TERJERAT CINTA WALI MURIDKU

TERJERAT CINTA WALI MURIDKU
PENOLAKAN REVIA


__ADS_3

Revia menatap tajam ke arah Zayn.


" Aku tidak menyangka jika anda akan melakukan hal ini pak Zayn, anda menginginkan kami menerima kehadiran anda sebagai anggota keluarga kami. Apa ini sebabnya anda bersikap baik kepada kami?" Tanya Revia tersenyum sinis.


" Memang beginilah sikapku, aku selalu berbuat baik kepada semua orang tapi tidak untuk cinta ini. Hati ini telah memilihmu sebagai pemiliknya, dan bukan aku yang menginginkannya melainkan hati ini sendiri." Sahut Zayn.


" Heh.. Ternyata benar, seorang guru pasti pandai berbicara dan merangkai kata. Tapi sayang sekali, saya tidak tertarik dengan semua yang anda tawarkan kepada saya. Dan saya tidak berminat untuk menerima anda sebagai suami saya." Ucap Revia beranjak dari kursinya.


" Maaf Om, Tante jika ucapanku melukai hati kalian berdua, saya harus pergi." Ucap Revia.


" Ayo sayang." Revia menarik tangan Arvian meninggalkan Zayn dan kedua orang tuanya.


" Mommy, bolehkah Arvi kembali pada pak guru. Arvi belum pamit sama pak guru dan oma Mom. Rasanya itu tidak sopan. Bukankah Mommy selalu mengajarkan Arvi untuk bersikap sopan." Ujar Arvian.


Revia menghentikan langkahnya, ia menyadari jika sikapnya mengajarkan putranya untuk bersikap tidak sopan.


" Baiklah Mommy tunggu di mobil, tapi ingat jangan lama lama. Hanya pamit saja dan tidak perlu membicarakan masalah orang dewasa." Ujar Revia penuh arti. .


" Siap Mommy." Sahut Arvi paham dengan maksud ucapan mommynya. Ia kembali ke tempat Zayn.


" Pak guru." Ucap Arvi mendekati Zayn.


" Iya sayang, ada apa? Apa terjadi sesuatu dengan mommymu?" Tanya Zayn menatap Arvi dengan perasaan khawatir.


" Tidak Pak, mommy baik baik saja."


" Maafkan sikap Mommy tadi, bukan tanpa alasan mommy seperti itu Pak. Mommy merasa trauma dengan kepergian papa yang telah meninggalkan kami untuk selamanya. Mommy takut jika mommy menikah lagi, umur pria yang aian menjadi suami mommy akan seperti papa Arvi. Itu sebabnya setiap kali Arvi membicarakan soal pernikahan, mommy selalu menolaknya. Jujur, Arvi juga menginginkan Pak guru menjadi papa Arvi tapi Arvi juga menghargai perasaan mommy. Tapi Pak guru tenang saja! Arvi akan membantu Pak guru siapa dekat dengan mommy. Dengan begitu, siapa tahu perasaan mommy akan muncul untuk pak guru." Ujar Arvi.


" Terima kasih sayang telah mendukung Pak guru. Pak guru akan berusaha untuk membuat mommy kamu menerima pak guru menjadi papa kamu." Ucap Zayn mengelus pipi Arvi.

__ADS_1


" Kalau begitu Arvi permisi pulang dulu, mommy pasti sudah cemas menunggu, sampai jumpa besok Pak guru." Ucap Arvi menyalami Zayn dengan takzim.


" Sampai jumpa sayang. Hati hati di jalan, hibur mommymu ya biar dia nggak kesal lagi." Ucap Zayn.


" Siap pak guru." Sahut Arvi.


" Oma, Opa, Arvi pulang dulu. Maafkan sikap mommy." Ucap Arvi menyalami kedua orang tua Zayn.


" Iya sayang, hati hati di jalan." Ucap bu Mona.


Arvi segera kembali menghampiri Revia yang menunggu di dalam mobil.


" Sudah Mom." Ucap Arvi duduk di bagian jok belakang.


Revia segera melajukan mobilnya menuju rumahnya. Ia benar benar merasa kesal dengan setiap kata yang Zayn ungkapkan. Ia merasa Saya telah memanfaatkan kebaikannya untuk mendapatkannya.


Sedangkan di resto, Zayn masih duduk termenung di tempatnya bersama kedua orang tuanya.


" Tenanglah Nak! Tidak semua yang kita inginkan bisa dengan mudah kita dapatkan. Jika saat ini kau belum berhasil, kau harus berusaha lebih keras lagi untuk menggapai keberhasilanmu. Yakinlah jika hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Seberapa besar usaha kita maka sebesar itu hasil yang akan kita dapatkan." Ujar bu Mona menatap sang putra.


" Iya Bu, aku tidak akan patah semangat. Sesuatu yang di dapatkan dengan sulit itu akan lebih menarik daripada sesuatu yang di dapatkan dengan mudah." Sahut Zayn.


Kedua orang tuanya tersenyum melihat kegigihan putranya.


" Ya sudah kalau begitu, ayo kita pulang!" Ajak Zayn.


Mereka bertiga pulang dengan mengendarai mobil pak Ramlan. Di dalam perjalanan, Zayn terus berpikir bagaimana caranya ia bisa mendekati Revia karena ia yakin Revia pasti akan memutus hubungan dengannya. Termasuk menjadi guru les privatnya Arvi.


" Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya membuat Revia trauma dengan yang namanya pernikahan seperti kata Arvi. Tidak mungkin jika ketena di tinggal mati dia bisa menjadi seperti ini seharusnya dia tahu kalau umur setiap orang berbeda beda kan. Sepertinya bukan itu alasan sebenarnya." Batin Zayn.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sampai di rumah, Revia dan Arvi segera menuju kamarnya. Arvi duduk di tepi ranjang sambil murung, melihat itu Revia segera mendekatinya.


" Sayang kamu kenapa hmm?" Tanya Revia mengelus kepala Arvi.


" Arvi sedih Mom, selama ini Arvi menginginkan pak guru jadi papa Arvi. Dan hari ini pak guru menginginkan hal yang sama dengan Arvi, tapi sayang sekali Mommy menolaknya. Arvi kehilangan kesempatan menjadikan pak guru sebagai papa Arvi." Ucap Arvi memasang muka sedihnya.


Revia menghela nafasnya pelan.


" Apa kau tidak bahagia hidup berdua bersama mommy selama ini sehingga kamu menginginkan pak guru menjadi anggota keluarga kita?" Tanya Revia menatap putranya, begitupun sebaliknya.


" Arvi bahagia Mom, tapi kebahagiaan Arvi terasa tidak sempurna tanpa adanya papa di tengah tengah kita." Sahut Arvi membuat hati Revia mencelos.


" Arvi ingin memiliki keluarga yang utuh seperti teman teman Arvi yang lainnya. Seperti saat study tour TK. Teman teman Arvi pergi bersama ayah dan ibunya, tapi Arvi hanya pergi bersama Mommy. Saat Arvi jatuh ke kolam, tidak ada yang menolong Arvi. Mommy hanya bisa meminta pertolongan sama om om yang jaga di sana. Coba saja kalau ada papa, pasti papa langsung lompat untuk menyelamatkan Arvi." Ucap Arvi.


Tanpa Arvi sadari, ucapannya membuat hati Revia terluka. Ingin rasanya ia meneteskan air matanya di depan putranya, namun sebisa mungkin ia mencoba menahannya.


" Sekarang istirahatlah! Mommy mau mandi dulu, jangan lupa godok gigi sebelum kamu tidur nanti." Ucap Revia masuk ke dalam kamar mandi.


Revia mengunci pintunya, ia menyalakan shower membuat suara gemericik air terdengar sampai luar. Tubuhnya luruh ke lantai, ia tak kuasa menahan tangisannya.


" Hiksss.. " Isak Revia mengeluarkan sesak di dadanya.


" Ya Tuhan.. Ternyata sebegitu menyedihkannya putraku selama ini. Ibu macam apa aku ini hingga tidak tahu dengan penderitaan yang di alami oleh putranya sendiri. Hiks... Hiks... Andai saja kau tidak meninggalkan aku, semua ini tidak akan pernah terjadi. Aku semakin membencimu, aku sangat membencimu karena kaulah alasan di balik penderitaan putraku. Jika saja kau berani muncul di hadapanku, aku pasti akan membuat perhitungan padamu. Aku membencimu Roland.... " Teriak Revia di akhir kalimatnya.


TBC....


Kira kira kapan nih mantan suami Revia muncul? Sebentar lagi ya...

__ADS_1


__ADS_2