TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
ALASAN REVIA


__ADS_3

Revia kembali ke rumahnya dengan perasaan sedih. Ia merasakan iba dengan apa yang telah menimpa Arnold. Arnold langsung kembali ke kotanya malam ini juga, ia merasa telah kalah dalam memperjuangkan perasaannya pada Sera. Jika saja Sera memberinya kesempatan untuk memperjuangkan cintanya, ia pasti akan berjuang mati matian untuk mendapatkannya. Namun Sera telah menolaknya secara terang terangan. Ia tidak punya kemampuan untuk memperjuangkan cintanya lagi, ia pulang dengan membawa kekalahan. Namun ia tidak akan tinggal diam, ia akan bangkit. Ia akan menunjukkan kesuksesannya nanti kepada orang tua Sera yang telah menghinanya.


Revia masuk ke dalam kamarnya, Zayn yang sedang duduk di meja kerjanya menoleh ke arahnya. Ia memang tidak ikut Revia ke pesta karena ia harus menyelesaikan pekerjaannya. Melihat wajah istrinya yang nampak lesu, Zayn beranjak dari kursinya. Ia menghampiri Revia lalu menatap wajahnya dengan tatapan intens.


" Kenapa sayang? Apa ada masalah?" Tanya Zayn.


" Arnold gagal mendapatkan Sera, Sera telah memilih Raksa sebagai tunangannya daripada mempedulikan perasaan Arnold, Mas." Sahut Revia.


" Ya sudah, kita harus menghargai keputusan Sera. Mungkin dia dan Arnold tidak berjodoh. Sekarang kau mandi atau basuh mukamu biar kelihatan lebih segar, ada sesuatu hal yang ingin aku tanyakan padamu." Ujar Zayn.


Revia mengerutkan keningnya menatap Zayn.


" Apa itu Mas? Apa itu penting?Kenapa kamu tidak menanyakannya sekarang saja?" Tanya Revia.


" Nanti saja, segera masuk ke kamar mandi dan segeralah kembali." Zayn kembali duduk di kursinya melanjutkan pekerjaannya. Revia masuk ke dalam kamar mandi dengan hati yang bertanya tanya.


" Apa yang hendak mas Zayn tanyakan padaku? Sepertinya ini hal yang sangat serius. Tidak biasanya Mas Zayn bersikap begini kepadaku. Dia kelihatan dingin padaku tadi, apa aku membuat kesalahan sehingga membuatnya marah? Tapi apa? Sepertinya semuanya baik baik saja, apa ada yang tidak aku ketahui di sini? Sepertinya tidak, aku mengetahui apa yang semua terjadi selama ini. Hah... Kau membuatku merasa bingung Mas." Monolog Revia.


Revia segera membasuh mukanya lalu mengganti pakaiannya dengan piyama tidur. Setelah selesai, ia menghampiri Zayn yang saat ini menunggunya sambil duduk di tepi ranjang.


" Ada apa Mas?" Tanya Revia.


Zayn nampak menyodorkan sesuatu kepada Revia.


Deg....

__ADS_1


Jantung Revia berdetak sangat kencang saat melihat pil penunda kehamilan yang ia simpan di almarinya sekarang berada di tangan Zayn. Ia menatap Zayn lalu mengambil pil itu dengan tangan gemetaran.


" A.. Aku.. " Revia nampak gugup. Ia takut menghadapi kemarahan Zayn yang siap meledak sekarang. Ia dapat melihat wajah Zayn yang nampak memerah.


" Katakan pada Mas, apa itu milikmu? Mas melihat beberapa butir telah hilang dari tempatnya, apa kau meminumnya?" Tanya Zayn tanpa ekspresi.


Revia nampak diam saja, ia terlalu takut untuk menjawab yang sebenarnya. Akhirnya ia hanya bisa membungkam mulutnya tanpa mau berkata apa apa lagi. Apalagi menjelaskan yang sebenarnya terjadi.


" Jawab Revia!!!" Bentak Zayn tidak kuat menahan emosi di dalam jiwanya. Ia begitu kesal melihat Revia yang hanya diam saja.


Revia berjingkrak kaget mendapat bentakan dari Zayn. Ini untuk yang pertama kalinya Zayn bisa semarah ini.


" Baiklah kalau kamu tidak mau menjawabnya, aku sudah tahu jawabannya. Pil itu milikmu." Ucap Zayn menunjuk pil itu.


Zayn melangkah lebar keluar dari kamarnya meninggalkan Revia yang masih berdiri mematung dengan perasaan kesal. Ia tidak menyangka Revia akan berbuat seperti ini padanya. Ia merasa sangat kecewa sekali dengan apa yang Revia lakukan.


Sedangkan di dalam kamar, tubuh Revia luruh ke bawah. Ia menangis sesegukan hingga rasa sesak mencekat dadanya.


" Hiks... Hiks... " Revia memukul dadanya sendiri. Ia menangisi nasibnya yang tidak seberuntung wanita lainnya. Keinginannya ingin bahagia setelah menikah malah berujung derita. Ibu mertua yang ia pikir menerimanya dengan sepenuh hati, faktanya tidak sebaik yang ia kira.


Ya... Setelah pernikahan bu Mona meminta Revia untuk menunda kehamilannya dengan alasan ia belum sepenuhnya menerima Revia menjadi menantunya. Ia mengatakan jika sebenarnya ia menginginkan seorang menantu yang masih gadis, bukan seorang janda seperti dirinya. Walaupun selama ini ia nampak menyayanginya Arvi namun ternyata kasih sayang itu hanya kepalsuan belaka.


Flashback on


Setelah acara pernikahan, Revia masuk ke kamar untuk mengganti pakaiannya, sedangkan Zayn berada di depan menemui teman temannya. Bu Mona masuk ke dalam menghampiri Revia yang saat ini sedang membuka pernak pernik yang menghiasi kepalanya.

__ADS_1


" Ibu." Ucap Revia.


" Revia, ada satu hal yang ingin ibu katakan padamu." Bu Mona duduk di tepi ranjang.


" Apa itu Bu?" Tanya Revia.


" Aku memang melamarmu untuk menikah dengan putraku, tapi aku belum sepenuhnya menerimamu sebagai menantuku."


Deg...


Jantung Revia berdetak sangat kencang, ia tidak menyangka jika ibu mertuanya bisa bersikap seperti itu padanya.


" Aku membiarkanmu menikah dengan putraku karena aku tidak mau putraku membenciku. Sebenarnya aku ingin putraku mendapatkan gadis yang masih legan bukan seorang janda sepertimu."


Ucapan Bu Mona menohok hati Revia, ingin sekali ia membantah ucapan ibu mertuanya namun ia mencoba bersikap lebih sabar dan mencoba menghormati ibu mertua yang telah ia anggap sebagai ibunya sendiri.


" Aku tahu alasan kau menikahi putraku, kau hanya menjadikannya sebagai pelindung untuk kamu dan putraku dari mantan suamimu itu. Aku tidak akan memberikan restu ku sampai aku bisa memastikan kalau putraku benar benar hidup bahagia bersamamu. Aku tidak mau kau membuang putraku setelah tujuanmu tercapai. Untuk itu, sebelum aku memberikan restu ku sepenuhnya kepadamu, kau tidak boleh melahirkan seorang anak untuk Zayn. Atau kau akan menanggung semuanya sendiri jika suatu saat nanti kalian berpisah. Apa kau mau menuruti ucapanku ini?" Bu Mona menatap Revia dengan tajam. Tatapan matanya tidak lagi menyorotkan kedamaian ataupun keteduhan seperti yang Revia rasakan sebelumnya. Tatapannya kali ini seperti tatapan kepada lawannya.


" Aku akan menurutinya." Sahut Revia tanpa berpikir panjang karena saat itu ia belum mencintai Zayn. Ia merasa bisa melaluinya dengan mudah apa yang ibu mertuanya inginkan.


" Aku pegang kata katamu Revia, kalau sampai kau mengandung cucuku lebih dulu, maka bagaimanapun caranya aku akan memisahkan kalian berdua. Ingat itu!" Bu Mona segera meninggalkan Revia begitu saja.


Flashback off...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2