TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
PERNIKAHAN JeSon 2


__ADS_3

Tiba tiba lidah Jean terasa kelu, tangannya gemetaran,jantungnya berdetak sangat kencang. Tiba tiba terlintas bayangan Revia saat di hotel waktu itu hingga ia salah menyebutkan nama Sonia menjadi Revia membuat semua orang nampak terkejut. Begitupun dengan Zayn dan Revia sendiri. Pak penghulu menunda pernikahannya untuk sesaat. Jean menatap Sonia, ia merasa bersalah atas apa yang ia lakukan kepadanya. Sebagai mempelai wanita, Sonia merasa sangat mau atas insiden ini, ingin rasanya ia segera pergi meninggalkan tempat itu namun ia tidak mau membuat Jean semakin malu jika pernikahan ini sampai batal.


" Sonia, maafkan aku!" Ucap Jean menggenggam tangan Sonia. Sonia hanya bisa menganggukkan kepala saja.


" Mohon maaf untuk para tamu undangan semua, sepertinya mempelai pria kita sangat gugup sehingga dia tidak sadar menyebut nama orang lain tadi. Dan nama yang ia sebutkan tadi adalah nama sahabat karibnya bukan nama wanita idaman lainnya, jadi jangan salah paham di sini. Sebagai orang yang berpengalaman, kita harus memakluminya." Ucap pak penghulu menghindari mulut julid netizen.


Zayn yang duduk di samping Revia membisikkan sesuatu di telinga Revia.


" Bagaimana bisa dia menyebut nama kamu sayang, benar benar membuat Mas ingin memukul wajahnya." Bisik Zayn.


" Tenanglah Mas! Mungkin Jean masih merasa bersalah padaku jadi dia menyebut namaku tanpa sadar." Ujar Revia.


Zayn dan Revia kembali fokus ke depan. Mereka melihat Sonia yang menundukkan kepalanya sedari tadi. Revia beranjak dari kursinya, ia berdiri di belakang kursi yang di tempati Sonia lalu menyentuh kedua bahu Sonia.


" Tenang Sonia! Semua pasti akan berjalan lancar." Ucap Revia di balas anggukkan kepala oleh Sonia.


" Tuan Jean, jika anda mempermalukan sahabat saya sekali lagi, saya akan membawanya pergi dari sini!" Revia membungkuk membisikkan kalimat itu ke telinga Jean.


" Tidak! Jangan lakukan itu. Aku merasa gugup, tiba tiba rasa bersalahku kepadamu muncul begitu saja, itu sebabnya aku menyebut namamu tanpa sadar. Tapi kali ini aku tidak akan salah menyebut nama kalian lagi." Ucap Jean.


" Baiklah tuan Jean, bisa kita mulai lagi?" Tanya penghulu.


Jean menghirup oksigen sebanyak banyaknya lalu mengeluarkannya lewat mulutnya.


" Bisa Pak." Sahutnya.


Pak penghulu kembali menjabat tangan Jean, kali ini dengan satu kali tarikan Jean berhasil mengucapkan lafaz ijab qobul dengan lantang.


" Sah.. " Ucapan sah dari kedua saksi membuat Jean dan Sonia lega. Akhirnya mereka berdua telah resmi menjadi suami istri.


Sonia mencium punggung tangan Jean sebagai baktinya kepada Jean, sedangkan Jean mencium kening Sonia.

__ADS_1


" Terima kasih telah menjadi istri sekaligus teman yang akan mendampingiku ke depannya. Semoga aku bisa membuatmu bahagia." Ucap Jean. Sonia menganggukkan kepalanya.


Selesai ijab qobul, acara dilanjutkan dengan resepsi pernikahan. Para tamu undangan di persilahkan menikmati hidangan yang ada. Tidak sedikit tamu menyalami kedua mempelai yang saat ini di pajang di kursi pelaminan untuk memberikan doa restu mereka.


Zayn dan Revia naik ke atas, Sonia langsung memeluk Revia dengan erat.


" Re." Sonia tidak mampu berbicara apa apa. Entah ia harus sedih atau bahagia dengan pernikahan ini.


" Aku ucapkan selamat atas pernikahan kalian, semoga kalian hidup bahagia dan di karunia cinta yang tiada batasnya." Ucap Revia mengelus punggung Sonia.


" Terima kasih Re, bantu aku untuk menjadi istri yang baik untuk suamiku." Ucap Sonia.


" Cie.. Yang udah mulai bucin." Ucap Revia menggoda sahabatnya


" Bagaimanapun aku sudah menerimanya, jadi aku harus menjaganya kan." Ujar Sonia.


" Iya kau benar, semoga kita bisa bersama sama belajar menjadi istri yang baik untuk suami kita." Revia melepaskan pelukannya.


Sekarang gantian Zayn yang mengucapkan selamat kepada Jean. Ia juga memberikan doa terbaik untuk kedua pengantin baru yang baru saja meresmikan hubungan mereka. Setelah itu ia menggandeng tangan Revia menuju mejanya dimana Arvi duduk di sana sambil menikmati hidangan yang ada.


" Nggak usah lihatin aku gitu deh! Kayak nggak pernah lihat aja." Ucap Sonia.


" Kenapa? Memangnya nggak boleh memandang wajah cantik istrinya sendiri? Kamu kelihatan cantik banget Sonia." Ucap Jean tersenyum manis.


" Hmm... Saking cantiknya sampai kamu mengenaliku sebagai Revia. Kau membuat aku malu tahu tidak sih? Nggak pernah terbayang dalam pikiranku seumur hidupku, kalau calon suamiku bakal salah menyebut namaku di hari pernikahanku. Benar benar pernikahan yang fantastis." Gerutu Sonia membuat Jean terkekeh.


" Maafkan aku! Aku tidak bermaksud membuatmu malu ataupun mempermalukan diriku sendiri. Aku tadi kan sudah bilang kalau tiba tiba perasaan bersalahku kepada Revia saat di hotel itu muncul begitu saja di pikiranku. Kalau perasaan itu tidak muncul aku yakin aku tidak akan salah sebut namamu." Ujar Jean.


Saat Sonia hendak menyahut ucapan Jean, tiba tiba tuan Adeno menghampiri mereka. Mereka berdua kembali berdiri menyambut tamu kehormatan yang memang sengaja tidak di undang oleh Jean.


" Kenapa anda kemari tuan Adeno? Bukankah aku tidak mengundangmu ke acara ini?" Jean menatap tajam ke arah pamannya.

__ADS_1


" Kau sudah berani menatapku rupanya, apa karena sekarang ada istrimu di sini?" Tuan Adeno tak kalah tajam menatap Jean.


" Apa kau pikir istrimu bisa melindungimu dari aku?" Tuan Adeno melirik Sonia sekilas lalu ia kembali menatap Jean.


Sonia menatap Jean dan pamannya bergantian. Ia harus siap siaga jika paman suaminya melakukan penyerangan. Tapi sepertinya semua itu tidak terjadi.


Tuan Adeno memeluk Jean lalu berbisik di telinga Jean.


" Tidak Jean, kehadiran istrimu tidak berarti apa apa bagiku. Kalau aku mau, saat ini juga aku bisa membunuh istrimu di depanmu. Tapi aku tidak akan melakukan itu sekarang, akan lebih menyenangkan jika dia meninggalkanmu setelah kau menjadi budak cintanya. Apalagi kalau istrimu sedang mengandung anakmu, itu akan lebih menyenangkan untukku." Bisik tuan Adeno.


Deg...


Jantung Jean berdebar dengan kencang. Ia mengepalkan erat tangannya menahan emosi yang siap memuncak di dadanya. Ingin sekali ia meninju wajah pamannya sekarang juga, tapi ia berusaha menahannya karena tidak mau mengacaukan acaranya.


Tuan Adeno melepas pelukannya, ia menatap Sonia begitupun sebaliknya.


" Aku ucapkan selamat atas pernikahan kalian Sonia. Aku ucapkan semoga tidak akan ada badai yang datang menerjang pernikaha kalian, apalagi sampai memisahkan kalian berdua." Ucap tuan Adeno.


" Tidak ada satupun pernikahan yang tidak di terjang badai tuan Adeno, tinggal bagaimana cara kita menghadapinya. Sebenarnya badai datang untuk menguatkan pernikahan, bukan untuk menghancurkannya. Oleh sebab itu kita harus lebih kuat dari badai itu sehingga yang awalnya badai hebat hanya akan menjadi angin lalu untuk pernikahan kami. Bukan begitu mas Jean." Ucap Sonia penuh penekanan sambil menatap Jean.


Jean tersenyum menatap Sonia. Ia tidak menyangka dengan jawaban luar biasa yang keluar dari mulut Sonia.


" Tapi aku ucapkan terima kasih atas doa restumu Paman. Aku yakin, dengan doa yang kau berikan kepadaku dan mas Jean akan membuat kami semakin kuat, kami yakin kami pasti bisa menghadapi semua rintangan yang menghalangi jalan kami. Apalagi rintangan itu berasal dari orang yang mendoakan kita sendiri." Sambung Sonia membuat tuan Adeno merasa geram.


" Kita akan buktikan, sekuat apa kalian menahan terjangan badai itu Sonia." Ucap tuan Adeno.


" Sebesar apapun itu, kami pasti bisa menghadapinya Paman." Sahut Sonia.


Tuan Adeno segera berlalu dari atas pelaminan dengan perasaan kesal. Sonia menatap kepergian tuan Adeno sambil tersenyum smirk, Jean menggenggam tangan Sonia membuat Sonia menoleh ke arahnya.


" Terima kasih atas keberanianmu melawan pria itu, tapi kamu harus hati hati karena dia orang yang berbahaya. Dia bisa melakukan segala cara untuk menyakiti kita ataupun menyingkirkan kita." Ucap Jean.

__ADS_1


" Aku juga punya seribu cara untuk melawannya, kita lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya." Sahut Sonia.


TBC....


__ADS_2