TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
INSIDEN MALAM PERTAMA


__ADS_3

" Sebelum kita melakukannya, bersihkan dulu tubuhmu. Kau pasti risih dengan make up yang menempel di wajahmu itu." Ujar Zayn menjauh dari Revia.


" Iya Mas." Sahut Revia.


Revia turun dari ranjang. Melihat jus anggur di atas meja, ia mengambilnya lalu meminumnya hingga tandas. Setelah itu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Lima belas menit, Revia keluar dari saja dan sekarang gantian Zayn yang mandi.


Revia duduk di tepi ranjang sambil menunggu Zayn. Ia mengatur nafas yang terasa deg deg an.


" Ya Tuhan... Aku benar benar nervous kali ini. Jantungku terasa berdebat debar. Semoga semuanya berjalan dengan lancar." Gumam Revia.


" Hoammm." Tiba tiba Revia merasa mengantuk.


" Kenapa tiba tiba aku mengantuk ya, apa karena aku kecapekan berdiri berjam jam di pelaminan? Atau memang sudah waktuku untuk tidur? Padahal baru jam sebelas malam." Ujar Revia.


" Aku berbaring dulu ah mudah mudahan aku bisa menahan rasa kantukku ini. Kasihan Mas Zayn kalau tiba tiba aku tidur begitu saja." Ujar Revia membaringkan tubuhnya di atas ranjang.


Semakin lama Revia merasa semakin mengantuk. Tanpa ia sadari ia memejamkan mata begitu saja.


Lima belas menit kemudian, Zayn keluar dari kamar mandi dengan berpakaian rapi.


" Sa.... "


Deg...


Jantung Zayn terasa berhenti berdetak saat melihat ranjang yang sudah kosong.


" Kemana Revia? Apa dia mencoba menghindariku? Atau dia ke kamar Arvi?" Gumam Zayn.


" Sayang... Kamu dimana?" Panggil Zayn.


Tidak ada sahutan, Zayn segera mencarinya di seluruh penjuru kamar namun ia tidak berhasil menemukannya.


" Mungkin Revia ke kamar Arvi, aku akan menyusul ke sana."


Zayn membuka pintu kamarnya, ia mengerutkan keningnya, pasalnya kunci tertancap dari luar. Padahal kunci kamarnya ia yang pegang. Zayn kembali masuk ke dalam untuk memastikan, dan benar saja. Kunci miliknya ada di atas nakas, itu berarti pintu di buka dari luar.


" Ada apa ini? Kenapa pintu terbuka dari luar? Apa terjadi sesuatu dengan Revia? Aku harus mencari tahu." Gumam Zayn.


Zayn berlari menuju kamar ibunya, ia menanyakan keberadaan Revia namun ibunya menjawab tidak ada. Tidak mau membuat ibunya cemas, ia berkata pada ibunya jika mungkin Revia ada di kamar Sonia.


Zayn beralih menuju ke kamar Sonia, dan jawabannya pun sama. Revia tidak ada di kamarnya.


Zayn nampak sangat panik mengetahui hal ini.


" Sebenarnya kemana Revia pergi?" Ujar Zayn menarik kasar rambutnya.


" Memangnya tadi Revia dimana Kak? Sampai dia pergi Kak Zayn tidak tahu." Ucap Sonia.


" Setelah mandi sepertinya dia duduk San, makanya aku tinggal mandi. Tapi saat aku keluar dari kamar mandi dia sudah tidak ada. Dan anehnya, aku melihat kunci tertancap di luar pintu. Padahal kunci kamar kami ada padaku." Sahut Zayn.


Keduanya nampak memikirkan kemana perginya Revia.


" Atau jangan jangan ada yang membawanya pergi Kak. Coba kita lihat rekaman cctvnya Kak." Ujar Sonia.


" Iya kamu benar, aku akan ke sana." Ujar Zayn.

__ADS_1


" Aku ikut." Sahut Sonia menutup pintu kamarnya.


Mereka berdua berjalan cepat menuju ruang pemantauan CCTV. Sampai di sana mereka meminta bantuan petugas untuk memutar rekaman CCTV beberapa menit yang lalu. Awalnya pihak petugas menolaknya namun Zayn mendesaknya dengan alasan keselamatan istrinya. Akhirnya petugas mau menolongnya, ia membuka rekaman CCTV tiga puluh menit yang lalu. Namun anehnya, CCTV yang berada di lorong kamar Zayn mendadak rusak.


" Kenapa ini bisa terjadi? Apa dari kemarin kemarin memang CCTV nya mengalami kerusakan?" Tanya Zayn pada petugas.


" Tidak Pak, tiga jam yang lalu CCTV itu normal Pak." Sahutnya.


" Berarti ada yang sengaja merusaknya. Tapi siapa?" Ujar Zayn.


Zayn dan Sonia nampak sedang berpikir mencari tahu siapa orangnya.


" Jean." Ucap Zayn dan Sonia bersamaan.


" Yah aku yakin Jean lah yang melakukan semua ini Kak. Dia terlihat tertarik dengan Revia saat pertemuan itu." Ucap Sonia.


" Kau benar Sonia. Ini pasti perbuatannya." Ujar Zayn.


" Tuan Jean? Maksud anda bos kami?" Tanya petugas CCTV itu saat mendengar keduanya membicarakan Jean.


" Bos?" Zayn mengerutkan keningnya menatap petugas.


" Iya, tuan Jean adalah pemilik hotel ini. Beliau pria terhormat, bagaimana bisa beliau melakukan hal serendah ini Tuan? Tolong jangan berpikir sembarangan." Ucapnya.


" Pantas saja." Gumam Zayn.


" Dia pemilik hotel ini, itu artinya dia bisa bebas meminta kunci cadangan kepada petugas. Aku semakin yakin jika dia pelakunya." Ujar Zayn.


" Tapi Tuan...


Zayn menatap tajam ke arah petugas.


" Katakan kepadaku dimana bosmu itu!" Tekan Zayn.


" Saya tidak tahu Tuan." Sahutnya ketakutan.


" Tidak mungkin kau tidak tahu, jangan berbohong!" Ucap Zayn penuh penekanan.


" Be.. Benar Tuan." Jawabnya.


" Biasanya pemilik hotel punya kamar pribadi sendiri, dimana kamarnya?" Tanya Sonia menatap petugas itu.


" Sa.. Saya.. "


" Katakan atau aku akan mematahkan lehermu sekarang juga." Ancam Sonia membuat petugas itu semakin ketakutan.


" Cepat katakan!" Bentak Zayn.


" Ruangannya ada di lantai lima. Di sana hanya ada satu ruangan saja yaitu kamar pribadi milik tuan Jean." Ucapnya.


Zayn dan Sonia segera menuju ke sana sebelum terlambat.


Di dalam kamar itu, saat ini Jean sedang memandangi wajah Revia yang masih tertidur pulas.


" Kau sangat cantik sayang." Ucap Jean mengelus pipi Revia.


Merasa ada yang menyentuhnya, Revia malah menariknya lalu memeluknya tanpa membuka matanya. Ia berpikir jika itu Zayn, ia menyusupkan wajahnya ke dada bidang Jean. Jean tersenyum bahagia mendapat perlakuan seperti ini dari Revia. Ia bagaikan sedang memenangkan jackpot. Beruntung tadi Jean sempat menyemprotkan minyak wangi Zayn ke tubuhnya.

__ADS_1


Jean memeluk Revia, sesekali ia mencium pucuk Revia. Revia menggerakkan wajahnya hingga menggesek dada Jean membuat jiwa kelakian Jean meronta. Jean mendorong pelan tubuh Revia lalu menindihnya. Ia menatap wajah cantik Revia yang nampak natural. Tanpa ragu ia mencium bibir Revia dengan lembut.


Tangannya meremas salah satu gundukan Revia membuat Revia mendesih pelan. Ciuman yang semula lembut kini semakin menuntut. Jean mulai melepas gaun yang di pakai oleh Revia hingga nampak tubuh indah Revia.


" Benar benar sempurna." Gumam Zayn.


Entah mengapa Revia merasa ada yang aneh dengan pria yang mengukungnya saat ini. Hatinya tidak berdesir sama sekali. Ia berusaha sekuat mungkin untuk membuka matanya yang terasa berat. Remang remang ia menatap wajah pria itu.


" Kau siap... " Revia menjeda ucapannya.


" Aku suamimu." Bisik Jean.


Dan betapa terkejutnya Revia saat ia menyadari jika pria itu bukanlah suaminya. Revia mencoba beranjak dari kukungan Jean namun Jean langsung menahannya. Ia menekan kedua tangan Revia di antara kepalanya.


" Lepaskan aku!" Teriak Revia.


" Aku tidak akan melepaskanmu Revia, aku mencintaimu. Dan asal kau tahu jika malam ini kau telah menjadi milikku."


Deg...


Jantung Revia terasa berhenti berdetak. Ia menatap Jean sambil mengerutkan keningnya.


" Apa maksudmu?" Tanya Revia.


" Yah.. Kita baru saja melakukan pergulatan panas sayang, kita telah menyatukan cinta kita melalui satu perbuatan yang membuatmu terus mendes@h memanggil namaku." Ucap Jean.


" Tidak mungkin, ini pasti tidak mungkin. Aku tidak mungkin melakukannya denganmu." Ucap Revia.


Revia menurunkan pandangannya, ia menatap tubuhnya yang nampak polos.


" Apa kau sudah percaya? Kau bahkan belum sempat memakai pakaianmu. Terima kasih sayang kau telah menjadikan aku sempurna malam ini." Ucap Jean mencium pipi Revia.


Revia meludahi wajah Jean membuat Jean naik pitam.


" Kau memang harus di beri pelajaran." Tekan Jean.


" Tidak.. Lepaskan aku! Dimana Mas Zayn?" Revia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar. Kamar yang sangat berbeda dari sebelumnya.


" Dimana aku?" Tanya Revia masih dalam kebingungan.


" Kau ada di kamar kita sayang, memangnya dimana lagi? Sekali lagi terima kasih karena telah memberikan sesuatu yang berharga kepadaku. Dan satu lagi, bibirmu terasa sangat manis." Ucap Jean kembali mencium bibir Revia.


" Empt.. Empt... " Revia mencoba memberontak namun tenaganya kalah besar dari Jean.


" Ya Tuhan tolong aku! Jangan biarkan pria brengsek ini menyentuhku. Atau aku tidak akan bisa hidup lagi." jerit Revia dalam hati.


Jean terus mencium bibir Revia dengan kasar, tangannya bergerilya kemana mana. Mendapat perlakuan seperti ini dari pria asing membuat air mata menetes di pipi Revia begitu saja. Ia sangat berharap Zayn bisa menolongnya saat ini.


" Mas Zayn aku mohon tolong aku hiks... " Jerit Revia dalam hatinya.


Ciuman Jean turun ke leher Revia, ia memainkan lidahnya di sana membuat tubuh Revia meremang sekaligus panas dingin tak karuan. Sesekali Jean membuat beberapa stempel di sana. Tubuh Revia benar benar menggila mendapat sentuhan seperti itu dari Jean. Apalagi sudah lama ia tidak merasakannya.


Sekuat mungkin Revia menjaga kewarasannya.


" Tidak... Aku tidak boleh terlena. Sadarlah Revia, jangan sampai dia berhasil memilikimu lagi. Ya Tuhan aku mohon, kirimkan Mas Zayn kepadaku saat ini." Batin Revia terus menangis mengharap pertolongan Zayn.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2