TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
HAPPY WEDDING


__ADS_3

Selesai makan Zayn dan Revia keluar dari cafe menuju mobil Zayn. Revia duduk di samping kemudi, Zayn menatap Revia begitupun sebaliknya. Tiba tiba Zayn memajukan tubuhnya mendekat ke arah Revia membuat jantung Revia berdebar kencang. Ia jadi teringat kemarin saat Zayn hendak menciumnya tiba tiba Arvi datang menghampiri mereka membuat keduanya menjadi salah tingkah.


Revia memejamkan matanya, hembusan nafas Zayn terasa menyapu wajah Revia.


Klik...


Revia membuka matanya saat mendengar suara sealbelt terkunci. Zayn menatap Revia sambil tersenyum, ia merasa bahagia bisa menatap wajah Revia sedekat ini. Tatapannya terpaku pada bibir Revia yang berwarna merah chili karena ia menggunakan lipstik. Entah keberanian darimana tiba tiba Zayn menempelkan bibirnya ke bibir Revia.


Deg... Deg... Deg...


Jantung keduanya berdebar sangat kencang. Mata keduanya masih saling menatap sampai Zayn tersadar dengan apa yang ia lakukan pada Revia.


" Maaf." Zayn membenarkan posisi duduknya menjauh dari Revia.


Revia menganggukkan kepalanya, ia menatap keluar jendela sambil menyentuh bibirnya. Bekas bibir Zayn masih sangat terasa menempel di bibirnya. Zayn yang melihatnya tersenyum bahagia, ia bahagia karena Revia tidak menolak ataupun memarahinya.


Zayn segera melajukan mobilnya menuju hotel tempat mereka mengadakan pesta nanti. Di dalam perjalanan, Revia hanya diam saja begitupun dengan Zayn. Mereka nampak kikuk dan salah tingkah.


Sampai di hotel, keduanya segera turun. Zayn mengulurkan tangannya kepada Revia, Revia membalas uluran tangannya. Mereka berdua masuk ke lobby hotel sambil bergandengan tangan layaknya pasangan kekasih yang saling mencintai. Banyak karyawan hotel yang melihatnya dan berbisik tentang keserasian mereka berdua.


Sampai di depan empat kamar yang di sewa oleh Revia, terlihat Arvi dan kedua orang tua Zayn baru keluar dari kamarnya.


" Daddy." Teriak Arvi berlari menghampiri Zayn dan Revia.


Zayn melepas gandengan tangannya lalu menggendong Arvi.


" Kenapa Daddy lama sekali? Arvi sampai kelaparan menunggu Daddy di sini." Gerutu Arvi.


" Maafkan Daddy sayang, Daddy harus menunggu mommy selesai dulu kan. Kalau sudah lapar kenapa tidak makan duluan." Ucap Zayn mencium pipi Arvi.


" Arvi maunya makan di suapin sama Daddy. Ayo kita makan dulu Dad!" Ajak Arvi.


" Baiklah sayang mari kita makan." Sahut Zayn.


Zayn menatap ibu dan ayahnya.


" Ibu, Ayah, ayo kita makan dulu." Ajak Zayn.


" Iya sayang." Sahut bu Mona.


" Aku nggak ikut ya Mas, aku mau langsung ke kamar aja mau istirahat." Ujar Revia.


" Kamu juga harus makan sayang, tadi kamu belum kenyang makannya karena aku, sekarang kita makan dulu setelah itu istirahat." Ujar Zayn.


" Tapi aku...

__ADS_1


" Kalau kamu nggak makan sekarang, nanti tidak ada waktu lhoh buat makan, gimana kalau tiba tiba perut kamu lapar nanti? Buat rias saja sudah memakan waktu lama sayang. Jadi kau harus mengisi perutmu dulu. Aku nggak mau ada cerita pengantin wanita pingsan karena kurang makan." Ujar Zayn.


" Baiklah." Sahut Revia.


Mereka semua pergi ke resto hotel untuk makan siang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di sebuah ballroom hotel ternama, nampak suasana sangat ramai dengan adanya seribu tamu undangan yang berdatangan untuk menyaksikan keduanya mengucap janji suci. Dengan di balut gaun pengantin berwarna putih bersih, dengan riasan natural dan rambut di gelung ke atas membuat Revia nampak sangat cantik. Ia duduk di depan cermin menunggu di panggil oleh penghulu.


Zayn menatapnya tanpa berkedip sedikitpun di depannya.


" Daddy kedip Dad. Jangan malu maluin kaum pria donk, sampai segitunya liatin mommy." Ujar Arvi.


" Kenapa Mas? Apa ada yang aneh dengan wajahku?" Tanya Revia menatap Zayn.


" Kamu terlihat sangat cantik malam ini sayang." Ucap Zayn membuat Revia tersipu malu.


" Aku jadi tidak rela kecantikanmu di pandang oleh orang lain. Kita di sini saja ya." Ujar Zayn.


" Kalau kamu mau di sini saja, itu berarti kamu tidak akan menjadikan Revia sebagai istrimu." Ujar pak Ramlan.


" Kita panggil saja penghulunya ke sini Yah." Ujar Zayn.


" Udah deh Mas nggak usah aneh aneh aja. Kalau aku nggak keluar, mereka tidak akan tahu siapa pengantin perempuannya." Ujar Revia.


" Hah baiklah sayang, kalau memang harus begini mau gimana lagi." Sahut Zayn menghela nafasnya pelan.


Tak lama seseorang memanggil mereka untuk memberi tahu jika penghulu sudah siap.


" Ayo Mom, Dad." Ajak Arvi menggandeng tangan Revia dan Zayn.


Zayn dan Revia keluar dari kamar rias dengan di gandeng oleh Arvi di tengah tengah mereka. Sonia mengapit lengan Revia sedangkan kedua orang tua Zayn berjalan di belakang mereka menuju ballroom hotel.


Ribuan mata tamu undangan menatap kagum pada kedua mempelai. Mereka nampak sangat serasi, yang satu cantik dan yang satu tampan. Mereka dapat melihat sinar kebahagiaan dari kedua mata calon pengantin yang sedang berjalan menuju meja ijab.


Zayn dan Revia duduk di depan penghulu yang hanya terhalang meja saja. Pak penghulu sendiri yang menjadi wali nikah Revia karena Revia tidak punya siapa siapa. Pak penghulu menjabat tangan Zayn.


" Saudara Zayn Saputra." Ucap pak penghulu.


" Saya." Sahut Zayn tegas.


" Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Revia Anggara binti Anggara Pratama untukmu sendiri dengan Mas kawin seperangkat alat sholat dan emas seberat dua ribu dua puluh tiga gram di bayar tunai." Ucap penghulu.


" Saya terima nikah dan kawinnya Revia Anggara binti Anggara Pratama untuk saya sendiri dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." Ucap Zayn lantang.

__ADS_1


" Bagaimana saksi?" Tanya pak penghulu.


" Sah... " Sahut kedua saksi.


" Alhamdulillah." Ucap semua orang.


Pak penghulu membacakan doa doa nikah. Setelah itu Zayn dan Revia menandatangani akta nikah keduanya. Saat ini mereka telah sah menjadi suami istri secara hukum dan agama.


Zayn memasangkan cincin pernikahan di jari manis Revia, begitupun sebaliknya. Setelah itu Revia mencium punggung tangan Zayn, sedangkan Zayn menyebul ubun ubun Revia sambil melafazkan doa kebaikan bersama.


Setelah acara ijab qobul selesai dengan sempurna, keduanya di giring menuju pelaminan. Orang pertama yang memberikan selamat untuk keduanya adalah Arvi.


" Mommy, Daddy, Arvi ucapkan selamat menempuh hidup baru. Arvi berdoa semoga Mommy dan Daddy selalu bahagia. Sekarang Mommy tidak kesepian lagi, sekarang Mommy tidak perlu bekerja lagi. Sekarang Mommy bisa menemani Arvi seharian." Ucap Arvi membuat Revia terharu.


Revia berjongkok menjajari tinggi Arvi, ia memeluk Arvi sambil meneteskan air matanya.


" Maafkan Mommy sayang, Mommy terlalu sibuk selama ini." Ucap Revia menciumi pipi Arvi.


" Don't cry Mom! Ini hari bahagia Mommy, Arvi tidak apa apa Mom." Ucap Arvi mengusap air mata Revia.


" Bangunlah sayang!" Zayn membantu Revia berdiri.


" Terima kasih sayang, Daddy sama Mommy pasti akan bahagia. Apalagi ada kamu di tengah tengah kami sayang." Ucap Zayn mencium pipi Arvi.


" Akan lebih bahagia jika Mommy sama Daddy cepat memberikan adik untuk Arvi." Ucap Arvi membuat para orang tua melongo.


" Minta itu pada Mommymu, kalau Daddy pasti siap memberikannya sekarang." Ujar Zayn.


Arvi langsung mendongak menatap Revia.


" Mau ya Mom." Ucap Arvi.


Revia nampak gugup untuk sekedar menjawab pertanyaan Arvi.


" Tinggal jawab iya aja sayang." Ucap Zayn merangkul pundak Revia.


Revia menganggukkan kepalanya.


" Yeiiii... " Sorak Arvi bahagia.


Zayn menempelkan pipinya ke pipi Revia.


" Mas akan menagihnya nanti." Bisik Zayn membuat Revia membulatkan matanya.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2