Terjerat Pesona Driver Tampan

Terjerat Pesona Driver Tampan
Satria vs Kevin


__ADS_3

Gerald merasa ketar-ketir kalau-kalau Satria mengadu pada ibunya. Kesalahannya waktu itu memang tidak wajar. Tidak seharusnya dia penasaran dengan minuman beralkohol. Jika saja teman-teman Gerald tidak mempengaruhi maka Gerald tidak akan penasaran dengan rasa bir kaleng tersebut.


"Kamu kenal Gerald di mana Satria?" tanya Mama Kristal sekali lagi.


"Saat dia menggunakan jasa delivery order," jawab Satria. Gerald berdoa dalam hati agar mamanya tidak bertanya aneh-aneh lagi.


"Oh, kirain kenal di mana," gumam Mama Kristal.


Usai makan bersama, Satria melanjutkan mengajari Gwen soal pelajaran sekolahnya. "Mas, ini soalnya susah," rengek Gwen. Satria dengan sabar menjabarkan soal matematika dengan penyelesaian yang mudah dimengerti oleh Gwen.


"Wah, suka deh belajar sama Mas Satria. Udah enak jelasinnya nggak suka marah-marah lagi," sindir Gwen ketika melihat Glen baru masuk ke dalam rumah.


"Ke mana aja lo, Glen? Pacaran sama Stefy ya?" ledek Gwen yang dihadiahi dengan tatapan tajam dari saudara kembarnya.


"Elah, galak amat," cibir Gwen.


"Kamu suka sekali berantem sama kembaran kamu," tegur Satria. Gwen hanya terkekeh.


"Nggak goda Glen sehari itu nggak afdhol," jawab Gwen asal. "Mas Satria, kita udahan ya belajarnya. Otak aku udah ngebul. Ibarat bemper mobil mesinnya udah ngeluarin asap," ucap Gwen. Satria terkekeh mendengar permintaan Gwen.


"Iya, iya. Kita sampai di sini aja belajarnya. Lain waktu bisa kita sambung lagi."


"Mas Satria langsung pulang?" tanya Gwen. Satria menggelengkan kepalanya.


"Aku mau ke bengkel dulu," jawab Satria.


"Tapi ini bukannya udah sore banget, Mas? Nggak bisa besok ya?" tanya Gwen.


Satria mengacak rambut Gwen. "Cuma ngecek motor Aldo. Motor dia rusak lagi," jawab Satria berbohong. Padahal sebenarnya dia ingin mengecek motor sport miliknya agar dia bisa menang ketika melawan Kevin saat pertandingan balap yang akan diadakan besok malam.

__ADS_1


Kevin baru saja mengirim pesan pada Satria kalau dia mengajak laki-laki itu bertanding besok malam. Satria tidak ingin kalah karena kalau dia kalah maka dia harus merelakan Gwen menjadi pacar Kevin tanpa persetujuan Gwen. Gwen pasti kecewa besar pada Satria.


Keesokan harinya Gwen merasa aneh karena Satria mengirim pesan kalau dia tidak bisa mengantar jemput Gwen ke sekolah. Gwen punya firasat buruk. Entah kenapa firasatnya saat ini sangat kuat. Dia pun mengajak Stefy untuk bertanya pada Aldo.


Kebetulan hari ini Sabtu jadi Mama Kristal memperbolehkan Gwen jalan di malam minggu. "Kak Aldo sebaiknya ngaku! Di mana Mas Satria? Aku sudah ke kampus, temannya yang bernama Nano bilang Mas Satria nggak ngampus hari ini."


Aldo menghela napas. "Aku benar-benar tidak tahu, Gwen."


"Kalau sampai Kak Aldo ketahuan berbohong, Stefy jadi taruhannya," ancam Gwen.


"Kok gue?" tunjuk Stefy pada dirinya sendiri.


"Iya, Glen udah mulai suka sama elo. Gue akan minta Glen buat nembak elo kalau perlu minta dia ngajak elo tunangan," ucap Gwen menakut-nakuti Stefy dan Aldo.


Gwen bukan gadis yang bodoh. Dia tahu kalau Aldo menyembunyikan rahasia. "Sorry Sat gue terpaksa ngaku," gumam Aldo.


"Satria akan balapan nanti." Suara Aldo terdengar lain.


"Kevin," jawab Aldo.


"Siapa Kevin?" tanya Gwen.


"Dia ketua geng motor yang selalu mengganggu Satria," jawab Aldo.


"Ayo susul Mas Satria!" ajak Gwen.


Aldo tidak setuju. Menurut dia, Gwen hanya akan merusak konsentrasi Satria. "Tidak! Kamu tidak boleh pergi!" perintah Aldo.


"Kenapa?" tanya Gwen tidak mengerti.

__ADS_1


"Kamu tidak ingat, Satria pernah kehilangan konsentrasi saat balapan setelah dia melihat kamu berada di sana! Kali ini bukan balapan biasa, Gwen. Jika kamu mengacaukan tantangan kali ini, aku tidak jamin dengan resikonya."


Ucapan Aldo terdengar serius. Gwen pun tidak bisa memaksa Aldo lagi. "Lantas apa yang bisa aku lakukan untuk Mas Satria?" tanya Gwen pada sepasang kekasih itu.


"Kamu cukup berdoa dan tunggu hasilnya. Satria tidak mau membuat kamu khawatir. Jika dia mengetahui kamu sudah tahu kalau dia ikut balapan dengan Kevin, dia pasti tidak bisa fokus. Tolong sekali ini dukung saja Satria dari belakang!"


Gwen tidak mengerti mengapa Aldo sangat melarangnya bertemu Satria saat ini. Namun, bukan Gwen kalau dia jadi anak penurut. Gwen yang penasaran pun datang ke lokasi balapan seorang diri dengan menyamar. Dia memakai jaket kulit dan topi. Tak lupa masker warna hitam menempel di wajahnya.


Gwen mencari keberadaan Satria. Setelah dia mengedarkan pandangannya, dia menemukan Satria tengah bersiap-siap di atas motor. Namun, Gwen terkejut saat Satria berbincang dengan seorang wanita. "Jadi ini alasan Kak Aldo melihat pertandingan Mas Satria?" gumam Gwen yang sangat kesal.


Dia menghentakkan kaki lalu pergi meninggalkan area itu. Gwen pulang dengan perasaan kecewa dan cemburu.


Sementara itu, Satria dibantu oleh temannya mengecek motor yang dia pakai sebelum balapan dimulai. "Aman, Bos." Laki-laki itu berucap sambil mengacungkan jempol. Satria memakai helm full face miliknya kemudian bersiap di garis awal.


"Siap-siap pacar lo jadi pacar gue," ancam Kevin.


Satria tersenyum sinis. "Elo yang seharusnya bersiap-siap jadi anak buah gue," balas Satria.


Kevin meludah. "Gue nggak sudi."


Setelah itu, seorang wanita berdiri di tengah-tengah. Dia yang akan memberikan kode untuk memulai balapan. "Kalian siap?" Kevin dan Satria menyalakan mesinnya sambil digeber hingga asap mengepul tebal.


Ketika wanita itu melempar sapu tangan, keduanya melaju sama kencang. Satria sudah mengantisipasi agar Kevin tidak berbuat curang. Saat Kevin akan menendang dirinya, Satria cepat-cepat menghindar. Kevin yang kesal karena niat jahatnya pada Satria gagal akhirnya memukul badan motor.


Keduanya mengendarai motor dengan kecepatan maksimal. Keduanya sangat kuat. Di satu sisi Satria tidak ingin menyerahkan Gwen pada Kevin. Di sisi lain, Kevin sangat ingin mengalahkan Satria agar dia bisa mengejeknya. Kevin begitu terobsesi untuk menghancurkan Satria.


Satria sendiri tidak tahu kenapa Kevin sangat kejam jika berada dengan dirinya. Padahal seingat Satria dia tidak pernah menyinggung Kevin.


Kembali ke balapan, Satria sekuat tenaga mengikuti balapan agar bisa menang. Tiba-tiba dia merasa kakinya sakit. Ya, kaki Satria memang butuh waktu yang lama untuk sembuh.

__ADS_1


Brak


Suara motor jatuh terdengar begitu keras. Apa yang terjadi? Apakah Satria akan menang?


__ADS_2