Terjerat Hasrat CEO Gila

Terjerat Hasrat CEO Gila
Dipaksa Bermalam


__ADS_3

“Lalu apa bedanya denganmu? Bukankah kau juga sudah tidur dengan pria lain?”


Langkah Kejora seketika terhenti mendengar perkataan itu. Ia berbalik, mendapati Finn berjalan ke arahnya dengan senyuman culas.


“Apa?”


Finn menyeringai. Kali ini Kejora merasakan bahwa pria itu bukanlah Finn yang sebelumnya ia kenal. Kejora merasa jantungnya berdetak kencang mendapati Finn yang terus mendekatinya.


“Jangan naif dengan hanya menganggapku yang salah, Kejora. Kau sama saja. Jangan kira aku percaya dengan alasanmu diperkosa olehnya. Kalau kau diperkosa bukankah harusnya mencari pria itu dan meminta pertanggung jawabannya, kan? Tapi kau tidak, kau malah bisa sesantai itu. Aku jadi berpikir, apakah kau memang memberikan mahkotamu secara sukarela? Sejak kapan kau jadi ******, Kejora?” Wajah Finn dipenuhi aura licik.


“Finn!”


“Kenapa? Aku benar, kan?” Finn maju selangkah dan memegang dagu Kejora. “Aku bahkan menahan diri untuk tidak merasakanmu, Kejora. Tapi kau malah bermain dengan pria lain? Licik sekali.”


Kejora menepis tangan Finn. “Jangan kurang ajar, Finn.”


“Kenapa? Aku juga ingin merasakanmu, Kejora. Sama seperti pria itu.”


Kejora menelan ludah kasar melihat senyum seringai Finn. Diam- diam ia menghidupkan ponsel yang disembunyikan di belakang tubuh dan berusaha menghubungi seseorang untuk meminta bantuan. Kejora mulai merasa ada yang tidak beres, Ia berjalan mundur Ketika Finn mulai mendekat ke arahnya.


“Apa yang kau lakukan? Menyingkir dari hadapanku!” sentak Kejora.


“Kenapa kau menjauh? Apa kau tidak menginginkan sentuhanku juga?”


“Jangan berbicara sembarangan, Finn!” Kejora menolak sentuhan apa pun. Kali ini ia benar-benar takut.


“Kenapa, Kejora? Bukankah kau sudah kotor? Untuk apa bersikap sok suci seperti ini?”


Satu tamparan mulus mendarat di pipi Finn dengan kasar. Amarah Kejora sudah naik ke ubun-ubun, sampai ia tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak menampar pria di depannya. Wajah Finn masih tertoleh ke samping usai mendapatkan tamparan itu, sepertinya pria itu masih menikmati momen getir di pipinya.


“Ternyata kau tidak sebaik yang aku kira, Finn. Aku kira kau tidak akan bisa mengatakakan hal seperti itu. Kau jahat, Finn.”

__ADS_1


Kejora menatap sendu Finn.


Finn menatap lekat Kejora. Tidak memudarkan seringaian licik itu.


“Kenapa hanya aku yang jahat? Apa kau sama sekali tidak menganggap dirimu sendiri jahat? Apa kau sama sekali tidak memikirkan bagaimana perasaanku waktu dengar kau sudah diperkosa? Aku hancur, Kejora! Hancur! Lalu dengan seenaknya kau bilang hanya aku yang jahat?”


“Aku selama ini bekerja keras, melembur setiap hari demi bisa mengumpulkan uang agar bisa cepat menikahimu, Kejora. Aku sampai lupa mengurus diriku sendiri, bertahan dengan gaji kecil dan masih harus menjadi tulang punggung keluarga. Aku rela berhemat demi menyisihkan uang untuk modal kita menikah nanti kelak. Tapi tiba-tiba kau diperkosa oleh pria lain sedang aku saja tidak berani untuk menyentuhmu, Kejora. Apakah ini adil untukku?”


Kejora menarik napas dalam setelah mendengar keluh kesah Finn selama ini. Mengumpulkan tenaga untuk membalas, Kejora membuka mata dan menatap nanar Finn di depannya.


“Jadi selama ini cintamu hanya karena keperawanku, Finn?” lirih Kejora, menatap dalam Finn di depannya.


“Kejora—”


"Maaf, aku tidak bisa menjadi kekasih yang baik Untukmu, Finn. Aku benar-benar minta maaf," ucap Kejora sambil menunduk bersalah.


Finn menaikkan sebelah alis. Terdiam, bukan berarti merasa tersentuh dengan apa yang dikatakan oleh Kejora, melainkan meremehkan apa yang dikatakannya.


"Apa kau pikir permintaan maafmu itu bisa membuat semuanya kembali seperti semula? Apa kau pikir itu sudah cukup mengobati lukaku?" Sinis Finn.


"Bukan itu maksudku, Kejora!" bentak Finn keras.


Kejora memejamkan matanya ketika dibentak oleh Finn. Mulai menatap ragu-ragu kepada Finn yang wajahnya memerah menahan amarah.


“Terima kasih dan maaf aku sudah membuatmu sakit, Finn. Aku bersalah karena membuatmu tersiksa selama ini. Mungkin berpisah adalah jalan terbaik bagi kita agar sama-sama tidak terbelenggu dengan rasa sakit lagi.”


Kejora menunduk dan berbalik untuk pergi. Akan tetapi, tidak semudah itu bagi Finn untuk merelakan seseorang yang sudah mempengaruhi hidupnya.


“Apa kau pikir semudah itu?” sinis Finn.


Finn melipat tangan di atas dada. Langkahnya cepat, menggapai tangan Kejora dan menahannya. Kejora tentu terkejut dan berusaha melepaskan diri dari cengkeraman pria itu. Namun, cengkeraman dari Finn semakin kuat menahannya.

__ADS_1


Kejora menatap takut. Tatapan Finn seperti ingin membunuhnya. Beribu pikiran negatif sudah hinggap di benak Kejora. Apalagi ketika Finn bersikap seperti ini kepadanya. Kejora merasa resah.


“Aku masih belum merasakanmu, Kejora. Aku menginginkanmu sekarang." Simrk dari Finn terlihat mengerikan.


"Finn, lepas!" Kejora menarik tangannya paksa dari Finn.


"Tidak akan. Jangan harap kau bisa lepas begitu saja sebelum memuaskanku. Menurutlah, Kejora. Maka kau tidak akan sakit,” tukas Finn.


“Aku tidak mau! Lepas, Finn! Aku tidak mau ikut denganmu!” berontak Kejora Ketika


Finn mulai menarik tangannya dengan kuat.


Sekuat tenaga Kejora melepaskan diri, tapi tenaganya tidak lebih besar dari tenaga Finn. Kantong belanjaannya terjatuh ke jalanan, sementara itu Kejora masih berusaha melarikan diri.


Kejora menginjak kaki Finn dengan keras. Finn yang mengaduh kesakitan memberi kesempatan bagi Kejora untuk kabur dari sana. Kejora berlari dengan sekuat tenaga dan sialnya ia malah tertangkap lagi oleh Finn menyeretnya kembali.


"Finn, aku mohon lepaskan aku. Aku tidak mau ikut denganmu," pinta Kejora sambil terisak. Memohon kepada Finn untuk melepaskan dirinya.


"Jangan takut, Kejora. Ini tidak akan sakit. Justru kau akan merasa bahagia denganku."


Kejora menggeleng. "Tidak, aku tidak mau. Tolong lepaskan aku, Finn."


"Hustt, jangan berisik, Kejora. Kau membuat telingaku sakit. Lebih baik simpan suaramu untuk nanti saja. Aku lebih senang mendengar jeritanmu ketika di bawah kendaliku." Finn menatap Kejora dengan senyuman misteriusnya. Sementara Kejora sudah setengah mati ketakutan.


Kejora memberontak. Lebih kasar dari sebelumnya. "Lepas, sialan! Aku tidak mau ikut dengan pria jahat sepertimu!"


Finn yang dimaki menjadi tersulut amarah. Ia menatap tajam Kejora yang masih berusaha melawannya. Finn tanpa aba-aba lagi membawa tubuh Kejora layaknya sebuah karung dan membawanya pergi ke suatu tempat.


Kejora memberontak. Memukul punggung Finn dengan keras. Namun, hal itu tidak membuat Finn menyerah dan melepaskannya. Finn malah semakin mengeratkan dan berjalan secepat mungkin dari sana.


Kejora hanya bisa melawan dengan pemberontakannya, hal itu membuat Finn merasa geram. Ia tidak tahu lagi bagaimana nasibnya kali ini.

__ADS_1


“Jangan memberontak, Kejora! Atau aku akan menyeretmu sekarang!”


**


__ADS_2