ibu memintamu untuk menunda kehamilan dengan alasan ibu belum menerimamu sebagai menantunya sepenuhnya. Ibu juga memberitahu Mas tentang alasannya itu. Jujur Mas merasa sangat kecewa, bagaimana ibu bisa berpikir seperti itu. Bagaimana ibu bisa berpikir kalau kamu tidak benar benar menerima Mas dengan sepenuh hati sebagai suamimu, ibu berpikir suatu saat nanti kau akan meninggalkan Mas setelah Arnold tidak lagi mengejarmu dan Arvi. Ibu merasa Mas akan tersakiti apalagi jika sudah ada anak di antara kita. Mas pasti akan sangat terpuruk sayang jika Mas harus berpisah darimu." Akhirnya Zayn menceritakan apa yang terjadi di sana.
" Ibu meminta maaf padamu karena telah membuatmu tertekan dengan masalah ini. Ibu menyesal karena tidak bisa melihat ketulusanmu. Sekarang ibu sudah memberikan restunya kepada kita berdua, jadi kamu tidak perlu meminum pil itu lagi. Besok pagi ibu akan ke sini untuk meminta maaf langsung padamu. Ibu telah menyadari kesalahannya padamu sayang. Maafkan ibu!" Sambung Zayn.
Tidak mampu berkata apa apa, Revia hanya bisa menganggukkan kepalanya.
" Terima kasih." Ucap Zayn mencium kening Revia.
" Kalau boleh Mas tahu, kenapa kamu tidak langsung memberitahu Mas tentang masalah ibu? Kenapa kamu malah menyembunyikan kesalahan ibu dari Mas sayang?" Tanya Zayn ingin tahu.
" Sekarang istirahatlah! Mas akan memelukmu supaya kau bisa tidur dengan tenang. Sekali lagi maafkan Mas." Ucap Zayn menarik Revia ke dalam pelukannya. Revia memeluk Zayn dengan erat, ia menyusupkan wajahnya ke dada Zayn dan menjadikan lengan Zayn sebagai bantalan.
Zayn mengelus punggung Revia, ia merasa lega masalahnya telah selesai. Revia bisa terlelap dengan tenang tanpa takut Zayn akan meninggalkannya.
Permasalah mang sering datang dalam kehidupan kita, tapi bagaimana kita menyikapinya agar masalah itu tidak melebar kemana mana. Seperti yang di alami Zayn saat ini, ia harus benar benar bijak dalam menghadapi permasalahan dalam rumah tangganya hingga tidak akan ada kesalah pahaman di antara mereka lagi.
__ADS_1
TBC. ...