TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
THE END...


__ADS_3

Brugh...


Revia tidak sadarkan diri, beruntung Zayn dengan tepat menopang tubuhnya. Zayn nampak panik saat itu, ia segera menggendong Revia lalu merebahkannya di atas ranjang mereka. Tanpa membuang waktu, Zayn segera menelepon dokter pribadi keluarga Revia yang sekarang di gantikan oleh putranya yaitu dokter Richard.


Lima belas menit Zayn menunggu, akhirnya dokter Richard pun datang. Tanpa membuang waktu, dokter Richard langsung memeriksa Revia. Ia tersenyum saat menangkap sesuatu di dalam perut Revia. Zayn mengerutkan keningnya menatap dokter Richard.


" Ada apa Dok? Kenapa dokter senyam senyum begitu? Apa ada kabar gembira tentang istri saya?" Tanya Zayn penasaran.


" Iya Tuan, berdasarkan pemeriksaan saya, nyonya Revia sedang mengandung saat ini." Shat dokter Richard membuat Zayn mengucap syukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan padanya. Ia merasa sangat bahagia mendapati kabar bahagia ini.


" Untuk lebih jelasnya, setelah nyonya Revia sadar segera tes urine menggunakan alat ini Tuan." Dokter Richard memberikan tespack berukuran kecil kepada Zayn.


" Jika hasilnya menampakkan garis dia berwarna merah, itu artinya nyonya Revia benar benar hamil. Dan segera periksakan kandungannya ke dokter spesialis kandungan agar mendapat pemeriksaan yang akurat." Ujar dokter Richard.


" Baik Dok, terima kasih." Sahut Zayn.


" Sama sama Tuan." Sahut dokter Richard.


Setelah itu dokter Richard menjelaskan apa yang harus di lakukan oleh Revia dan yang tidak seharusnya di lakukan oleh Revia dengan baik kepada Zayn. Zayn nampak mengangguk anggukkan kepalanya menandakan ia paham dengan apa yang dokter katakan.


Setelah itu dokter Richard pamit pulang sedangkan Zayn naik ke atas ranjang memeluk Revia yang belum sadarkan diri.


" Daddy." Arvi menghampiri keduanya di atas ranjang.


" Daddy, Mommy kenapa?" Melihat ibunya memejamkan mata membuat Arvi bertanya tanya karena tidak biasanya jam segini Revia masih tidur.


" Mommy sedang sakit sayang." Sahut Zayn menjunjung tubuh Arvi naik ke atas ranjang.


" Mommy sakit?" Arvi menempelkan tangannya pada dahi Revia.


" Mommy sakit apa Dad?" Tanya Arvi menatap Zayn.


" Mommy sakit.... " Zayn menjeda ucapannya mencoba menggoda Arvi.


" Sakit apa Dad?" Tanya Arvi mengguncang tangan Zayn.


" Mommy sakit karena mengandung....."

__ADS_1


" Adek bayi." Sambung Zayn dengan suara keras sambil tepuk tangan layaknya seperti seorang guru taman kanak-kanak.


Arvi terkejut mendengar ucapan Zayn. Ia menatap Zayn dengan tatapan tajam.


" Benarkah Dad?" Tanya Arvi memastikan. Zayn menganggukkan kepalanya.


" Mommy sedang hamil?" Tanya Arvi lagi.


" Iya sayang, Mommy kamu sedang hamil adek kamu. Sebentar lagi Arvi akan menjadi abang." Ujar Zayn.


" Yeiiiiii." Sorak Arvi membuat Revia mengerjapkan mata.


" Engh... " Revia mengucek matanya. Tak lama ia memegangi kepalanya yang terasa berdenyut nyeri.


" Sayang mana yang sakit?" Tanya Zayn mengelus kepala Revia.


" Mas kepalaku rasanya berat sekali, perutku juga terasa mual pengin muntah." Ujar Revia.


" Itu wajar terjadi pada wanita yang sedang hamil muda sayang." Revia langsung menatap Zayn dengan tatapan menyelidik.


Zayn tersenyum manis sambil mengelus pipi Revia.


Revia menatap Zayn sambil tersenyum seolah meminta penjelasan dari Zayn.


" Iya sayang, kamu sedang hamil saat ini." Ucap Zayn.


Revia mengembangkan senyuman di bibirnya. Ia merasa bahagia mendapat kabar seperti ini. Kabar yang selama ini ia tunggu tunggu. Revia mengelus perutnya sendiri sambil terus tersenyum.


" Kamu bahagia sayang?" Tanya Zayn sambil mengelus rambut Revia.


" Aku sangat bahagia Mas, akhirnya apa yang kita tunggu tunggu selama ini kita dapatkan hari ini." Sahut Revia.


" Tapi bagaimana kamu tahu kalau aku hamil Mas?" Sambung Revia bertanya.


" Dokter Richard baru saja memeriksamu, dan beliau menitipkan ini pada Mas. Tes urine kamu biar semua lebih jelas." Ujar Zayn memberikan tespack pemberian dokter Richard kepada Zayn.


" Baiklah akan aku tes." Sahut Revia.

__ADS_1


Revia segera turun dari ranjang lalu masuk ke kamar mandi melakukan tes pada urine nya. Lima belas menit kemudian ia keluar dari kamar mandi lalu menunjukkan hasil tesnya yang menunjukkan garis dua berwarna merah.


" Alhamdulillah sekarang semuanya sudah jelas, nanti sore kita ke rumah sakit untuk memeriksakan kandunganmu ke dokter obgyn. Mas akan membuat janji dengan dokter kandungan yang praktek di sana." Ujar Zayn di balas anggukkan kepala oleh Revia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari hari terasa berlalu lebih cepat dari sebelumnya. Bumi berputar dari siang menjadi malam dan malam menjadi siang seperti hari hari sebelumnya. Tak terasa sembilan bulan sudah Revia dan Zayn menjalani hidup sebagai calon orang tua yang siaga. Perut Revia nampak membuncit di karenakan usia kandungan yang telah mencapai hari perkiraan lahirnya.


Zayn berperan sebagai suami dan calon ayah yang baik. Apapun keinginan Revia selalu ia penuhi bagaimanapun caranya. Apalagi di masa masa ngidam Revia dulu. Tengah malam Revia meminta mangga muda pun ia berikan. Ia sampai rela meminta ke tetangga sebelah demi memenuhi keinginan calon anaknyaanaknya begitupun dengan keluarga Arnold.


Enam bulan lalu ingatan Arnold telah kembali. Ia menikahi Sera dengan resmi membuat keluarga mereka menjadi keluarga utuh dan bahagia. Saat ini Sera sedang mengandunh anak pertama mereka. Usia kandungannya baru lima minggu, namun perut Sera sudah terlihat besar. Entah karena mengandung anak kembar atau perutnya yang melar, Sera sendiri tidak tahu.


Saat ini Revia sedang berada di ruang bersalin dengan di temani oleh Zayn. Ia menggenggam tangan Zayn tanpa mau melepaskannya. Ia sedang berjuang melahirkan bayinya ke dunia ini. Dorongan pertama... Dorongan kedua... Hingga dorongan ketiga bayi yang Revia kandung telah lahir kedunia dengan selamat. Dokter Mila memberikan bayinya kepada Zayn untuk di adzan sedangkan Revia sedang mendapatkan perawatan pasca melahirkan.


Zayn mencium pipi bayi mungil berwarna merah berjenis kelamin perempuan. Kebahagiaan membuncah di dalam hatinya hingga ia tidak bisa melukiskan melalui kata kata. Revia menatap Zayn sambil tersenyum. Rasa bahagia melihat sang suami bahagia merambat ke dalam hati Revia. Ia merasa telah menjadi wanita yang sempurna untuk kedua kalinya.


" Sayang terima kasih telah menyempurnakan hidup Mas. Terima kasih untuk hadiah terindah yang tiada bandingannya ini sayang." Zayn mencium kening Revia dengan lembut.


" Aku yang seharusnya mengucapkan terima kasih padamu Mas. Kau pria terbaik dari yang terbaik." Ucap Revia tersenyum.


Selesai mendapat perawatan, Revia di pindahkan ke ruang rawat vvip nomer satu dimana di dalam sana Arvi dan kedua orang tua Zayn sudah menunggu.


Ibu Zayn menggendong cucu kandungnya dengan perasaan bahagia. Cucu yang pernah ia tolak sebelum kehadirannya kini berada dalam gendongannya, rasa bersalah terbesit di dalam hatinya. Tak terasa air mata menetes di pipinya. Ia segera mengusapnya sebelum orang lain melihatnya.


" Zayn... Putri kaku sangat cantik seperti ibunya, kamu beri nama siapa Nak?" Tanya ibunda Zayn.


" Namanya Arva, Oma." Sahut Arvi asal.


Revia membulatkan matanya lalu ia menatap Zayn yang menganggukkan kepala. Zayn membiarkan Arvi yang memberikan nama kepada putri kecilnya.


" Arva... Nama yang bagus. Kamu Arvi dan adik kamu Arva. Seperti anak kembar."


Lengkap sudah kebahagiaan keluarga Zayn dan Arnold. Kini mereka hanya akan menjalani hari hari dengan bahagia.


Terima kasih untuk readers semua yang telah menemani author sampai saat ini...


Author akan mengumumkan pemenang pulsa di hari senin nanti ya.. Untuk itu tetap berikan dukungan kalian sebanyak banyaknya...

__ADS_1


The End....


__ADS_2