
Pagi ini Sonia dan Jean mendatangi rumah Revia untuk meminta maaf atas insiden yang Jean lakukan kepada Revia. Mereka duduk di sofa ruang tamu, kedua pasangan itu saling berhadapan. Zayn menatap Jean dengan tajam sedangkan Revia menundukkan kepalanya karena trauma yang masih ia rasakan di dalam hatinya. Ia mengapit lengan Zayn dengan erat menandakan jika saat ini ia sedang ketakutan. Ingin sekali Zayn memukul kembali wajah Jean, namun ia menghargai hubungannya dengan Sonia yang merupakan sahabatnya.
Ya.. Sonia memberitahu mereka berdua kalau ia akan menikah dengan Jean secepatnya. Ia juga sudah meminta maaf kepada Revia secara pribadi atas tindakan Jean, ia melakukannya karena bagaimanapun Jean adalah calon suaminya.
" Revia, kak Zayn kami ke sini untuk meminta maaf pada kalian berdua atas nama mas Jean." Ucap Sonia setelah beberapa menit Jean hanya diam saja. Jean tidak tahu harus memulai darimana untuk mengucapkan kata maaf kepada Revia.
" I.. Iya Revia, Zayn. Aku minta maaf! Aku akui aku salah karena telah memaksakan kehendakku kepada Revia. Aku.... " Jean mencoba menceritakan alasan yang sama dengan apa yang ia ceritakan kepada Sonia. Zayn dan Revia menyimak setiap kata yang keluar dari bibir Jean.
" Aku berpikir Revia adalah wanita yang tepat untuk mendampingiku, karena selama ini aku tidak pernah dekat dengan wanita manapun, itu sebabnya aku ingin memilikinya. Tapi ternyata aku salah, selain Revia ternyata ada wanita yang jauh lebih pemberani." Ucap Jean menatap Sonia.
" Sonia, dialah wanita itu." Sambung Jean menggenggam tangan Sonia.
" Aku tidak mununtutmu karena aku menghargai hubunganmu dengan Sonia. Aku juga sudah bertanya kepada Sonia tentang kesediaannya menikah denganmu, ternyata dia menerima pernikahan ini dengan ikhlas. Dan aku tidak bisa menyeret namanya ke dalam keburukan karena dia sahabatku. Dia banyak berkorban untukku dan Arvi. Tapi untuk memaafkanmu, aku tidak bisa. Apapun alasanmu aku tidak bisa menerimanya karena kau telah menorehkan trauma di dalam hidupku." Ucap Revia tanpa menatap Jean.
Jean dan Sonia menghela nafasnya pelan.
" Tidak masalah Revia, aku ucapkan terima kasih kasih karena kamu tidak melaporkan aku ke polisi." Ucap Jean.
" Satu pesanku padamu tuan Jean, tolong jangan sakiti Sonia. Atau aku orang pertama yang akan membunuhmu." Ucap Revia.
Jean nampak tersenyum mendnegar ucapan Revia. Pria bermanik hitam itu menatap manik coklat milik Sonia.
" Aku akan menjaganya Revia, kau tidak perlu khawatir! Aku tidak akan menyakitinya. Aku minta doa restu dari kalian untuk hubungan baru kami. Doakan kami agar kami bisa hidup bahagia seperti kalian berdua." Ujar Jean kembali menatap Revia dan Zayn.
" Iya Revia, doakan yang terbaik untukku. Jika memang mas Jean jodohku, semoga Tuhan melancarkan pernikahan ini tapi jika bukan, semoga Tuhan menunjukkan jalannya." Ucap Soni penuh arti. Dan arti dari ucapan Sonia hanya Revia yang bisa mengetahuinya.
__ADS_1
" Tentu Sonia, doa terbaik untukmu." Sahut Revia.
" Semoga kau di jauhkan dari pria seperti Jean, karena aku tahu sebenarnya kamu terpaksa menerima pernikahan ini. Selain kau di tekan oleh Jean, kau juga mendapat tekanan dari bibimu. Namun jika Jean memang benar benar tulus mencintaimu seperti cintanya mas Zayn kepadaku, maka aku berdoa semoga kalian bisa bersatu selamanya. Hempaskan orang orang yang telah menindas kalian seperti bibi dan pamannya Jean." Ujar Revia dalam hati.
Kemarin Sonia menelepin Revia, ia bercerita jika Jean telah melamarnya kepada bibinya. Tentu saja bibi Sonia menerima, apalagi setelah tahu jika Jean orang paling kaya di negeri ini. Ia bahkan tidak tanggung tanggung menginginkan pernikahan yang super mewah dan mahar yang banyak hingga ratusan milyar. Demi Sonia, Jean memberikannya.
Setelah itu Jean dan Sonia pergi meninggalkan rumah Revia untuk fitting baju pengantin mereka.
Revia menatap Zayn begitupun sebaliknya.
" Semoga Sonia mendapatkan kebahagiaannya ya Mas." Ujar Revia.
" Amin.. Orang baik pasti akan mendapatkan jodoh yang baik sayang." Ucap Zayn mengelus pipi Revia dengan lembut. Revia menganggukkan kepalanya.
" Setelah kamu di tetapkan sebagai direktur utama penggantiku, kamu harus merekrut asisten baru untukmu Mas. Dan yang jadi asistentmu harus pria tidak boleh wanita." Ujar Revia.
" Tentu sayang, Mas juga tidak akan membiarkan pekerjaan wanita berada di sekitar Mas." Sahut Zayn.
" Mas senang kamu bersikap cemburu seperti ini." Ucapan Zayn membuat Revia terkejut.
" Eh tidak ya.. Aku tidak cemburu." Sahut Revia.
" Masa' sih?" Goda Zayn.
" Ih nggak percayaan amat." Sahut Revia.
__ADS_1
" Ya nggak percayalah sayang, orang hati dan pikiran kamu berbeda. Kalau cemburu katakan saja sayang." Ujar Zayn mengelus pipi Revia.
" Tau ah." Cebik Revia mengerucutkan bibirnya.
Zayn mencium lembut bibir Revia. Suara decapan memenuhi ruang tamu mereka. Beruntung bi Asih maupun Arvi tidak ada di rumah, hingga Zayn bebas melakukan apapun. Zayn menggendong Revia menuju kamarnya, di hari yang cerah yang masih terhitung pagi, Zayn dan Revia saling memadu cinta.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hari ini tiba hari pernikahan Jean dan Sonia. Sebelumnya Sonia sudah berulang kali mencoba untuk menggagalkan pernikahan ini, namun ia tidak bisa. Koneksi yang Jean punya sangat kuat hingga membuat rencananya selalu gagal.
Di ballroom hotel milik Jean, acara pernikahan keduanya akan berlangsung. Jean mengundang seribu tamu undangan, yang terdiri dari beberapa kolega bisnis dan tetangga komplek rumahnya. Mereka di manjakan dengan acara dan hidangan makanan yang sangat mewah itu. Ia bahkan tidak tanggung tanggung menghabiskan uangnya untuk menggelar acara pernikahan ini.
Dengan di balut gaun pengantin mewah yang berwarna biru laut, Sonia nampak anggun dan lemah gemulai. Riasan natural di wajahnya membuatnya semakin cantik. Jean tidak henti hentinya memandang Sonia tanpa berkedip. Wanita bar bar yang selalu berpakaian seperti pria itu kini mendadak berubah menjadi seorang putri yang cantik.
Jean menggandengnya menuju pelaminan dimana pak penghulu sudah menunggu mereka. Pak penghulu sendiri yang akan menjadi wali hakim dari Sonia, karena Sonia hanya tinggal bersama bibinya dan tidak sudah tidak mempunyai orang tua.
Revia, Zayn dan Arvi yang duduk tepat di belakang sang pengantin, tersenyum bahagia mengiringi kebahagiaan kedua mempelai. Revia yakin inilah yang terbaik untuk Sonia. Dia akan selalu mendoakan kebahagiaan sahabatnya itu.
Jean menjabat tangan pak penghulu, penghulu memulai acaranya. Saat Jean hendak mengucapakan lafaz ijab qobul tiba tiba...
Dorrrr...
Pasti kaget ya... Jangan lupa tekan like koment vote dan hadiahnya. Terima kasih...
Miss U All...
__ADS_1
TBC...